Cinta Yang Dulu,Datang Kembali

Cinta Yang Dulu,Datang Kembali
Eps 36


__ADS_3

" Mampir dulu pak. Silahkan" ajak novi pada Sekretaris Rio.


" Sudah, terimakasih banyak atas ajakannya." jawab Sekretaris Rio sambil menghubungi pak supir untuk menjemputnya.


Novi juga menemani Sekretaris Rio di depan rumahnya. Sampai pak Supir datang menjemput Sekretaris Rio.


Beberapa menit kemudian mobil yang menjemput Sekretaris Rio datang dan berhenti tepat di depan Novi dan Rio.


" Terimakasih, anda sudah menemani saya." kata Sekretaris Rio dan masuk ke dalam mobil.


" Iya sama-sama pak." jawab Novi dengan tersenyum.


Mobil Sekretaris Rio mulai pergi menjauh. Novi masuk ke rumah dengan senang dan jantungnya berdebar seakan-akan mau meledak.


( ***Tumbuh perasaan suka di benak hati Novi pada Sekretaris Rio).


Flash Back Off Rio dan Novi***.


Setelah mie Ramyun yang di pesan datang, pelayan itu menaruh mie Ramyun dan menawarkan menu spesial di hari anniversary para pasangan.


"Mohon maaf sebelumnya mas dan mbak. Saya tadi lupa menawarkan menu spesial anniversary pasangan. Silahkan di lihat di tabel menu ini." kata pelayan tersebut sambil menyodorkan tabel menu ke Arga dan Asil.


" Saya pesan semua menu spesial ini. Apa boleh di bungkus?" tanya Arga dengan dingin tanpa melihat pelayan tersebut.


Asil langsung tercengang dan kaget mendengar perkataan Arga. Sudah gila apa ini orang. Siapa yang akan menghabiskan semua menu spesial kalau di bawa ke rumah. Dasar orang kaya, suka - sukanya menghambur - hamburkan uangnya. Gumam di batin Asil dan memanyunkan bibirnya.


" Oh, boleh sekali pak. Saya siapkan pesanan anda. Nanti anda ambil pesanan di kasir ya, pak." jawab pelayan itu dan berlalu pergi.


" Kenapa dengan bibir kamu? Kepedasan." tanya Arga karena melihat Asil yang memanyunkan bibirnya dengan dingin sambil melihat ke arah Asil.


" Saya tidak kepedasan. Tapi kata-kata bapak yang membuat telinga saya jadi panas." jawab Asil lalu ia mulai melahap mie Ramyun.


Arga yang mendengar jawaban Asil langsung terkekeh dan mereka melanjutkan makan.


Setelah selesai makan, Arga dan Asil menuju kasir untuk membayar dan mengambil pesanan.


Saat mereka keluar dari kedai tersebut dan akan masuk ke dalam mobil, ada yang memanggil nama Asil.


" Asillya!" teriak seorang laki-laki dari jauh. Laki-laki itu menghampiri Asil dan Arga.


" Mas Angga!" Gumam Asil dan kaget melihat Angga yang menghampirinya.

__ADS_1


" Loh. Kamu ngapain Ga disini?" tanya Angga yang heran dan bingung dengan keberadaan Arga.


" Kamu yang ngapain disini?" tanya balik Arga dengan dingin dan mulai kesal dengan Angga.


Arga yang sedari tadi akan membuka pintu mobilnya, ia urungkan dan mendekat ke Angga.


" Oh. Aku habis dari belanja makanan pokok." jawab Angga dengan membawa kantong belanjanya.


" Kamu mau kemana, Asil." tanya Angga ke Asil dengan tersenyum senang.


" A-aku dari kedai mie ini." jawab Asil dengan gugup dan menunjuk ke arah kedai mie Ramyun sambil melirik ke arah Arga dan Angga secara bergantian.


" Sekarang mau pulang, sekalian pulang bareng aja yuk." kata Angga yang mengajak Asil pulang bareng. Lalu tangan Angga yang akan memegang tangan Asil di cegah oleh Arga dengan memegang tangan Angga yang di pegang erat.


" Tidak bisa. Kamu belum tahu Asil ini siapa?" kata Arga yang mulai naik darah.


