Cinta Yang Dulu,Datang Kembali

Cinta Yang Dulu,Datang Kembali
Eps 65


__ADS_3

Lalu Asil tertawa kecil memeluk Dea dengan erat dan mulai menangis lagi.


"Kenapa aku tidak boleh suka padanya? Kenapa aku mulai ingin dirinya? Seiring waktu aku selalu sakit saat aku memendam perasaan ini." Kata Asil dengan lirihan tangis.


"Asil, kamu harus bisa egoisme pada semua orang. Apa yang kamu inginkan, kamu berhak mendapatkannya. Kamu pernah bilang padaku dan Novi kalau kamu paling benci dan tidak suka pada pak Arga yang seperti hewan yang akan memakan mangsanya. Tapi kamu malah terjebak dalam sebuah perjodohan yang kamu harus bisa menyukai orang itu." Tutur kata Dea yang pernah terlontarkan oleh Asil saat pertama kali Asil bertemu dengan Arga.


"Tapi kenapa aku harus kembali tersiksa seperti ini. Perasaan yang ku coba untuk tidak mengingat kejadian saat masa kecil kami datang dan menetap kembali." Kata Asil sambil mengusap air matanya.


Lalu Dea mengusap dan menepuk punggung Asil dengan pelan seketika berhenti dan menjauhkan tubuh Asil.


"Tadi kamu bilang?" Tanya Dea kaget.


"Maksud mbak dea!" Kata Asil berhenti menangis dan membelalakkan ke dua matanya.


"Jangan pura-pura lupa deh. Kamu barusan bilang "Perasaan yang ku coba untuk tidak mengingat kejadian saat masa kecil kami datang dan menetap kembali." Itu apa maksudnya." Ucap dea dengan antusias.


"Oh... Iya saat itu..." Asil mulai menceritakan masa kecil sampai Asil tidak mengingat kejadian itu lagi.


"Oh My ****God****. Ini namanya sudah jodoh Asil. Apa kamu habis kecelakaan dan jidat kamu kebentur terlalu keras hingga kamu jadi tidak cerdas begini." Celoteh Dea dengan mengamati wajah Asil.


"Ish... Nggak kok mbak Dea. Mungkin mbak Dea kurang sarapan pagi nya. Aku semakin hari semakin pintar karena aku Bos disini." Kata Asil sambil melepaskan tangan Dea.


"Iya aku tahu." Jawab Dea dan berlalu pergi dari ruang Asil.


Asil mencoba menenangkan dirinya sendiri dan mulai beraktivitas dengan seperti biasanya.


**Sudah dua Minggu berlalu, tidak ada kabar mas Arga kembali. Apa dia lupa kalau tinggal 1 bulan lagi pernikahan kita di adakan.


Kamu ngomong apa sih, sil. Dulu kamu malah suka kalau acara pernikahannya di undur terus. Lah, sekarang malah nungguin dan bingung**. Kata iblis Asil jahat.


Bersabar aja Asil. Dia nggak akan lupa dengan cintanya dan pernikahannya. So, positif thinking aja. Kata malaikat Asil baik.


Positif aja lah. Kalau jodoh pasti bertemu. Gumam Asil.


Jangan positif thinking nurut sama samping kamu gitu aja. Kata iblis Asil jahat.


Hei, kamu yang berbaju merah, berikan dia sesuatu yang baik agar dia tidak terguncang. Malah kamu suruh tak acuh pada calonnya. Kamu seneng kalau lihat dia terguncang.


Kata malaikat Asil baik.


Kamu itu terlalu over protektif dan acuh padanya. Jadi dia tidak tahu mana yang harus di tunggu dan di tinggalkan.

__ADS_1


Kata iblis Asil jahat dengan emosi.


"Diam kalian semua." Bentak Asil pada mereka berdua dan mengibaskan kedua tangannya dengan emosi.


Wus... Wus...


Baiklah kalau begitu.


Kata malaikat Asil baik.


