
...Ada tiga komponen yang seharusnya tertanam dalam diri kita yaitu, ikhlas, sabar dan tawakkal. Sungguh jika seorang hamba mampu memiliki tiga komponen tersebut itu pertanda jika Allah amatlah dekat dengannya....
...----------------...
Setelah menunaikan sholat maghrib Ervin segera memakai baju biasa yang dipinjam tadi. Sebentar ia memandang layar kaca yang ada di kamar itu. Ya... lumayan lebar tetapi, karena saking lebarnya membuat Ervin merasa menciut.
“Kenapa sih Bang?” tanya Laura yang baru saja masuk.
“Tidak, hanya saja Abang merasa tak muda lagi. Ini seperti... Bapak-bapak loh, Dek.” Ervin berganti gaya.
Laura sungguh tak kuasa menahan tawanya. Daripada terus tertawa Laura membuat Ervin kembali percaya diri saja karena, sebentar lagi acara makan malam akan segera dilangsungkan.
Acara makan malam bersama tengah berlangsung di meja makan yang cukup panjang dengan enam kursi di bagian masing-masing. Dan rasanya amatlah canggung bagi Ervin yang baru kali pertama ikut bergabung makan malam dengan keluarga barunya. Hal itupun membuat Ervin malu-malu untuk sekedar makan saja.
“Nak Ervin, jangan sungkan-sungkan loh! Rumah ini sudah menjadi milikmu juga, kamu sudah menjadi bagian dari keluarga ini. Jangan malu ya!” ucap Pak Irham.
“Iya....”
“Papa dan Mama. Jangan lupa itu!” sambung Bu Veronica.
“Iya Pa-Ma. Insha Allah Ervin tidak lupa dan tidak akan sungkan kok.” Ervin mengangguk dan tersenyum ramah.
Acara makan malam telah usai, tidak lama kudian terdengar suara adzan isya'. Berhubung rumah pak Irham cukup jauh dengan masjid atau mushola jadi, Ervin sholat di rumah saja dan tepatnya berada di kamar... Laura.
Setelah mengambil air wudhu Ervin meminta Laura untuk mengambil wudhu juga. Karena Eevin ingin mengajak Laura untuk sholat bersama.
“Sudah ambil air wudhunya?” tanya Ervin.
“Iya, sudah kok, Bang.” Laura mengangguk.
Dua sajadah telah terbentang, Ervin mulai membacakan takbir dan Laura pun mengikuti hingga akhir... salam. Setelah itu, kedua tangan mereka menengadah dan memohon kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
“Ya Allah Ya Rabb... Kami kembali menghadapMu dan kembali meminta kepadaMu. Ampunilah kami yang sering berbuat dosa tanpa kami sadari. Karena kami hanyalah manusia tak luput dari dosa dan kesalahan.”
“Ya Allah Ya Rabb... jadikanlah kami sebagai hamba yang akan tetap mengingatMu dalam setiap langkah kami. Jadikanlah kami dan rumah tangga kami yang Engkau ridhoi dan Engkau ijabahi.”
__ADS_1
“Ya Allah Ya Rabb... jadikanlah hamba sebagai sosok suami yang mampu memberikan apa yang menjadi kewajiban hamba. Dan jadikanlah istri hamba sebagai seorang istri yang sholehah.”
“Aamiin.”
Setelah doa yang panjang telah diakhiri dengan aamiin yang sama. Lalu, Ervin pun berbalik dan menyodorkan tangannya. Laura yang mengerti pun segera menyambut bedak salim. Mencium punggung tangan Ervin penuh dengan takzim.
Ada kedamaian di dalam hati saat Laura mencium punggung tangannya. Tak hanya itu saja, Ervin merasakan debaran yang tidak ia mengerti arti debaran itu. Hal sama pun dirasakan oleh Laura kala Ervin menangkup wajahnya, membacakan doa di ubun-ubunnya lalu, mendaratkan ciuman di keningnya.
“Emm... mau lanjut baca mushaf?” tanya Ervin hati-hati.
“Ha,” ucap Laura dengan wajah melongo.
Ervin tersenyum, ia pun tahu jika Laura mungkin tidak pernah tahu kebiasannya. Dan setelah mengucapkan ijab qabul wajib bagi Ervin untuk membimbing Laura.
“Iya, kita ambil wudhu lagi. Dek Laura baca duluan Abang yang nyimak.” Ervin menatap Laura dalam.
Laura nampak ragu untuk mengiyakan, pasalnya ia sudah lama sekali tidak membaca ayat-ayat Al-Quran. Bahkan Laura pun lupa bagaimana cara membaca yang benar. Akan tetapi, tidak ada pilihan lain untuk mengelak ajakan Ervin kala tatapan itu telah menghipnotis Laura.
“Kita baca yang mudah dulu ya! Surat pendek saja dulu,” ajak Ervin.
Laura mengangguk. Lalu, ia pun mulai membaca surat yang sudah ditentukan oleh Ervin.
“Kalau baca jangan diputus-putus ya! Begini, dengerin Abang.”
“Yarisunii wa yarisu min aali Ya'quub, waj'alhu Rabbi radiyya.”
