Cinta Yang Dulu,Datang Kembali

Cinta Yang Dulu,Datang Kembali
Eps 47


__ADS_3

Sampai di tempat permohonan seperti umumnya masjid namun masjid itu sangat megah sekali. Asil dan seorang laki-laki yang mengantar Asil menemukan keberadaan Tante Jihan disana.


"Tante Jihan!" Seru Asil pelan.


"Tempat apa ini?" Tanya Asil sambil tercengang melihat kuil yang sangat indah.


"Ini yang di maksud tempat permohonan. Dan disana orang yang kamu cari dan kamu panggil Tante. Tante siapa namanya?" Kata laki-laki itu sambil menunjuk ke arah Tante Jihan.


"Tante Jihan! Kenapa kamu sekarang jadi banyak omong?" Tanya Asil sinis.


"Sudahlah! Temui Tante itu dan mintalah cepat kembali ke dunia mu itu!" Kata laki-laki itu yang menyuruh Asil.


"Baiklah!" Kata Asil yang mendekat ke arah Tante Jihan.


"Tante... Jihan!" Ucap Asil memanggilnya.


"Asil, ada apa kamu kesini? Ada yang akan kamu lakukan di tempat ini?" Tanya Tante Jihan menatap Asil yang ingin tahu.


"Aku ingin kembali ke dunia ku, tante! Apa ada yang bisa membantuku?" Tanya Asil yang berharap.


"Cobalah di tempat itu, disana ada sebuah tulisan Asma Allah. Kamu berdoa minta tolong pada Allah agar kamu bisa kembali dan sadar dari koma kamu, nak." Kata Tante Jihan yang menyuruh Asil. Dia berharap agar Asil segera kembali sadar dari komanya.


"Baik, Tante!" Jawab Asil dengan tersenyum.


"Asil, ada lagi. Kamu harus bersungguh-sungguh berdoanya. Berdoalah setiap hari meminta pada-Nya." Tambah Tante Jihan.


"Iya, baik Tante!" Jawab Asil lalu berjalan masuk ke dalam masjid yang megah itu.


Asil berada di dalam masjid yang megah, seluruhnya berhias kan dengan permata, dilapisi emas beserta menara dan kubahnya.


Ruangan yang indah serta sangat sejuk itu, Asil terpana memandangnya.


"Sangat indah! Aku kagum dengan keindahan masjid ini!" Seru Asil sambil memandang kagum dan tersenyum.


Dengan segera Asil memakai mukena setelah berwudhu. Ia berdoa meminta pada Allah agar Asil bisa segera kembali ke dunia.


Setelah selesai Asil, keluar dari masjid itu dan menemui Tante Jihan yang berada tak jauh dari tempat itu.


Sebuah taman yang luas dan indah, penuh dengan berbagai macam bunga yang tidak pernah sedikitpun kehilangan aroma wangi dari setiap bunga.


Bunga yang bermekaran itu penuh dengan kupu-kupu yang cantik dan berterbangan. Entah aku merasa senang berada disini atau sebaliknya.


Keindahan tempat ini bak seperti surga-Nya Allah.


Namun aku tidak tahu apa aku bisa kembali ke tempat dimana aku di lahirkan dan di besarkan orang tua ku. Serta teman ku yang baik dan orang yang ku cintai sedang menungguku untuk bangun.


"Asil!" Ucap Tante Jihan dari jauh.

__ADS_1


"Asillya!" Kata Tante Jihan sedikit keras dan mendekat ke Asil.


"Apa yang kamu pikirkan?" Tanya Tante Jihan sambil menepuk bahu Asil dengan pelan.


"Eh. Tante..." Jawab Asil tersentak dari lamunannya.


"Kamu tidak apa-apa?" Tanya Tante Jihan.


"Tidak. Aku tidak apa-apa!" Jawab Asil pelan.


"Sudah selesai berdoanya? Selama Tante disini, banyak orang yang mengalami koma dan berdoa di tempat ini. Selama 3 kali berdoa, mereka bisa kembali ke dunianya." Kata Tante Jihan meyakinkan Asil.


"Semoga saja tante! Aku berharap bisa kembali dan memulai kehidupan baru dengan baik. Aku tidak mau meninggal dengan sia-sia." Ucap Asil dengan pelan.


"Benar, Asil. Di dunia kita mencari kebaikan dan ridho Allah. Banyak orang yang tidak menyadari bahwa dunia itu seperti penjara." Kata Tante Jihan sambil mengajak jalan-jalan, menyusuri setiap tempat.


