Cinta Yang Dulu,Datang Kembali

Cinta Yang Dulu,Datang Kembali
Eps 28


__ADS_3

Jantung aku rasanya ingin lepas dan melayang.


Ternyata pak Arga punya sisi sehangat itu.


Tapi aku akan mencoba menunggu perasaan ku sendiri untuk memberi jawaban yang sebenarnya.


Kenapa dia kadang hangat kadang dingin ya.


Apa dia mulai ada rasa suka padaku.


Tidak-tidak. Itu tidak mungkin, kemarin-kemarin,kemarinnya lagi dan kemarin yang lalu dia memperlihatkan kepribadian yang tidak ingin aku lihat, seperti raja hutan yang ingin memangsa buruannya***.


Gumam Asil sambil memegang dadanya.


Jam istirahat pun tiba untuk makan siang. Para karyawan kantor semua mulai beristirahat dan memadati cafe yang dekat dengan kantor.


Asil dan Dea serta Novi sudah berada di tempat duduk yang paling nyaman dengan pemandangan yang mengarah ke jalan dan taman.


Mereka berbincang dan bersenda gurau sambil menunggu makanan yang mereka pesan tadi.


"Asil, gimana kamu tinggal dengan Pak Arga. Apa kamu gugup saat bertemu dengannya?" Tanya Dea yang semakin penasaran dengan kehidupan Asil dan Arga walau statusnya masih bertunangan.


"Apaan sih, Mbak Dea ini. Biasa saja, tidak ada hal yang membuat ku berdebar." Jawab Asil dengan tertawa. Seakan kehidupannya tenang walau terkadang Asil merasa detak jantungnya yang berdegup kencang datang dengan tiba-tiba.


"Sudahlah, Asil. Jangan berbohong dengan perasaan kamu sendiri. Aku tahu kamu berbohong dan tidak." Kata Novi yang mengetahui hati Asil yang sebenarnya.


"Ayolah, Asil. Katakan saja yang sebenarnya. Kita akan merahasiakan ini, kalau kamu cerita yang sebenarnya." Imbuh Dea dengan menginterogasi Asil.


"Ehm... Baiklah teman ku yang tersayang. Aku ingin bertanya pada kalian, apakah Mbak Dea dan Novi pernah ngerasain jantung berdebar nggak?" Tanya Asil yang begitu polosnya, dengan sedikit malu Asil memandang temannya itu.


"Ha-ha-ha!" Tawa Dea dan Novi dengan keras mendengar pertanyaan Asil yang sangat polosnya dia. Sampai karyawan yang disebelahnya terkesiap melihat Dea dan Novi serta Asil.


Sssut...


"Pelankan tawa kalian." Kata Asil dengan segera membungkam kedua mulut temannya itu dengan kedua tangan Asil.


"Nggak usah heboh gitu." Imbuh Asil, Dea dan Novi segera diam dan melepas tangan Asil.

__ADS_1


"Iya-iya, pernah kok. Itu namanya mulai ada rasa perasaan yang tumbuh." Jawab Novi dengan sedikit tersenyum.


"Maksudnya?" Tanya Asil yang memang tidak tahu apa itu perasaan suka atau tidak.


Sungguh polosnya Asil. Lalu Dea menjelaskan pada Asil antara perasaan suka dan tidak.


"Apa kamu tidak pernah suka sama orang lain, Asil?" Tanya Dea yang merasa heran kalau temannya ini belum pernah merasakan jatuh cinta. Asil hanya menjawab dengan gelengan kepala yang benar-benar tidak tahu itu cinta.


"Oke-oke. Aku jelasin, perasaan suka pada seseorang itu : Pertama, saat kamu dekat dengan dia, jantung kamu berdetak kencang.


Kedua, kamu merasa nyaman dengannya.


Ketiga, kamu merasa aman saat bersamanya.


Ke-empat, saat kamu jauh darinya, rasanya ingin segera bertemu dan sudah kangen sama dia.


Apalagi dianya ganteng, cool, baik dan benar-benar sempurna. Hadeh, rasanya tak ingin lepas darinya." Jelas Dea pada Asil sambil membayangkan cinta pertama Dea.


"Ada tambahan juga nih, Asil." Imbuh Novi pada Asil.


"Apa?" Tanya Asil yang semakin penasaran pada Novi.


"Selamat siang para Nona-nona cantik, pesanan sudah siap. Selamat menikmati, Semoga pekerjaan anda berjalan dengan lancar!" Seru pelayan pria yang asing bagi Asil, Dea dan Novi.


Pria itu dengan terkesiap melihat Asil dengan senyum lebarnya.


"I-iya." Kata Asil dengan bingung.


"Siapa dia? Sepertinya anak baru." Seru Dea yang tak suka dengan orang yang sok akrab.


Asil dan Novi mengangguk mengiyakan kata Dea. Lalu mereka bertiga melanjutkan percakapannya lagi sambil makan siang.


"Aku lanjutkan lagi ya, Pria dewasa itu suka dengan hal yang pasti. Jadi kalau dia suka dengan seorang wanita tidak akan pernah melepaskannya, akan Ia genggam se-erat-eratnya." Kata Novi panjang, lebar, dan tinggi.


"Tips yang penting gini, Asil. Yang penting kamu suka apa tidak sama dia." Seru Dea.


"Nggak tahu, Mbak Dea." Jawab Asil masih bingo.

__ADS_1


"Oh My God. Nih anak memang gak pernah pacaran?" Tanya Dea dengan geram sambil menyendok kan makanan ke mulutnya.


"Belum pernah, Mbak Dea. Ingat, nggak kamu, Asil. Mas Angga kakak kelas kita waktu SMA?" Kata Novi yang dengan gerak cepat menjawab pertanyaan Dea.


"Iya, ingat Nov. Kenapa?" Tanya Asil penasaran.


"Dia itu suka sama kamu. Dia juga sampai sekarang aja masih ada perasaan suka sama kamu." Jawab Novi.


"Benarkah." Kata Asil dengan santai seperti tidak ada yang lagi ngetrend dengan cinta segitiga.


"Hem. Iya." Kata Novi.


"Gini aja, Asil. Kamu sekarang suka sama siapa? Dan jangan sampai ada cinta yang bertepuk sebelah tangan. Karena itu menyakitkan." Tanya Dea.


"Aku masih bingung, Mbak Dea." Jawab Asil lalu melanjutkan makan siang.


Lalu mereka melanjutkan makan siang. Setelah selesai, Asil, Dea, dan Novi ke kasir untuk membayar.


"Berapa Mbak semuanya?" tanyya Asil pada orang kasir.


"Total semuanya sekian, Mbak." Jawab orang kasir.


Saat akan memberikan uang ke kasir, tiba-tiba pelayan pria datang entah darimana munculnya pria itu meminta nomor ponsel Asil.


"Hai, Nona cantik. Boleh kenalan?" Tanya pelayan pria yang sok dekat dan akrab itu.


***Kira-kira siapa ya, yang menjawab si pria yang sok akrab ini?


Asil sendiri.


Atau Novi dan Dea.


Ikuti kelanjutan novel saya ya***....


Salam hangat dari Author T. Hamizan ( Triya Widodo )


Jangan lupa like, vote, dan klik favorit kalian para Readers tercinta๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜ dan tersayang.

__ADS_1


Dengan dukungan kalian, Author lebih semangat untuk berkarya.


__ADS_2