Cinta Yang Dulu,Datang Kembali

Cinta Yang Dulu,Datang Kembali
Eps 20


__ADS_3

Asil tiba di ruangannya lalu ia duduk sambil mengambil ponselnya. Ia bermain ponsel karena merasa bosan walau pekerjaannya belum selesai.


"Aaaahhhhh!!!" Asil menaruh ponsel dan meregangkan tubuhnya di kursi kerjanya.


"Enaknya... Nanti makan malam dimana ya!!!" Gumam Asil lalu teringat ingin makan mie Ramyun di kedai orang Korea langganan Asil, lalu Asil menghubungi Dea.


"Hallo Mbak Dea!!! Nanti kita makan malam di kedai mie Ramyun ya!!!" Kata Asil sambil tertawa kecil.


"Iya-iya. Oke, Sil!!!" Jawab Dea dengan tertawa kecil juga. Setelah itu sambungan terputus, Asil beralih menghubungi Novi.


"Hallo!!! Nov, nanti kita makan di langganan kita waktu SMA di kedai Ramyun ya, Nov!" Kata Asil pada Novi.


"Waaah!!! Iya Sil, aku juga udah kangen sama mie Ramyun buatan pak Lee Seung." Jawab Novi senang lalu sambungan mereka terputus.


Sore pun tiba, semua karyawan bersiap-siap untuk pulang. Asil beranjak meninggalkan ruangannya, ponsel Asil berdering panggilan dari Sekretaris Rio menyuruh Asil untuk membawa proposal. Asil mengambil proposal di meja Arga dan membawa pulang.


...*************...


...**********...


...******...


Sesampai di apartemen Asil menaruh tasnya dan proposal tadi di meja ruang tamunya. Asil merasa gerah sehabis pulang kerja, ia beranjak pergi ke kamar mandi. Saat mandi Asil menaruh sabun di bathtub.


"Wangi chamomilenya...." Gumam Asil dengan bahagia melepas penat dan capek.


"Kenapa senyaman ini sih di kamar mandi sampai rasanya ingin tiduran." Gumam Asil senyum-senyum sendiri dan memejamkan kedua matanya.


(jangan lama-lama kalau mandi nanti kamu dinikahin sama pangeran di dongeng) bisik Arga di telinga Asil.


Asil tersentak kaget, ia membuka matanya lebar-lebar mendengar bisikan suara di telinganya yang pelan membuat hati Asil berdebar.


"Siapa pangeran di dongeng itu?" Tanya Asil pada seorang laki-laki yang wajahnya begitu dekat dengan laki-laki tampan itu.


"Seorang laki-laki yang sangat amat tampan." Jawab laki-laki tampan itu dengan tersenyum manis.


"Iya saya ta... Hu!" Lalu Asil tersadar dari mimpinya kalau suara itu bukan dari mimpi.


"Aaaaaarrrrgggghhh!!!" Teriak Asil sekencang-kencangnya.


"Kamu mesum, keluaaaaar!!!" Teriak lagi Asil dengan sangat marah sambil menutup dua gundukan di dadanya dengan kedua tangannya.


Arga segera membekap mulut Asil, "Tidak bisa bicara pelan. Hah!" Kata Arga tegas, "Sedikit kamu bergerak akan kelihatan semua bodoh." Tegas Arga dengan sekilas melirik ke tubuhnya Asil.


Lalu Asil mengangguk mengiyakannya, Arga melepas tangannya yang menutup mulut Asil.


Arga segera mengambil handuk dan menyuruh Asil untuk menutup tubuhnya.


"Pakai handuk kamu!!!" Suruh Arga sambil menyerahkan handuk dan membalikkan badannya.


Asil segera mengambil handuk yang diberikan oleh Arga dan cepat-cepat memakai handuknya agar menutupi tubuhnya.


"Sudah!" Tanya Arga dengan wajah merahnya, namun ia belum membalikkan badannya.

__ADS_1


"Su-dah Pak!" Jawab Asil, "Apa bapak tadi melihat semuanya?" Tanya Asil memerah di kedua pipinya.


Arga membalikkan badannya ke arah Asil, "Saya melihat semuanya." Dengan senyum sinis Arga menggoda Asil.


*Ti**dak mungkin, ini tidak mungkin, belum menikah sudah melihat semuanya... Tidak, tidak, tidak boleh, ini tidak boleh terjadi lagi*!


*K**omat-kamit di hati Asil tidak karuan*. Batin Asil sambil menggeleng-gelengkan kepala dan sesekali mengedipkan kedua matanya.


"Kamu kenapa?"


"Apa tidak boleh seorang calon suami melihat dulu semua tubuh calon istrinya?" Tanya Arga dengan memasang wajah datar yang tidak pernah terjadi apa-apa.


"Hah!!! Apa yang bapak tadi katakan?"


"Keluar sekarang!" Suruh Asil dengan geram.


"Noooo!!! Aku tidak mau!" Jawab Arga menggelengkan kepalanya sambil berjalan mendekatkan tubuhnya ke tubuh Asil.


Asil begitu takutnya, menjauhkan tubuhnya kebelakang sampai tubuh Asil berhenti di dinding kamar mandi.


"Bapak mau apa?" Tanya Asil dengan lirih.


