Cinta Yang Dulu,Datang Kembali

Cinta Yang Dulu,Datang Kembali
Eps 26


__ADS_3

" Apa kamu tidak makan ?" tanya Sekretaris Rio.


" Sudah, setelah makan bersihkan semua." suruh Arga pada Sekretaris Rio.


" Kenapa aku yang harus bersihkan semua." gumam Rio terdengar oleh Arga.


" Karena kamu yang terakhir dan ubahlah kebiasaan buruk mu itu." kata Arga berlalu keluar dari apartemen Asil.


" Kebiasaan buruk apa, Ga ?" tanya Sekretaris Rio yang bingung.


" Makan sambil ngomong." jawab Asil keluar dari kamar.


Uhuk .... Huk ....


Rio tersentak kaget mendengar jawaban Asil yang tiba-tiba muncul.


" Apa Pak Rio tersedak sesuatu ?" tanya Asil yang mendekat akan mengambil air putih.


" Anda bikin saya kaget nona Asil." jawab Sekretaris Rio sambil mengambil air putih.


Lalu Asil duduk di meja makan berhadapan dengan Rio.


" Pak Rio sudah menikah ?" tanya Asil yang penasaran karena setiap hari selalu bersama Arga.


" Belum, kenapa Nona ? tanya Sekretaris Rio heran.


Pantas saja nih orang tiap hari selalu ada disisi Pak Arga. Kenapa di usia segitu, dia belum berkeluarga. Apa dia tidak menyukai wanita? Batin Asil.


" Kenapa anda bertanya seperti itu ? tanya lagi Rio pada Asil.


" Aaah ... tidak ada apa-apa." jawab Asil berlalu pergi ke kamar.


Setelah selesai makan Sekretaris Rio merapikan meja makan serta mencuci semua piring bekas Dea, Novi, Asil, dan Arga makan.


Pekerjaanku pun tidak sebagai Sekretaris saja, juga sebagai buruh pencuci piring.


Sungguh ironis sekali hidupku ini.


Batin Sekretaris Rio kesal namun apa daya.


Sekretaris Rio selesai mencuci piring segera kembali ke apartemennya yang bersebelahan dengan apartemen milik Arga untuk beristirahat.


⛅⛅⛅⛅


Pagi yang cerah dan ceria,


Sinar cahaya pagi yang memantul ke cendela kamar Asil.


Asil terbangun dengan suasana hati yang gembira segera pergi ke kamar mandi dan bersiap diri untuk pergi ke kantor.


Setelah selesai, Asil menyiapkan sarapan untuk dirinya sendiri di dapur.


Terdengar suara yang mendekat ke arah Asil.


Asil diam sesaat dan menoleh ke arah suara orang yang sedang berjalan mendekat.


Ditatapnya seorang pria yang gagah, tegap dan tinggi. Terbelalak Asil melihat Arga yang datang.

__ADS_1


" Ada perlu apa bapak kesini?" tanya Asil.


" Sarapan pagi." jawab Arga lalu duduk di meja makan.


" Apa ? Bapak mau sarapan disini?" tanya Asil sekali lagi dan geram.


" Iya, apa kamu tidak menyiapkan sarapan pagi saya?" tanya balik Arga dan menatap serius pada Asil.


" Maaf, Pak. Saya tidak memasak nasi hanya sarapan dengan roti dan susu saja. Apa bapak mau?" tanya Asil.


" Hm " jawab Arga dengan berdehem.


Begitu dinginnya seperti es yang tidak bisa leleh. Ingin saja aku memukulmu dengan pisau yang dibuat mengoles roti.


Batin Asil dengan kesal sambil mengoleskan selai kacang pada roti tawar itu.


" Ini Pak, silahkan di makan." kata Asil yang menaruh roti selai ke piring Arga


Arga tak menjawab kata Asil lalu memakan roti tersebut. Asil dan Arga sarapan bersama.


Arga yang merasa sedikit tersedak roti meminta Asil membuatkan kopi.


" Kopi saya mana ?" tanya Arga memandang Asil.


" Sebentar Pak, saya buatkan dulu." jawab Asil segera membuat kopi.


