Cinta Yang Dulu,Datang Kembali

Cinta Yang Dulu,Datang Kembali
Eps 43


__ADS_3

Saat Dea di ruang dokter, dokter menjelaskan pada Dea luka di dahi Asil.


"Ada robekan di dahinya pasien, mengalami benturan yang cukup keras sehingga tulang tengkoraknya retak. Dan mengalami pendarahan otak." Kata dokter menjelaskan pada Dea.


"Terus bagaimana dok, keadaan teman saya?" Tanya Dea yang khawatir dan ingin tahu.


"Saat ini masih tidak sadarkan diri/koma. Ini harus segera di operasi dan minta persetujuan operasi pada jam 9 malam nanti. Silahkan anda ke bagian administrasi." Kata dokter sambil menjelaskannya.


"Iya, Dok. Terimakasih!" Kata Dea dan beranjak pergi dari ruang dokter.


Dea berjalan lemas sambil melamun, ia bergumam dalam hatinya. Asil, kenapa bisa seperti ini, apa yang harus aku lakukan.


Apa aku coba menghubungi pak Arga suami kamu. Semoga operasi kamu lancar, Asil. Dan cepatlah bangun agar kita bisa bergurau bersama seperti hari-hari sebelumnya.


Tak terasa Dea menitikkan air matanya. Ia lalu mengusapnya dan segera menyetujui operasi yang sebentar lagi Asil akan melakukan operasi.


Tiba di bagian administrasi Dea bertemu dengan Novi.


"Nov, gimana sudah kamu setujui?" Tanya Dea dengan nada sedikit berat karena menangis.


"Iya, Mbak Dea. Sudah!"


"Mbak Dea tidak mencoba menghubungi pak Arga?" Tanya Novi pada Dea dengan wajah lelahnya.


"Apa perlu kita memberitahu pak Arga?" Tanya Dea meminta saran pada Novi.


"Iya, harus itu Mbak Dea. Agar pak Arga tahu. Begitu kan kita tahu seberapa besarnya kasih sayang pak Arga ke pada Asil." Jawab Novi sambil tersenyum.


"Baiklah, benar katamu!" Seru Dea sambil tersenyum berat.


Lalu Dea mencari ponsel Asil dalam tasnya.


"Kamu tidak membawa tas Asil?" Tanya Dea yang masih bingung mencari tas Asil.


"Nggak, Mbak Dea. Aku tadi bingung dan kaget jadi tidak aku bawa tas Asil." Jawab Novi sambil mencari di kursi panjang dekat ruang gawat darurat.


"Mbak Novi dan Mbak Dea mencari ini." Kata Arka sambil menunjukkan tas milik Asil.


"Iya, benar!" Jawab mereka berdua, dengan sigap Dea mengambil tas Asil dari Arka dan membuka tas Asil mengambil ponselnya.


"Pelan sedikit dong, Mbak!" Seru Arka dengan lengan tangannya yang di perban.


"Diam, aku mau menelpon pak Arga." Kata Dea sinis sambil mencari nomor ponsel pak Arga.


Tut... Tut... Tut...


"Kenapa nggak di angkat-angkat?" Gumam Dea.


"Kenapa mbak Dea? Nggak di angkat sama pak Arga." Kata Novi yang cemas.


"Iya, Nov. Oh iya apa kita menghubungi pak Rio saja?" Tanya Dea pada Novi.


"Iya, hubungi pak Ri.... O." Kata Novi ternyata Dea sudah menelpon pak Rio.


"Halo, Pak!" Kata Dea dengan hati-hati.

__ADS_1


"Iya, ada apa?" Jawab Sekretaris Rio.


"Anu, Pak. Saya Dea ingin memberitahukan... Kalau... Asil... Mengalami kecelakaan..." Kata Dea dengan gugup sehingga ucapannya terbata-bata.


"Iya, saya dan pak Arga sudah tahu." Jawab Sekretaris Rio dengan dingin.


"Apa... Kenapa pak Rio menjawab dengan entengnya seperti itu? Apa pak Rio tidak tahu keadaan Asil sekarang? Dia harus segera di operasi sebentar lagi. Asil membutuhkan pak Arga. Apa orang terpandang seperti anda bisanya meremehkan orang rendah seperti kami?" Kata Dea yang kesal, marah dan cerewet sekali pada Sekretaris Rio.


"Pak Arga sudah dalam perjalanan ke rumah sakit. Anda tunggu saja di sana." Jawab Sekretaris Rio dengan dingin.


