Cinta Yang Dulu,Datang Kembali

Cinta Yang Dulu,Datang Kembali
Eps 59


__ADS_3

Asil yang sedari tidak mau, namun mau bagaimana lagi kalau itu yang harus di lakukan oleh Asil. Biarpun begitu, itu sudah menjadi tanggung jawab Asil dan impiannya terkabulkan.


Siap belum siap, ya harus siap...


Seperti di paksa menikah, tapi...


Menikah dengan pilihan sendiri atau pun pilihan orang tua yang penting setia, pengertian, dan sayang.


Gumam batin Asil sambil tersenyum.


Satu minggu yang lalu setelah tanda tangan menjadi direktur.


Setelah memperkenalkan diri, sekretaris Aris memberikan sedikit arahan dan membantu Asil yang belum mengerti. Dia duduk di kursi kerjanya dengan nyaman namun dalam hati Asil takut mengacaukan kepercayaan Arga.


Menurut Asil sebagai direktur itu tidak mudah, harus banyak yang perlu di pahami. Tentang semua hal kecil dan besar.


Apa begini kerja sebagai direktur?


Bersabarlah... Perlahan-lahan pasti akan seperti biasanya.


Gumam Asil pelan.


"Kenapa Bu direktur?"


"Ada yang bisa saya bantu? Mungkin penjelasan saya kurang!" Tanya sekretaris Aris.


"Ah... Tidak. Mungkin baru pertama jadi agak sulit." Jawab Asil dengan wajah muram.


"Kalau ada yang bisa di bantu, anda bisa bertanya pada saya!" Kata sekretaris Aris.


"Baiklah!" Jawab Asil pelan.


"Jadwal hari ini, Bu Asil mengecek laporan keluar masuk barang." Kata sekretaris Aris sambil menyodorkan berkas di tangannya.


Lalu Asil melihat laporan itu dengan seksama. Di lembaran terdapat beberapa jenis barang yang berkualitas cukup bagus dan bagus.

__ADS_1


Asil mencoba bertanya pada sekretarisnya, jenis barang dan harga yang terjangkau untuk kalangan masyarakat kelas menengah ke bawah.


Apa aku coba untuk memberikan promo pertama launching butik ini agar mudah di ingat para costumer.


Batin Asil.


"Sekretaris Aris, butik ini sudah buka berapa hari?" Tanya Asil dengan menatap sekretarisnya.


"Satu Minggu yang lalu." Jawab sekretaris Aris.


Kenapa Bu Asil serius begitu?


Gumam batin sekretaris Aris.


"Apa kita belum memberikan promo atau diskon?" Tanya Asil dengan tatapan serius.


"Belum Bu Asil karena kami menunggu anda sebagai direktur kami." Jawab sekretaris Aris dengan tersenyum.


Akhirnya Bu Asil paham juga.


Walaupun sedikit...


Batin sekretaris Aris dengan tersenyum lebar.


"Kenapa kalian tidak menggunakan diskon atau promo untuk menarik customer?" Tanya Asil mulai pusing.


"Kami menunggu konfirmasi dari Bu Asil terlebih dahulu." Jawab sekretaris Aris sambil tersenyum.


"Baiklah kita lakukan meeting siang ini!" Kata Asil mengajak karyawannya rapat bersama.


"Siap bu Asil." Jawab sekretaris Aris sambil pamit untuk keluar ruang Asil.


Pertama kali masuk sudah di buat pusing.


Apa memang harus perlu dengan persetujuan dari saya ya.

__ADS_1


Ternyata pekerjaan sebagai bos itu rumit.


Ini masih awal buat ku, lebih strong Asil.


Gumam Asil pelan sambil membalik kertas laporan.


Siang hari pun tiba dengan terik matahari yang panas menyengat. Asil dan para karyawan serta sekretaris Aris sudah berkumpul di ruang Asil. Mereka memulai pembicaraan tentang strategi pemasaran, penjualan, dan iklan.


Karyawan yang mengikuti meeting hari itu tidak lain adalah teman Asil yang dulu sekantor di Perusahaan besar milik Arga.


Mereka sudah tahu apa yang harus dilakukan.


Hanya perlu persetujuan dari Asil. Meeting selesai dengan hasil yang memuaskan.


Saat mereka akan pamit undur diri, seorang pria mengetuk pintu.


Tok... Tok...


"Paket...!" Kata pria itu dengan kencang.


"Sekretaris Aris tolong buka pintunya!" Suruh adil sambil tersenyum.


"Baik!" Jawab sekretaris Aris sambil berjalan membuka pintu.


"Minuman dan makanan yang di pesan Bu Asil!" Kata pria pengantar makanan.


"Oh iya, terima kasih!" Jawab sekretaris Aris sambil tersenyum dan menutup pintu.


Sekretaris Aris berjalan sambil membawa kotak makan dan minum lalu menaruh di meja tepat di depan para karyawan.


"Apa ini Bu Asil?" Tanya Dea dengan bingung.


"Oh... Ini acara penyambutan saya jadi saya buat tasyakuran atau sebagai traktiran dari saya." Jawab Asil tersenyum.


"Silahkan di bagi dengan yang lain. Saya berterimakasih kepada semuanya karena sudah membantu saya." Tambah Asil dengan tersenyum puas.

__ADS_1


__ADS_2