
"Aku lihat saja, apa yang dia lakukan." Imbuh Arga sambil menikmati kopi di hotel berbintang lima yang VVIP.
Apa yang akan di lakukan Arga pada Asil agar ia dapat menghibur dan menidurkan Asil layaknya anak kecil?
Ha... Ha... Ha...π
Beberapa menit kemudian, Arga yang sudah melihat Asil dari laptopnya yang tersambung ke cctv kamar Asil. Menghubungi Asil dengan ponselnya.
"Hallo!" Dengan sigap Asil mengangkat telepon dari Arga dengan kegirangan senang.
"Hallo, Asil! Belum tidur?" Tanya Arga dengan terkekeh melihat tingkah laku Asil.
"Iya, belum. Kenapa Mas Arga tertawa seperti itu? Apanya yang lucu?" Tanya Asil dengan heran dan mengerutkan dua alisnya itu.
"Kalau tidak bisa tidur, jangan bertingkah konyol seperti itu." Jawab Arga masih dengan tertawa.
"Maksud..." Asil belum menyelesaikan kata-katanya, langsung celingukan karena terheran dengan Arga yang tahu dengan tingkahnya tadi.
"Mas tahu ya, aku tadi ngapain?" Tanya Asil dan melihat ke arah cctv yang terpasang di pojok kamar.
"Hm!!!"
"Aku tahu kamu sedang apa sekarang!" Kata Arga memandang laptopnya.
"Ehm!!! Sedang apa, coba tebak." Kata Asil memandang sinis ke arah cctv.
"Kamu sedang memandangku kan." Seru Arga dengan tersenyum.
Asil tahu jawaban Arga langsung melotot ke arah cctv karena kaget.
Kok tahu sih! Aku sedang apa.
Apa cctv ini langsung terhubung ke Mas Arga?
Batin Asil dengan menduganya.
"Eehm!!!"
"Mas tahu dari kamera cctv ini kan!" Kata Asil sambil menunjuk dan tersenyum.
"Iya. Jadi aku tahu semua apa yang kamu lakukan." Seru Arga sambil tersenyum senang dari seberang.
"Ya Tuhan. Jadi saat aku berganti baju, Mas Arga pun juga tahu. Dasar mesum kamu, Mas!" Kata Asil sambil cemberut dan salah satu tangannya mendekap di dadanya.
"Iya!" Jawaban Arga yang menggoda Asil sambil tertawa keras membuat Asil semakin merah merona di wajah Asil.
"Sudah-sudah, aku mau tidur sekarang!" Kata Asil mengakhiri panggilannya dengan Arga.
Tut... Tut... Tut...
Panggilan mereka terputus, seketika Arga melihat ponselnya dan tersenyum melihat Asil yang sedang ngambek itu di laptopnya.
__ADS_1
Lalu Arga mematikan laptopnya dan keluar mencari makan di luar hotel.
Ia menemukan restoran terkenal di pinggir jalan Amsterdam dan memesan roti dan kari.
Sambil menunggu makanan datang, Arga mengambil ponselnya dan mengecek email yang masuk dari Sekretaris Rio dan asisten yang bekerja di perusahaan Indonesia.
Makanan pesanan Arga telah tiba yang di bawa oleh pelayan restoran dan menyuguhkannya di atas meja tepat di depan Arga beserta minumannya. Sebelum makan Arga memotret makanan dan minuman itu dan di kirim ke WhatsApp Asil.
My lovely,
Asil, setelah menikah kita makan di restoran terkenal yang berada di kota Amsterdam, Belanda. ππ
Selamat malam dan istirahat ya.
Jaga kesehatan.
Arga mengirim pesan beserta beberapa foto yang ia potret tadi.
Lalu ia melanjutkan makan malamnya yang hanya seorang.
Ke esokan hari, menurut waktu Indonesia
Asil bangun dan duduk melihat jam yang berada di ponsel.
Ia melihat pesan masuk dari Arga, seketika Asil langsung membuka pesan itu dan tersenyum bahagia.
Mas Arga,
Iya, aku juga ingin honeymoon kesana.
Sepertinya makanan itu enak banget deh!
Jadi ingin tahu rasanya.
ππππ
Kamu juga mas jaga kesehatan.
Balasan Asil pada Arga.
