Cinta Yang Dulu,Datang Kembali

Cinta Yang Dulu,Datang Kembali
Episode 71


__ADS_3

"Oh..." Ucap ku sambil memalingkan wajah ke arah ponselnya.


"Jangan membahas hal yang tidak penting." Arga mengarahkan wajahku ke arahnya.


"Baik, aku istirahat sebentar." lanjut ku berlalu pergi menuju kamar.


"Iya, selamat istirahat siang!" sahut mas Arga sambil melanjutkan membuka laptop.


Sahut ku dengan mengangguk sambil berjalan masuk kamar. Dalam hati aku bergumam, "Kenapa tidak ada romantis-romantisnya sih!"


Aku bergumam karena kesal, "Biasanya, orang pulang dari negeri jauh setelah pulang akan romantis pada pasangan. Sedangkan, dia tidak melakukan hal apapun."


Aku berbaring dengan kesal dan bergerundel dalam hati. Tak terasa aku tertidur lelap sampai sore. Terbangun dari tidur melihat matahari tenggelam, aku sontak bangun dan berlari keluar.


"Mas...!" Teriak ku ke arah luar kamar.


"Mas... Mas Arga...!" Aku panggil lagi mas Arga mencari keberadaannya. "Namun, nihil."


"Tidak ada dianya!"


"Kenapa aku jadi linglung begini! Aku terbangun dan berlari serta berteriak mencarinya," ujar ku pelan dan bingung, "Ya Allah... Aku bermimpi buruk dan tanpa sadar aku berlari mencarinya karena takut dia pergi lagi. Setelah, aku melihat matahari itu."


Aku duduk di depan tv berdiam diri dan menunggu kembalinya roh ku yang tertinggal.

__ADS_1


Lalu aku tertawa mengingat kejadian barusan yang konyol.


"Hanya mimpi saja!" gumam ku pelan dan melupakan mimpi barusan. Aku berjalan ke kamar mandi. Setelah selesai aku menggunakan baju miliknya sambil menunggu kedatangannya.


Waktu berlalu begitu lama, malam tiba dengan angin yang dingin. Aku menonton drama favorit ku, terdengar suara pintu terbuka.


Aku menoleh ke arah itu, terdapat mas Arga pulang membawa beberapa Tote bag.


Aku segera menyambut kedatangannya dengan berlari kecil dan merangkulnya.


"Kamu agresif sekali hari ini dan manja!" Cetus mas Arga tertawa kecil.


"Ha..." Aku mengembuskan napas dengan kasar.


"Tidak ada!" sahutku menatap wajahnya.


Tawa mas Arga membuatku sedikit kesal.


"Bergantilah!" Perintah mas Arga menyodorkan Tote bag itu. "Dan jangan suka pakai kemeja putih ku." imbuhnya mencubit hidungku.


"Ish... Iya. Karena tidak ada baju ganti aku pakai ini." gerutu padanya mengambil Tote bag itu.


Aku segera pergi ke kamar berganti pakaian tadi. Terlihat dress simple tapi mewah, aku suka karena warna yang tak terlalu terang dan warna kalem.

__ADS_1


Aku keluar dan sudah siap untuk pergi makan malam. Saat itu mas Arga menatapku tanpa berkedip.


Cantik, elegan, dan manis. Ternyata pilihan ku sangat baik. Batin Arga tersenyum puas.


"Mas..." Akunya berada di depannya.


"Eh, iya. Sudah?" Sambungnya dengan kaget.


Aku berdeham dan mengangguk. Mengambil tanganku dan berjalan keluar.


Di parkiran dia membuka pintu mobil. "Masuklah," ujarnya, "Iya." balasku dengan masuk hati-hati.


Mas Arga menyalakan mobil lalu melaju dengan kecepatan sedang. Sehingga, aku bisa merasakan jalan di malam itu.


Sampai di sebuah restoran mewah, dia membukakan pintu mobil dan menyodorkan tangannya. Aku menerima dan berjalan masuk.


Di sana tak seperti di drama romantis yang hanya ada kita berdua. Banyak orang yang makam malam bersama keluarga dan pasangan serta kerabatnya.


"Kamu suka?" Ucap mas Arga menoleh padaku.


"Aku suka mas. Yang penting ada mas Arga." sahutku dengan terkekeh kecil.


Dengan senyuman mas Arga mengajak ku duduk di dekat jendela kaca yang melihatkan semua kendaraan dan taman di sekitar.

__ADS_1


__ADS_2