Kita tidak dibutuhkan olehnya.


*Kata iblis Asil jahat.


"Tidak memberikan solusi malah membuat bising disini. Pergi sana!" Kata Asil dengan kesal.


Mereka berdua langsung pergi menghilang dengan sedih*.


"Sekretaris Aris, dari tadi kemana ya?" Gumam Asil dengan pergi dari ruangannya.


Asil turun dari tangga dan menyelesaikan perubahan rak dan penataan yang belum selesai dengan di bantu karyawan lainnya.


"Asil, nanti jangan lupa ya di kedai favorit." Seru Dea sambil melambaikan tangan.


"Oke, mbak Dea. Novi kita nanti berangkat bareng ya." Kata Asil sambil menggandeng lengan Novi.


"Siap, Bu bos." Jawab Novi sambil tersenyum.


Sore pun berlalu berganti malam yang indah dan bertabur bintang yang menerangi gelapnya malam. Asil dan Novi sampai di kedai favorit mereka, lalu Dea datang dengan tersenyum.


"Hei, sudah lama?" Tanya Dea lalu duduk di samping Asil.


"Belum, barusan kita berdua sampai dan duduk masih belum lama. Beberapa detik saja." Kata Novi sambil tersenyum.


"Kita makan apa nih?" Tanya Asil sambil memandang keduanya.


"Bu direktur kenapa lihatnya sebegitunya?" Seru Novi sambil mencubit pipi Asil.


"Iya nih. Santai saja. Malam ini kita senang-senang bersama." Sahut Dea sambil tersenyum.


"Baiklah." Jawab Asil lalu tersenyum menghilangkan semua penat, kesedihan, dan ketakutan pada diri Asil.

__ADS_1


Lalu mereka bertiga memesan mie ramen favorit di kedai itu. Makanan pun datang dan minuman cola.


Setelah selesai makan mereka melanjutkan perbincangan mereka dengan tertawa dan tersenyum.


Malam hari semakin dingin dan pengunjung mulai pergi meninggalkan tempat itu.


"Kita nggak pulang nih?" Tanya Novi sambil memasukkan ponselnya ke dalam tas.


"Iya, ayo. Sudah malam ini." Jawab Asil juga berkemas.


"Eh... Tunggu dulu. Aku belum kasih surprise buat Asil loh." Kata Dea memberhentikan Asil dan Novi.


"Oh, iya. Aku lupa." Seru Novi melirik Dea.


"Surprisenya apa sih?" Tanya Asil antusias.


"Tunggu dulu aja." Kata Dea sambil tersenyum.


"Baiklah." Jawab Asil sambil menengok jam tangannya.


Beberapa menit, seseorang datang dan masuk ke kedai itu. Dia menghampiri mereka bertiga.


"Selamat malam!" Sapa orang itu sambil tersenyum. Mereka bertiga dengan segera menoleh ke arah suara itu.


"Sekretaris Rio!" Seru Novi dan Asil tersentak. Dea melihat Rio datang hanya tersenyum senang.


"Ini yang kamu maksud surprise?" Tanya Asil dengan wajah penuh dengan malas dan menyesal.


"Bukan, ada lagi orang yang belum datang." Jawab Dea sambil menatap wajah sekretaris Rio dan menarik baju Rio dengan pelan.


"Tunggu saja sebentar, nona." Tambah Rio lalu duduk di samping Dea.


"Sepertinya aku ini jadi orang ketiga." Gumam dihati Novi sambil memakai tasnya.


"Aku pulang dulu ya karena mamaku di rumah sendiri." Kata Novi sambil berdiri dan pergi dari kedai itu.


"Aku juga, tunggu dulu nov." Seru Asil berdiri dan akan pergi.


"Kamu di situ saja, nunggu surprise dari Dea." Kata Novi dengan keras dan melambaikan tangan.


"Asil, tunggu sebentar saja." Kata Dea menarik tangan Asil pelan.

__ADS_1


__ADS_2