Cinta Yang Dulu,Datang Kembali

Cinta Yang Dulu,Datang Kembali
Eps 38


__ADS_3

Hari-hari di lalui dengan aktivitas seperti biasanya.


29 hari berlalu, Arga berada di bandara menunggu kedatangan Asil.


Dia menunggu dengan Sekretaris Rio sambil duduk dan melihat ponselnya, berharap Asil menghubunginya.


Rasa kesal di hati Arga mulai membara dan berkata, "Mau kamu apa? Kenapa tidak kunjung datang? Sebentar lagi aku akan berangkat pergi ke Amsterdam, Belanda."


Kata-kata Arga yang terdengar oleh Sekretaris Rio langsung di jawab, "Apa perlu saya menjemput Nona Asil?" Tanya Sekretaris Rio pada Arga.


"Tidak perlu. Kalau memang suka dan cinta, dia akan datang juga." Kata Arga dengan wajah kesal dan lesu.


Suara panggilan untuk masuk pesawat terbang sudah di umumkan. Namun Asil belum datang juga.


"Baiklah, kalau ini mau kamu." Gumam Arga sambil berjalan menuju pesawat bersama Sekretaris Rio yang berjalan mengikuti di belakang Arga sambil menarik 2 koper.


Setelah Arga sudah berada di dalam pesawat bersama sekretarisnya yang duduk di VVIP sambil sesekali melihat ponsel genggamnya.


"Rio, kita tunda dulu keberangkatan kita ini." Kata Arga dengan kesal dan geram serta rasa khawatir pada Asil.


"Tidak bisa, Pak Arga. Ini sudah janji anda yang lalu pernah anda tunda." Kata Sekretaris Rio memberhentikan langkah Arga yang akan keluar dari ruang VVIP.


"Sebelum lepas landas, apa lebih baik Pak Arga menghubungi Nona Asil terlebih dahulu?" Saran Sekretaris Rio pada temannya sekaligus atasannya.


Lalu Arga mengiyakan saran sekretarisnya itu dan mencoba menghubungi Asil. Namun nomor ponselnya tidak dapat di hubungi sampai beberapa kali. Sehingga Arga merasa kesal dan kecewa atas ketidak hadiran Asil.


"Sial!!!" Umpat Arga karena kesal.


"Lebih baik kita tunda saja tanda tangan kontrak kerjasama kita." Kata Arga berdiri dan berjalan keluar dari dalam pesawat.


Dari kejauhan tampak Asil yang sedang berlari dari kejauhan mencari keberadaan Arga.


"Mas Arga!!!" Teriak Asil dengan berlari kebingungan.


Lalu Arga melihat Asil yang kebingungan sambil memanggil-manggil namanya, ia dengan sigap berlari menghampiri Asil.


"Asil... Asillya!!!" Teriak Arga menghampiri Asil dengan berlari.


"Mas Arga!!!" Kata Asil yang sedari tadi mencari Arga langsung terdiam. Dia berhenti tepat di depan Arga lalu berlari memeluk Arga.


"Mas, maaf aku telat mengantar mas Arga." Seru Asil sambil memeluk erat tubuh Arga. Dengan tubuh yang gemetar Asil tak segan-segan langsung mengecup bibir Arga di bandara.


"Asil, kondisikan kecupan bibir kamu itu! Ini di tempat umum yaitu BAN-DA-RA." Kata Arga sambil tersenyum melihat tingkah Asil yang agresif itu.


"Ah!!! Aku lupa kalau ini di bandara." Ucap Asil dengan wajah merona dan malu sambil tersenyum.

__ADS_1


"Oh ya. Hati-hati ya! Jangan lupa kalau sudah tiba hubungi aku. Aku menunggu!" Imbuh Asil sambil mengusap rambut Arga.


"Iya, Sayang! Aku tidak akan lupa itu. Kita jalani hubungan LDR ini dulu." Kata Arga dengan rasa sayang pada Asil.


"Hm." Jawab Asil dengan wajahnya yang manis dan cantik itu.


Setelah selesai mereka berbicara sebentar, Arga berlalu pergi menaiki pesawat itu sambil sesekali menengok ke belakang dan tersenyum.


Pesawat pun mulai lepas landas dari bandara.


Rasa dalam hati Asil dengan kepergian Arga ke Amsterdam, mulai terasa sangat sepi dan hampa tanpa adanya Arga di keseharian Asil.


Namun apa adanya Asil yang harus menjalani hubungan secara LDR ini.


