
"Lanjutkan apa alasan kamu berbohong padaku!" Suruh Arga dengan wajah dinginnya itu dan mulai kesal pada Asil.
"Saat dalam perjalanan menuju bandara... Mobil yang aku kendarai hampir mengalami... Kecelakaan." Kata Asil teringat kejadian tadi pagi dengan gugup, tangannya mulai bergetar dan dingin.
Rasa takut pada diri Asil terlihat dengan jelas oleh Arga yang saat ini masih video call.
"Kalau... Tidak ada... orang yang menolongku saat itu... mungkin aku mengalami kecelakaan dan... Tidak akan bisa bertemu denganmu." Kata-kata Asil yang melanjutkan ceritanya pada Arga dengan terisak tangis.
"Jangan menangis! Aku tidak bisa menyandarkan pundakku saat ini karena jauh. Aku sudah tahu semuanya dan siapa yang menyebabkan rem blong pada mobil yang kamu kendarai?" Kata Arga yang mencoba menenangkan Asil dari jauh.
"Sekarang tersenyumlah karena yang aku ingin hanya senyuman di wajahmu!" Suruh Arga sambil tersenyum.
Lalu Asil mengusap air matanya dan mulai tersenyum walaupun dalam hati Asil masih mengalami trauma.
Terlihat dari wajah Asil dengan senyum dan tawa saat ini karena di hibur oleh Arga.
Rasa resah dan gelisah pada diri Arga mulai menghilang dengan sedikit demi sedikit.
Setelah mereka berdua saling bercerita dan bercanda Asil mulai menguap.
Hoam...
"Jam berapa ini sudah menguap berkali-kali?" Tanya Arga dengan tertawa kecil.
"Ish!!! Mas Arga, tak bisa apa tanya yang lebih baik gitu? Masih jam 7, loh!!!" Jawab Asil dengan melihat jam di dinding dan sedikit cemberut.
"Ha-ha-ha... Aku tanyanya sudah benar dan baik, loh!!!"
"Ya sudah, sekarang pergi mandi air hangat dan beristirahatlah!!!"
"Besok sudah mulai masuk kerja. Jangan sering tidak masuk karena mau jadi istriku!!! Jaga kesehatan juga." Perintah Arga pada Asil yang begitu perhatian padanya.
"Baik dan siap Bos." Seru Asil sambil tertawa dan mengacungkan jempolnya.
Mereka berdua mengakhiri video callnya.
Flash Back to kejadian Asil dan Arga.
Saat di dalam pesawat, Arga mencoba menghubungi Asil berkali-kali namun tidak bisa.
Arga yang khawatir pada Asil langsung menyuruh Sekretaris Rio untuk menghubungi orang untuk mencari keberadaan Asil.
"Cepat hubungi anak buah kamu!" Suruh Arga pada Sekretarisnya itu.
"Siap, Pak!" jawab Sekretaris Rio langsung menghubungi anak buahnya.
Setelah menelpon orang suruhannya, beberapa menit ponsel milik Sekretaris Rio berbunyi.
"Halo, Pak Rio!" Kata orang itu.
__ADS_1
"Laporkan semuanya!" Perintah Sekretaris Rio dengan tegas.
Lalu salah satu anak buah Sekretaris Rio menjelaskan apa yang terjadi pada Nonanya.
"Selidiki apa penyebabnya!" Perintah Sekretaris Rio pada anak buahnya.
"Siap, Pak!" jawab salah seorang.
Lalu Sekretaris Rio menceritakan semua kejadian itu pada Arga. Dan Arga sangat marah lalu turun dari pesawat menunggu kehadiran Asil.
Saat itu Sekretaris Rio dapat informasi dari anak buahnya kalau kejadian kecelakaan itu di sebabkan oleh kabel rem yang di potong oleh seseorang suruhan CEO Perusahaan Delta.
Lalu CEO Perusahaan Delta itu menolong Asil agar tidak mengetahui niat buruknya itu.
Saat Angga menolongnya dengan memberhentikan mobilnya tepat di depan mobil yang ditumpangi Asil. Agar mobilnya berhenti.
Kejadian itu terjadi di jalan x di perempatan jalan, mobil Asil yang akan belok menabrak mobil milik Angga.
