Cinta Yang Dulu,Datang Kembali

Cinta Yang Dulu,Datang Kembali
Eps 30


__ADS_3

"Asil." Panggil seorang pria dari kejauhan yang membuyarkan lamunannya Asil. Pria itu berjalan mendekati Asil. Asil mendengar suara orang yang memanggilnya segera berhenti berjalan dan menoleh ke asal suara.


Siapakah pria yang memanggil Asil?


Penasaran kan....


Seorang pria yang memanggil Asil dan mendekat ke arah Asil dengan setengah berlari. Asil masih terdiam tanpa membalas panggilannya.


"Asil, pulang bareng. Aku antar ke apartemen kamu." Kata Angga tersenyum senang melihat Asil.


"Terimakasih, Mas Angga. Aku jalan kaki saja. Mas Angga darimana?" Tanya Asil penasaran.


"Ah. Habis meeting sama klien. Kebetulan lewat sini, lihat kamu pulang jalan kaki. Sekalian aku berhenti ngajak kamu pulang bareng. Mau ya." Kata Angga berharap Asil mau pulang bersamanya.


"Eeemmm." Asil masih memikirkan ajakan Angga, namun Asil yang ingin menolak ajakan Angga merasa tidak enak juga.


"Sekalian makan Ramyun di kedai yang sering kamu kunjungi." Kata Angga sambil tersenyum, memaksa Asil agar tidak menolaknya.


"Baiklah, tapi aku mau bukan karena di ajak makan Ramyun loh." Seru Asil dengan tawa kecilnya yang manis.


"Ha-ha-ha. Aku tahu." Jawab Angga juga ikut tertawa.


Mereka berjalan bersama sambil menikmati senja di sore hari yang sangat indah di pandang.


10 menit kemudian Angga dan Asil sampai di tempat. Dimana mobil milik Angga yang parkir di seberang pinggir jalan.


"Kamu tunggu disini dulu." Kata Angga menyuruh Asil menunggu. Angga menyeberang jalan mengambil mobil mewah miliknya. Ia dengan segera membuka pintu mobil dan memutar balikkan mobilnya.


"Asil, masuklah." Kata Angga dengan wajah yang begitu bahagia.


"Ehm." Kata Asil mengiyakan dengan mengangguk dan senyum di wajahnya. Lalu Asil masuk ke dalam mobil. Saat memakai sabuk pengaman, Asil kesulitan mengunci sabuk pengaman itu.


"Kenapa tidak bisa ini." Gumam Asil pelan.


Angga yang sedari tadi melihat Asil kesulitan mengunci sabuk pengamannya, dengan sigap meraih sabuk pengaman itu dari Asil dan meng-klik kan.


Dengan senyum merekah di bibirnya, Angga mencoba menggoda Asil.


"Gumaman kamu terdengar sampai di pendengaran Ku."

__ADS_1


"Maksudnya." Seru Asil dengan wajah bingung.


"Hem. Kita makan dimana?" Tanya Angga yang mengalihkan topik.


"Kedai mie Ramyun milik orang Korea." Jawab Asil.


"Baiklah." Kata Angga lalu melajukan mobilnya menuju kedai itu.


Dalam apartemen Arga dan Sekretarisnya pulang dari meeting bersama klien.


Wajah Arga yang begitu lelah, sang Sekretaris menanyakan keadaan Bos Besarnya.


"Apa anda baik-baik saja?" Tanya Sekretaris Rio.


"Aku lelah, ingin sendiri." Kata Arga sambil membaringkan tubuhnya di sofa.


"Baik Pak. Saya akan menyiapkan anda air hangat. Segeralah mandi agar lelah anda hilang." Kata Sekretaris Rio lalu pergi untuk menyiapkan air hangat di kamar mandi. Setelah selesai menyiapkan air hangat, Sekretaris Rio berpamitan kembali ke apartemennya sendiri yang berada di sebelah Arga.


"Apa yang barusan aku lihat?" Arga masih bertanya-tanya pada dirinya sendiri.


"Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri." Guman Arga yang merasa kesal dan geram. Ia dengan segera mandi untuk membersihkan tubuhnya dan menghilangkan rasa lelahnya.


...***...


"Masih sama nggak?" Tanya Angga tersenyum pada Asil.


"Iya, rasanya masih enak seperti dulu." Jawab Asil lalu meneguk minuman yang dipegangnya.


"Mas Angga sudah selesai?" Tanya Asil yang sudah kenyang dan selesai makan. Asil mengusap mulutnya dengan tisu, ada sedikit sisa kuah Ramyun di bibirnya.


"Iya sudah. Mau pulang sekarang?" Kata Angga dengan memandang hangat pada Asil. Rasa suka Angga yang tak pernah hilang dari dulu sampai sekarang. Rasanya Angga ingin mengungkapkan perasaannya namun Angga menunggu waktu yang tepat.


"Iya. mau istirahat. capek banget nih mas." Kata Asil dengan tersenyum.


lalu mereka berdua pergi dari kedai itu dan Angga mengantar Asil ke apartemen. tiba di depan apartemen, Asil membuka pintu mobil. Angga menarik tangan Asil, Asil dengan sigap menoleh ke arah tangannya yang di pegang Angga. Lalu Asil memandang wajah Angga.


Ada apa nih? Kenapa tiba-tiba begini mas Angga. Gumam di hati Asil yang merasa cemas.


"Mas Angga, ada yang perlu di bicarakan?" Tanya Asil menarik tangannya.

__ADS_1


"Oh. Tidak, tidak ada. Lain waktu saja." Jawab Angga dengan ragu lalu melepas tangannya yang memegang tangan Asil.


"Selamat malam dan istirahatlah." Imbuh Angga.


"Iya. mas Angga juga istirahatlah." Kata Asil lalu ia turu dari mobil Angga.


Di cendela apartemen yang di tempati Asil, ada seorang pria yang melihat semua kejadian Asil dan Angga. Arga merasa hatinya yang tercambuk dan sakit ingin meluapkan rasa cemburunya dengan amarah.


Asil membuka pintu kamar apartemennya, meraba saklar power untuk menerangkan ruangan. Asil tersentak kaget melihat tubuh tinggi dan besar, Arga sudah berada di depannya.


"Aaaarrgh." Teriak Asil dengan sekencang-kencangnya.


"Bapak ngapain berdiri disini?" Tanya Asil merasa heran karena tatapan Arga padanya sangat mengintimidasi.


"Jam berapa sekarang?" Tanya balik Arga dengan geram.


"Jam 20.49 Pak." Jawab Asil menunduk.


"Lihat saya." Tegas Arga pada Asil yang amarahnya akan meledak seperti bom.


Asil dengan wajah yang takut melihat wajah Arga yang sedang marah, perlahan Asil mendongak dan menatap wajah Arga.


Tanpa di suruh Asil pun menceritakan keterlambatannya pulang.


"Maaf pak, tadi sepulang dari kantor bertemu dengan teman lama saya. Kami makan malam bersama di kedai Ramyun." Asil menjelaskan pada Arga dengan kedua tangannya menggenggam erat dan meremas rok span yang Asil pakai.


"Kamu tahu kesalahan kamu apa." Tanya Arga dengan wajah yang merah membara.


Asil sudah menjelaskan pada Arga, masih disalahkan olehnya. Rasa kesal dalam diri Asil mulai naik, seakan-akan ingin memasukkan cabai dalam mulut Arga.


"Saya sudah menjelaskan pada bapak kan. Kenapa lagi? Apa salah saya lagi, Pak?" Jawab Asil kesal dan wajah merahnya.


***Penjelasan apa lagi yang menurut Arga merasa kurang percaya pada Asil?


Sebuah rasa kurang percaya pada Asil atau Asil sengaja berbohong pada Arga?


Penasaran....


Tunggu kelanjutannya ya***

__ADS_1


Jangan lupa like, vote, dan klik favorit kalian para Readers tercinta๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜ dan tersayang.


Dengan dukungan kalian, Author lebih semangat untuk berkarya.


__ADS_2