Lalu Asil segera pergi ke kamar mandi dan berangkat kerja. Setelah sampai di kantor Asil menaruh tas dan duduk di sebelah Dea.
"Selamat pagi, Mbak Dea!" Ucap Asil pada Dea yang menoleh ke Asil.
"Pagi, Asil!!! Kelihatannya ada yang moodnya sangat bagus dan cerah nih!" Kata Dea dengan tersenyum dan mengangkat satu alisnya.
"Ehm!!! Sepertinya... Iya." Seru Asil dan beranjak pergi ke pantry untuk membuat kopi di mesin kopi.
"Asil, mau kemana?" Tanya Dea dan mengikuti Asil dari belakang.
"Buat kopi." Jawab Asil dan Dea mengikutinya, sampai di depan pantry Asil dan Dea yang akan masuk berhenti sejenak. Mendengar suara seseorang yang menceritakan seorang wanita cantik yang datang mencari Arga.
__ADS_1
"Hem!!!" Dea masuk dengan berdehem dan di ikuti Asil yang cuek dengan 2 karyawan lain.
"Hari ini enaknya minum kopi apa ya?" Tanya Dea membuka pembicaraan dengan Asil.
"Enaknya KO-PI-TAM!!!" Jawab Asil sambil mengambil cup kopi dan menaruh di mesin kopi.
"Maksudnya!" Gumam Dea yang kebingungan dan menatap pada Asil.
"Maksudnya KOPI yang buat MULUT KITA DIAM." Jelas Asil pada Dea dengan tersenyum miring sambil menunggu kopi jadi.
"Ah iya!!! Apa lagi di tambah dengan creamer llebih mantap." Tambah Dea dengan tersenyum yang mengerti maksud Asil menyindir karyawan tadi.
"Sudah, ayo kita keluar!" Ajak Asil sembari membawa kopi di cup dan berlalu pergi dari pantry bersama Dea.
2 karyawan tadi diam dan tercengang maksud sindiran Asil. Mereka amat kesal sekali dengan Asil dan Dea karena tahu bahwa Asil calon istri dari seorang bos perusahaan yang kaya raya itu.
"Berlagak sekali dia!" Ucap karyawan itu dengan sinis.
"Iya, belum menjadi istrinya saja sudah berani sama seniornya." Tambah karyawan satunya lagi.
"Ayo, kita laporkan pada seseorang yang mencari Pak Arga tadi." Kata karyawan itu dan temannya mengiyakan.
Setelah Asil dan Dea sampai di ruangannya, mereka berdua duduk secara bersamaan dan meminum kopi cup yang di bawanya.
"Nikmat sekali kopi buatan kamu, Asil!" Seru Dea pada Asil dengan tersenyum.
"Masak sih, Mbak Dea!" Kata Asil dengan mengerutkan dahinya.
"Makanya Pak Arga meminta kamu yang buatkan kopi untuknya." Jawab Dea sambil meminum kopinya lagi.
"He-he-he!!! Sebagai calon istri harus bisa buat kopi seenak ini kan." Kata Asil dengan tertawa sambil sedikit mengocok kopi cup itu.
Lalu mereka berdua tertawa bersama.
Jam bekerja di mulai, suasana setiap ruangan di sibukkan dengan karyawan yang tengah sibuk dengan pekerjaannya masing-masing.
Siang hari pun tak terasa, jam makan siang serta istirahat telah tiba. Para karyawan berhenti dengan pekerjaannya dan meninggalkan ruangannya masing-masing.
Semua menuju ke cafe kantor, ada juga yang ke restoran dekat dengan kantor.
Saat itu Asil dan Dea sedang menuju restoran dekat kantor seperti biasanya, Asil memesan makanan dan minuman.
Saat memesan makanan, ada seorang wanita yang berparas cantik yang mendekati Asil dan bertanya dengan sangat sinis, dengan tubuh tinggi dan ideal, berpakaian sangat mewah seperti orang kaya.
***Kira-kira siapa wanita itu ya?
Nantikan kelanjutannya***...
Jangan lupa like setiap baca perbabnya, kritik, dan saran readers, klik favoritnyaπππ dan follow Author ya. Jangan lupa memberi vote ya...
Terimakasih banyakπ***
__ADS_1
Salam hangat dari Author untuk semua readers tercinta dan tersayang.