Cinta Yang Dulu,Datang Kembali

Cinta Yang Dulu,Datang Kembali
Eps 57


__ADS_3

"Halo!"


"Iya, ada yang bisa di bantu nona Asil?" Tanya sekretaris Rio yang menerima panggilan.


"Ini siapa? Kenapa panggil saya nona? Ini bukan mas... Arga ya?" Tanya Asil yang terheran dengan bingung.


"Benar nona, ini ponsel milik pak Arga dan sekarang pak Arga sedang mandi." Jawab sekretaris Rio dengan tersenyum.


Akhirnya nona Asil sudah mengingat calon suaminya.


Batin sekretaris Rio dengan tersenyum bahagia.


"Kalau begitu nanti saja saya hubungi lagi." Kata Asil.


"Tunggu saja nona. Sebentar lagi pak Arga sudah selesai mandi." Jawab sekretaris Rio dengan santai.


"Baiklah." Kata Asil pelan.


Harus menunggu berapa lama.


Rasa pusing ku masih terasa dan ingatan bersamanya mulai terlihat jelas.


Batin Asil sambil memijat dahinya.


**Flash back to Arga.


Sebelum panggilan dari Asil.


Arga yang merasa senang bisa berkomunikasi dengan Asil dengan cara menyamar sebagai teman pak Hasyim membuat Arga lebih semangat dari yang kemarin.


"Sekretaris Rio!" Panggil Arga dengan lantang


"Iya, pak!" Jawab sekretaris Rio dengan berjalan cepat menghampiri Arga.


"Kita adakan makan bersama rekan. Kamu atur semuanya." Kata Arga dengan senyum lebarnya menyuruh Rio.


"Baik, pak." Tanpa bertanya apapun sekretaris Rio mengiyakan dan pergi dari ruang Arga untuk mengklaim tempat makan yang mewah**.


Tumben sekali orang ini mengadakan acara makan malam bersama. Biasanya acara makan bersama ini untuk mengadakan keberhasilan saja. Turuti sajalah.


**Gumam di hati sekretaris Rio sambil berjalan memasuki lift.


Beberapa jam kemudian,


Arga bersiap untuk pulang ke apartemen miliknya. Sampai di apartemen Arga menaruh ponselnya di meja dan mandi.


Sekretaris Rio yang menghubungi beberapa kali tidak ada jawaban. Dengan segera mengecek keberadaan Arga yang ternyata ada di apartemennya.


"Dasar si Arga. Tanpa memberitahu ku dia langsung pulang." Gumam sekretaris Rio menuju ke apartemen Arga.


Sampai disana dia membuka pintu, suara panggilan dari ponsel Arga yang berdering dan bergetar membuat sekretaris Rio segera melihat ponsel Arga yang berada di atas meja.

__ADS_1


Dia melihat panggilan dari nomor Asil dan menerimanya.


Flashback off**.


"Pak Arga..."


"Ada panggilan penting dari rekan bisnis anda, pak." Kata sekretaris Rio yang menjahili bosnya.


"Iya, suruh tunggu sebentar." Seru Arga yang melingkarkan handuk di tubuhnya.


"Baik, pak." Jawab sekretaris Rio dengan tertawa kecil sambil berjalan keluar.


Inilah senjata makan tuan. Ha-ha-ha


Gumam sekretaris Rio sambil tertawa dari luar pintu.


Arga keluar dari kamar mandi, segera mengambil ponsel dan mengalihkan ke Videocall.


"Beralih ke video call." Gumam Asil dengan bingung dan menerima pengalihan Videocall.


"Maaf, saya tadi masih membersihkan diri lalu akan menghubungi anda rekan bisnis A." Kata Arga dengan menyandarkan ponsel di tempatnya dan tidak sadar itu Asil.


Arga masih memakai handuk di pinggangnya, terlihat tubuh yang indah dan berbentuk itu membuat Asil sontak berteriak.


Aaaaa....


