Cinta Yang Dulu,Datang Kembali

Cinta Yang Dulu,Datang Kembali
Episode 70


__ADS_3

"Mas Arga..."


"Itu apa yang di bawa?" Tanya ku antusias sambil meringis.


"Pakailah." Jawab mas Arga menyodorkan Tote bag.


"Iya mas." jawab ku mengambil Tote bag.


Lalu aku beranjak pergi, akan masuk ke kamar mandi. Mas Arga berjalan cepat dan menghalangi jalanku.


"Mas Arga mau ngapain?" Tanya ku dengan mengalihkan pandangan.


"Asil!" Panggil mas Arga.


Aku mengembalikan wajahku tepat di depannya. Tanpa berkata apapun dia mencium ku. Tapi sekilas.


"Sudah sana, mandi. Nanti malam kita makan di luar." Katanya sambil tersenyum lebar.


"Iya mas." Jawab ku langsung masuk dan mandi.


Setelah selesai aku mengenakan pakaian itu. Dress simpel yang nyaman di pakai saat santai di rumah. Aku keluar dari kamar mandi, melihat mas Arga yang sedang sibuk dengan laptop serta ponselnya. Seperti menggarap sebuah berkas yang penting.


Aku menghampiri dan duduk di sampingnya sambil mengeringkan rambut dengan handuk. Mas Arga seketika menoleh ke arahku karena kedatangan ku yang langsung duduk di sampingnya.


"Sudah selesai mandinya?" Tanya Arga sembari tersenyum.


"Mau aku bantu?" Tanya mas Arga lagi.

__ADS_1


"Nggak perlu mas. Aku bisa sendiri." Jawabku balas tersenyum.


Lalu Arga kembali fokus pada laptopnya. Dia menanyakan tentang peningkatan di toko yang aku pimpin.


Karena kerja keras semua karyawan serta tim pemasaran dan mengadakan promo atau potongan harga untuk masyarakat kelas menengah bawah membuat toko online dan offline kami semakin meningkat dan banyak peminatnya.


Mas Arga merasa senang dan berkata, "Ternyata calon istriku bisa mengelola toko yang sederhana bisa menjadi luar biasa." Sanjung mas Arga padaku.


"Mau di beri hadiah atau di rayain?" Tanya mas Arga antusias sambil menoleh padaku.


"Nggak perlu dulu, mas." Jawab ku padanya.


"Kenapa?" Tanyanya lagi dengan dingin dan menaikkan salah satu alisnya.


"Nggak apa-apa, mas." Seru ku pelan sambil meniupkan udara padanya.


"Kita cuti untuk mengurus pernikahan kita sampai bulan madu juga." Kata mas Arga memberi tahu kepada ku.


Aku baru ingat kalau pernikahan ku tinggal satu Minggu. Pasti sangat sibuk sekali waktu ku ini.


Ujar dalam hati ku.


"I-iya mas." Jawab ku dengan gagap.


"Kenapa jawabnya gagap gitu?" Tanya mas Arga.


"Aku merasa sangat cepat saja." Seru ku dan beranjak pergi.

__ADS_1


"Sudah waktunya. Jangan di tunda-tunda lagi. Mas mau lanjutin cerita yang tadi." Ucap mas Arga lalu menutup laptopnya.


"Bentar mas, aku taruh ini dulu." Kataku sambil pergi menaruh handuk basah di kamar mandi.


"Hem." Jawabnya dengan berdeham.


Selesai menaruh aku segera kembali duduk di sampingnya. Lalu mas Arga menceritakan Angga yang mempunyai rasa suka pada ku. Saat aku menabraknya di waktu aku pulang kerja, ternyata anak buah mas Arga mengikuti hingga kerumahnya. Mas Arga berpesan padaku untuk menjauhinya, menjaga reputasi keluarga, menjaga nama baik kita berdua.


Walaupun Angga pernah melukai hati mas Arga tapi aku pernah menjadi sahabatnya. Mungkin sampai sekarang aku masih sahabatnya, aku juga perlu mengundangnya di acara pernikahan ku nanti. Tapi mas Arga menolak karena ada sesuatu yang di sembunyikan dari ku. Entah apa itu permasalahannya. Namun aku mencoba tidak bertanya dulu karena takut akan tidak di jawab oleh mas Arga.


Saat kami berbincang, ponsel mas Arga berdering tanda panggilan masuk dari seseorang. Mas Arga segera menerima panggilan itu.


Sambil menerima mas Arga menjauh dari ku menuju cendela yang berkaca penuh dan menatap ke arah gedung tinggi.


Aku mendengarkan sedikit perbincangannya namun aku hanya diam.


"Segera hubungi pihak berwajib." Ucapnya pada seseorang yang berada di panggilan itu.


Selesai mas Arga kembali duduk dan mengatakan kepadaku, "Sekarang tidak perlu takut lagi. Sudah aman dan tidak ada yang bisa meneror kamu lagi." Sambil mengusap wajahku.


Sebuah pertanda seorang Clarissa sudah tertangkap oleh anak buah mas Arga. Dan di tangani oleh pihak berwajib. Rasanya ikut lega dan senang karena sewaktu aku di teror, aku merasa takut dan takut. Kesalahan apa yang pernah aku lakukan padanya. Kenal dengan Clarissa saja, tidak. Mungkin di pikiran Clarissa aku perebut kekasihnya.


Aku berantusias menanyakan pada mas Arga.


"Mas, Clarissa itu suka sama mas arga?" Tanya ku sedikit memberikan senyuman manis.


"Iya, dia suka dengan ku, tapi aku tidak." lanjut Arga membalas senyuman.

__ADS_1


__ADS_2