Asil pulang dengan menaiki mobil taxi.


Sampai di apartemen, Asil langsung merebahkan tubuhnya di sofa.


"Maaf, Mas. Aku tadi menghindar dari pertanyaan mas karena aku tidak mau rasa kepercayaan kita ini hilang." Gumam Asil dengan melihat ponselnya untuk menunggu Arga menghubunginya.


Sambil menunggu Arga menghubunginya, Asil tertidur di sofa hingga sore tiba. Tak sadar banyak panggilan tak terjawab dan pesan dari Arga.


Lalu Asil terbangun, langsung melihat ponselnya yang sedari tadi di pegang di dadanya.


"Eh. Panggilan dari mas Arga lebih dari 12 kali dan juga pesannya ini sangat lucu kalau sedang khawatir gini." Gumam Asil melihat pesan dari Arga sambil tersenyum miring.


Drt... Drt... Drt...


Ponsel Arga bergetar, dengan sigap Arga mengambil ponselnya dari meja dan melihat ponselnya kalau panggilan itu dari Asil. Ia menekan tombol hijau dari ponselnya.


"Asil, kamu kemana saja?"


"Aku menelponmu dari tadi!" Tanya Arga sangat khawatir dan resah.


"He-he-he!"


"Aku tadi ketiduran jadi tidak tahu kalau mas Arga menelponku sampai 12 kali. Maaf ya!" Jawab Asil sambil tersenyum.


"Huft. Syukurlah kalau kamu tadi sedang tidur." Kata Arga lega sampai menghembuskan napasnya secara kasar.


"Aku tidak apa-apa! Dan tetap selalu berada di rumah yang aman ini." Kata Asil bercanda pada Arga.


"Iya, sudah aman kok Asil. Jangan kaget kalau kamu keluar nanti!" Seru Arga sambil tertawa dari seberang.


"Maksudnya Mas." Kata Asil yang bingung dengan perkataan Arga. Lalu Asil menghiraukan kata-kata itu tanpa berpikir panjang. Ia melanjutkan pembicaraannya bersama Arga melalui ponselnya.

__ADS_1


"Oh ya, Mas. Aku mau bicara jujur pada Mas Arga." Kata Asil dengan tangan bergetar dan berkeringat.


"Apa?" Jawab Arga dengan dingin. Perasaan Arga mulai menuju ke arah Angga karena Arga sudah tahu semua tanpa Asil bercerita padanya.


Aku harus bicara jujur pada mas Arga karena dia akan menjadi suamiku dan pemimpin keluarga kecilku.


Tanpa ada kebohongan dalam sebuah hubungan walau jauh. Gumam dalam hati Asil yang memberanikan dirinya.


"Ehm!"


"Anu Mas..."


"Sebenarnya aku tadi..."


"Telat mengantar mas Arga karena..." Kata Asil yang gugup itu membuat Arga yang menunggu lama, langsung di jawab oleh Arga.


"Karena Angga kan!" Tegas Arga yang melanjutkan kata-kata Asil.


"I-iya, Mas." Jawab Asil dengan gugup dan kaget karena Arga sudah tahu.Lalu Arga mematikan ponselnya.


"Loh. Kok di matiin sih! Jangan marah begitu, ku mohon." Gumam Asil yang merasa bersalah dan masih memandang ponselnya berharap Arga menghubunginya lagi.


Beberapa menit kemudian,


🎶🎶🎶 Suara nada dering berbunyi tanda panggilan masuk dari Arga melalui video call.


Lalu Asil langsung mengangkat video call tersebut. Dengan bertatap muka dari kejauhan Asil merasa senang dan bahagia. Jelas terlihat dengan senyum di wajahnya yang cantik dan manis itu.


"Kenapa dengan wajah kamu itu?" Tanya Arga dingin namun dalam hati Arga tersenyum melihat wajah Asil yang sedang bahagia itu.


"Kenapa dengan wajahku? Tidak ada apa-apa!" Jawab Asil sambil melihat wajahnya di kamera ponsel yang ia zoom.


"Lanjutkan apa alasan kamu berbohong padaku!" Suruh Arga dengan wajah dinginnya itu.


Lanjut episode berikutnya ya...


Apa jawaban dari Asil?


* Kejujuran


* kebohongan


* 50% jujur dan 50% bohong


Jangan lupa like setiap baca perbabnya, kritik dan saran readers, klik favoritnya💓💓💓 dan follow Author ya.

__ADS_1


Terimakasih banyak🙏***


__ADS_2