Cinta Yang Dulu,Datang Kembali

Cinta Yang Dulu,Datang Kembali
Eps 60


__ADS_3

Setelah Asil menyampaikan kata terimakasih pada semua karyawan yang ikut meeting hari itu, Asil keluar ruang dan turun ke lantai bawah. Di sana terdapat beberapa karyawan yang sibuk mempacking baju bayi dan anak ke dalam kardus yang sudah berstempel logo butik atau toko.


Asil berjalan mendekat ke salah satu karyawannya.


"Apa kiriman hari ini sangat ramai?" Tanya Asil antusias dan tersenyum. Dia mencoba untuk tidak memberikan rasa takut pada karyawan. Dengan hati-hati dalam bertanya Asil sambil menepuk bahunya pelan pada salah satu karyawannya yang di ajak berbicara.


"Eh, Bu Asil. Iya Bu." Jawab karyawan itu sambil menoleh ke Asil dengan wajah tersentak kaget.


"Lanjutkan pekerjaannya." Kata Asil lalu berdiri dan melihat seisi toko yang menurut Asil yang kurang pas dengan penataannya.


"Uh... Untuk saja saya tidak berteriak karena kaget." Gumam karyawan itu sambil menghembuskan nafasnya secara kasar.


Asil yang berada di luar toko melihat ada sesuatu yang kurang di toko itu. Dia dengan segera masuk dan kembali ke ruangannya. Asil duduk di kursi sambil memikirkan promo yang bagus untuk para pengunjung.


Asil juga akan merubah penataan tempat pada tokonya. Seketika ia teringat dengan Arga.


"Apa aku coba menghubungi mas Arga untuk meminta bantuan ya." Gumam Asil pelan. Lalu dia mencoba menelfon Arga.


**Drrt... Drrt...


Arga yang sedari sibuk dengan pekerjaannya, seketika berhenti dan menengok siapa yang menelponnya.


"Tumben dia menghubungiku?" Gumam Arga sambil tersenyum dan menerima panggilan Asil.


"Halo, mas Arga!" Kata Asil dengan pelan.


"Iya, ada apa? Ada yang kamu butuhkan?" Tanya Arga.


"Ehm...!"


"Begini mas..." Jawab Asil dengan ragu**.


Apa aku boleh meminta bantuannya...


Batin Asil.

__ADS_1


"Katakan! Apa kamu takut denganku? Sehingga kamu ragu untuk meminta?" Seru Arga bertanya sambil berdiri dan menatap keluar ruangannya.


"Bisa minta tolong rekomendasikan tempat penataan toko yang baik." Jawab Asil dengan memberanikan diri.


"Buat toko kamu. Apa kamu tidak suka dengan penataannya?" Tanya Arga ingin tahu.


"Bukan tidak suka, cuma kurang puas saja sih." Jawab Asil dengan di barengi tawaan kecil.


"Segera aku kirim ke surel ya, sayang." Seru Arga sambil tersenyum.


Sayang...??


Kenapa berdebar lagi jantung ****aku****.


Gumam Asil dalam batinnya sambil memegang dadanya dan memerah pipinya.


"I-iya mas. Apa... Bisa panggil saya seperti biasanya." Kata Asil sambil mengipasi wajahnya dengan tangannya.


"Ha... Ha... Ha..."


Imut sekali...


Batin Arga dengan melihat foto Asil yang di pegang di bingkai.


"Tidak... Tidak apa-apa, mas. Hanya saja..." Asil belum selesai berbicara berhenti seketika mendengar suara Arga yang memotong kata Asil.


"Kurang puas." Seru Arga menggoda dibarengi tawa kecil dan senyum Arga.


"Ish... Mana mungkin. Aku mau melanjutkan pekerjaan ku saja." Jawab Asil dengan malu dan menutup panggilannya.


Arga seketika tertawa sambil melihat ponselnya yang sudah berakhir panggilannya dengan Asil.


Sekretaris Rio yang melihat dan mendengarnya hanya tersenyum saja.


Orang aneh yang bertingkah aneh...

__ADS_1


Batin sekretaris Rio yang tersenyum dari luarnya.


"Kenapa kamu tersenyum?" Tanya Arga dengan tatapan sinis dan tajam.


"Tidak ada apa-apa." Jawab sekretaris Rio dengan tersenyum santai yang sebenarnya dia tersentak kaget.


"Lanjutkan pekerjaan yang menumpuk ini!" Suruh Arga pada sekretarisnya dan berlalu pergi keluar ruangannya.


"Siap pak Arga." Jawab sekretaris Rio tersenyum paksa dan menutupi kekesalannya pada Arga.


Dasar menyebalkan memiliki teman dan bos seperti dia.


Dengan seenaknya sendiri, apa dia tidak punya perasaan belas kasih padaku. Aku juga ingin waktu santai dan berpacaran sepertinya.


Batin sekretaris Rio berjalan mengambil berkas yang menumpuk dengan perasaan kesal dan sedih.


**Flash back Asilya.


"Kenapa masih terasa panas begini?" Gumam Asil sambil mengipasi wajahnya yang merah.


Asil berdiri dan keluar ruangannya ke pantry untuk mengambil air putih. Setelah sampai di pantry. Asil meneguk air putih yang berisi segelas penuh sampai habis. Rasa lega pada Asil setelah minum, dia menaruh gelas itu.


Dia kembali ke ruangannya dan duduk di kursi kerja sambil melihat s**urel yang masuk dari Arga. Dengan sigap Asil membuka email dan melihat beberapa foto toko dengan penataan yang sangat rapi.


"Kenapa semuanya sebagus ini. Aah... bingung harus memilih yang mana." Seru Asil pelan sambil bersandar di mejanya.


"Apa aku coba bertanya pada mas Arga."


"Tidak... Tidak... Akan menggangu dan merepotkan mas Arga nantinya." Gumam Asil pelan dengan sesekali menengok ponselnya.


"Iya masuk." Kata Asil sedikit mengeraskan suaranya.


"Selamat sore Bu Asil! Seru sekretaris Aris sambil masuk.


"Iya selamat sore!" Balas Asil dengan wajah lesu**.

__ADS_1


__ADS_2