
Setelah selesai makan siang mereka melanjutkan penjelasan berkas yang mereka bawa masing-masing dan saling bertukar berkas.
Arga melihat berkas milik Angga dan milik Arga dilihat oleh Angga. Selesai bertukar berkas mereka setuju untuk kerja sama, dan mereka berbincang-bincang sambil bergurau.
***Flash back to Asil, Dea, and Novi.
Di cafe seperti biasanya Asil makan siang, Dea sudah duduk di tempat meja dekat taman cafe.
Asil dan Novi segera menghampiri Dea yang sedang bad mood.
"Mbak Dea!" Teriak Asil sambil melambaikan tangan.
"Asil cepet sini!" Jawab Dea melihat ke arah Asil dan Novi.
Asil dan Novi duduk dan memesan makanan.
Asil meminta maaf atas kelalaiannya, Dea pun juga meminta maaf. Novi melihat kedua temannya saling meminta maaf merasa bingung.
"Kalian ngapain saling meminta maaf gitu sih... *C**eritain ke aku dong!" Kepo Novi*.
Asil menceritakan kejadian di ruang CEO sambil tertawa namun Dea mendengar ceritanya sendiri malu juga kesal ingin tertawa pun tak jadi.
Novi pun juga ikut tertawa lebar, "Kok bisa sih kalian ini, apa jangan-jangan Mbak Dea kepo ingin tahu Asil pindah di apartemen Pak Arga. Hah!" Sindir Novi sambil cekikikan.
"Kamu juga pasti kepo kan pingin tahu ceritanya!" Kata Dea sindir Novi.
"Sudah-sudah gak usah saling sindir, aku ceritain nih tapi 1 cerita kurang lebih 10 menit, mau kasih apa ke aku, bayarin makan siang ku apa ngasih uang ke aku atau traktir makan nanti malam." Kata Asil memberikan pilihan ke dua temannya.
"Isssh!!! Kau ini mata hijau ya (mata duitan/cari gratisan maksudnya)!" Seru Dea.
"Iya nih belum gajian udah di suruh ngasih uang atau nraktir nih anak... Mahal banget sih cerita kamu, Sil." Kata Novi sambil cemberut.
"Ha... Ha... Ha... Mau apa, nggak nih? Ayo pilih 2, satu Mbak Dea satunya Novi, cerita ku gak gratis ya!" Kata Asil sambil tertawa.
"Oke... Gini aja aku yang bayarin kamu makan siang ini, Novi traktir kamu makan malam! Gimana deal yaaa!" Kata Dea semangat ingin tau ceritanya Asil.
"Oke, aku deal!" Jawab Novi menyodorkan tangannya untuk bersalaman.
*Lu**mayan dapat 2 kali gratisan nih!! Batin Asil sambil senyum-senyum puas*.
"C******epet dong ceritanya! Senyum-senyum gak jelas kamu ini!" Seru Dea****** tidak sabar.
******Lalu Asil menceritakan kenapa Asil pindah ke apartemen Arga karena papa Arga menyuruh Asil tinggal disana daripada ngekos. Asil melanjutkan ceritanya ngapain saja di apartemen Arga dan juga kejadian seru Asil dan Arga******.
M******ereka bertiga tertawa sampai banyak karyawan yang melihat ke arah mereka******.
Wa******iters pun tiba dengan membawa makanan yang di pesan tadi******.
******Asil, Dea, dan Novi menyelesaikan cerita dan melanjutkan makan siang mereka******.
******Setelah selesai makan siang mereka kembali ke kantor******.
F******lash back off******.
__ADS_1
"Sekretaris Rio hubungi bagian pemasaran dan keuangan!" Suruh Arga ke Sekretarisnya.
"Baik, Pak!" Sekretaris Rio segera berdiri dari tempat duduk sedikit menjauh dari meja makan Arga dan Angga.
Sekretaris Rio mencoba menelpon bagian pemasaran dan keuangan namun tidak bisa.
"Kenapa gak bisa di hubungi kemana mereka semua." Sekretaris Rio bergumam dan kesal akhirnya menelpon Asil untuk minta bantuan.
Drrrt... Drrrt... Drrrt...
Ponsel Asil bergetar dari nomor yang tidak di ketahui, "Siapa nih!" melihat ponselnya lalu Asil mengangkat telpon itu.
