
momen ini adalah momen yang paling pas buat aku ,tatiana,dan juga leon.
"tatiana sini dek" teriakku.
"iya kak" jawab tatiana menuju kearahku.
"kayaknya kakak ingin buat acara deh di rumah ini atau di luar ya??" ucapku sambil berpikir🤔.
"bareng bang leon kak??" tanyanya.
"iya tapi kakak masih bingung mau buat acara dimana ya??" ucapku kembali berpikir.
"ha aku tau kak,kakak chat aja dulu kak leon" ucap tatiana seperti mendapatkan ide yang sangat luar biasa.
"oke tatiana,kakak chat dulu bang leon" jawabku dengan langsung ngechat leon.
"udah ni ,udah kakak chat kak leon" ucapku meletakkan ponselku.
"oke kak,tunggu kak leon datang ya kak" ucapnya memberiku isyarat😉.
sambil menunggu kedatangan leon.
"sambil nunggu bang leon,kakak nonton tv dulu ya" ucapku sambil menghidupkan tv.
"oke kak,dan aku mau pergi sebentar ya kak" ucap tatiana.
"mau kemana???" tanyaku.
"ada deh...." ucap tatiana tersenyum.
"kakak ikut ya..." ucapku masih takut melepas tatiana karena kejadian kemaren.
"nggak usah kak,kakak di rumah aja anteng-anteng aja kak,tunggu bang leon". ucapnya mengeledekku.
" benaran kakak nggak boleh ikut??"tanyaku kembali.
"iya kak" ucapnya.
"yaudah kamu hati-hati ya,kakak masih takut banget sama yang kemaren soalnya" kataku masih sangat kawatir.
"oke kak" ucapnya beranjak meninggalkan ku.
"aduh...leon kamu kok lama banget" gumamku menukar-nukar siaran TV.
"tok....tok....tok..."
terdengar suara ketukan pintu.
"iya sebentar" ucapku membukakan pintu.
"kamu kok lama banget calon imam" ucapku dengan wajah masam🙄.
"ya maaf tuan putriku" ucap leon membujukku.
"hmmm......dimaafkan nggak ya" ucapku meliriknya.
"harus dong" ucapnya dengan senyuman jitunya itu.
kalau dia senyum aku nggak bisa nolak😭.
"iya-iya aku mafain" ucapku tersenyum.
"oh ya nantik kita pergi ke suatu tempat ya,bareng tatiana" ajakku.
"mau ngapain??" tanyanya.
"aku juga belum tau sih,kita tunggu tatiana ya" ucapku.
"oke,tatiana mana??" ucapnya kembali bertanya.
"tatiana dia pergi Katanya sih sebentar" ucapku menoleh ke kanan dan kekiri.
"kita tunggu tatiana aja,kamu kinci aja pintu rumah kamu dulu,kalau tatiana datang kita langsung pergi" ucap leon.
"siap calon imam" ucapku sambil menutup dan mengunci pintu.
"nah itu dia tatiana"ucap leon menatap tatiana yang baru saja datang.
" iya bener,ini dia adik kecilku"ucapku mengelus kepala tatiana.
"semua udah siap??,sekarang kita pergi yok" ajak tatiana.
"udah dek yok" ucapku sambil menarik tangannya.
"eits........tunggu sebentar" ucap tatiana memberhentikan langkahku.
__ADS_1
"kenapa dek??" ucapku bertanya.
"kakak sama bang leon jongkok deh" ucapnya menyuruh kami berdua jongkok.
aku dan leon mengikuti intruksi dari tatiana.
"maaf ya kak" ucap tatiana mulai menutup mata leon.
"eh ada apa ini tatiana" ucap leon memegangi penutup matanya.
"udah kakak tenang aja" ucap tatiana dengan santai.
"bang leon udah aku tutup matanya,sekarang giliran kak zahra" ucapnya sambil menutup mataku.
"kakak juga dek" ucapku.
"iya dong kak,nggak adil kalau salah satu dari abang dan kakak" ucapnya dengan sangat santun.
"oke deh,seterah kamu" ucapku pasrah.
"sekarang kak zahra sama bang leon berdiri ya" ucapnya memberi intruksi.
kami mengikuti perkataan tatiana.
"sekarang kakak ikut arahan aku ya" ucapnya sambil menggenggam tanganku dan leon.
"kami percayakan pada kamu tatiana"ucap leon.
kami mengikuti arahan tatiana yang menyuruh kami berjalan kesini dan kesitu.
" dek masih lama lagi "ucapku mulai risih dengan mata tertutup.
" bentar lagi kak"ucapnya.
berjalan dan terus berjalan dan akhirnya.
"oke stop" ucap tatiana memberhentikan langkahku dan leon.
"udah sampai ya tatiana??" tanya leon.
"udah bang" ucap tatiana.
"sekarang kakak udah boleh buka penutup matanya belum" ucapku memegang penutup matanya.
"boleh kak,tapi tunggu aba-aba dari tatiana ya" ucapnya.
"dalam hitungan ketiga kak zahra dan bang leon boleh membuka penutup matanya.1....2....dan....3" ucapnya selesai menghitung.
aku langsung membuka penutup mataku begitupun dengan leon.
