
***Kira-kira siapa wanita itu ya?
Saat wanita itu mendekati Asil, ia merasa bingung siapa wanita cantik ini.
"Kamu yang namanya Asillya, kan?" Tanya wanita itu pada Asil dengan ketus.
"Iya, ada apa ya?" Tanya kembali Asil dengan tersenyum.
"Oh, jadi bener ini calon istri Arga Diksananda. Cantik, tinggi, perfect, tidak semua masuk kategori calon istri seorang CEO Perusahaan Besar ini." Jawab wanita itu dengan sinis dan memicingkan ke dua matanya.
"Maaf, anda siapa Bu?" Tanya Asil dengan geram.
Sialan, wanita ini memanggilku dengan sebutan "BU" apa tidak tahu wajahku ini masih terlihat sangat muda, cantik, tinggi, kulitku putih dan halus. Gumam dalam hati wanita itu.
"Kamu belum tahu saya ini siapa?" Tanya wanita itu dengan senyum sinisnya.
"Belum, anda siapa ya? Karena saya belum pernah tahu anda." Kata Asil masih berada di depan kasir dan banyak karyawan lain yang melihat ke arah Asil dan wanita itu.
Dea yang sedari tadi melihat adu mulut Asil dan wanita itu memotong di sela-sela perkataan mereka.
"Maaf, Mbak Calisa. Ini Asillya anak baru di perusahaan ini bagian keuangan." Ucap Dea yang meminta maaf agar mereka mengakhiri pembicaraan yang menurut Dea tidak penting bicara dengan Calisa.
"Iya, saya tahu! Saya ingin memperkenalkan diri saya pada calon suami CEO disini."
"Nama saya Calisa Nikendedes. Calon istri Pak Arga yang sebenarnya." Jelas Calisa pada Asil dengan senyum sinis dan senangnya.
Tanpa meminta berjabat tangan dengan Asil.
Bak siang hari di hantam dengan sambaran petir yang besar serta di jatuhi bom nuklir di hati Asil yang meledak dengan hancur dalam diri Asil.
Dea langsung menarik Asil dan memesan makanan seperti biasanya. Mengajak Asil duduk di sudut cafe dan mencoba menenangkan hati Asil. Asil yang tersentak kaget hanya menurut dan mengikuti Dea.
Sedangkan Calisa merasa senang dengan memberitahu kabar yang tidak sesungguhnya. Calisa merasa kecewa karena cintanya pada Arga yang tak pernah sampai.
Setelah Asil duduk dengan pandangan kosong, ia merasa cintanya yang tumbuh hanya sia-sia karena Arga mengkhianatinya.
Air mata yang tidak bisa dibendung jatuh perlahan membasahi kedua matanya.
__ADS_1
"Asil! Jangan menangis disini, banyak yang melihatnya!"
"Ayo ikut aku sekarang." Kata Dea berdiri sambil menarik dan mengajak Asil pergi dari cafe itu dan ke toilet di kantor. Lalu Asil menurut pada Dea.
Setelah sampai di toilet kantor, Dea mengunci pintu toilet kantor, ia melepas genggaman tangan Asil dan menyuruh Asil untuk menangis di toilet.
"Menangislah disini dengan sepuasnya, aku sudah mengunci toilet ini." Kata Dea yang merasa iba pada Asil.
Tanpa menjawab Asil menangis dengan sekencang-kencangnya. Lalu Dea mengusap punggung Asil sambil melihat bayangan Asil di cermin.
"Asil, sebenarnya Calisa itu bukan siapa-siapanya Pak Arga. Dia itu yang mengejar-ngejar Pak Arga dan terobsesi dengan pak Arga. Percayalah apa yang ku ceritakan padamu." Kata Dea ikut menitikkan air mata karena Dea juga pernah mengalami hal sama seperti Asil.
"Tapi kenapa bisa... Dia bicara seperti itu... Di depan banyak orang... Melainkan karyawan... Pak Arga sendiri." Kata Asil yang terbata-bata dengan suara serak karena menangis.