" Kamu pura-pura tidak tahu atau memang tidak tahu benarnya?" tanya Arga dengan kesal dan menarik Asil tepat di belakang Arga.


" Maksud kamu.... Oh. Ini yang kamu bilang calon istri Arga Diksananda." kata Angga yang mulai ikut geram dan menghempaskan tangan Arga.


" Asil. Aku ingin bicara dengan kamu." kata Angga pada Asil dengan sorot mata yang kecewa dan kesal.


" Asil. Bicaralah denganku sebentar." Angga menghiraukan ucapan Arga dan masih tetap berbicara dengan Asil.


" Asil. Kenapa kamu diam saja? Bicaralah denganku hanya sebentar." kata Angga sambil fokus melihat ke arah Asil.


Lalu Asil mulai berbicara dan melepas genggaman tangan Arga, dan mendekat ke Angga.


" Tanpa mas Angga bertanya banyak hal, apa yang di katakan oleh pak Arga itu memang benar." jawab Asil dengan singkat dan jelas pada Angga.


" Hah. Apa kamu tidak pernah menyukaiku?" tanya Angga yang begitu kecewa dan marah.


" Sudah jelas bukan, kalau Asil tidak pernah menyukaimu." jawab Arga dengan tersenyum sinis.


" Baiklah. Antarkan aku pulang." kata Angga yang masuk ke mobil Arga dan duduk di depan.


Arga dan Asil tercengang melihat Angga yang masuk dan duduk di depan.


Lalu Asil juga masuk ke mobil dan duduk di belakang serta di ikuti oleh Arga dengan bergumam Dasar orang tidak waras, membuat kepalaku semakin sakit saja.


Arga melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, mengantar ke rumah Angga. Setelah sampai di depan rumah Angga, ia turun tanpa berbicara apapun.

__ADS_1


" Hei. Terimakasihmu mana? Sebagai orang terpandang berperilaku lah yang baik. Dasar tidak waras kamu." teriak Arga dari dalam mobil.


" Arga mulutmu tidak bisa diam apa." kata Asil yang berteriak ke Arga karena kesal.


Arga yang mendengarnya langsung terdiam mendengar Asil yang berbicara tidak sopan dan berteriak padanya. Arga langsung menoleh memandang Asil dengan tatapan tajam dan dingin.


" Kamu tadi bicara apa?" tanya Arga dengan dingin.


" Ma-maksud saya, bapak tidak perlu emosi karena mas Angga yang tidak berterima kasih pada bapak." jawab Asil dengan gugup dan sedikit takut pada Arga karena ucapan Asil yang tidak sopan.


Tanpa menjawab kata-kata Asil, Arga membalikkan tubuhnya dan melajukan mobilnya.


Setelah sampai depan rumah pak Hasyim, Arga langsung masuk ke dalam rumah dan ke kamar Asil tanpa membantu membawakan mie Ramyun.


" Kenapa dia? Marah, kesal, seperti anak kecil saja." gumam Asil sambil tertawa kecil dan turun dari mobil, masuk ke rumah.


" Loh, kok pulang sendirian. Nak Arga dimana?" tanya Bu Siti sambil menengok keluar.


" Sudah masuk ke kamar Asil duluan, Bu." jawab Asil tersenyum dan menyerahkan mie Ramyun pada Bu Siti.


" Ibu makan sama bapak dan Adel ya. Asil mau bicara sebentar dengan mas Arga." kata Asil sambil berjalan masuk ke kamar.


" iya Asil." jawab Bu Siti dengan membawa mie Ramyun ke dapur dan memanggil pak Hasyim dan Adel yang sedang asyik menonton drama.


***Apa yang akan di bicarakan mereka berdua?


Aku menjelaskan padamu benar adanya...


Kalau aku mulai menyukainya***.


Simak kelanjutannya ya...


Walaupun Author selalu telat up atau up nya hanya 1 Minggu sekali, Author tetap update.


Karena masih di sibukkan dengan pekerjaan lain.


Mohon maaf dan mohon pengertiannya para readers tercinta dan tersayang.


Jangan lupa like setiap baca perbabnya, kritik dan saran readers, klik favoritnya💓💓💓 dan follow Author ya.


Terimakasih banyak🙏***

__ADS_1


__ADS_2