Cinta Yang Dulu,Datang Kembali

Cinta Yang Dulu,Datang Kembali
Episode 9


__ADS_3

"Kenapa kamu selalu bikin ulah. Hah!" pekik Pak Arga yang sedang melotot padaku.


*Hu**kuman tambahan apa lagi nih*.


*Na**sibku selalu sial ketemu sama orang ini* dan sangat miris sekali.


*Inginku t**eriak*.


******Aaaaarrrgggh******!


Batin ku dengan wajah kesal dan sedikit menciut.


"Sekretaris Rio, tambah hukuman karyawan baru ini." titah Pak Arga dengan nada keras.


"Baik, Pak." Jawab Sekretaris Rio sigap.


Aku hanya terdiam saja namun hatiku sangat dan sangat kesal serta benci padanya. Semakin hari bertemu dengannya aku merasa tidak suka dengan keegoisannya.


"Asillya, mari ikut saya." Ajak Sekretaris Rio dengan tersenyum.


*L**ama kelamaan Pak Arga ini suka padanya. Memang jodoh tidak* kemana. Semangat, semangat, dan semangat terus bertemu di setiap saat dan tempat manapun. Aku berdoa padamu Ya Allah... Batin Sekretaris Rio sambil berjalan mengikuti Pak Arga keluar dari cafe.


Dea, Doni, dan Faris merasa kasihan padaku.


*Ke**napa Pak Arga sangat tidak suka dengan Asil. Kasian* sekali nasib dirinya. Batin Dea menatap punggungnya yang semakin menjauh.


Setiba di ruangan, Pak Arga langsung duduk dan menatap ku yang berada di belakang Sekretarisnya. Sekretaris Rio ingin mengatakan tambahan hukuman namun di bantah oleh Pak Arga karena hukuman yang di berikan Rio sangat ringan. Lalu Pak Arga mengambil sebuah kertas di laci meja kerjanya.


"Baca semua dengan teliti." perintah Pak Arga dengan melempar beberapa kertas ke arahku.


Aku yang gelagapan akan menangkap kertas itu hingga duduk bersimpuh untuk mengumpulkan.


"Ternyata tangan kamu sangat rapuh ya... Menangkap kertas saja tidak becus." pekik Pak Arga yang sangat tajam bagai belati yang menusuk hati ku.


Aku hanya bisa diam tak membalas ucapannya.


*Aku ingin re**sign saja*. Batin ku kesal dan merasa di remehkan olehnya.


Lalu aku membaca beberapa kertas yang isinya hukuman darinya.


Hukuman bagi karyawan baru yang melanggar tata tertib di perusahaan ini :


✓ Bekerja satu ruangan dengan atasannya.


✓ Setiap pagi membuatkan kopi untuk atasan dan Sekretaris.


✓ Datang lebih dulu dari atasan.


✓ Membersihkan ruangan kerja.


✓ Menanyakan makan siang tepat waktu.


✓ Dilarang melanggar perintah atasan.


✓ Dilarang menatap wajah atasan karena bisa menambah hukuman.

__ADS_1


✓ Jika masih membuat ulah/masalah di potong gaji atau bisa di perpendek masa kontrak.


Pak Arga merasa senang dan bahagia dengan hukuman yang di berikan pada ku.


"Masih ada tambahan lagi yang belum tertulis di kertas itu." Imbuhnya dengan senyum sinis.


"Dilarang pulang lebih awal sebelum atasan pulang dan hukumannya berlaku mulai hari ini." tambahnya menyeringai.


Apa????


Hukuman macam apa ini...


Sejak kapan di perusahaan besar dan terkenal ada hukuman yang gak masuk akal.


Dan berlaku hari ini.


Gila banget orang ini, mentang-mentang orang kaya. Sekretarisnya saja takut sama Raja Hutan tidak berani bantah tuh.


Aku beri sumpah padamu dapat istri yang lebih garang dari kak Ros. Batin ku mulai bergejolak memaki dirinya kesal.


"Iya, Pak." Jawab ku menahan marah.


"Sekretaris Rio, pindahkan semua barangnya sekarang." Perintah Pak Arga tegas melirik ke arah ku.


"Baik, Pak." Jawab Sekretaris Rio dengan menundukkan kepala segera memanggil OB untuk memindahkan barang milik karyawan barunya.


Setelah selesai para OB undur diri dari ruangannya.


"Silahkan duduk, Asillya." Suruh Sekretaris Rio baik hati.


Pak Arga melihat wajah ku yang semakin di tekuk terlihat bahagia karena rasa tidak suka pada ku sudah dilampiaskan. Itu masih belum seberapa mengerjai dan menghukum ku.


"Sekretaris Rio, tolong berikan berkas yang belum selesai ini ke meja dia." Suruh Pak Arga.


' Mari kita mulai misi ini ' Batinnya dengan tertawa senang.


Lama kelamaan kamu bisa jadi suka padanya dengan memberikan hukuman terus menerus. Gumam pelan Sekretaris Rio mengambil berkas. Pak Arga masih bisa mendengarnya, "Bicara apa kamu, Sekretaris Rio."


"Saya tidak bicara apa-apa, Pak." Dengan senyum manis Rio mengambil dan memberikan berkas kepadaku.


