Cinta Yang Dulu,Datang Kembali

Cinta Yang Dulu,Datang Kembali
Eps 61


__ADS_3

"Silahkan masuk!" Jawab Asil dari dalam.


"Bu Asil, ini hasil semua rekapan dan returan hari Sabtu kemarin." Kata sekretaris Aris sambil menyerahkan laporannya.


"Kamu taruh di sana!" Kata Asil dengan wajah tidak bersemangat.


Sekretaris Aris melihat raut wajah atasannya, seketika menyuruh untuk beristirahat sejenak. Karena hari ini hari pertama masuk, membuat Asil merasa lelah.


Asil lalu beristirahat sejenak. Tak terasa sore pun tiba, semua karyawan saling berpamitan pulang pada karyawan lain.


Asil terbangun dari tidurnya dengan mata sayup, Asil melihat jam di dinding menunjuk pukul 4 lebih. Seketika dia berdiri dari duduknya dan memanggil sekretarisnya itu.


"Sekretaris Aris!" Panggil Asil dengan keras.


"Iya, Bu Asil." Jawab sekretaris Aris dengan tergesa-gesa, membuka pintu ruang Asil.


Sekretaris Aris berjalan setengah berlari mendekat ke arah Asil.


"Ada yang bisa saya bantu?" Tanya sekretaris Aris dengan menatap dan tersenyum tenang seperti tidak terjadi panggilan Asil yang sangat keras itu.


"Kenapa tidak membangunkan saya?" Tanya Asil kesal.


"Maaf, Bu. Saya takut mengganggu tidur anda." Jawab sekretaris Aris.


Hoam...


Asil mengangguk dengan menguap sambil menutup mulutnya. Dia meregangkan tubuhnya dan berdiri lalu melangkah meninggalkan ruangannya.


"Sekretaris Aris, antar aku pulang ya." Kata Asil berjalan keluar.


"Baik, bu!" Jawab sekretaris Aris dengan bergegas dan berjalan mengikuti di belakangnya.


Setelah masuk ke mobil dan duduk, sekretaris Aris mengingatkan untuk menghubungi pak Arga.


Asil mengangguk tanda setuju.


Mobil melaju dengan kecepatan sedang. Asil mulai mengirim pesan pada Arga.


"Ada apa memintaku menghubungi anda, pak Arga?" Asil mengetik kata-kata itu lalu mengurungkan dan menghapusnya.


*****Tidak boleh, jangan judes seperti ini*****.

__ADS_1


Gumam batin Asil dengan menggelengkan kepalanya pelan.


"Mas Arga, ada perlu dengan saya? Apa ada hal penting ya, saya ingin tahu?" Asil mengurungkan mengirim pesan dan menghapusnya lagi.


*****Ehm...


Nanti di bilang sok kepo deh*****.


Gumam batin Asil sambil menyilangkan kedua tangannya dan berpikir lagi sambil menatap keluar jendela pintu mobil.


Sekretaris Aris yang sedari tadi memerhatikan Asil.


"Bu Asil lebih baik anda menghubungi pak Arga. Karena pak Arga sukanya langsung di hubungi oleh anda." Perintah sekretaris Aris sambil tersenyum.


"Benarkah itu!" Jawab Asil dengan memiringkan bibirnya.


"Benar, Bu Asil." Jawab sekretaris Aris tersenyum lebar sambil mengemudi.


Ya... Semoga itu benar.


Menghubungi pria dingin sepertinya.


Gumam batin Asil mengangguk.


Ponsel Asil terjatuh di kolong kursi mobil dan panggilan terputus seketika. Arga yang seketika mendengar suara itu panik dan memanggil sekretaris Rio.


"Sekretaris Rio!" Teriak Arga dengan tegas dan panik.


"Iya, pak Arga." Jawab sekretaris Rio berlari mendekat.


"Ada yang bisa saya bantu?" Tanya sekretaris itu.


"Cepat cari lokasi mobil sekretaris Aris." Perintah pak Arga pada sekretarisnya tanpa berkata dengan sigap langsung mencari GPS lokasi mobil yang di tumpangi Asil.


Beberapa saat kemudian, pencarian lokasi mobil yang di tumpangi Asil bertemu di dekat jalan persimpangan depan lampu lalu lintas.


Arga berulang kali menghubungi sekretaris Aris tidak di terima olehnya, Arga juga mencoba menghubungi Asil yang tidak aktif.


"Pak Arga, sudah di temukan keberadaan nona Asil." Kata sekretaris Rio.


"Dimana mereka?" Tanya Arga tegas dan masih panik lalu menyimpan ponselnya di saku jasnya. Arga segera mengecek keberadaan Asil di server GPS miliknya.

__ADS_1


"Hubungi semua tim disana untuk mencari nona Asil!" Perintah sekretaris Rio pada bawahannya yang berada di Indonesia.


Flashback to Asil.


Aaa...


Teriak Asil sambil memegang sandaran kursi mobil, ponsel Asil pun terjatuh. Sekretaris Aris mengerem mendadak namun tetap menabrak salah seorang yang berlari menyeberang jalan tanpa melihat kiri kanan jalan.


"Apa yang terjadi?" Tanya Asil pada sekretaris Aris.


"Saya menabrak orang yang **menyeberang." Jawab sekretaris Aris.


"Bu Asil, tunggu disini." Tambah sekretaris Aris sambil membuka pintu mobil dan melihat orang yang di tabrak tadi.


"I-iya." Jawab Asil gagap karena kaget dan gemetar. Lalu Asil mencari ponselnya yang terjatuh, setelah mendapatkan ponselnya Asil melihat ponsel itu tidak aktif dan mendapatkan layar ponsel yang retak**.


Huft...


Ponsel ku bisa retak begini dan tidak bisa di aktifkan.


Rusak sudah...


Gumam Asil pelan sambil menghela napas.


Asil antusias untuk melihat orang yang di tabrak oleh sekretarisnya. Dia keluar dari mobilnya dan mendekati orang itu. "Wajahnya tidak asing." Gumam Asil sambil mendekat.


"M**as Angga!" Panggil Asil pada orang itu**.


"**Asil...!" Jawab Angga terkejut sambil menoleh ke Asil. Lalu Angga memeluk Asil dengan senang melihat Asil baik-baik saja.


"Kamu baik-baik saja kan?" Tanya Angga melepas pelukannya dan tersenyum pada Asil.


"Iya, mas Angga." Jawab Asil tersenyum.


"Ayo ikut aku." Ajak Asil sambil memapah Angga masuk ke mobilnya.


Saat Asil membuka pintu mobil, sekretaris Aris memberhentikannya. "Maaf, Bu Asil. Anda tidak boleh dekat dengan orang ini. Ini perintah dari Pak Arga." Kata sekretaris Aris sambil menghadang Asil dan Angga.


"Sekretaris Aris, saya mohon kali ini saja. Saya harus menolongnya karena kita yang salah menabraknya. Saya yang akan bertanggung jawab, jadi jangan khawatir masalah ini." Jawab Asil masih memapah Angga.


"Baiklah, Bu Asil." Kata sekretaris Aris sambil membuka pintu mobil.

__ADS_1


Di sana ramai orang yang melihat dan ingin menolong, namun sudah di bawa oleh Asil dan sekretarisnya.


Asil membawa Angga ke rumah sakit. Dokter mengatakan hanya luka ringan dan di obati oleh salep selama beberapa Minggu saja**.


__ADS_2