Cinta Yang Dulu,Datang Kembali

Cinta Yang Dulu,Datang Kembali
Eps 16


__ADS_3

"Nggak terasa udah sore aja nih!" Gumam Asil.


Beranjak pergi mandi, di kamar mandi Asil ingin mandi dengan air hangat dan memasukkan bath foam.


Ada beberapa varian, Asil mencoba aroma wangi yang khas chamomile and white tea lalu Asil melepas pakaiannya memasukkan tubuhnya ke dalam bathtub.


"Hm... Segarnya!!!" Sambil mengambil busa dan mencium aroma khas chamomile.


"Rasanya seperti istri Sultan aja ya, mandi aja bisa sesantai gini bisa lama-lamaan di kamar mandi." Kata Asil di kamar mandi.


Begitu nyamannya di kamar mandi Asil merasa sedikit mengantuk, "Saking nyamannya mandi rasanya ingin tidur di kamar mandi juga."


Dengan tersenyum.


Saat Arga pulang dari kantor melihat Asil tidak ada dan mencarinya di setiap ruang terdengar suara gumaman Asil dari dalam kamar mandi.


Arga menempelkan telinganya di balik pintu sambil tersenyum sesekali. Lalu pergi duduk di sofa.


Asil keluar dari kamar mandi melihat Arga sudah duduk di sofa.


*N**gapain dia disini... Apartemennya kan di sebelah... Pas akunya pakai handuk gini, waktunya gak tepat banget, Pak*. Gumam Asil yang akan kembali lagi ke kamar mandi.


"Mau balik lagi. Hah? Memang kamu tidak pernah mandi sampai kamu betah di kamar mandi selama itu?!" Seru Arga berdiri mendekati Asil.


"Rambut basah kamu indah dan bagus." Seru Arga membelai rambut hitam lurus milik Asil.


"Ja-jangan sentuh sembarangan,Pak!" Ucap Asil lirih memejamkan matanya, tangan Asil menggenggam erat handuk di dadanya.


Arga tersadar dari kekaguman wajah Asil yang cantik, dengan segera melepas tangannya yang sedari tadi mengusap-usap rambut milik Asil, memalingkan wajahnya kembali duduk ke sofa.


"Pakai bajumu!" Suruh Arga dengan dingin namun wajah Arga masih memerah.


"Ba-baik, Pak. " Dengan suara gugup Asil menjawab dan segera mengambil baju dan berganti.


Setelah selesai berganti, Asil keluar dan memberanikan diri untuk bertanya ke Arga.


Namun Asil belum bertanya, Arga sudah menjawab apa yang akan Asil tanyakan.


"Saya disini di suruh papa untuk menemanimu dan menjagamu." Seru Arga dengan nada khasnya yang dingin dan pasti tegas.


"Baik, Pak. " Jawab Asil.


Saya kira bapak sendiri yang ingin ke apartemen saya. Gumam Asil pelan yang masih terdengar oleh telinga Arga.


"Saya tidak ingin kesini. Papa yang menyuruh saya kesini jadi jangan besar kepala dulu kamu." Kata-kata Arga dengan tegas. Dia sambil berjalan ke kamar mandi.


"Iya, maaf Pak." Jawab Asil lalu pergi ke dapur untuk memasak makanan sedari tadi Asil hanya makan coklat.


Asil memasak seperti chef memasukkan beberapa sayuran dan sosis sapi dan menggoreng ayam.


Arga yang selesai mandi dan berganti pakaian tercium aroma makanan yang enak dan mengendus-endus bau masakan dari ruang walk-in close.


"Siapa yang memasak makanan seperti masakan mama." Gumam Arga berjalan menuju dapur.


Arga terpana melihat Asil yang sedang memasak. *Te**rnyata orang yang dijodohkan dengan Ku cantik, pandai memasak, pintar cari duit sendiri, makanya papa sama mendiang mama menjodohkan ku dengannya*. Sambil tersenyum sedikit ada rasa suka pada Asil.

__ADS_1


Selesai memasak Asil menyiapkan untuk makan bersama Arga. Lalu Asil pergi memanggil Arga namun Arga yang sudah dari tadi berada di pintu dapur. Asil tersentak kaget melihat keberadaan Arga.


"Aaaarrrgggh!!! Bapak ngapain disitu?" Teriak Asil karena kaget.


