Cinta Yang Dulu,Datang Kembali

Cinta Yang Dulu,Datang Kembali
Eps 17


__ADS_3

Akhirnya mau tidak mau Arga harus tidur di sofa dan Asil di kamar secara bergantian dalam 1 Minggu.


Arga menggedor pintu Asil.


"Hei... Asil, kamu menyuruhku tidur di sofa tanpa bantal guling dan selimut. Hah!" Teriak Arga dari luar kamar tidur dengan kesal.


Krik... Krik... Krik...


(Yang terdengar hanya suara jangkrik,


mana mungkin ya di apartemen mewah ada suara jangkrik 😹😹😹)


Di dalam kamar tidak ada jawaban dari Asil.


Arga mondar mandir di depan pintu kamar dengan geram.


"Cepet banget nih anak, baru masuk kamar sudah tidur pulas." Gumam Arga dan mencari ide bagaimana cara mendapatkan bantal dan selimut agar nyaman dan tidak kedinginan.


💡💡💡💡


Lampu idenya menyala di otak Arga.


Cling...


"Aku kan punya kunci cadangan, bodohnya aku." Gumam Arga mencari kunci cadangan di dalam laci meja.


"Kalau Rio tau aku mikir lambat kayak gini, bisa-bisa di tertawakan olehnya dan di katakan seperti anak kucing besar yang bodoh." Kata Arga sambil menghembuskan nafasnya dengan kasar.


Setelah Arga mendapatkan kunci cadangan, dia segera membuka pintu kamar yang mendapati Asil sudah tidur terlelap dan mendengkur.


Posisi Asil terlentang yang kepalanya berada di pinggir kasur dan kakinya berada di atas bantal.


"Anak ini kalau tidur gak punya aturan ya. Cantik-cantik mendengkur dan lihat posisinya yang gak karuan itu!" Gumam Arga yang melihat Asil sedang tidur.


Lalu Arga segera mengambil bantal di samping Asil dan selimut di lemari kecil khusus sarung bantal, guling, dan sprei serta beberapa selimut yang tertata rapi .


Arga pergi dan menutup pintu pelan agar tidak membangunkan Asil yang sudah tertidur lelap.


Arga menata bantal di sofa dan menaruh tubuhnya di sofa. Namun Arga tidak bisa tidur karena tidak pernah tidur di sofa hanya memiringkan tubuhnya ke kanan dan ke kiri.


" Aaaaarrrgggh... Kenapa hidup aku jadi rumit? Hah!" Kata Arga sedikit keras dan mengacak-acak rambutnya.


Lihat saja kamu Asil.


Akan ku berikan hukuman yang lebih berat agar kamu tidak bisa seenaknya sendiri.


*Ak**u ini calon suamimu yang berwajah ganteng, cool, dan banyak perempuan yang menyukaiku, mempunyai perusahaan besar ritel no*.1.


(Arga lagi curhat).


*K**ok bisa-bisanya perempuan itu yang berani dengan ku... Padahal perempuan lainnya tidak ada yang berani* dan bermain-main denganku.


Karena tidak bisa tidur Arga bangun dan memasak mie ramen kesukaannya agar perutnya kenyang dan bisa tidur dengan pulas.


Mie ramen selesai di buat oleh Arga, dia memakan mie tersebut dengan wajah kesalnya.


"Lihat saja pembalasanku besok Asil. " Gumam Arga dengan geram dan memakan mie ramen


sambil menyalakan tv untuk melihat film.

__ADS_1


Sluuurrrp... Sluuurrrp ...


Sayup-sayup Asil menyium bau mie ramen di kamar lalu Asil duduk dan mengendus-endus bau mie yang begitu lezat.


"Mie ramen!!!"


"Siapa yang malam-malam buat mie ramen?" Kata Asil penasaran lalu teringat mie ramen yang ia beli di supermarket tadi.


"Mie ramen kuuuu!!!" Kata Asil berlari keluar kamar melihat Arga sedang makan mie ramen miliknya.


"Itu mie ramen saya, Pak!!!" Teriak Asil dengan wajah kusut dan rambutnya acak-acakan.


Uhuk... Uhuk... Uhuk...


Arga tersentak kaget sampai tersedak mie ramen yang ia makan, dengan segera mengambil minum dan meneguknya. Lalu Arga menengok ke arah Asil.


"Aaaaaarrrrgggghhh!!!"


Teriak Arga yang membuat kaget dirinya untuk yang ke dua kalinya melihat Asil seperti hantu.


"Aaaaaarrrrgggghhh!!!" Asil pun ikut kaget karena teriakan Arga.


