
Demam psikogenik merupakan peningkatan suhu tubuh yang disebabkan oleh stres. Kondisi ini juga kadang disebut dengan hipertermia akibat stres.
Demam psikogenik didiagnosis ketika suhu tubuh mencapai 37 derajat Celcius atau lebih saat seseorang mengalami stres akut atau kronis tanpa penyebab demam secara fisik.
Bukan hanya mental, stres juga bisa memiliki dampak pada kesehatan fisik. Stres kronis juga bisa menyebabkan penyakit fisik seperti demam, bahkan dalam jangka panjang bisa sebabkan masalah jantung.
Bahwa demam akibat stres terkait dengan kondisi otak yang meningkatkan suhu sebagai respons terhadap stres. Dalam hal ini, hormon stres berinteraksi dengan sistem endokrin dan menyebabkan peningkatan suhu tubuh.
(Di atas adalah pengertian Demam Psikogenik jadi untuk semua orang jangan sampai stres atau banyak memikirkan masalah yang tidak penting ya.
Ingat kesehatan adalah harta yang sangat luar biasa yang di berikan oleh Yang Maha Esa).
Kembali ke cerita, ayo para readers tercinta dan tersayang.
"Apa yang sedang di alami Asil sampai terkena demam psikogenik ini." Kata Arga khawatir.
"Lebih baik kamu tanya langsung ke kedua orang tua Asil, Arga." Kata Sekretaris Rio memberikan kepastian agar tahu apa masalah yang pernah di alami Asil.
"Kamu benar Rio, baiklah besok aku akan ke rumah orang tua Asil." Jawab Arga.
"Apa jadwal saya besok penuh?" Tanya Arga melihat ke arah Rio.
"Jadwal anda besok sangat penuh, yang kosong saat jam makan siang." Jawab Rio.
Arga menganggukkan kepalanya dan fokus ke pekerjaan lagi.
Mulai ada benih-benih cinta nih Arga , baru lihat ada orang mulai jatuh cinta padahal dulu seperti tidak menyukai perempuan. Saya saja takut kalau Arga menyukai sesama jenis rasanya ngeri kalau di bayangin. Batin Rio dan mulai fokus kembali ke pekerjaan bersama Arga.
Waktu menunjukkan pukul 11.00 malam Arga menyuruh Rio pulang untuk beristirahat karena besok pekerjaan sangat banyak.
Arga juga merasa lelah dan tidur di sofa ruang tengah.
Keesokan harinya, saat masih pagi Asil sudah bangun dan berada di dapur memasak untuk sarapan pagi. Arga bangun dari tidurnya melihat Asil yang sedang memasak menghampiri Asil.
"Kamu sudah baikan?" Tanya Arga dengan mengecek suhu tubuh dahi Asil.
"Sudah Pak, anda tidak perlu cemas. Saya sudah lebih baik setelah minum obat." Jawab Asil tersenyum dan pipinya memerah.
"Jangan masuk kerja dan segeralah beristirahat." Suruh Arga dan berlalu pergi untuk bersiap kerja.
"Baik Pak,terimakasih atas perhatiannya." Jawab Asil dan melanjutkan mempersiapkan sarapan di meja makan.
Setelah Arga selesai mandi dan berganti pakaian kerja, Arga duduk di meja makan untuk sarapan.
__ADS_1
"Kemarin Dea dan Novi kesini ingin menjenguk kamu, membawa mie Ramyun kesukaan kamu." Kata Arga sambil memakan roti isi selai kacang.
"Oh, tapi mie Ramyunnya mana, Pak?" Tanya Asil karena tidak menemukan mie Ramyun di meja dapur.
"Saya berikan ke Sekretaris Rio." Arga menjawab dengan santai.
"Ya sudahlah, karena saya kemarin sedang sakit jadi tidak boleh makan mie Ramyun dulu kan." Jawab Asil lebih santai.
"Hm!! Jangan lupa minum obatnya." Kata Arga sambil merapikan dasinya.
Kenapa dia, biasanya sudah marah-marah kalau mie kesukaannya atau dia yang beli saya yang memakannya. Sungguh aneh sekali dia.
Batin Arga.
