
Saat pulang kerja, Asil pulang bersama Dea dan Novi. Dalam perjalanan pulang, ada seseorang yang menghampiri Asil, Dea, dan Novi di pinggir jalan dekat lampu lalu lintas. Saat itu Asil dan teman-temannya menunggu lampu merah dan akan menyeberang.
Seorang laki-laki muda yang menghampiri Asil dan teman-temannya, menyapa Asil.
"Mbak Asil, mau pulang?" Sapa seorang laki-laki muda itu.
"I-ya." Kata Asil sambil menoleh ke arah suara itu.
"Mbak Asil, ingat saya tidak?" Tanya laki-laki itu sambil tersenyum.
"Maaf, anda siapa ya?" Tanya balik Asil yang tidak tahu dan mencoba mengingat-ingat.
"Bentar-bentar. Sepertinya aku pernah lihat kamu. Tapi dimana ya?" Kata Novi pada laki-laki itu.
"Iya deh." Kata Dea sambil mengingat siapa laki-laki itu.
"Oh. Kamu yang bekerja sebagai pelayan di cafe dekat kantor kan?" Tanya Dea yang sudah mengingatnya.
"Iya benar, Mbak." Jawab laki-laki itu sambil tersenyum.
"Pelayan cafe yang sok akrab itu." Tambah Novi.
"Iya, benar Mbak. Kenalin saya Arka." Kata Arka sambil menyodorkan tangannya.
"Iya salam kenal." Jawab Asil, Dea, dan Novi bergantian namun tidak bersalaman.
Arka tersenyum pias karena ketiga wanita itu tidak mau bersalaman sebagai tanda perkenalan.
Akhirnya Arka menarik lagi tangannya.
"Apa Mbak Asil dan Mbak Novi lupa dengan saya?" Tanya Arka pada Asil dan Novi.
"Siapa kamu?" Tanya balik Novi dengan sinis.
"Jangan sok kenal deh. Kayak kamu sudah kenal lama." Tambah Novi.
"Ha-ha-ha." Arka tertawa keras.
"Aku adik kelas waktu SMA dulu. Arka yang lugu banget dan pendiam." Jelas Arka pada Asil dan Novi.
Asil dan Novi mengingat-ingat Arka yang dulu.
Mereka berdua membandingkan Arka yang dulu dan sekarang karena mulai dari tampilan dan postur tubuhnya yang berbeda.
Sedangkan Dea bergumam dalam hatinya.
Ini mereka seperti pertemuan reuni. Kata Pak Rio, Angga, Novi, dan Asil satu sekolah. Dan sekarang Arka ini, juga satu sekolah, adik kelasnya lagi. Lah ini seperti reuni satu sekolah dong. Dengan tersenyum ambigu.
__ADS_1
"Kamu beneran Arka, adik kelas kita. Kok berbeda dengan sekarang?" Tanya Asil ragu dan penasaran dengan jawaban Arka.
"Pasti kamu bohong ya." Tambah Novi tidak percaya.
"Beneran Mbak. Masa saya berbohong sama mbak Asil dan Mbak Novi yang pernah menolong saya." Jelas Arka agar mempercayainya.
Asil dan Novi mencoba bertanya dan menguak semua pada Arka. Dea yang menunggu sedari tadi merasa bosan karena sudah berkali-kali lampu menyeberang menyala, masih belum menyeberang dan asyik mempertanyakan perbedaan Arka yang dulu dan sekarang.
"Apa kalian sudah selesai berdebatnya?" Tanya Dea yang bosan menunggu.
"Belum." Jawab Asil dan Novi bersamaan.
"Mau sampai kapan kalian bertiga berdebat masalah Arka yang dulu dan sekarang. Lampu menyeberang menyala berkali-kali. Tapi kita masih disini, apa kalian semua tidak mau pulang?" Tanya Dea dengan kesal.
"Iya ini mau pulang." Kata Asil di ikuti Novi dan Arka tertawa melihat Dea yang sedang kesal.
Saat mereka berbincang-bincang sambil menunggu lampu menyeberang menyala, Asil dan Arka nampak sangat akrab. Di saat itu ada seorang yang memotret kedekatan Asil dan Arka, lalu orang itu mengirimkan fotonya ke seseorang, entah itu siapa orangnya.
Lampu pejalan kaki menyala, Asil berjalan akan menyeberang. Di tengah jalan Asil ditarik oleh Arka karena ada sebuah motor yang melaju dengan cepat menyerempet Asil.
