Cinta Yang Dulu,Datang Kembali

Cinta Yang Dulu,Datang Kembali
Eps 13


__ADS_3

Ke Esokan Hari.


Seperti biasa Asil berangkat kerja dengan Novi.


"Asil, kemarin pulang jam berapa?"


"Aku nungguin kamu biar bisa pulang bareng." Kata Novi.


"Aku kirim pesan ke kamu gak di bales, kemana sih kamu, Asil?" Tanya Novi.


"Aku kemarin pulang duluan. Aku kira kamu udah pulang atau lembur gitu." Jawab Asil dengan santai.


Tiba di kantor Asil dan Novi masuk lift karyawan. Lalu ada tangan yang menghadang pintu lift yang akan tertutup itu ternyata tangan Doni yang juga ikut masuk.


"Kamu kemarin belum waktunya pulang udah pulang duluan ya, Asil?" Tanya Doni.


"Nggak, Don. Aku pulangkan selalu tepat waktu." Jawab Asil dengan santai.


"Kamu beneran kemarin pulang tepat waktu?" Tanya Doni sambil tertawa kecil.


Lalu Doni menceritakan kemarin Sekretaris Rio mencari Asil.


"Kamu beneran, Don. Aku kemarin pulang sesuai jam pulang kantor kok." Kata Asil sambil mengingat kemarin yang memang saat Asil akan pulang tidak melihat jam terlebih dulu.


"Wah!!! Bentar lagi dapat hukuman apalagi nih dari Pak Arga." Seru Novi menggoda Asil.


"Mungkin hukumannya romantis-romantis gitu atau hukuman paling menakutkan." Tambah Novi berbisik ke telinga Asil lalu tertawa kecil.


"Apa-an sih, Nov. Aku gak suka sama Pak Arga walau di jodohin." Gumam Asil pelan.


Doni sedari tadi hanya tertawa dan mendengar gumaman Asil langsung terdiam.


Pintu lift terbuka Novi keluar dari lift.


"Hati-hati ya, Asil." Kata dea melambaikan tangannya.


"Iya, Nov. Kamu juga hati-hati." Balas Asil sambil melambaikan tangan.


Pintu lift tertutup kembali ke lantai ruang bagian keuangan.


"Asil, kamu dijodohkan sama Pak Arga. Mau dinikahkan sama Pak Arga?" Tanya Doni penasaran.


"Nggak, kata siapa kamu?" Tanya balik Asil pada Doni.


"Kata kamu. Gumaman kamu tadi ke dengeran di telingaku." Jawab Doni.


"Salah dengar kali kamu. Sudahlah, pintu lift udah kebuka ke ruang kamu." Kata Asil sambil mendorong Doni keluar lift.


"Kasih tahu ya, kalau mau nikah." Kata Doni sambil tertawa dan berlalu pergi.


"Nikah pala Lo peyang apa." Jawab Asil sinis pada Doni.


"Nasibku jadi seperti ini. Nikah dengan orang yang bukan kekasih lagi." Gumam Asil dengan meratapi nasibnya.


Asil tiba di depan pintu ruang Arga, lalu masuk menaruh tasnya di meja kerja. Asil membersihkan ruangan dan membuat kopi seperti biasa.

__ADS_1


Serasa aku disini nggak kerja aja ya.


Disini aku juga jadi office girl dan cleaning service.


Tak apalah yang penting ikhlas kerjain semua. Ini kan sebagai karyawan jadi harus patuh pada atasan yang seperti Raja Singa sang Penguasa Wilayah.


Semangat buat diri sendiri.


💪💪💪


Gumam Asil.


Setelah selesai Asil membuka laptop melakukan pekerjaannya.


Beberapa menit kemudian.


Arga datang dengan Sekretaris Rio.


"Karyawan yang sangat-sangat disiplin ya." Arga menghampiri Asil dengan tatapan ingin memangsa hasil tangkapannya.


"Eh. Iya, Pak. Saya harus disiplin agar tidak mengecewakan bapak." Jawab Asil santai dan tersenyum.


"Kamu ini pura-pura bodoh atau tidak tau kesalahanmu. Hah!!!" Kata Arga tegas.


Salah apa lagi nih. Batin Asil dengan wajah 😕 bingungnya.


"Maaf, Pak. Kesalahan saya apa, Pak?" Tanya Asil tidak tahu.


"Kamu atasannya atau saya atasan kamu?" Tanya Arga geram.


Wahh !!! Benar nih kata Doni kalau aku pulang sebelum jam pulang kantor.


Ish !!! Mau cari mati apa nih aku. Batin Asil.