Setelah selesai sarapan Arga berangkat kerja dan Asil membersihkan meja makan serta mencuci piring kotor.
Ponsel Asil bergetar pesan masuk dari Dea.
Pesan dari Dea.
Asil nanti aku sama Novi mampir ke apartemen kamu ya sepulang kerja. Kamu mau dibelikan apa? kesukaan kamu saja.
Asil membalas pesan Dea.
Iya mbak Dea, gak usah repot bawa apa-apa.
Pesan terkirim.
Asil merasa senang karena banyak yang memberikan perhatian padanya.
Asil teringat mimpi buruk yang ia alami kemarin.
Kenapa Tante Jihan tidak bahagia ya. Pesan mendiang pun masih teringat di kepalaku. Dan kenapa jantungku berdetak kembali tak karuan.Apa tandanya ini?
Gumam Asil pelan dan mengambil minum serta obat dari dokter.
Kemudian Asil meminum obat dari dokter yang di berikan Arga tadi pagi saat sarapan dan beristirahat karena Asil merasa masih pusing.
Di kantor ruang CEO.
"Kamu sudah mempersiapkan meeting klien hari ini, Sekretaris Rio?" Tanya Arga menatap Sekretaris Rio.
"Sudah Pak, mari kita ke ruang meeting sekarang, lebih baik menunggu klien daripada klien kita yang menunggu." Jawab Sekretaris Rio mempersilahkan untuk berjalan mendahuluinya.
__ADS_1
"Baik dan ingatkan saya saat jam makan siang ke rumah orang tua Asil." Kata Arga sambil berjalan.
"Baik, Pak!" Jawab Sekretaris Rio yang mengikuti di belakang Arga ke ruang meeting.
Di ruang meeting (Meeting Room).
Arga, Sekretaris Rio, Manager Marketing, dan Bu Indah Manager Keuangan sudah berada di ruang meeting menunggu klien datang yaitu perusahaan milik Angga Delthayudha.
Kemudian Arga yang melihat jam di tangannya yang lewat beberapa menit menurut Arga sedikit datang terlambat, Angga pun tiba masuk ke ruang meeting.
"Maaf, sudah menunggu saya karena ada sedikit urusan yang mendadak." Kata Angga meminta maaf.
"Iya, tidak apa-apa. Silahkan duduk, mari kita mulai meeting yang sebenarnya hari ini." Kata Arga memulai meeting.
Manager Marketing dan Manager Keuangan menjelaskan proposal masalah pemasaran dan pemasukan serta pengeluaran yang ada di Perusahaan Besar Ritel milik Arga Diksananda.
Waktu makan siang pun telat karena meeting berakhir jam 2 lebih 10 menit. Mereka saling bersalaman tanda kerjasama mereka berhasil.
"Pak Arga, kita ke rumah orang tua Asil sekarang." Kata Sekretaris Rio mengingatkan Arga.
"Baik, Sekretaris Rio." Jawab Arga.
Aku ingin tahu kejadian suram yang menimpa Asil. Batin Arga dalam hatinya.
Perjalanan ke rumah orang tua Asil memakan cukup lama karena jauh. Di perjalanan Arga melihat Adelya pulang sekolah menunggu busway di dekat sekolah.
Mobil berhenti di depan Adelya, "Mobil siapa nih, berhenti di sembarang tempat." Gumam Adelya sambil memandang mobil yang di tumpangi Arga.
Mobil itu membuka kaca mobil, " Adelya, masuklah!" Suruh dari dalam mobil.
"Pak Arga!!!" Adelya tersentak kaget melihat Arga di mobil mewah itu. Adelya masuk ke mobil itu karena pintu mobil sudah di buka oleh Sekretaris Rio.
Lalu Sekretaris Rio menutup dan ia masuk ke dalam mobil mewah itu. Mobil itu melaju dengan kecepatan sedang menuju rumah kedua orang tua Asil yaitu pak Hasyim dan Bu Siti.
Jangan lupa vote, klik favorit♥️♥️♥️♥️, like, komentar, populerkan agar banyak yang read ya.
Love you para readers ♥️♥️♥️♥️💕💕💕💕
#ayo support author...
#salam semangat...
#para readers....
__ADS_1
#😘😘😘😘....
#.😍😍😍😍😍...