Dengan sigap dia melihat berkas itu, sontak tak paham karena bukan berkas keuangan tapi berkas lain, "maaf, Pak. Saya tidak paham dengan berkas yang anda berikan ini?" akunya, "mungkin bapak salah memberikannya," dengan baik dia menanyakan seolah memang salah memberi berkasnya.


"Itu sudah benar, kerjakan saja, itu perintah!" Tegasnya menyeringai dengan dingin seperti wajah kutub utara.


Balasan dia hanya mengangguk dan mencoba memahami struktur organisasi perusahaan ritel tersebut tanpa bertanya lagi.


Tak terasa waktu menandakan pulang tiba, Asil masih menggarap laporan tadi dan masih banyak kebingungan. Ini pertama kali baginya di berikan pekerjaan yang bukan ahli di bidangnya.


"Sudah selesai, Asillya?" Tanya Sekretaris Rio.


"Belum, Pak. Saya masih belum paham Pak karena ini pertama kali buat saya." balasnya tersenyum paksa. ' Dia sungguh menyebalkan '


Rio tersenyum, "kenapa tidak bilang dari tadi, saya bisa bantu?" seraya mendekatinya membantu Asil.


Di saat dia menanyakan ketidak pahaman ke Arga, dia di hiraukan oleh atasan yang menyebalkan menurut Asil.

__ADS_1


'Tampan dan baik hati sekali ' melihat senyum manis dari Sekretaris Rio merasa jantungnya berdetak cepat. ' tak bisa di kondisikan debaran ini '


"Lagi melamun apa?" Tanya Rio melambaikan tangannya di depan wajah Asil dan tersenyum.


"Eh. Tidak-tidak, Pak." Dengan terbata bata Asil menjawab lalu fokus ke berkas tadi.


Rio melanjutkan cara mengerjakan struktur organisasi ke Asil. Dari kejauhan Arga melihat Rio yang sepertinya akrab dengan Asil merasa kesal.


"Hem. Kalau mesra-mesraan jangan disini!" Tegasnya dengan nada tinggi.


Rio dan Asil secara bersamaan tersentak langsung menoleh ke arah suara tadi, "maaf, Pak. Saya hanya meminta tolong pada Sekretaris Rio." Jawab Asil pelan.


"Jangan banyak alasan. Selesaikan pekerjaanmu lalu pulanglah." Tegas Arga menyuruh menyelesaikan pekerjaan dengan kesal.


"Baik, Pak." Jawab Asil.


Arga lalu meninggalkan Asil yang masih sibuk mengerjakan struktur tadi, "Saya pulang duluan, Asillya." pamit Sekretaris Rio keluar dari ruangan Arga setelah membantu Asillya.


"Iya, Pak," balasnya, "terimakasih..." imbuhnya mengembangkan senyumnya.


*Le**mbur lagi nih, padahal aku sudah janjian sama Novi mau ngerayain diterimanya di perusahaan ini jadi batal deh*. Gerutunya kesal.


Dia mengambil ponselnya untuk menghubungi temannya, "halo... Nov, sepertinya hari ini kita tidak bisa ngerayain nih, aku hari ini di suruh lembur." jelasnya lewat ponsel.


"Iya, nggak apa-apa. Kamu masih anak baru kok di suruh lembur sih?" Tanya Novi dari seberang.


"Pak CEO kita ini memang gila, bawahan salah dikit dapat hukuman." Jawab Asil dengan tertawa namun di hatinya sangat geram.


"Hus... Jangan ngawur kamu, ngatain atasan gak benar. Oke-oke. Kalau gitu aku pulang duluan ya," pamitnya, "have a good work over time." Seru Novi menyemangati temannya.


Perbincangan selesai lalu dia melanjutkan pekerjaannya agar pulang lebih awal. Sore berganti malam pun tiba, dia segera merapikan berkas-berkas dan segera pulang.


Di depan kantor, Asil melihat Sekretaris Rio yang sedang berbincang dengan orang yang berpakaian sama seperti karyawan kantor, "Pak Rio..." panggil ku, " bapak nggak pulang!" tanya ku mendekat.


"Iya, tadi mau pulang tidak jadi masih ada urusan yang belum selesai." Jawab Sekretaris Rio.


*S**ebenarnya sudah pulang, berhubung si Arga menyuruhku mengantar kamu pulang ingin tahu rumah calon istrinya. Jadi mau tidak mau ya berangkat saja*. Batin Sekretaris Rio.


"Oooh. Saya duluan ya, Pak." Asil baru melangkah menjauh, Rio menawarkan untuk mengantar Asil pulang.


"Terimakasih, Pak. Saya naik busway saja, cuma beberapa menit sudah sampai." Tolak Asil ke Sekretaris Rio.


"Ini sudah malam Asillya, saya hanya mengantar saja tidak ada maksud lain." Seru Rio meyakinkan.


"Baiklah kalau begitu, Pak." Asil mengiyakan.


Lalu Rio menyudahkan perbincangan tadi dengan orang itu.


Ajak Rio pada Asil untuk masuk mobil. Asil duduk di belakang dan Rio duduk di depan sebelah sopir.


Di dalam mobil hening tanpa ada pembicaraan.


Jangan lupa vote readers tercinta tersayang.😍😍😘😘


Klik favorit ♥️♥️♥️♥️ readers dan like ya.

__ADS_1


Author tunggu.


__ADS_2