Cinta Yang Dulu,Datang Kembali

Cinta Yang Dulu,Datang Kembali
Eps 12


__ADS_3

"Apa karena kamu mau nikah sama Pak Arga?"


"Ooh... Bukan, maksudnya. Maaf Asil, aku keceplosan." Novi dengan sigap menutup mulutnya dan meminta maaf.


"Sudah tidak apa-apa, Nov. Mbak Dea lama-lama juga akan tahu." Jawab Asil bernada lirih.


"Apa yang kamu tadi bilang?" Tanya Dea ke Novi dengan kaget dan keras.


"Jangan teriak-teriak gitu, Mbak Dea." Kata Asil seraya menutup mulut Dea dengan cepat.


"Buenyeruan amu muau nyikuah (beneran kamu mau nikah) lyepuawin dwulwu (lepasin dulu)." Ucap Dea tidak jelas di telinga dua wanita muda ini, lalu melepas tangan Asil yang menutupi mulut Dea, "aku mau ngomong Asil! Jangan di bekap gitu, ah!" seloroh Dea tersengal.


"Ah, ya maaf Mbak Dea. Tapi pelan-pelan saja kalau ngomong gak usah ngegas gitu." Jawab Asil tertawa pelan.


"Kamu beneran mau nikah sama Pak Arga yang CRAZY itu? Kamu gak keblinger apa suka sama dia?" Tanya Dea ke Asil dengan sangat pelan.


"Ini perjodohan Mbak, tadi aku juga kaget saat papanya Pak Arga meminta Asil jadi istrinya." Kata Novi pelan.


"Aku sungguh salut sama kamu Asil mau nikah sama Pak Arga. Jadi orang kaya dadakan kamu." Seru Dea pelan dan Novi tertawa cekikikan.


"Sssst!!! " Dengan jari telunjuk tangan kanan dan kiri Asil menutup mulut Novi dan Dea.


"Nanti kita kena hukuman kalau Pak Arga denger." Kata Asil pelan sambil celingukan.


"Lebih baik kita makan dulu, dilanjut pekan depan atau lewat grup." Seru Asil dengan tertawa walau hatinya tidak bahagia.


"Kamu tidak pesan makan siang?" Tanya Dea.


"Lebih enak makan nebeng Mbak Dea sama kamu, Nov." Sambil menyendok makanan milik Dea dan Novi.


Dea dengan menggelengkan kepalanya "Lagi bokek kayaknya, Nov. Punyaku juga gih makan.


Serasa perutku sudah kenyang lihat kamu yang makannya berantakan gitu."


Novi hanya tertawa saja dan melanjutkan makan siangnya.


Setelah selesai makan siang, mereka kembali lagi ke kantor dan melanjutkan pekerjaan mereka masing-masing.


Tiba di ruang Arga, masih tidak ada siapapun di ruang itu. Asil langsung duduk membuka laptopnya dan melanjutkan pekerjaannya.


Arga masuk yang di ikuti Sekretaris Pribadinya membanting pintu.


Brruuuuaaaaak ....


"Apa Papa sudah gila, pekan depan acara lamaran ke rumah Asil yang jelek itu, pendek lagi, bodoh juga." Teriak Arga tanpa melihat ke meja Asil dan duduk di meja kerjanya.


"Sudahlah, Bro. Jangan marah terus kamu tidak ingat pesan dari mamamu itu." Kata Rio yang mencoba meredam amarah Arga dan melihat ke arah meja asil yang kaget setengah mati hanya tersenyum.


Asil yang dari tadi hanya fokus pada pekerjaannya tersentak kaget melihat Arga yang sedang marah.


*B**ener-bener nih orang, belum jadi suamiku sudah sering bikin jantungan. Apa lagi sudah nikah jadi suamiku, bisa-bisa kena serangan jantung mati mendadak di tempat nih*.


Gumam Asil pelan.


Arga yang sedang duduk mendengar gumaman Asil.

__ADS_1


"Heh, Asil. Kamu bilang apa tadi?" Tanya Arga dengan memicingkan matanya pada Asil.


"Ah. Saya tidak bilang apa-apa, Pak." Jawab Asil sambil fokus pada laptopnya.


"Lihat atasanmu." Arga kesal dan melototi Asil.


Asil langsung sigap melihat ke arah Arga.


"Iya, Pak. Maaf." Jawab Asil.


Arga berdiri berjalan ke sofa dan memanggil Asil untuk membicarakan tentang perjodohan.


Lalu mereka duduk di sofa berhadapan Arga yang menatap dengan dingin ke arah Asil.


"Langsung To The Points. Kamu sudah dengar pekan depan acara lamarannya?" Tanya Arga ketus.


"Sudah Pak dari Pak Hendra." Jawab Asil.


"Bagus, ada persyaratan dalam pernikahan ini." Arga melempar kertas di meja hadapan Asil duduk.