"Ha... Anda sama seperti dengan bos anda! Sama-sama dingin seperti balok es, lemari es, ruang besar yang seisinya es semua." Kata Dea mencaci maki Sekretaris Rio karena kesal dan marah. Lalu Dea menutup teleponnya tanpa sopan santun.


Sekretaris Rio yang mendengar cacian Dea tersenyum miring dan senang. Saat dalam perjalanan ke rumah sakit. Arga sangat khawatir dan mengepalkan tangannya karena tidak bisa melindungi Asil dari orang yang ingin menghancurkan perusahaan Arga.


"Rio, sudah kamu cari siapa dalang dari kecelakaan Asil?" Tanya Arga dengan dingin dan kesal.


"Sudah, Pak. Nanti bawahan saya akan menghubunginya setelah menyelidiki kejadian ini." Jawab Sekretaris Rio yang duduk di depan sebelah supir.


"Pak, cari jalan pintas ke rumah sakit!" Suruh Arga yang sudah tidak sabar ingin melihat keadaan Asil.


"Baik, Pak!" Jawab pak supir lalu mencari jalan pintas dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Setelah beberapa jam, menit, detik.


Arga sampai di depan rumah sakit, ia membuka pintu mobil dan berlari ke ruang operasi. Di sana Dea, Novi, dan Arka menunggu di bangku panjang dekat ruang operasi.


"Pak, Arga!" Ucap Dea sambil berdiri.


"Bagaimana keadaan, Asil?" Tanya Arga dengan napas yang tidak karuan dan khawatir.


"Asil, sekarang masih menjalani operasi besar pak!" Jawab Dea dengan lirih.


"Apa kalian harus tetap di anggap sebagai temannya?" Kata Arga dengan kesal yang memarahi Dea dan Novi.


"Siapa kamu?" Tanya Arga menatap tajam pada Arka.


"Saya... Arka temannya mbak Asil." Jawab Arka sambil menunduk takut dengan tatapan tajam Arga.


"Silahkan kalian semua pulang!" Kata Arga menyuruh mereka bertiga untuk pulang.


"Baik, Pak! Jagalah Asil karena tadi saat kecelakaan dia memanggil nama bapak." Kata Dea yang beranjak pergi dari ruang itu bersama Novi dan Arka.


"Hm!!!" Jawab Arga dengan berdehem, ia langsung duduk terkulai dan tak berdaya di lantai.


Bagaimana bisa disaat aku jauh kamu tidak bisa menjaga dirimu, padahal aku selalu mengingatkanmu untuk menjaga dirimu sendiri dan berhati-hati. Gumam Arga yang kecewa karena ia tidak bisa menjaga dan melindungi Asil.


Sekretaris Rio menghampiri dan menopang Arga untuk duduk di bangku panjang dekat ruang operasi. Sambil menunggu selesai operasi Arga berdoa dalam hatinya.


Ya Allah, lancarkan lah operasi Asil. Selamatkan lah calon istri saya, tanpanya hidup saya serasa tidak ada gunanya. Amiin.


Doa Arga yang menyayat hatinya begitu amat sangat takut kehilangan Asil.


"Yang sabar, Ga!" Kata Rio menenangkan hatinya Arga sambil menepuk bahunya secara pelan.


***Kira-kira operasinya berjalan lancar atau ada sedikit kendala?

__ADS_1


Penasaran kan...


Lanjut ke bab berikutnya***.


...------------...


...-------...


...----...


***Ada kuis tidak berhadiah.




Siapa yang dekat dengan Sekretaris Rio?


a. Dea


b. Novi




Siapa dalang dari kecelakaan Asil?


a. Calisa Nikendedes


b. Angga Delthayudha




Setelah kecelakaan yang menimpa Asil, apakah hubungan Arga dan Asil kedepannya akan?


a. berjalan lurus tanpa rintangan


b. ada cobaan dan ujian


c. jawaban a dan b benar




Jawab di kolom komentar bab 43 ini ya.


Author tunggu.


Lanjut ke Bab berikutnya***.


Jangan lupa like setiap baca perbabnya, view, kritik, dan saran readers, klik favoritnya💓💓💓 dan follow Author ya. Jangan lupa memberi vote ya...

__ADS_1


Terimakasih banyak🙏***


Salam hangat dari Author untuk semua readers tercinta dan tersayang.


__ADS_2