"Aaargh!" Teriak Asil tersentak kaget yang di tarik Arka, tasnya melayang dan jatuh ke seberang jalan.
"Asil, awas!" Teriak Dea dengan lantang dan kaget.
"Tas kamu!" Tambah Novi sama-sama berteriak, matanya mengarah ke arah tas Asil yang melayang karena motor yang akan menabrak Asil.
Asil terjatuh di sebelah Arka yang juga ikut terjatuh di tengah jalan. Sedangkan Dea dan Novi berlari mendekat ke Asil dan Arka. Semua orang melihat kejadian itu dan banyak yang menolong Asil dan Arka.
"Mbak Asil!!" Kata Arka yang memanggil nama Asil dan melihat kepala Asil yang mengalir darah.
"Panggil ambulans!" Teriak Arka menyuruh memanggil ambulans.
"Oh my God. Dahi Asil luka." Kata Dea lalu Novi dengan sigap menelpon ambulans.
Beberapa menit kemudian,
Ambulans datang dan Asil dibawa oleh ambulans itu. Dea dan Novi yang ikut di dalam ambulans merasa khawatir pada Asil. Arka yang mengikuti dengan naik taxi pun juga ikut khawatir dengan keadaan Asil.
Setelah sampai rumah sakit, Asil di bawa ke ruang gawat darurat. Dokter dan para perawat setengah berlari ke ruang tersebut.
"Dokter tolong teman saya!" Kata Novi sambil menitikkan air matanya.
"Saya akan berusaha menolong pasien." Jawab dokter tersebut. Lalu pintu gawat darurat di tutup oleh salah satu perawat dan menyuruh Dea dan Novi menunggu di ruang tunggu.
Arka datang dengan berlari menghampiri Dea dan Novi menanyakan keadaan Asil.
"Arka, lengan kamu terluka. Mintalah obat pada perawat disini." Kata Dea yang melihat luka di lengan Arka yang mengeluarkan sedikit darah.
__ADS_1
"Iya Mbak. Saya tinggal dulu ya. Nanti kabari aku." Kata Arka sambil pergi ke ruang perawatan.
Dea dan Novi mengiyakan kata-kata Arka.
Dalam hati Dea, Gimana ******ini kalau pak Arga tahu. Pasti marah besar kalau Asil kecelakaan sampai begini. Oh tuhan, bantulah kami dari ke marahan pak Arga******.
*********Flash Back to orang suruhan.
Sial, kenapa saat aku memotret kedekatan wanita dan pria itu terjadi kecelakaan juga.
Siapa yang menabrak wanita itu, pasti suruhan orang yang tidak menyukai wanita itu*********. Gumam orang suruhan itu.
Ponselnya berdering dari dari salah seorang, menanyakan bagaimana tugas yang di berikan itu.
"Bagaimana tugas kamu?" Tanya seseorang dari ponsel itu.
"Beres, Pak. Namun terjadi kecelakaan juga pada wanita dan pria itu. Wanita itu di bawa ke rumah sakit terdekat." Jelas orang suruhan itu.
"Baiklah. Tugas kamu selesai hati ini. Untuk tipsnya akan saya kirimkan ke rekening kamu sekarang." Kata seseorang dari seberang.
"Terimakasih banyak, Pak." Jawab orang suruhan itu.
Percakapan mereka berhenti dan orang suruhan itu meninggalkan tempat kejadian itu.
Flash Back Off.
Beberapa jam kemudian,
Dokter keluar dengan perawat tersebut, Dea dan Novi seketika berdiri dan menanyakan keadaan Asil.
"Bagaimana keadaan teman saya, Dok." Tanya Dea dengan cemas.
"Apa dia baik-baik saja." Kata Novi juga ikut cemas.
"Mari ikut saya ke ruangan saya." Jawab dokter tersebut.
"Untuk administrasinya mari ikut saya, Bu." Kata perawat tersebut pada Novi.
***Apa yang terjadi pada Asil?
Apa Arga akan mengetahuinya?
Siapa dalang dari kejadian itu?
Ayo mari baca terus kelanjutannya***...
Jangan lupa like setiap baca perbabnya, view, kritik, dan saran readers, klik favoritnya💓💓💓 dan follow Author ya. Jangan lupa memberi vote ya...
__ADS_1
Terimakasih banyak🙏***
Salam hangat dari Author untuk semua readers tercinta dan tersayang.