Seketika mobil Asil menabrak mobil Angga.
Tubuh Asil terhuyung ke depan dan kekanan dahinya terbentur pinggir kaca mobil dengan keras.
Dug...
"Argh!!!"
"Sakit sekali." Kata Asil pelan sambil memegang dahinya.
Dug... Dug... Dug...
"Asil!!!" Teriak seorang pria itu dari luar mobil dan mencoba membuka pintu mobil.
Asil yang sedari tadi melihat seorang pria itu segera bergumam, "Mas Angga!!!"
Asil lalu membuka pintu mobil dan keluar di bantu oleh Angga.
"Kamu tidak apa-apa, Asil?" Tanya Angga pada Asil yang khawatir.
"Ti... Dak!!" Jawab Asil dengan gugup dan tangannya bergetar dingin.
Melihat Asil yang kaget karena kejadian itu, Angga segera memeluk Asil dan menepuk punggungnya untuk menenangkan Asil.
Asil tersadar bahwa ia harus bertemu Arga di bandara. Ia melepas pelukan Angga dan meminta bantuan untuk mengantarkannya ke bandara.
Lalu Angga mengantarkan Asil ke bandara dan menunggunya dalam mobil.
Flash Back Off.
Di kamar mandi Asil segera mandi agar tubuhnya yang lelah hilang.
__ADS_1
Saat Asil beranjak keluar dari kamar mandi, rasa sakit di dahinya mulai terasa olehnya. Seketika ia langsung pergi ke kamar dan duduk di meja rias.
"Luka lebam apa ini?" Tanya Asil pada dirinya sambil mengusap dahinya itu.
Sambil mengingat luka lebam di dahinya, Asil mengoleskan salep agar tidak ada benjolan dan lebam pada dahinya.
"Ini kan karena benturan tadi." Gumam Asil yang sudah mengingat kejadian pagi tadi.
"Ehm. Sedang apa ya mas Arga hari ini disana?" Gumam Asil yang beranjak berganti piyama.
Ia merebahkan tubuhnya di atas kasur dan bermain ponsel.
Tak terasa sudah larut malam, Asil yang masih bermain ponsel merasa bosan. Ia mematikan ponselnya dan tidur.
Namun Asil tidak bisa tidur dan mencoba tidur beberapa kali, masih tetap tidak bisa. Ia mencoba berguling ke sana kesini, miring ke kanan dan ke kiri, menutupi dan membuka wajahnya dengan selimut, menekan tombol off dan on pada lampu tidur, mencoba menghidupkan ponselnya dan bermain game,masih belum bisa tidur.
Lalu Asil mencoba cara yang terakhir memejamkan kedua matanya dan mematikan lampu tidur.
Beberapa detik kemudian,
"Arrrggggh!!!" Teriak Asil membuka kedua matanya dan menghidupkan lampu tidur.
Ia mengacak-acak rambutnya sambil duduk di kasur.
"Gak bisa tiduuuur!!!" Teriak lagi Asil sambil memukul-mukul guling.
"Kenapa aku gak bisa tidur, hah!!!" Seru Asil sambil berdiri dan melakukan aktivitas yang lain.
Dari seberang (Amsterdam, Belanda) Arga tertawa terbahak-bahak melihat tingkah Asil dari laptopnya yang sudah terhubung dengan cctv di kamar Asil dan semua tempat di apartemen Asil.
"Lucu sekali dia." Seru Arga sambil tertawa senang.
"Aku lihat saja, apa yang dia lakukan." Imbuh Arga sambil menikmati kopi di hotel berbintang lima yang VVIP.
***Bersambung disini ya...
Lihat kelanjutannya beberapa hari lagi...๐
Apa yang akan di lakukan Arga pada Asil agar ia dapat menghibur dan menidurkan Asil layaknya anak kecil?
Ha... Ha... Ha...๐
Author sementara beristirahat dulu beberapa hari ya...
Karena anak pertama author sedang sakit, mohon doanya ya***...
Jangan lupa like setiap baca perbabnya, kritik, dan saran readers, klik favoritnya๐๐๐ dan follow Author ya. Jangan lupa memberi vote ya...
Terimakasih banyak๐***
__ADS_1
Salam hangat dari Author untuk semua readers tercinta dan tersayang.