Sampai di sebuah tempat yang bagi Asil aneh dan mengerikan itu, ia bertanya pada Tante Jihan.


"Tempat apa ini Tante?" Tanya Asil ingin tahu dan sedikit bergidik.


"Tante tidak pernah tahu. Tempat ini sedari dulu seperti ini. Di bawah sana banyak orang yang berlari mencari makan dan kelaparan." Jawab Tante Jihan mengajak Asil pergi dari sana dan kembali ke tempat tadi.


"Asil, aku ingin menitipkan pesan padamu. Jagalah Arga anakku dengan baik. Serta berikan keturunan yang Sholeh dan Sholehah untuk keluarga besar Diksananda." Pesan dari Tante Jihan.


"Baik, Tante. Aku berjanji akan mengingat dan menjalankan pesan Tante." Jawab Asil dengan tersenyum.


Disaat Asil mengucapkan janjinya pada Tante Jihan, tempat itu terasa sangat sepi dan terang. Tak terlihat sebuah taman yang indah itu, seketika hilang dan diganti dengan cahaya putih.


"Ingatlah pesan dari Tante, sayang!" Suara Tante Jihan dan tidak terlihat orang nya.


"Sudah saatnya kembali ke dunia mu! Jaga baik-baik dirimu dan calon benih yang akan datang dan lahir kelak nanti. Selamat tinggal!" Tambah suara Tante Jihan yang terdengar semakin jauh.


"Tante..." Teriak Asil.


"Aku masih ingin berbincang dengan Tante." Kata Asil lalu menitikkan air mata.


"Kenapa ini?" Kata Asil dengan bingung.


"Apa yang terjadi?"


"Disini sangat gelap?"


"Tolong aku?" Teriak Asil.


"Tolong! Siapapun yang mendengar, tolong aku!"


"Terasa sangat sesak."

__ADS_1


"Aku. Tidak. Bisa. Bernapas. Lagi." Kata Asil dengan gagap sambil memegang dadanya.


"Tolong. Aku."


Uhuk... Uhuk...


"Nona!" Seru Bi Ima berlari mendekat.


"Nona!" Panggil bi Ima lagi.


Tidak ada jawaban sama sekali dari Asil.


"Dokter!" Teriak bi Ima dengan senang dan khawatir.


"Dokter! Suster!" Teriak bi Ima lalu tak segan memencet tombol bel yang terhubung ke ruang perawat.


"Cepatlah kesini dokter." Kata bi Ima berharap ada seseorang yang pergi ke ruangannya.


Di ruang perawat terdengar suara bel dari ruang VIP room. Perawat yang berjaga segera berlari menengok ke ruang VIP room.


"Ada perkembangan buk?" Tanya seorang perawat dengan membawa peralatan medis untuk mengecek.


"Ada... Ada mbak suster." Kata bi Ima dengan gagap.


"Nona... nona Asil. Tadi. Batuk suster." Kata bi Ima dengan berkaca-kaca.


"Tenang dulu buk. Akan saya lihat dulu kondisi pasien." Jawab perawat itu lalu mengecek keadaan Asil.


Perawat itu mengecek keadaan Asil dengan teliti, lalu mencoba menghubungi dokter yang bersangkutan dengan koma Asil.


"Halo dokter!" Kata perawat pribadi untuk Asil.


"Iya, ada perkembangan?" Tanya dokter pribadi Arga.


"Iya, pasien yang bernama Asillya sudah sadarkan diri dari komanya. Dengan denyut nadi normal, tekanan darah yang masih belum normal." Jelas perawat itu pada dokter.


"Baik, saya segera kesana!" Jawab dokter pribadi itu.


"Baik, Dok!" Kata perawat itu dan mengakhiri panggilan.


"Apa yang terjadi, mbak suster!" Tanya Bi Ima khawatir.


"Pasien sudah sadarkan diri dari koma!" Jawab perawat itu.


"Alhamdulillah! Terimakasih Ya Allah!" Ucap Bi Ima.


Lalu menghubungi keluarga Asil dan pak Hendra.

__ADS_1


Jangan lupa like setiap baca perbabnya, view, kritik, dan saran readers, klik favoritnya💓💓💓 dan follow Author ya. Jangan lupa memberi vote ya...


Terimakasih banyak🙏***


__ADS_2