
Siapa yang menelpon dan mengirim pesan pada Arga?
Saat Arga keluar dari ruang VIP room, Arga membuka pesan dari ponselnya.
"Siapa yang berani mengirim pesan tak pantas ini?" Gumam Arga dengan mengernyitkan keningnya.
Pesan masuk lagi dari nomor yang tidak di ketahui.
Angkatlah telfon ku dan balas pesan ku juga...
Ku mohon...
Clarissa
Lalu Arga tersenyum miring dan sinis pertanda dia tidak suka dengan sikap Clarissa.
Dengan segera Arga menelpon Clarissa dan pergi menjauh dari ruang VIP room.
Dia berjalan menuju taman rumah sakit.
"Ada apa kamu menghubungiku?" Tanya Arga dengan tegas, dingin, dan sinis.
"Mas Arga, kenapa tanyanya dengan tidak suka seperti itu. Apa mas Arga sedang sibuk?" Tanya Clarissa dengan mencari perhatian Arga.
"Kalau sudah tahu, jangan menghubungiku lagi. Menjauh lah dari kehidupan ku." Jawab Arga langsung mematikan ponselnya.
"Wanita ini sangat kurang ajar sekali. Masih beraninya dia menghubungi yang sudah membuat Asil kecelakaan." Gumam Arga sambil berjalan masuk ke ruang VIP room.
Clarissa? Ada hubungan apa sebenarnya dia dengan mas Arga. Dan mas Arga terlihat tidak menyukainya. Kata Asil yang dari alam berbeda sambil membuntuti Arga.
Arga yang sampai di ruang tersebut masuk dengan pelan, lalu ponselnya berdering lagi dari Sekretaris Rio.
"Siapa lagi ini?" Gumam Arga kesal sambil menengok ponselnya.
"Ada kabar apa?" Tanya Arga yang sudah mengangkat panggilan Sekretaris Rio.
"Seminggu lagi bapak harus kembali ke Amsterdam! Dan saya sudah memberikan peringatan pada Angga. Untuk masalah Clarissa sebaiknya bagaimana, Pak?" Kata Sekretaris Rio.
"Apa kamu tidak bisa menyuruhku kembali ke Amsterdam? Aku sedang merawat calon istriku!"
"Kerja yang bagus dan maksimal. Untuk masalah Clarissa, kamu laporkan ke pihak berwajib agar dia tahu hukuman apa yang dia lakukan pada calon istri Arga Diksananda." Kata Arga sambil meremas tangannya karena kesal.
"Tidak bisa, Pak! Kalau bapak tidak kembali, investasi dan kontrak kita di batalkan." Kata Sekretaris Rio memaksa.
"Kamu atau saya bosnya?" Tanya Arga dengan dingin.
__ADS_1
"Maaf, Pak. Ini pesan terakhir dari mendiang almarhumah mama anda. Dari pesan pertama ini yang terakhir, bapak harus mengorbankan salah satunya kalau bapak ragu." Kata Sekretaris Rio.
"Tunggu, aku pikirkan dengan matang." Kata Arga sambil memijit keningnya.
Mereka mengakhiri panggilan, Sekretaris Rio yang melanjutkan pekerjaannya sambil bergumam, "Suatu pilihan yang amat susah, di saat kondisi nona Asil terbaring koma dan masalah pekerjaan."
Di ruang VIP room, Arga memikirkan dan membolak balikkan kata-kata Sekretaris Rio.
"Apa aku pergi ke Amsterdam dan menyelesaikan pekerjaan ku, lalu kembali lagi menjaga Asil." Gumam Arga sambil menyandarkan kepalanya di sofa.
Arga mencoba menghubungi asisten rumah tangga di rumah pribadinya.
Dan memberitahu bibi Ima untuk menjaga dan merawat Asil di rumah sakit.
"Saya akan pergi ke Amsterdam jum.at besok, Bi. Saya nitip Asil ke bibi selama saya masih di Amsterdam." Kata Arga pada bibi Ima.
"Baik, mas Arga!" Jawab bibi Ima lalu mengakhiri panggilannya.
"Setidaknya aku menyelesaikan pekerjaan ku dulu." Seru Arga sambil memandang ke arah Asil yang terbaring.