"Tambah lagi hukuman Asil, Sekretaris Rio." Suruh Arga dengan amarah.


"Baik, Pak." Jawab Sekretaris Rio.


Belum jadi istrinya banyak buat kesalahan. Gimana kalau jadi istrinya Arga bisa-bisa bikin Arga pusing tujuh keliling nih. Batin Rio sambil tersenyum.


Sekretaris Rio mengatakan ke Asil hukuman tambahan yang harus di lakukan dengan benar agar tidak membuat kesalahan lagi.


Arga dengan kesal langsung keluar ke ruang meeting.


POV.


Dasar perempuan bodoh, kenapa papa menjodohkanku dengan perempuan itu sih? Jelas-jelas dia itu gak sepandai tupai melompat.


Eh, salah. Maksudnya Arga, Asil itu gak sepandai yang Arga bayangkan.


Arga yang mengingat saat masa kecilnya bertemu anak kecil disaat hari ulang tahun sangat menginginkannya sebagai adiknya. Karena Arga hanya anak tunggal yang juga menginginkan seorang adik yang sangat lucu, imut seperti anak kecil itu yang ternyata Asillya saat kecil..


*N**amun harapannya pupus setelah mama Arga meninggal dunia yang menjadikan Arga menjadi pribadi yang cuek dan dingin*.


POV End.

__ADS_1


Setelah Sekretaris Rio memberitahu hukuman tambahan pada Asil, Rio keluar mencari keberadaan Arga. Dengan ponselnya yang sudah terhubung dengan ponsel Arga ke ruang meeting, Rio yang sudah tau raut wajah Arga menandakan kesal di hatinya mengajak Arga membahas mengenai urusan kantor.


"Selesaikan meeting dengan perusahaan Y, Rio." kata Arga sambil keluar.


"Baik, Pak." Rio segera mempersiapkan meeting untuk kerja sama.


Arga yang keluar dari gedung dengan membawa mobil mewah sedang berlaju kencang ke Perusahaan milik Pak Hendra.


Sampai di perusahyaan Pak Hendra, Arga langsung masuk ke ruang papanya.


Di ruang Pak Hendra sedang menandatangi laporan.


"Tumben ke kantor papa, Ga. Ingin membicarakan apa?" Tanya Pak Hendra.


"Batalkan perjodohan ini." tegas Arga pada papanya.


"Papa tidak bisa membatalkan perjodohan ini karena ini pesan dari mendiang mamamu." Senyum Pak Hendra dan menyuruh Arga duduk di sofa ruang Pak Hendra.


"Besok sudah waktunya untuk melamar anak Pak Hasyim. Persiapkan semuanya." Imbuh Pak Hendra.


"Baiklah, Arga yang akan membatalkan perjodohan ini. Besok." Jawab Arga kesal berlalu keluar dengan membanting pintu ruang Pak Hendra.


Pak Hendra hanya tersenyum melihat tingkah Arga.


Dulu kamu menginginkan Asillya sebagai adikmu tapi sekarang kamu tidak menginginkan Asillya sebagai istrimu.


Gumam Pak Hendra.


Arga keluar dari gedung Pak Hendra. Arga segera masuk mobil memukuli setir mobil miliknya dengan kesal dan amarahnya.


Ke esokan hari, saat itu hari Minggu.


Di rumah Pak Hasyim sedang mempersiapkan acara untuk menyambut Pak Hendra dan Arga.


Asil yang sedang di rias di kamarnya hanya terdiam kesal dan ingin membatalkan acara lamaran ini. Setelah selesai di rias Asil menunggu di kamarnya dengan ditemani Novi dan Adel.


"Kak senyumlah sedikit saja, biar cantiknya nggak hilang." Adel memberi semangat pada Asil.


"Kakak ini sudah senyum, Del." Asil dengan tersenyum memaksa.


Novi keluar untuk melihat apa sudah datang keluarga Arga dan Adel keluar sebentar untuk mengambil air minum untuk Asil.


*Ap**a kabur aja ya tapi nanti bapak kena serangan jantung, Aku yang susah*. Batin Asil.


"Aaaaarrrgggh!!! Sudahlah dilakukan saja." Mengurungkan niat untuk kabur.


Novi memanggil Asil untuk keluar kamar, di ruang tamu sudah ada keluarga Pak Hendra beserta Arga.


Asil dengan wajah piasnya duduk di sebelah Pak Hasyim dan Bu Siti.


Jangan lupa vote readers, tercinta, tersayang.😍😍😘😘


Klik favorit ♥️♥️♥️♥️ readers dan like ya.


Author tunggu.

__ADS_1


__ADS_2