Cinta Yang Dulu,Datang Kembali

Cinta Yang Dulu,Datang Kembali
Eps 34


__ADS_3

Asil tersentak kaget melihat Arga yang sudah berada di ruang tamu bersama Sekretaris Rio dan Novi.


Asil dengan segera masuk ke rumah dan menanyakan keberadaan mereka.


" Kalian."


" Ngapain sepagi ini di rumah orang tuaku? tanya Asil merasa heran dengan mereka bertiga.


" Tadi aku lewat depan rumah kamu lihat pak Arga dan Sekretarisnya sudah ada di pintu depan rumah kamu. Terus aku panggilin Bu Siti dan akhirnya ikut masuk dan mengobrol bersama." jelas Novi sambil tersenyum kaku.


" Oh. Terus pak Arga dan Sekretaris Rio mau ngapain kesini. Ada perlu apa?" tanya Asil dan menatap tajam pada Arga.


" Mau menginap." jawab Arga singkat, jelas dan padat dengan tersenyum.


Asil dengan geregetan dan merasa kesal pada Arga, segera menarik tangan Novi dan mengajak ke kamarnya.


" Asil, mau kemana? Disini ada nak Arga dan Sekretarisnya, tidak sopan kalau di tinggal begitu." kata pak Hasyim.


" Iya, sebentar aja pak." seru Asil yang masuk ke kamar bersama Novi.


" Maaf ya nak Arga dan nak Rio. Asil memang seperti itu kalau sudah mengenal orang yang sudah dekat dengannya." kata pak Hasyim ke Arga yang merasa sungkan.


" Iya, tidak apa-apa pak." jawab Arga tersenyum. pak Hasyim, Arga dan Rio mulai kembali mengobrol.


Dikamar Asil menanyakan kepada Novi yang duduk di pinggiran kasur.


" Kamu tadi ngapain lewat depan rumah?" tanya Asil pada Novi.


" Jogging. Biasanya aku juga lewat depan rumah kamu. Memang kamunya aja gak tahu." jawab Novi dan mengambil ponsel dari saku celananya.


" Oh iya, aku lupa kalau kamu tinggal di apartemen ya." imbuh Novi dan tersenyum melihat Asil cemberut.


" Kenapa lihat-lihat aku. Apa ada yang aneh di wajahku ini." seru Asil yang menaruh tas punggungnya.


" Ada. Kebiasaan kamu kalau kesal pasti cemberut." kata Novi tertawa.


" Ish. Kau ini."


" Bantu ibu masak saja, Nov." kata Asil mengajak Novi ke dapur.


" Oke. Ayo." seru Novi beranjak pergi ke dapur dengan Asil.


Asil menyapa Bu Siti dan Adel yang berada di dapur dan sedang sibuk memasak untuk sarapan pagi.


" Assalamualaikum Bu, Adel." salam Asil mendekat ke Bu Siti.

__ADS_1


" Wa'alaikum salam, Asil. Kapan datang nak, sehat?" tanya Bu Siti dengan segera menoleh ke arah suara Asil.


" Sehat Bu. Lihat nih Asil baik-baik aja kan." jawab Asil tersenyum dan memeluk Bu Siti.


" Kak Asil." seru Adel dan mendekat ke Asil dan memeluknya.


" Seperti teletubis saja berpelukan. Aku juga ikut dong." seru Novi sambil tertawa dan ikut memeluk mereka bertiga.


" Sudah-sudah. Bantu ibu memasak agar cepat mempersiapkan sarapan pagi." kata Bu Siti melepas pelukan.


" Siap. Laksanakan." seru bersama Asil, Novi dan Adel.


Setelah selesai memasak dan menyiapkan sarapan pagi, Asil berjalan ke ruang tamu memanggil pak Hasyim, Arga dan Rio untuk sarapan pagi bersama.


" Pak Arga dan pak Rio, sarapan pagi sudah siap. Sama bapak, sarapan bersama, pak." suruh Asil pada mereka bertiga.


" iya, mari sarapan bersama nak Arga dan nak Rio." kata pak Hasyim juga menyuruh Arga dan Rio.


" sudah pak. saya tadi sudah sarapan." kata Arga yang merasa merepotkan pak Hasyim dan Bu Siti.


" Ayo nak Arga dan nak Rio. Bu Siti sudah menyiapkan sarapan pagi." suruh pak Hasyim dan berjalan ke meja makan dekat dapur.