(Ha-ha-ha) Authornya ikut tertawa 😹😹😹.


Asil segera berlari mendekat ke sebelah Arga menutup wajahnya dengan lengan Arga.


Arga yang kaget tadi malah tertawa kecil melihat tingkah Asil.


"Dimana Pak 👻 hantunya? Bapak tadi melihat 👻 hantu di belakang saya kan? Apa 👻 hantunya sudah pergi?" Tanya Asil masih menutup matanya dengan lengan Arga.


"👻 Hantunya di sebelah saya, Asil!" Kata Arga sambil menggoda Asil dan masih tersenyum melihat tingkah Asil karena ketakutan.


"Oke. Tapi lepaskan lengan saya." Suruh Arga pada Asil.


Asil segera melepas lengan Arga, masih memejamkan kedua matanya.


"Buka matamu 👻 hantunya sudah pergi." Suruh Arga pada Asil. Dia sesekali tersenyum melihat Asil yang ketakutan, lalu mengambil mie ramen dan memakannya lagi.


Asil membuka matanya memanggil Arga, "Pak..."


"Hhmm!!!" Arga menjawab dengan berdehem, ia masih menyelesaikan makan mie ramen nya sampai habis.


"Bapak tadi melihat 👻 hantu?" Tanya Asil masih gemetaran.


"Hmm!!" Jawab Arga dengan suara beratnya dan dingin.


"Di apartemen ini banyak 👻 hantunya ya, Pak? Kalau begitu Asil balik ke rumah bapak sama ibu ya." Kata Asil yang lirih, tak terasa matanya berlinang air mata yang jatuh membasahi kedua pipinya.


"Di apartemen gak ada 👻 hantu, kamu hantunya." Kata Arga dingin sambil melirik ke arah Asil.


*T**ernyata Asil ini takut sama hantu ya*...


Ha-ha-ha tertawa dalam hati Arga yang senang melihat Asil ketakutan.


"Apa kata bapak? Jadi dari tadi nggak ada hantu ya?" Tanya Asil mengelap air matanya.


"Gak ada. Sudah tidur sana!!!" Suruh Arga agar kembali tidur.


Dasar singa garang ternyata aku di bohongi sama orang ini, cari kesempatan juga nih orang... Batin Asil.

__ADS_1


"Itu mie ramen milik saya kan, Pak? Kenapa bapak makan?" Tanya Asil kesal.


"Terus kenapa mie ramenmu? Saya lapar tidak bisa tidur." Jawab Arga dingin.


"Itu mie ramen kesukaan saya, Pak." Kata Asil pelan dan kesal.


"Besok belilah lagi!!!" Kata Arga dengan merebahkan tubuhnya di sofa karena perutnya sudah kenyang dan mulai mengantuk.


"Dasar nih, orang yang tidak punya perasaan bersalah sudah makan mie ramen milik saya. Minta maaf gitu, buat manis manisnya dimulut!" Gumam Asil segera pergi ke kamar dengan kesal.


Arga yang melihat Asil pergi hanya sesekali tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepala


lalu mereka berdua tidur.


*K**e esokan hari*,


Asil sudah berada di dapur memasak untuk sarapan pagi. Arga yang sudah selesai mandi segera memakai baju untuk bersiap ke kantor.


"Pak, sarapan dulu!" Suruh Asil sambil mempersiapkan makanan.


"Hmm!!" Jawab Arga dengan dingin.


Setelah Asil mempersiapkan makanan untuk sarapan, Asil segera mandi dan bersiap ke kantor juga.


...************...


...********...


...****...


Asil yang selesai berganti baju kantor keluar dari kamarnya.


"Loh, bapak belum sarapan nungguin siapa?" Tanya Asil sambil menarik kursi di meja makan.


"Kamu!!! Jawab Arga sambil memainkan ponselnya.


Mau sarapan aja nungguin aku. Batin Asil sambil menyiapkan sarapan untuk Arga.


"Mau sarapan nasi apa roti, Pak?" Tanya Asil sambil menunggu jawaban dari Arga.


"Nasi!!!" Jawab Arga yang menaruh ponselnya di meja makan.


"Silahkan menikmati masakan saya semoga bapak segera kenyang." Ucap Asil sambil tersenyum sinis.


" Hmm!!!" Jawab Arga dengan berdehem.


Dan melanjutkan sarapan pagi.


Jangan lupa vote, klik favorit ♥️♥️♥️♥️, like, komentar, populerkan, dan bagikan agar banyak yang read.


#ayo support author...


#salam semangat...


#para readers....


#😘😘😘😘....


#.😍😍😍😍😍...

__ADS_1


__ADS_2