"Aku pun juga... Sangat menyukainya... Padahal aku takut untuk memberikan rasa suka ku padanya." Tambah Asil masih menangis dan mengusap airmata yang jatuh.
"Iya, aku tahu. Aku merasa kesal dengan Calisa yang merasa seperti dirinya yang hak sebagai calon istri Pak Arga. Sudah jangan menangis lagi, kita harus bekerja lagi seperti biasanya. Dan hiraukan semua perkataan karyawan lain." Kata Dea menenangkan Asil.
Lalu Asil mengiyakan dan membasuh mukanya agar tidak ada yang tahu kalau Asil habis menangis.
Dea pun tak lupa merekam di ponselnya untuk bukti pada Arga agar tahu kalau Asil benar-benar sungguh menyukai Arga.
"Astaga!!!" Teriak Dea dengan kaget.
"Ada apa Mbak Dea?" Tanya Asil sambil menengok ke arah depan toilet.
"Ada apa ini semua?" Tanya Asil merasa heran.
"Saya mau ke toilet, Mbak! Kenapa toiletnya di kunci." Kata karyawan wanita dengan kesal.
"Memang ini toilet milik mu dan tidak boleh karyawan lain menggunakannya." Seru karyawan wanita satunya.
"Oh, maaf. Bukan begitu, silahkan anda pakai." Kata Asil meminta maaf dan menjauh dari kerumunan di depan toilet bersama Dea.
Setelah agak jauh Dea tertawa karena karyawan lain pada mengantri seperti mengantri sembako.
"Mbak Dea, kenapa tertawa gitu sih?" Tanya Asil sambil membenarkan hijabnya.
__ADS_1
"Gak apa-apa, Asil. Aku hanya tertawa teringat saat kita membuka pintu!" Jawab Dea sambil tertawa.
"Iya, seperti mengantri sembako ya!" Kata Asil ikut tertawa.
"Mau aku jawab seperti itu. Sudah kamu jawab duluan." Kata Dea dengan tersenyum melihat Asil yang sudah tertawa tanpa ada beban lagi.
Asil dan Dea sampai di ruangannya, Asil duduk terlebih dahulu sedangkan Dea mengambil berkas ke ruang manager (Bu Indah).
"Asil, ini makanan yang kamu pesan tadi." Kata Faris sambil menyodorkan makanan kotak ke Asil.
"Terimakasih, Mas Faris!" Ucap Asil mengambil makanan kotak dari tangan Faris.
"Oh ya, kenapa ada di mas Faris? Apa anda yang memesankan?" Tanya Asil ingin tahu.
"Tadi ada yang menitipkan itu, seorang pelayan cafe." Jawab Faris sambil menepuk bahu Asil pelan dan kembali ke tempat kerjanya yang tak jauh dari meja kerja Asil.
Siapa ya?
Padahal aku tadi kan tidak memesan nasi kotak ini. Gumam Asil pelan lalu menaruh nasi kotak itu di atas meja kerjanya.
Saat membuka kantong plastik, ada selembar kertas yang tertera nama Asillya. Ia mengambil selembar kertas itu dan akan membaca surat itu, Dea datang lalu Asil mengembalikan lagi selembar kertas itu.
"Sudah selesai Mbak Dea?" Tanya Asil sambil tersenyum.
"Sudah, ini nasi kotaknya siapa?" Tanya balik Dea sambil memegang kantong plastik yang berisi nasi kotak itu.
"Mbak Dea dapat juga, aku juga tidak tahu dari siapa?" Kata Asil bingung.
"Aku pun juga dapat sama seperti Mbak Dea. Ini tadi di titipkan ke mas Fariz. Katanya dari pelayan cafe." Tambah Asil sambil menunjuk nasi kotaknya.
"Dari siapa ya?" Tanya Dea dengan kebingungan.
***Kira-kira dari siapa ya?
Nantikan kelanjutannya***...
Jangan lupa like setiap baca perbabnya, kritik, dan saran readers, klik favoritnya💓💓💓 dan follow Author ya. Jangan lupa memberi vote ya...
__ADS_1
Terimakasih banyak🙏***
Salam hangat dari Author untuk semua readers tercinta dan tersayang.