“QS. Maryam ayat 6. Yang memiliki arti... ‘Yang akan mewarisi aku dan mewarisi dari keluarga Yakub; dan jadikanlah dia, ya Tuhanku, seorang yang diridhai’.”
“Dan semoga istri pintarnya Abang ini diridhoi sama Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Aamiin.”
Kembali Ervin melayangkan kecupan di kening Laura. Kecupan itu cukup lama, keduanya pun menikmati momen yang jarang dilakukan.
...----------------...
“Kenapa natapnya begitu amat? Ada yang salah sama penampilan Abang ya?” tanya Ervin sembari memperhatikan dirinya.
__ADS_1
“Tidak kok.” Laura menggeleng. “Hanya saja... Adek tidak pernah menduga jika Abang akan menjadi suami Adek yang... serba kekurangan.”
Saat dalam satu ranjang yang sama, bukan hal yang aneh yang mereka lakukan. Tetapi, saling berceloteh panjang untuk mengenal satu sama lain. Ervin ingin tahu bagaimana kebiasaan Laura, apapun yang sering dikerjakan Laura dan semua hal tentang Laura.
“Jadi orang itu tidak boleh insecure seperti itu. Semua manusia semua makhluk yang diciptakan sama Allah itu tidak memiliki kesempurnaan yang hakiki. Mereka diciptakan dengan segala kekurangan yang ada. Tetapi, mereka juga diciptakan dengan kelebihan masing-masing.”
Ervin mengusap lembut rambut Laura yang tergerai dengan sangat indah. Hitam pekat khas Indonesia tanpa ada warna lain yang menghiasi. Dan Ervin... menyukai itu.
“Tapi kan, Adek punya penyakit juga Bang. Nanti kalau...” Laura menghentikan ucapannya kala Ervin menempelkan telunjuknya di bibir Laura.
“Ada tiga komponen yang seharusnya tertanam dalam diri kita yaitu, ikhlas, sabar dan tawakkal. Sungguh jika seorang hamba mampu memiliki tiga komponen tersebut itu pertanda jika Allah amatlah dekat dengannya.”
“Meyakinkan hati yang rapuh itu juga penting. Percayakan sama Allah, yakinkan hati Dek Laura bahwa Dek Laura pasti bisa melewati semua ini. Tenang ya! Ada Abang kok disini.” Ervin mengusap puncak kepala Laura.
Laura mengangguk. Baru kali ini juga ada seorang lelaki yang sebelumnya tidak pernah ia kenal sedalam ia mengenal kekasihnya dulu. Tetapi, lelaki itu mampu menerima segala kekurangan yang ada pada dirinya.
Air mata pun menggenang di pelupuk mata Laura. Bahkan hampir terjatuh tetapi, Ervin yang menyadari akan hal itu segera mengusap ujung mata Laura.
“Jangan nangis begitu dong! Karena air mata kamu terlalu berharga untuk dikeluarkan dengan sia-sia.” Ervin mendekap tubuh Laura.
Mengingat kondisi Laura yang harus banyak istirahat Ervin pun meminta Laura untuk lekas tidur. Dengan telaten Ervin mengusap puncak kepala Laura seraya membacakan surat Ar-Rahman sampai Laura tertidur.
Setelah Laura benar-benar tertidur dengan pulas Ervin menatap wajah yang begitu damai tanpa ada beban yang bergelut di pikiran Laura saat itu. Ervin tersenyum tipis, ia masih menatap lekat wajah yang dulunya tidak pernah terlintas dalam benaknya.
“Ya Allah, yakinkan lah hati ini untuk berdamai dengan takdir yang sudah Engkau tetapkan. Ikhlaskan lah hati ini saat cinta yang mengisi hati kala itu, kini telah pergi dan Engkau menghadirkan Laura sebagai penggantinya.” Ervin memejamkan kedua matanya sejenak.
Setelah benar-benar merasa mengantuk Ervin mulai beringsut perlahan dan mencari posisi yang nyaman. Menghadap Laura dan menatap wajahnya yang tenang membuat Ervin merasa nyaman dan entahlah sejak kapan Ervin sudah terlelap dalam tidurnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
“Hatiku telah rapuh, lalu bagaimana aku bisa meyakinkan hati yang rapuh ini, Tuhan?”
Aurora, ia masih belum bisa berdamai dengan takdir yang membuatnya rapuh. Perpisahan yang terjadi bukanlah hal yang diinginkannya selama ini. Namun, semesta telah menampar nya dengan kepahitan yang ada. Bahwasanya hubungan yang akan teejalin tetap saja tidak akan mendapatkan restu sampai kapanpun.
“Untukmu agama mu dan untukku agamaku.” Laura masih mengingat kalimat itu diucapkan dengan amat lantang dan tegas.
__ADS_1
Aurora menggelengkan kepalanya, ia harus bisa meyakinkan hati yang rapuh untuk bangkit kembali. Menatanya kembali hingga tersusun dengan rapi meskipun pada kenyataannya tidak serapi dulu. Ibarat kaca meskipun telah diberi lem dan dikaitkan satu sama lain maka hasilnya tidak akan sesempurna dulu. Pasti akan tetap terlihat retakan yang ada.
🌹🌹🌹🌹