Cinta Yang Dulu,Datang Kembali

Cinta Yang Dulu,Datang Kembali
Eps 44


__ADS_3

Setelah 2 jam berlalu, seorang perawat keluar dari pintu operasi dengan tergesa-gesa dan berlari. Arga yang sedang duduk menunggu kabar dengan segera berdiri dan menghadang perawat tadi.


"Mas, apa yang yang terjadi?" Tanya Arga yang khawatir.


"Maaf, saya harus mengambil kantong darah karena darurat." Jawab perawat tersebut dengan menjauh dari Arga. Namun perawat itu di hentikan oleh Arga.


"Maksudnya apa ini? Apa yang terjadi sebenarnya?" Tanya Arga takut kalau terjadi sesuatu pada Asil sambil memegang tangan perawat tersebut.


"Permisi, Pak. Pasien saat ini dalam keadaan kritis yang harus membutuhkan darah." Kata asisten dokter yang tiba-tiba muncul di belakang Arga tepatnya di pintu operasi.


Lalu perawat itu segera pergi meninggalkan Arga dan asisten dokter untuk mengambil kantong darah.


Dengan tersentak kaget bercampur khawatir, Arga seketika diam tanpa bertanya pada asisten dokter tersebut. Tubuhnya lemas dan tangannya bergetar karena kaget dan harus berbuat apa lagi.


Asil kamu harus benar-benar selamat. Batin Arga yang mulai meneteskan air mata kesedihan, takut kehilangan, dan banyak rasa khawatir serta galau yang bercampur aduk menjadi satu.


"Pak Arga, bersabarlah dan berdoalah pada Yang Maha Esa. Pasti ada jalan petunjuk untuk semua ujian dan cobaan ini." Kata Sekretaris Rio sambil menepuk punggung Arga dengan pelan.


"Aku takut terjadi apa-apa pada Asil seperti mamaku dulu, Yo." Jawab Arga dengan pelan.


"Tidak akan terjadi apa-apa, Ga." Tambah Sekretaris Rio menatap serius pada Arga sambil tersenyum.


"Sudah kamu cari siapa pelakunya?" Tanya Arga dengan kesal.


"Sudah, pelakunya Calisa Nikendedes yang menyuruh seseorang untuk menabrak Asil. Namun belum sempat menabrak Asil sudah di tolong oleh temannya, namanya Arka. Saat itu Arka menarik Asil dan orang yang membawa motor menyerempet pundak bagian kanan Asil. Lalu nona Asil terjatuh dan tasnya terlepas karena tersangkut di setir motor." Jelas Sekretaris Rio dengan terperinci mengenai kejadian Asil.


"Ada lagi, Yo!" Tanya lagi Arga pada Sekretarisnya itu.


"Ada, sebelum kejadian nona Asil ada seseorang yang menguntit atau mengikuti nona Asil bersama temannya. Dia memotret kedekatan Asil dan Arka seta melaporkan pada tuan Angga." Tambah lagi Sekretaris Rio yang menjelaskan.


"Dasar orang keparat. Mau apa mereka berdua yang selalu mengganggu Asil." Kata Arga yang geregetan dan pelan. Kata-kata Arga yang tidak pernah terlontarkan dari mulutnya yang berkata kasar itu karena marah dan kesal pada Calisa dan Angga.


"Selidiki mereka berdua!" Perintah Arga dengan tegas dan kesal.

__ADS_1


"Baik, Ga! Aku tinggal dulu, apa kamu tidak apa-apa menunggu sendirian disini?" Tanya Sekretaris Rio sambil berdiri dari tempat duduknya.


"Iya, aku tidak apa-apa!" Jawab Arga pelan sambil menyandarkan tubuhnya di sandaran bangku panjang.


Lalu Sekretaris Rio meninggalkan Arga di ruang tunggu dekat ruang operasi. Setelah lewat 2 jam lebih, dokter beserta asistennya dan perawat yang lain keluar dari ruang operasi.


"Gimana dok keadaan Asil?" Tanya Arga yang segera berdiri dan menghampiri dokter yang baru keluar dari ruang tersebut.


"Alhamdulillah, lancar. Namun pasien saat ini masih mengalami koma dan penyembuhan." Jawab dokter tersebut.