"Melihat kamu tanpa sehelai benang pun." Kata Arga berhenti.


"Ya mau mandilah! Keluar kamu sekarang." Tegas Arga menunjuk dahi Asil.


Jantung Asil dari tadi tidak karuan juga merasa kesal pada Arga, ia segera berlari keluar dengan isak tangis yang membuat Asil kecewa karena Arga tidak bisa menjaga dan menghargai Asil.


Sampai di walk in close Asil mengambil piyama dan segera berganti pakaian.


Apa bapak dan ibu tidak menyayangi ku sampai-sampai harus menuruti semua permintaan mendiang mamanya pak Arga... Hiks... Hiks... Gumam Asil sambil menangis 😭 terisak-isak.


Setelah selesai mandi, Arga masuk ke walk in close untuk mengambil pakaian. Melihat Asil menundukkan kepalanya di atas kedua tangannya di dekat lemari besar, Arga menghampiri Asil.


"Asil... Asil... Asillya..." Kata Arga memanggil nama Asil berulang kali namun tidak ada jawaban dari Asil.


"Apa anak ini ketiduran disini." Gumam Arga pelan.


Lalu Arga segera memakai pakaian dan mencoba memanggilnya lagi, "Asil bangun... Asillya... Apa tidurmu seperti ini, seperti kerbau yang tidak bisa mendengar suara apapun saat tidur." Masih tidak ada jawaban dari Asil.


Arga segera menggoyangkan tubuhnya,


tubuh Asil jatuh ke samping di topang oleh Arga. Arga tersentak kaget melihat Asil ternyata pingsan, "Asillya..." Arga segera menggendong tubuh Asil dan membawanya ke kamar.


"Tubuhmu panas sekali." Seru Arga mengecek panas di dahi Asil dengan tangannya.


Arga segera menghubungi dokter pribadinya.


"Halo, dokter Mahesa segera ke apartemen milik papa." Kata Arga.


"Halo Arga siapa yang sakit." Tanya dokter Mahesa.


"Nanti saya jelaskan." Jawab Arga menutup telepon. Lalu menghubungi Sekretaris Rio dan sekretarisnya mengangkat telpon dari Arga.

__ADS_1


"Rio segera kesini. Asil pingsan." Telpon Arga ke Rio.


"Oke, sudah menghubungi dokter Mahesa?" Tanya Rio dari seberang.


"Jemput sekarang dokter Mahesa!" Perintah Arga dengan tegas.


"Oke-oke. Kamu tenang dulu ga." Kata Rio lalu menutup telepon.


*Arga t**idak pernah sekhawatir seperti gini*. Gumam Sekretaris Rio berlalu pergi untuk menjemput dokter Mahesa.


Tiba di apartemen Sekretaris Rio sudah datang bersama dokter Mahesa menuju ke kamar.


"Arga siapa yang sakit?" Tanya dokter Mahesa.


"Asillya calon istri, dok!" Jawab Arga lirih.


"Saya periksa dulu, Ga!" Kata dokter Mahesa sambil memeriksa Asil.


"Panasnya tinggi sekali. Apa yang dia lakukan hari ini, Ga?" Tanya dokter Mahesa.


"Mana saya tahu, Dok. Sehari dia ngapain." Jawab Arga dengan santai walau dalam hatinya khawatir.


"Kamu gimana sih, Ga. Calon istri kesehariannya ngapain kamu gak tau. Apa gak ada rasa cinta?" Kata dokter Mahesa dengan 😕 bingung.


Sekretaris Rio yang menjawab, "Perjodohan dokter."


"Sudah diam kamu, Yo. Asil tadi berendam cukup lama setelah itu dia pingsan di tempat ganti, Dok." Arga menjelaskan yang terjadi.


"Baiklah, akan saya beri resep obatnya dan saya pesan agar calon istri kamu tidak boleh kelelahan... Saat dia lelah akan seperti gini lagi." Kata dokter sambil menyerahkan resep obat ke Rio.


"Baik, Dok. Terima kasih banyak!" Kata Arga mengantar dokter Mahesa dan Sekretaris Rio keluar apartemen.


"Sakit apa Asil ini sampai tidak boleh kelelahan... Sangat merepotkan." Gumam Arga lalu mengambil ponselnya memesan makanan.


Ponsel Asil berdering panggilan masuk dari Dea.


"Halo, Asil kamu dimana? Aku sama Novi sudah di kedai mie Ramyun Pak Lee Seung." Kata Dea dari seberang.


"Bisa pelan-pelan tanyanya!" Jawab Arga dengan dingin.


"Oh, maaf pak. Saya mau tanya apa Asilnya ada dan kenapa bapak yang mengangkat telfonnya?" Tanya Dea dengan hati-hati.


"Asillya sedang sakit, makan mie Ramyunnya juga lain kali saja, Dea." Tegas Arga lalu menutup teleponnya.


Jangan lupa vote, klik favorit ♥️♥️♥️♥️ like, komentar, populerkan, dan bagikan agar banyak yang read ya.


Love you para readers ♥️♥️♥️♥️💕💕💕💕


#ayo support author...


#salam semangat...


#para readers....

__ADS_1


#😘😘😘😘....


#.😍😍😍😍😍...


__ADS_2