" Ini Pak, kopinya." kata Asil menyuguhkan secangkir kopi panas.


Arga meminum kopinya. Dengan kaget Arga memuntahkan kopi yang sangat panas itu di meja makan seperti tersedak.


Uhuk .... Uhuk ....


"Maaf Pak, maksud bapak." jawab Asil yang tidak tahu.


" Kamu ini benar-benar bodoh apa kamu buat menjadi bodoh." kata Arga marah dan melihat Asil dengan tatapan amat kesal.


" Iya, maaf Pak. Tapi saya tidak tahu kesalahan saya apa." jawab Asil dengan menunduk.


Asil kaget melihat tatapan Arga benar-benar marah padanya.


Arga dengan marah langsung pergi keluar dari apartemen Asil.


Kenapa dia marah seperti itu, sudah jelas kalau kopi tadi itu memang masih panas.


Apa dia tak bisa melihat uap dari kopi di cangkir itu.


Terus sekarang malah aku yang disalahkan.


Gumam Asil kesal lalu Asil berangkat untuk kerja.


Di parkiran mobil Arga datang dengan bersungut-sungut karena tadi malam Arga mendapat kiriman foto Asil dan Angga yang sedang belanja di supermarket.


" Selamat pagi, Pak." ucap Sekretaris Rio dengan membuka pintu mobil.


Rio yang tau Arga sedang marah hanya diam tanpa bertanya apapun.


" Hm." jawab Arga lalu masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


Setelah Arga masuk, di ikuti Sekretaris Rio masuk yang duduk di sebelah Pak Supir.


Sekretaris Rio tahu bahwa Bos Besarnya sedang marah menyuruh Pak Supir segera melajukan mobilnya ke perusahaan.


Asil yang keluar dari apartemen segera berjalan menuju kantor. Karena begitu dekat dengan kantor yang membutuhkan waktu 45 menit dari apartemennya.


Arga dan Sekretaris Rio tiba di depan kantor, langsung masuk ke lift khusus CEO.


Di dalam lift, Arga menyuruh Sekretaris Rio untuk mencari tahu hubungan Asil dan Angga.


" Rio, cari tahu hubungan mereka berdua dan laporkan segera." perintah Arga dengan nada kesal.


" Baik, Pak." jawab Sekretaris Rio.


" Berani sekali dia, belum menjadi istriku sudah bermain di belakangku." Gumam Arga yang terdengar oleh Sekretarisnya.


Rio hanya diam dan mendengarkan ocehan Arga yang kesal pada Asil.


" Apa hukuman yang pantas untuknya agar dia lebih berhati-hati, Rio?" tanya Arga pada Sekretarisnya itu.


" Berilah kasih sayang dan cinta padanya, Pak." jawab Rio dengan santai.


" Apa kamu bilang, kamu menyuruhku jatuh cinta padanya." kata Arga geram dan melototi Sekretaris Rio.


" Apa salah Pak." jawab Sekretaris Rio.


Memang anda itu mulai ada rasa jatuh cinta pada nona Asil, Bos Besar.


Gumam Sekretaris Rio dalam hati.


Lalu lift terbuka yang mengarah ke ruang CEO.


Arga yang tak menjawab lagi, segera ke ruangannya.


" Selamat pagi Pak." sambut 2 asistennya.


" Hm" jawab Arga.


Di dalam ruang CEO sudah ada Asil yang membersihkan ruangan dan menata semua.


" Selamat pagi, Pak." sambut Asil dengan tersenyum.


Arga yang disambut oleh Asil segera mendekatkan tubuhnya. Asil yang merasa sedikit aneh memundurkan langkahnya kebelakang menghindari Arga yang semakin dekat.


" Apa ... Yang akan bapak lakukan." tanya Asil terbata-bata dan detak jantung Asil yang mulai tidak beraturan.


Jangan lupa vote, klik favorit♥️♥️♥️♥️, like, komentar, populerkan agar banyak yang read yaaa.....


Love you para readers ♥️♥️♥️♥️💕💕💕💕


#Ayo support author...


#Salam semangat...


#Para readers....


#😘😘😘😘....

__ADS_1


#.😍😍😍😍😍...


__ADS_2