"ini....ini....luar biasa sangat sangat luar biasa" ucap leon tanpa berkedip sedikit pun.
"ini kamu yang nyiapin semua dek,untuk kita" ucapku sangat terkejut.
"iya dong kak" ucapnya tersenyum lebar.
"dek ini bagus banget,betul nggak leon" ucapku menyenggol leon.
"ho'o ini benar-benar bagus" ucap leon yang masih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
"dari pada muji aku terus ,nggak akan habis habis mending kita makan" ucapnya sambil duduk.
"ini anak ya ,nakal tapi pintar sangat" ucapku mencubit pipinya yang gemesin itu.
"kakak" ucap menatap ku dengan mata molotot yang hampir keluar.
"hehehe maaf-maaf" ucapku cengir.
"kak leon" ucapnya melirik leon yang sudah melahap makanannya deluan.
"ukh...ukh..."
leon tersedak mendengar kata-kata tatiana.
"ini leon minum" ucapku menyodorkan segelas air minum dan dia langsung meneguk air minum yang aku berikan.
"abang juga minta maaf deh" ucap leon menatap ke tatiana.
"kak zahra sama kak leon udah aku ma'afin kok,sekarang siapa cepat melahap habis makanan dengan waktu kurang 5 menit dia pemenangnaya" ucapnya langsung melahap makanannya.
"iiih.....kamu curang tatiana" ucapku juga melahap makanan ku dengan kekuatan penuh.
"aku memang" ucap leon mengangkat tangannya.
__ADS_1
"tatiana juga" ucap tatiana juga mengangkat tangannya.
"dan aku kalah" ucapku sangat pasrah🙄.
"yang kalah ada hukumannya" ucap tatiana.
"pakai hukaman-hukuman segala ya??"tanyaku.
"iya dong kak,masak nggak ada,nggak seru dong namanya" jelasnya.
"baiklah" ucapku dengan sangat pasrah.
"hukumannya adalah kak harus gendong aku sampai pulang bareng kak leon" ucapnya melirik ke arah leon.
"abang juga Kenak dek??" tanya leon.
"iya dong kalau kak zahra kalah ,kak leon juga harus kalah dong" ucapnya dengan sangat bijak.
"baiklah anak raja kami akan ,menggendong mu pulang " ucap leon menggendong tatiana dan berlari.
"he tunggu aku..." ucapku ikut berlarian.
tatiana kelihatan sangat bahagia.
"kak zahra dan bang leon" ucapnya menatap kami berdua.
"iya ada apa tatiana??" tanya kami serentak.
"kak aku senang banget hari ini" ucapnya sangat gembira.
"alasannya" ucapku.
"yang pertama aku senang lihat bang leon sama kak zahra kembali bersatu ,dan yang kedua aku senang banget di bending sampai pulang, hehehehehe"ucapnya cengar-cengir.
"jadi karena itu ya kamu bahagia banget??" tanyaku.
"iya kak" ucapnya mengangguk.
"dan sekarang kita sampai" ucap leon memurunkan tatiana.
"makasih bang leon" ucap tatiana .
"iya sama-sama" kata leon.
"eh aku sampai lupa" ucap leon seperti mengingatkan susatu.
"apa leon??" tanyaku.
"kamu hari ini kok nggak kerja lagi?" tanyanya dengan penasaran.
"oh itu ya ,bos adrian ngizinin aku untuk libur hari ini,matanya sih biar bisa aku melupakan kejadian kemaren dan kembali kerja besok" jelasku.
"Oooooh gitu ya,masalah acaranya gimana??" ucap leon kembali bertanya.
"kalau masalah acara itu bos adrian tadi cuma bilang kamu dan aku harus datang besok, ada yang harus di bicarakan kata bos adrian" ucapku.
"baik besok kita berangkat berdua,aku jemput kamu" ajak leon.
"dengan senang hati" jawabku tersenyum.
"yaudah aku mau balik dulu,next time" ucap leon.
"iya kak" ucap tatiana dengan sangat mengerti perkataan leon.
"daaaa....tatiana.....daaaa.....zahra" ucap leon melambaikan tangan ke arah kami dan beranjak pergi.
"bang leon dah pergi ,sekarang kita masuk rumah yuk" ucapku sambil memegang tangan tatiana.
"iya kak yuk ,kita renggangkan badan kita" ucap tatiana menatapku.
langkahku kami berdua tertuju pada pintu kamar dan kami langsung berbaring di atas ranjang.
"uft....hari ini hari yang tak pernah dan takkan pernah terlupakan ya tatiana" ucapku menatapnya.
"benar kak" ucapnya tersenyum menatap ku.
kami kemudian berbincang-bincang tanpa di sadari tatiana sudah tertidur dengan sangat pulas.
aku menatap ke atas langit-langit kamarku.
"ya allah terimakasih,ini hadiah terindah yang engkau berikan untukku" gumamku tersenyum.
... *.........*...
"ya allah ringankan langkahku dalam proses menuju kebaikan untuk hari ini,esok,dan selanjutnya".
__ADS_1
... ~ pengagum rahasia😉...