"Setelah ini pasien akan di pindah di ruang khusus. Mari ikut ke ruang saya pak." Tambah dokter tersebut lalu pergi ke ruangannya.


"Iya, Dok!" Kata Arga sambil mengikuti dokter menuju ruangannya.


Setelah sampai di ruangan, dokter menjelaskan keadaan pasien.


"Pasien saat ini masih tidak sadarkan diri atau disebut koma. Fase penyembuhan setelah operasi juga membutuhkan waktu yang cukup lama karena pasien mengalami cidera di area tulang tengkorak yang retak akibat benturan keras. Dan pendarahan di otak yang menyebabkan koma. Kalau pasien sudah sadarkan diri akan mengalami hilang ingatan sementara." Jelas dokter tersebut sambil menerangkan pada layar monitor.


"Apa tidak ada obat untuk calon istri saya agar cepat pulih, dokter?" Tanya Arga yang gelisah.


"Mohon maaf sekali lagi. Bapak ini siapanya pasien?" Tanya dokter yang ingin tahu.


"Saya calon suaminya pasien, Dok." Jawab Arga.


"Lebih baik bapak sering menemani pasien dan anda ajak bicara walaupun keadaan pasien saat ini masih koma. Karena keadaan koma ini pasien masih bisa mendengar suara seseorang. Alangkah lebih baik bapak sesering mungkin mengajak bicara pasien agar cepat sadarkan diri." Kata dokter.


"Baik, Dok. Terimakasih banyak!" Kata Arga lalu berdiri dan keluar dari ruang dokter.


Sambil berjalan lemas Arga menuju ruang ICU. Di sana Arga melihat Asil yang seperti orang tidur, sudah terpasang dengan selang infus, selang makanan, ventilator dan beberapa peralatan medis lain.


Asil cepatlah bangun, aku ada di sini menemanimu. Gumam Arga sambil menitikkan air matanya.


***Flash Back to Angga.

__ADS_1


Setelah Angga di telfon oleh bawahannya, Angga segera pergi ke rumah sakit yang di beritahu oleh bawahannya.


Melihat keadaan Asil saat ini yang harus di operasi, Angga ke*** tempat administrasi, menanyakan ruangan Asil.


"Permisi, Mbak. Ruang pasien yang bernama Asillya Putri Az-Zahra di ruang apa?" Tanya Angga dengan wajah khawatir.


"Sebentar pak saya cek kan dulu. Masih menjalani operasi pak. Silahkan Anda tunggu di ruang tunggu dekat ruang operasi." Kata wanita bagian administrasi dan pendaftaran.


"Terimakasih!" Jawab Angga lalu menuju ruang tersebut.


Saat Angga sampai di ruang operasi, Ia melihat Arga dan Sekretarisnya sudah berada disana.


"Sial. Seharusnya aku yang harus disana bukan dua orang itu. Walaupun mereka berdua adalah teman juga sahabatku tapi Arga sudah merebut orang yang aku sukai lebih dulu." Gumam Angga kesal sambil menatap tajam Arga dan Rio.


Angga menunggu sampai operasi Asil selesai dan mengikuti Arga yang menuju ruang dokter. Ia mendengar semua yang di ucapkan oleh dokter.


Lalu Angga pergi dari ruang tersebut dan menelpon orang suruhannya untuk menyelidiki siapa orang yang menabrak Asil.


Drt... Drt... Drt...


"Halo, Bos. Ada perintah apa anda menghubungi saya?" Tanya seseorang.


"Cari tahu siapa pelaku yang menabrak wanita yang bernama Asillya!" Perintah Angga pada orang suruhannya.


"Baik, Bos." Jawab orang tersebut.


"Segera hubungi saya setelah mendapat informasi." Kata Angga.


"Baik, Bos. Anda tunggu kabar dari saya!" Jawab orang suruhan itu. Mereka mengakhiri panggilannya.


Flash Back Off


Jangan lupa like setiap baca perbabnya, view, kritik, dan saran readers, klik favoritnya💓💓💓 dan follow Author ya. Jangan lupa memberi vote ya...

__ADS_1


Terimakasih banyak🙏***


Salam hangat dari Author untuk semua readers tercinta dan tersayang.


__ADS_2