Cinta Yang Dulu,Datang Kembali

Cinta Yang Dulu,Datang Kembali
Eps 27


__ADS_3

"Apa... Yang akan bapak lakukan?" Tanya Asil dengan terbata-bata dan langkah Arga semakin mendekat yang membuat tubuh Asil terbentur meja kerja Arga.


Asil yang takut dengan tatapan Arga memejamkan matanya.


Apa yang akan di lakukan padaku... Kumohon menjauhlah Pak, saya tidak mau diberi hukuman.


Gumam Asil dalam hatinya.


Arga mendekatkan wajahnya mencium bibir mungil, merah ranum dan lembut milik Asil.


Dengan satu kali kecupan dari bibir Arga, Asil sedari yang memejamkan mata tersentak langsung membelalakkan matanya dengan menatap wajah Arga. Wajah Asil yang merah merona dan malu itu membuat Arga tertawa.


"Ha... Ha... Ha..."


"Kenapa kamu? Apa kamu menginginkannya?" Tanya Arga yang masih tertawa melihat wajah Asil yang masih memerah di kedua pipinya.


"Ti-tidak Pak. Bapak mencuri ciuman pertama saya." Jawab Asil yang menundukkan wajahnya karena malu. Sebenarnya Asil ingin ciuman pertamanya untuk orang yang dicintai yaitu untuk suaminya kelak namun sudah di ambil oleh Arga, yang Asil tidak sukai.


"Benarkah? Sungguh rejeki saya ya mendapat ciuman pertamamu itu." Kata Arga dengan memiringkan senyuman. Dalam batin Arga itu sangat bahagia melihat kepolosan Asil.


"Mohon maaf, Pak Arga. Apa saya harus berada disini? Kalau tidak ada yang saya lakukan, saya akan pamit keluar?" Tanya Sekretaris Rio yang sedari tadi melihat bos besarnya dengan calon istrinya yang berdebat masalah ciuman pertama.


"Seharusnya dari tadi anda harus keluar Sekretaris Rio." Kata Arga sambil mengambil laporan di meja kerjanya.


Arga memberikan beberapa map laporan pada Sekretarisnya dan menyuruh segera pergi dari ruangannya.


"Periksa semua laporan ini dan segeralah pergi karena saya ingin melanjutkan hukuman ini." Seringai di wajah Arga.


"Baik, Pak. Silahkan lanjutkan sepuas anda." Jawab Sekretaris Rio dengan senyum miring di bibirnya, memberi hormat dan beranjak pergi.


"Hm." Kata Arga dengan mengibaskan tangannya tanda menyuruh segera keluar.


Asil melihat tingkah Arga dan Sekretaris Rio semakin menciut karena senyum di wajah mereka berdua seperti ingin menginterogasinya.


Arga mendekat ke arah Asil dan menarik tangannya.


"Duduklah di sini!" Suruh Arga pada Asil untuk duduk di sebuah sofa.

__ADS_1


"Bapak mau apa lagi?" Tanya Asil dengan gugup.


"Hanya menyuruhmu duduk saja." Jawab Arga yang mulai duduk di sofa juga sambil menepuk sofa di sebelahnya dan menatap wajah Asil.


"I-iya Pak." Jawab Asil ragu dan segera duduk di sebelah Arga. Menurut apa yang di perintah Arga. Walau dalam hati Asil ada rasa takut kalau akan terjadi apa-apa.


Arga mendekatkan wajahnya pada wajah Asil yang akan mencium bibirnya. Asil dengan segera memalingkan wajahnya dari wajah Arga.


Arga sedikit geram dan mencoba menahan amarah dari dirinya.


"Apa kamu masih ingat dengan anak laki-laki yang pernah bermain denganmu saat kecil?" Tanya Arga dengan menatap Asil yang ingin tahu jawaban Asil.


"Ingat. Ada apa bapak bertanya itu?" Kata Asil yang sedikit mengingat dengan samar wajah anak laki-laki itu dan segera menatap wajah Arga.


"Ceritakan siapa dia?" Arga bertanya sekali lagi pada Asil. Arga berharap kalau Asil mengingat kembali anak laki-laki itu.


Lalu Asil menceritakan semua siapa anak laki-laki itu pada Arga.


"Dia adalah teman saya yang Asil anggap sebagai kakak laki-laki saya, Pak. Dia teman seperti kakak yang selalu ada untuk saya. Di saat Tante Jihan tiada, dia meninggalkanku,mengabaikanku, tanpa menghubungiku dan melupakanku. Saat saya ingin menenangkan hatinya, di kala dia sedih dan sendirian tanpa seorang. Dia Arga Diksananda yaitu anda." Dengan panjang lebar Asil menceritakan semua dengan rasa sakit yang pernah di alami saat Asil kecil.


"Apa kamu masih mengingat kata yang pernah kita ucapkan?" Tanya Arga dengan memegang kedua tangan Asil.


"Saya masih mengingat semuanya. Apakah dengan kecupan tadi kamu merasa tidak nyaman?" Tanya Arga dengan dingin.


"Mmmm." Jawab Asil dengan mengangguk pelan dan menatap wajah Arga yang begitu perfect.


"Apa saya mencuri ciuman pertama kamu?"


"Baiklah, saya tidak akan mencurinya lagi. Dan cobalah untuk membuka hati padaku." Kata Arga yang akan beranjak pergi.


Asil menarik tangan Arga memberhentikan langkahnya.


"Tunggu sebentar, Pak." Kata Asil berdiri di depan Arga.


"Ada apa?" Tanya Arga dingin walau hatinya seperti tersayat. Entah dalam hati Arga yang sedikit merasa senang dan sedih karena Asil mencoba memberhentikan langkahnya dan menolak ciumannya.


"Maaf..." Lirih Asil yang merasa bersalah.

__ADS_1


"Untuk apa?" Tanya Arga merasa bingung sedikit kecewa.


"Bukannya saya tidak mau dengan Anda atau menerima ciuman anda Pak. Perasaan saya pada bapak masih berubah-ubah." Kata Asil.


Dengan tersenyum, Arga mengusap pipi Asil.


"Tidak apa-apa. Tunggulah sampai perasaan kamu sudah menetap."


"Saya juga minta maaf atas semua kesalahan saya saat kecil dan sekarang." Kata Arga yang akan segera keluar dari ruangannya.


"Mmmm. Baik, Pak." Jawab Asil juga tersenyum.


***Jantung aku rasanya ingin lepas dan melayang.


Ternyata pak Arga punya sisi sehangat itu.


Tapi aku akan mencoba menunggu perasaan ku sendiri untuk memberi jawaban yang sebenarnya.


Kenapa dia kadang hangat kadang dingin ya.


Apa dia mulai ada rasa suka padaku.


Tidak-tidak. Itu tidak mungkin, kemarin-kemarin,kemarinnya lagi dan kemarin yang lalu dia memperlihatkan kepribadian yang tidak ingin aku lihat, seperti raja hutan yang ingin memangsa buruannya***.


Gumam Asil sambil memegang dadanya.


Jangan lupa vote, klik favorit♥️♥️♥️♥️, like, komentar, populerkan agar banyak yang read yaaa...


Love you para readers ♥️♥️♥️♥️💕💕💕💕


#Ayo support author...


#Salam semangat...


#Para readers....


#😘😘😘😘....

__ADS_1


#.😍😍😍😍😍...


__ADS_2