
"zah gimana file yang saya suruh udah selesai?" tanya pak adrian menghampiri zahra.
"ini sebentar lagi kok pak" jawab zahra.
"udah besok aja kamu lanjut lagi,soalnya moana nge-chat saya dan suruh kasih tau ke kamu dia mau ketemuan sama kamu hari ini juga" ucap pak adrian menyampailan pesan istrinya.
"Oh yaudah pak,saya permisi dulu kalau gitu" ucap zahra sambil berdiri.
"iya" jawab pak adrian singkat.
"makasih banyak pak" kata zahra sambil tersenyum.
"iya sama-sama, besok jangan lupa kamu lanjutkan lagi pekerjaan kamu!".ucap pak adrian dengan tegas.
" baik pak,bapak nggak perlu kawatir"jawab zahra.
"dan satu lagi kamu nggak usah pesan taxi di depan saya udah pesanin taxi. buat kamu,kamu tinggal jemput dina dan taxi itu sudah tau tujuan kalian kemana" tutur pak adrian.
"baik pak,sekali lagi saya berterimakasih sama bapak" ucap zahra yang diangguki pak adrian .
zahra pun langsung mengambil tasnya dan beranjak meninggalkan pak adrian.
setelah sampai di depan kantor zahra langsung masuk ke taxi itu,
"kerumah saya dulu ya pak!" ucap zahra.
"baik neng" ucap supir taxi.
supir taxi pun segera menancapkan gasnya dan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
ππππ
di kediaman zahra......
"tunggu di aini sebentar ya pak" ucap zahra kepada supir taxi sambil turun dari taxi.
"dina ada nggak ya di rumah tadikan dia keluar aku yang nyuruh dia keluar,tapi semoga ajalah dia ada" gumam zahra di depan pintu rumah.
"assalamualaikum....." zahra mengucapkan salam.
"walaikumsallam,,,,,kak" jawab tatiana.
"kak dina mana dek?" tanya zahra sambil menggagandeng tangan tatiana.
"ada tu kak di dapur katanya mau masak" jawab tatiana menunjuk dapur.
zahra pun langsung menghampiri dina yang sedang memasak di dapur.
"dina....." sahut zahra.
"Hmmmmmmmmmm......"
"marah?" tanya zahra.
"nggak" jawab dina.
"kalau nggak jawabnya singkat amat neng" ucap zahra menatap dina.
"ia....maaf deh,kenapa zah" ucqp dina berbalik dan membalas tatapan zahra.
"moana ngajak ketemuan tu sekarang,taxi udah nungguin kita juga untuk ngantarin kita kesana" ujar zahra.
"oke dan sebaiknya kita harus menukar baju kita dulu deh" jawab dina.
"iya dan tatiana kamu tukar baju juga dek kamu ikut sama kakak takutnya kakak pulangnya kemalaman" ucap zahra kepada tatiana.
"iya kak" jawab tatiana mengangguk daneninggalkan zahra dan dina di dapur.
" matiin dulu kompor kamu din"ucap zahra mematikan kompornya.
__ADS_1
"tapi belum siap zah belum mateng itu" jawab dina.
"nantik dimasak ulang lagi" balas zahra.
"ya sudah kalau gitu" ujar dina.
mereka berdua pun segera berganti pakaian Dan setelah selesai mereka kembali mengecek semua ruangan apakah sudah terkunco dengan rapat atau belum ,jika sudah dipastikan aman barulah mereka bertiga masuk ke dalam taxi.
"jalan pak!" perintah zahra.
"baik neng" ucap supir taxi tersebut melajukan mobilnya.
ππππ
sesampainya di cafe.....
"moana ngajak ketemuan di sini ya zah?" tanya dina.
"ia seperti yang kamu lhat" jawab dina.
mereka bertiga pun masuk ke dalam cafe dan melihat moana yang sepertinya sudah dari tadi menunggu kedatangan mereka.
"maaf atas keterlambatan kamu na" ucap dina sambil duduk.
"iya nggak papa" kata moana.
"kamu mau ngomong apa emangmya na?ngumpulim kamu di sini?" tanya zahra.
"aku mau bilang bahwa aku udah nemuin sukarelawan yang mau mengajar di pemukiman itu buat bantuin aku dan dina" jelas moana.
"Wow.....serius?aku nggak salah dengar ni?" ucap zahra.
"iya seriuslah malah dua rius" balas moana dengan terkekeh.
"wih alhamdulillah hebat banget kamu ya na,bisa mendapatkan orang secepat ini" ucap dina sangat bangga.
"iya dengan posisi suami aku tentunya itu sangat mempermudah" ucap moana.
"heheheh ya begitu,oh ya kalian sambil makan kan udah aku siapain ni" ucap moana dan menyodorkan beberapa makanan kepada zahra ,tatiana dan dina.