Arga setiap hari berada di ruang tersebut, tanpa keluar dari ruang itu. Hanya asisten yang selalu keluar masuk membawakan pakaian ganti dan makan.
Satu Minggu berlalu, Arga menitipkan Asil ke bibi Ima dan meninggalkan Asil untuk pergi ke Amsterdam.
Sebelum pergi Arga berpamitan pada Asil yang masih dalam keadaan koma.
Mas, aku sungguh menantikan mu. Hati-hati dan jaga baik-baik tubuhmu. Kata Asil beda dunia sambil tersenyum dan sedih di tinggal oleh Arga.
Aku ingin segera kembali ke tubuh ku, namun aku tidak tahu kapan bisa kembali.
"Nona Asil, anda sangat beruntung mempunyai calon seperti mas Arga. Di balik sifatnya yang diam dan dingin serta cuek, mas Arga mempunyai sifat yang perhatian dan kasih sayang." Gumam bibi Ima sambil menatap iba dan senang pada Asil.
Terimakasih bi Ima. Ucap Asil terharu.
Asil seharian ini berada di samping tubuhnya yang masih terbaring. Ia menatap tubuhnya terus sampai ia ketiduran.
Setelah terbangun Asil berada di tempat ia bertemu dengan Tante Jihan.
"Aku kembali kesini?" Kata Asil heran dan celingukan.
"Kenapa aku selalu berpindah tempat setelah terbangun dari tidurku?"
"Dan kapan aku kembali ke tubuhku yang terbaring koma?"
"Apa Tante Jihan ada disini ya?" Kata Asil sambil mencari Tante Jihan.
__ADS_1
"Tante... Tante Jihan..." Teriak Asil.
"**Apa Tante disini?"
"Kamu cari siapa? Tanpa berteriak pun pasti dengar semua!" Kata laki-laki yang umurnya sama dengan Arga.
"Eh, saya Asil. Apa kamu melihat Tante Jihan?" Tanya Asil pada laki-laki itu.
"Dia sedang berada di sebuah tempat permohonan." Jawab laki-laki itu.
"Tempat permohonan! Memang ada di tempat ini?" Tanya Asil tidak percaya.
"Ada-ada saja nih orang! Berkhayal tingkat dewa apa!" Gumam Asil sambil tertawa.
"Ayo! Aku antar kamu kesana? Agar kamu percaya!" Kata laki-laki itu.
"Baiklah." Jawab Asil lalu mengikuti laki-laki itu.
Dalam perjalanan ke sana, Asil sedikit menceritakan yang ada di hatinya.
"Aku ingin kembali ke tubuh ku. Apa bisa di tempat permohonan itu, permintaan ku di kabulkan?" Tanya Asil.
"Aku tidak tahu!" Jawab laki-laki itu dengan sinis.
"Apa kamu berada disini sudah lama?" Tanya Asil lagi.
"4 bulan!" Jawab sinis lagi laki-laki itu.
"Kamu ini sudah meninggal apa masih koma seperti ku?" Tanya Asil menginterogasi.
"Cerewet!" Jawab laki-laki itu.
"Ish! Menyebalkan sekali! Apa kamu tahu aku ini mau kembali dan menikah dengan orang yang aku cintai dan sukai." Kata Asil kesal.
"Bukan urusanku!" Seru laki-laki itu.
"Sungguh menyebalkan! Lihat saja kau jika kamu berada disini karena meninggal aku sumpahin kamu tidak ada yang mau dengan mu. Dan jika kita berada dalam keadaan koma dan terbangun nanti, aku akan mencari mu dan balas dendam padamu." Kata Asil dengan sumpah serapahnya.
"Sudah sampai!" Kata laki-laki itu yang menghiraukan ocehan Asil.
"Indahnya!" Seru Asil kagum dan matanya berbinar**.
Jangan lupa like setiap baca perbabnya, view, kritik, dan saran readers, klik favoritnya💓💓💓 dan follow Author ya. Jangan lupa memberi vote ya...
Terimakasih banyak🙏***
__ADS_1
Salam hangat dari Author untuk semua readers tercinta dan tersayang.