"Halo, ini saya Sekretaris Rio. Minta tolong kamu sampaikan ke manager pemasaran dan keuangan untuk segera mengirim surel laporan bulan kemarin dan bulan ini. Trimakasih!" Kata Sekretaris Rio dari seberang.
"Iya, Pak. Akan saya sampaikan." Jawab Asil.
Telepon terputus.
Asil segera menghubungi bagian pemasaran dan keuangan namun masih tidak bisa di hubungi akhirnya Asil langsung ke ruangan tersebut.
*Ru**ang b**agian pemasaran* (******marketing******).
Asil tiba di ruang pemasaran menemui manager marketing di ruang itu semua pada sibuk namun ada beberapa yang membicarakan Asil dari belakang.
"itukan anak baru yang bekerja satu ruangan dengan Pak CEO?"
"Iya, mungkin dia menggoda pak CEO itu, cantik aja nggak."
"Pasti cari muka atau cari perhatian ke pak CEO."
(*G**hibah para karyawan yang tidak suka).
(Wes biasa lek wong gak seneng iku mesti di ghibahin*).
(******Author******).
Asil menghiraukan percakapan mereka lalu Novi menghampiri Asil.
"Hai. Asil! Ada perlu apa kesini, tumben?" Tanya Novi.
"Oh, aku ada yang harus aku sampaikan pada manager marketing." Jawab Asil.
"Oh. Ya sudah langsung aja ke ruang manager di pojok sana." Kata Novi dengan menunjuk ke arah ruang manager.
"Trimakasih ya, Nov!" Lalu Asil segera menuju ruang manager.
Tok... Tok...
"Masuk!" Kata manager dari balik pintu ruangan.
"Selamat siang pak, saya menyampaikan pesan dari Sekretaris Rio untuk segera mengirim surel ke pak Arga karena bapak tidak bisa di hubungi." Kata Asil.
"Iya, trimakasih!" Manager marketing.
__ADS_1
Oh, ternyata ini ya yang namanya Asillya yang dapat hukuman dari pak Arga yang sekarang di suruh bekerja satu ruangan. Batin manager itu.
Lalu Asil keluar dari ruang marketing segera menuju ke ruang manager keuangan.
*Ru**ang bagian keuangan*.
Asil pergi langsung ke ruang Bu indah.
Dea dan Doni melihat Asil yang menghiraukan sapaan mereka merasa, "Kenapa nih anak, kayak sibuk banget." Kata Doni, Dea mengiyakan lalu kembali mengerjakan pekerjaannya.
Tok... Tok... Tok...
"Iya, masuk!" Ucap Bu Indah.
"Selamat siang Bu, saya mau menyampaikan pesan dari Sekretaris Rio untuk segera mengirim surel ke pak Arga." Kata Asil.
"Iya, Asil. Terima kasih! Kenapa tidak langsung menghubungi saya ya, pak Rio."
"Bu Indah sudah di hubungi namun tidak bisa." Jawab Asil.
Lalu Bu indah mengecek ponselnya, "Oh, ponsel saya ternyata low π baterai. He... He... He..." Sambil tertawa kecil.
"Iya, saya permisi dulu." Pamit Asil dari ruang Bu Indah.
"Iya, Asil. Terima kasih!!" Seru Bu Indah.
Lalu Asil keluar dari Bu Indah menghampiri Dea
beristirahat sebentar di sebelah Dea dan ada Doni juga.
"Kamu sibuk banget ya, menghiraukan sapaanku!" Kata Doni.
"Bukan gitu aku di suruh pak Rio menyampaikan pesan nya ke Bu Indah." Jawab Asil.
"Pesan apa Asil boleh tau?" Tanya Dea semangat dan kepo.
"Iissssh... Mbak Dea ini selalu kepo deh!" Sambil tertawa kecil.
"Masa gak boleh sih , apa gak gratis nih?" Cemberut Dea.
Ha... Ha... Ha... Tawa Doni dan Asil.
"Nanti saat makan malam, Mbak." Bisik Asil ke Dea tertawa cekikikan berlalu pergi singgah ke ruangnya.
Jangan lupa vote, klik favorit β₯οΈβ₯οΈβ₯οΈβ₯οΈ like,Komentar,Populerkan dan bagikan agar banyak yang read ya...
Love you para readersβ₯οΈβ₯οΈβ₯οΈβ₯οΈππππ
#ayo support author...
#salam semangat...
#para readers....
__ADS_1
#ππππ....
#.πππππ...