"makasih lo na" ucap dina.
"ia masama" ucap moana sambil menyuapkan makanan kemulutnya.
tatiana hanya bisa mendengarkan pembicaraan kakak-kakaknya dia nggak ingin ikut campur,dan tatiana sangat sadar diri kalau ia masih kecil,makannya tadi tadi tatiana hanya menyantap makanannya.
"soal warna rumah buat permukiman itu kalian udah dapat idenya?" tanya moana.
zahra dan dina pun dengan serentaknya menggelengkan kepalanya.
"jadi kalian belum ada ide?" tanya moana kembali.
"nggak ada na dan belum kepikiran" ucap zahra.
"kalau aku kasih ide boleh nggak" ucap moana tersenyum.
"tentu boleh na" ucap dina tersenyum.
"jadi aku sempat kepikiran aku ingin ngasih warna chat untuk perumahan kumuh itu warna hijau dan kuning" ucap moana sangat yakin dengan pilihannya.
"nggak terlalu mencolok nantinya itu na" ucap zahra menaikkan salah satu alisnya.
"ia kalau mencolok juga nggak papa sih zah malahan lebih bagus dong" ucap dina menyela.
"kalau dina setuju yaudah aku ikut aja" ucap zahra.
"alhamdulillah semoga cepat terlaksana ya ,aamiin...." ujar dina
"Amin...".
__ADS_1
" aku mau cerita juga ni sama kalian berdua"ucap zahra.
"mau cerita apa zah" jawab dina heran.
"aku mau cerita kalau besok leon udah balik ke Jogjakarta lagi" ucap zahra sangat bangga dan zahra melihat moana jiga dina sibuk dengan makanannya.
"kalian dengar nggak" ucap zahra mulai kesal.
"ia aku dengar" jawab moana dan dina serentak.
"coba kalian ulang lagi perkataan ku kalau iya kalian dengar" ucap zahra yang zahra sangat kesal seperti seorang guru yang tak di dengar oleh muridnya.
"kata kamu besok leon datang ya kan" ucap dina,zahra pun hanya mengangguk.
"dan bukan itu aja na yang mau aku bilang" ucap zahra menatap dina dan sepertinya dina tau kemana arah pembicaraan yang ingin di bicarakan zahra.
"apa zah" ucap moana mulai kebingungan.
"itu dina sama elang lagi ta'aruf" ucap zahra.
"benaran din?" tanya moana sangat terkejut.
dina pun mengangguk dengan pipinya yang memerah di wajahnya.
"sejak kapan?" tanya moana.
"sejak hari ini doakan semuanya lancar ya na" ucap dina tersipu malu.
"iya aku do'akan kok" ucap moana menggenggam tangan dina.
"kak tatiana udah selesai makan dan udah kenyang sekarang Tatiana ngantuk" ucap tatiana merengek.
"kamu ngantuk dek padahal baru setengah 8" ucap zahra.
"udah nggak papa kalian pulang aja lagian udah selesai kok,kasihan juga tatiana kalau kita mengobrol terus.
" kami pulang dulu ya na,maaf kecepatan pulangnya"ucap dina .
"ia nggak papal,aku udah pesanin taxi buat kalian mungkin sebentar lagi datang" ucap moana.
"sekali lagi makasih ya na" kini zahra yang mengucapkan terimakasih kepada moana.
"sama-sama" ucap moana.
"kak gendong" ucap tatiana dengan manja.
"ia baiklah" ucap zahra menggendong tatiana .
"na kami pamit ya" ucap zahra dan dina.
"iya"
zahra, tatiana dan dina pun keluar dari cafe dan menunggu taxi di depan cafe,beberapa menit kemudian barulah taxi datang dan mereka langsung masuk ke dalam taxi tersebut.
"zah menurut kamu aku nggak salah langkah kan memilih ta'aruf dengan elang" ucap dina.
"aku yakin malahan din kalau elang bisa membimbing kamu ,karena elang itu orang yang sangat baik" ucap zahra menyakinkan dina.
"oke zah,setidaknya aku sedikit lebih lega" ucap dina tersenyum.
πππππ
sesampainya di rumah....
zahra langsung membawa tatiana masuk yang sudah tertidur pulas digendongannya.sementara dina membayarnya taxi.selesai membayar taxi dina langsung menyusul zahra masuk ke dalam rumah.
cuma beda bebera menit dina melihat zahra yang ikut tertidur di damping tatiana,dina pun menutup kamar zahra dan membaringkan badannya di sofa.
... *........*...
__ADS_1
"seperti menunggu tapi tidak tai apa yang harus di tunggu,seperti tak tau yang haru di bertahankan,semuanya terasa seperti bayangan"