"Baca semua dengan teliti tanpa ada yang terlupakan." Perintah Arga.


"Baik, Pak." Jawab Asil dan membacanya.


...Persyaratan Sebelum Menikah...


1. Dilarang ikut campur urusan pihak 1 dan 2.


2. Dilarang mempunyai pasangan lagi pihak 1 dan 2.


4. Poin 1, 2 dan 3 berlaku sampai setelah menikah.


...Persyaratan Setelah Menikah....


1. Setelah menikah harus tinggal 1 rumah karena perintah Pak Hendra.


2. Kamar tidur pihak 2 terpisah dari kamar tidur pihak 1.


3. Pihak 2 menjalankan kewajiban sebagai istri.


4. Poin dalam persyaratan sebelum menikah masih berlaku sampai menikah.


5. Jika melanggar salah satu poin yang tertera akan mendapatkan hukuman dari pihak 1.


"Aku yang rugi, kamu yang untung Wahai Raja Singa." Gumam Asil pelan namun masih terdengar oleh Arga.


"Kamu ngatain saya!!!" Arga melotot ke Asil dan menyuruh tanda tangan.


"Tanda tangan segera dan cap jempol juga." Sambil menunjuk ke kertas yang tertempel materai.


"Iya, Pak." Jawab Asil.


"Jangan G.R dulu di poin 1 dan 3 setelah menikah karena itu perintah dari papa, simpan di memori kepalamu itu." Sinis Arga lalu beranjak pergi dari ruangan.


"Baiklah Pak, akan ku simpan di memori otak ku yang cerdas ini." Asil menjawab dengan menatap punggung Arga yang sangat menyebalkan itu.

__ADS_1


Sekretaris Rio sambil mengambil persyaratan itu hanya tersenyum melihat tingkah mereka berdua dan lalu mengikuti Arga keluar.


"Lanjut pekerjaan sendiri." Kata Asil berpindah duduk di meja kerjanya.


Sore pun tiba, Asil tanpa melihat jam yang masih belum waktunya pulang langsung membereskan pekerjaannya itu namun Arga dan Sekretarisnya tak kembali lagi ke ruangan.


"Tumben Raja Singa tak kembali tapi ngapain berharap dia kembali sih, dasar bodoh." Sambil berlalu pergi keluar.


Saat di lift karyawan, Asil sendirian tanpa ada karyawan lain yang biasanya pulang bersama.


Asil yang setengah bingung "Tumben juga nih karyawan-karyawan lain pada lembur semua." Lalu Asil berlalu pergi pulang.


Arga yang kembali dari meeting di perusahaan lain, melihat Asil yang sudah tidak ada di ruangan menyuruh Sekretaris Rio mencari Asil.


Dengan sigap Rio keluar mencari Asil yang biasanya di ruang keuangan bersama Dea.


Sekretaris Rio menghampiri Dea menanyakan keberadaan Asil.


"Dea, kamu lihat Asil?" Tanya Rio.


"Setelah istirahat sampai sekarang Asil tidak kesini, Pak." Jawab Dea.


Doni lalu menyahut "Saya tadi lihat Asil keluar membawa tas sepertinya pulang, Pak."


"Ya sudah!!!" Jawab sekretaris Rio dingin setengah kesal berlalu pergi.


"Don, ngapain kamu bilang sama Pak Rio kalau kamu lihat Asil pulang, bodohnya kamu Don." Dea dengan kesal.


"Memang kenapa ya, salahkah aku." Jawab Doni merasa bingung dan merasa seperti bersalah.


"Ya salahlah, Don. Kamu bentar lagi dapat bencana besar tuh!!!" Jawab Faris.


"Mulutmu kayak pengen di tampol aja. Tanpa di pikir dulu, lama-lama bikin males deh sama kamu." Ketus Dea.


"Ya, maaf rek (sebutan untuk usia muda atau teman). Kalau aku sering buat masalah." Jawab Doni.


Dea dan Faris menghiraukan ocehan Doni meminta maaf.


Sekretaris Rio berjalan ke ruang Arga memberitahukan kalau Asil sudah pulang.


Arga yang kaget dan marah karena belum waktunya pulang.


"Dasar perempuan bodoh. Gadis yang sangat-sangat bodoh, atasannya belum pulang dia yang pulang duluan lihat saja besok kamu, Asil." Arga marah dan mengoceh kesal.


Weees, wes. Onok wae Iki ulah e, Asil. Gumam di batin Sekretaris Rio.


Klik like setiap ******EPISODE****** ya.


Semoga cerita Author menjadi favorit ♥️ ♥️♥️♥️ para readers.


Dan jangan lupa komentar para readers.


Karena coment para readers sangat berharga buat Author lebih semangat buat melanjutkan cerita "Cinta Yang Dulu Datang cinta yang dulu Datang kembali "


Sarangheo 💕💕💕💕

__ADS_1


__ADS_2