"Ngapain kamu teriak-teriak seperti melihat hantu saja." Kata Arga dengan nada dingin.


"Bapak itu yang 👻 hantunya." Asil memalingkan wajahnya.


"Saya mau makan!!!" Seru Arga tanpa menjawab kata-kata Asil, langsung berjalan dan duduk di kursi meja makan sambil sekilas tersenyum sendiri melihat tingkah Asil yang kaget tadi.


Arga mengambil nasi, lauk, dan sayur. Menyantap dengan lahap karena mulai dari siang belum makan di sibukkan dengan urusan kantor.


Asil pun segera ikut makan bersama Arga.


Di meja makan hanya terdengar suara sendok, garpu, dan piring yang saling bersentuhan.


"Buatkan teh!" Seru Arga dingin yang selesai makan terlebih dulu dan pergi meninggalkan Asil di meja makan. Membuat Asil berhenti menyuap makanan dengan seketika.


"Baik, Pak!" Jawab Asil segera membersihkan alat bekas makan tadi dan membuatkan teh untuk Arga.


Asil menuju ke sofa tempat Arga duduk.


"Pak, ini tehnya." Seru Asil sambil menaruh teh tersebut tepat di meja depan Arga duduk.


"Hm!!!" Jawab Arga berdehem dan masih melanjutkan pekerjaannya.


Asil beranjak pergi ke kamar untuk tidur.


Arga menoleh ke punggung Asil dan memberhentikan langkah Asil.


"Tidur, Pak." Jawab Asil membalikkan tubuhnya dengan santai.


"Kesini kamu!" Suruh Arga dengan sinis.


"Iya, Pak." Jawab Asil segera mendekat ke Arga.


*Ma**u tidur aja susah banget,


Mau interogasi lagi nih orang!


Dasar Singa Raja Hutan*.


"Huuffft!!!" Hembusan nafas Asil di depan Arga.


"Hembusan nafasmu terasa sampai sini."


"Hidupmu berat?" Tanya Arga dengan senyum sinis.


"Bapak ngomong apa sih, siapa yang kehidupannya berat?" Kata Asil memalingkan wajahnya.


Lalu Arga menaruh beberapa lembaran di meja depan Asil.


"Ini apa, Pak?" Tanya Asil terheran dengan lembaran itu.


"Baca saja!" Perintah Arga sambil menyilangkan tangannya di dadanya.

__ADS_1


*Pe**rsyaratan apa lagi sih...


Ini orang hidupnya banyak syaratnya deh...


Bikin malas saja bacanya*! Gumam Asil dengan membaca persyaratannya.


***1. Tidur terpisah 1 minggu calon suami (Arga Diksananda) tidur di kasur calon istri (Asillya Putri Az zahra) tidur di sofa, 1 Minggu nya lagi calon istri tidur di kasur calon suami tidur di sofa.




Tetap menjalankan kewajiban sebagai istri, walaupun masih akan sebagai calon istri dari CEO perusahaan besar ritel.




Calon istri dilarang membantah perintah dari calon suami itu sudah kesepakatan bersama dari persyaratan yang sebelumnya.




Di depan orang lain layaknya hubungan yang baik seperti berpacaran dan di belakang orang lain sebaliknya.***




"Pak, Asil mau bertanya sama bapak?" Tanya Asil dengan kerutan di dahinya.


"Iya apa?" Kata Arga memandang Asil dengan dingin.


"Hidup bapak penuh dengan syarat." Seru Asil berlalu pergi meninggalkan Arga di ruang tamu juga ruang keluarga, tersenyum puas dengan kata-kata yang menyekik Arga.


"Apa kamu bilang?" Teriak Arga dengan tegas dan kesal.


Asil menghiraukan kata-kata Arga masuk ke kamar.


"Asil!!! Kembali kamu." Teriak Arga geram.


"Nggak mau, Pak." Balas Asil dengan teriak di balik pintu kamar.


*L**ihat saja kamu Asil pembalasan dari saya, hah*! Gumam Arga semakin kesal karena menurut Arga, Asil mulai tidak patuh kepadanya dan seenaknya sendiri.


Jangan lupa vote,klik favorit ♥️♥️♥️♥️ like komentar,populerkan dan bagikan agar banyak yang read.


#Ayo support Author...


#Salam semangat...


#Para readers....


#😘😘😘😘....

__ADS_1


#.😍😍😍😍😍...


__ADS_2