Teriak Asil dengan kencang dan melempar ponselnya ke ranjang.


"Apa dia hidup di sana seperti itu?" Tanya Asil pada dirinya sendiri yang masih mengingat bentuk dada dan perut Arga.


Di apartemen Arga.


"Siapa tadi yang berteriak? Panggilan berakhir." Kata Arga dengan wajah bingung.


Dia mengecek kembali panggilan tadi dan ternyata panggilan dari Asil.


"Oh My God. Kenapa aku tidak tahu kalau Asil yang menelpon. Dasar Rio sekretaris kurang ajar, lihat saja kamu telah menipuku." Kata Arga dengan senang bercampur geram pada Rio.


**Lalu Arga segera memakai baju dan menghubungi kembali.


Drrt... Drrt**...


Bunyi ponsel Asil berdering tanda panggilan masuk dari Arga. Dia menengok ponselnya yang di lempar di ranjang tadi.


"Aku terima apa tidak ya?" Gumam Asil menggigit bibir bawahnya.


"Kalau aku tidak terima, aku juga tidak tahu hubungan sebenarnya."


"Kalau aku terima, aku takut dia marah karena aku sudah melupakannya dan hilang ingatan yang sementara ini."


"Apa yang harus aku lakukan?" Komat kamit karena bingung Asil mencoba menarik napas panjang dan di keluarkan.

__ADS_1


"Baiklah, aku terima saja walau beresiko." Dengan yakin Asil menerima panggilan dari Arga.


"Halo!" Ucap Asil dengan pelan.


"Asil, aku tadi minta maaf tidak mengetahui kalau kamu yang menelpon." Kata Arga meminta maaf dengan hati yang berdegup kencang.


"I-iya..." Jawab Asil gugup.


"Sebenarnya anda tunangan saya?" Tanya Asil memberanikan diri.


**Deg...


Detak jantung Arga seketika tersentak kaget.


Darimana dia sudah mengingat semuanya.


Rasa syukur dan bahagia yang aku tunggu-tunggu tiba. Tapi entah perasaan ini membuat ku linglung seketika**.


Batin Arga dengan terdiam sejenak.


"Be-nar... Kamu adalah tunangan ku. Calon istriku yang akan melahirkan anak-anak ku." Jawab Arga dengan antusias dan semangat.


Hah...


Benar...


Aku tidak boleh percaya dulu sebelum membuktikannya.


Gumam Asil dalam hatinya.


"Kapan kita bertunangan? Dan... Apa kita pernah berpacaran sebelumnya?" Tanya Asil dengan percaya diri dan ingin bukti dari Arga.


Anak ini...


Akan aku jawab dan jelaskan semuanya.


Agar tidak ada kesalahpahaman walau kamu mengalami hilang ingatan.


Gumam batin Arga.


"Akan aku ceritakan semuanya." Jawab Arga dengan tegas lalu menceritakan kenangan bersamanya. Mulai pertama bertemu sampai Asil mengalami kecelakaan. Arga juga menceritakan semua saat Asil terbaring koma.


Selama Asil terbaring koma, Arga 1 bulan sekali menjenguk Asil di rumah sakit. Dia tidak pernah mengenal lelah walau kondisi Arga sebenarnya juga menurun. Akhirnya Arga kembali ke Amsterdam dan tidak kembali menjenguk Asil di dalam negeri. Entah perasaan apa yang kacau dan kalut dalam hatinya yang membuat nekat tidak kembali ke dalam negri dan fokus dalam pekerjaannya.


"Itu semua aku lakukan untuk menebus kesalahan ku." Kata Arga sambil menitikkan air matanya. Dia merasa bersalah dan menyesal tidak bisa menjaganya. Itulah perasaan Arga sekarang.


"Pak Arga menangis?" Tanya Asil usil.


"Ng-ngak... Siapa yang menangis." Tanya balik Arga segera mengusap airmatanya.


"

__ADS_1


__ADS_2