Asil yang menatap wajah Arga dengan mengangguk menandakan untuk ikut sarapan.


Arga dan Rio mengikuti Asil dari belakangnya dan duduk di meja makan.


" Maaf nona Asil, Saya saja yang makan di taman bersama Novi dan Adel." kata Sekretaris Rio berdiri dan beranjak pergi mengikuti Novi dan Adel ke taman belakang rumah.


" Tapi pak Rio. Saya saja yang du...." kata Asil yang belum selesai tangannya di tarik pelan oleh Arga.


" Duduklah." kata Arga sambil tersenyum ke arah Asil.


" I-iya." jawab Asil dengan pasrah dan gagap. lalu Asil duduk di sebelah Arga dan sarapan bersama Pak Hasyim dan Bu Siti.


Setelah selesai sarapan Asil membantu mencuci piring. Sedangkan Adel membersihkan dapur dan meja makan.


Bu Siti dan Novi mengobrol dengan Arga, Rio dan pak Hasyim.


Asil dan Adel selesai membersihkan peralatan makan dan dapur, Asil pergi ke taman mengobrol dengan Adel.


" Kakak hari ini tidur di rumah ya. Adel kangen ingin tidur dengan kakak." kata Adel menggenggam tangan Asil.


" Iya Del. kakak hari ini menginap di rumah." kata Asil dengan mengusap rambut Adel dan memeluk adiknya.


" Hem. Ehem." dari belakang Asil dan Adel, Arga berdehem membuyarkan mereka yang sedang berada dalam kerinduan Kakak beradik itu.

__ADS_1


Dengan tersentak kaget mereka berdua melepas pelukan secara bersamaan.


" Kyaaaaa...." teriak Asil dan Adel.


" Suara menggelegar." seru Adel menoleh ke asal suara.


" Si-a-pa ini? Tinggi dan besar." kata Adel merinding karena takut.


" Ish. Kau ini, lihatlah dengan baik-baik. Wajah - calon - kakak - ipar - kamu." kata Asil dengan mengarahkan wajah adiknya ke wajah Arga.


" Ganteng sekali bukan." imbuh Asil dengan senyum palsunya. Lalu Asil melepas tangannya dari kepala Adel dan berlalu pergi masuk ke dalam rumah.


" Jangan lihat dada bidang yang lebar itu." gumam Asil terdengar oleh Arga dan Adel sambil masuk.


" I-iya. Adel ikut kak." kata Adel yang mengikuti Asil masuk rumah.


Tiba-tiba tangan Arga dengan sigap menggenggam dan menarik pergelangan tangan Asil agar tidak masuk ke rumah. Secara tidak sengaja Asil kembali ke belakang dan bertabrakan dengan Adel.


" Kyaaaaa." teriak Adel yang tubuhnya bertabrakan dengan punggung Asil.


" Ouh." seru Asil dengan menyeimbangkan tubuhnya agar tidak terjatuh menumpangi tubuh adiknya.


" Gimana sih kakak ini?" tanya Adel dengan wajah kesalnya.


" Maaf-maaf. Kakak tidak sengaja." jawab Asil sambil menatap kesal pada Arga.


Arga yang tahu Asil sedang marah kepadanya dengan segera melepas genggaman tangannya.


" Sudahlah. Aku mau masuk duluan." kata Adel yang masuk terlebih dulu.


" Bapak ngapain tarik tangan saya?" tanya Asil yang geram pada Arga. Namun Asil menahan rasa kesal pada Arga.


" Ada yang perlu di bicarakan?" tanya Asil sekali lagi pada Arga.


" Iya. Ada hal penting yang harus saya bicarakan dengan kamu." jawab Arga dengan berjalan duduk di kursi dekat taman rumah Asil.


***Kira-kira hal penting apakah yang akan di bicarakan mereka berdua?


Simak kelanjutannya ya...


Walaupun Author selalu telat up atau up nya hanya 1 Minggu sekali, Author tetap update.


Karena masih di sibukkan dengan pekerjaan lain.


Mohon maaf dan mohon pengertiannya para readers tercinta dan tersayang.

__ADS_1


Jangan lupa like setiap baca perbabnya, kritik dan saran readers, klik favoritnya💓💓💓 dan follow Author ya.


Terimakasih banyak🙏***


__ADS_2