
Keesokan harinya . Alvin baru selesai mandi . Di saat itu juga afsah lagi makan cemilan sambil menonton tv
Alvin menarik tangan afsah untuk memeluknya
" Gemes banget sih yang sekarang gendut ... enak banget sekarang meluk kamu "
Afsah tersenyum lagi . Afsah engak marah di kata gendut. Karena dari dulu dia kurus banget dan sekarang sedikit berisi afsah bahagia banget
" Honey..."
" Hem ? Mau apa? Sayangku "
Afsah melepaskan pelukan afsah menuntun alvin untuk memegang perut nya
" Iya tau sekarang gendut . Udah engak usah di unjukin lagi "
Afsah tersenyum dia menatap Alvin. Ini udah saat nya dan moment yang pas buat alvin tahu
" Kamu tau aku gendut kenapa ? Karena di dalam sini ada anak kamu "
Alvin langsung diam . Dia mencerna perkataan afsah
" kamu hamil ? "
" Iya " jawab Afsah sambil tersenyum
Alvin langsung menuntun afsah duduk. Telinga alvin menempel di perut nya
" Kenapa baru bilang sayang ! "
" biar kamu kaget . Suprise masa bilang bilang . Sebenarnya aku mau kasih tau kamu waktu aku tau tespack nya garis dua . Terus kamu bilang mau kesini sabtu . Yaudah sekalian aja "
Alvin membuka pakaian afsah setengah . menyentuh kulit afsah lebih jelas lagi
" Aku harap . Aku hamil kaya gini . Kamu engak minta aku ke jakarta buat selesaiin kerjaan aku Mas "
" Terus kamu hamil begini mau disini ? " Tanya Alvin
" Iya aku masih mau disini . Aku kan masih kerja disini "
Alvin menghela nafas . Dari pada ujung nya berantem. Alvin engak menjawab perkataan afsah
Alvin jadi mikir . Afsah lebih pentingin karir nya ketimbang keluarga . Seharusnya udah tahu hamil kaya gini bukan nya berenti bekerja? Dan balik ke jakarta. Lagian untuk apa di kota orang repot repot bekerja gaji engak seberapa . Kalo suaminya aja yang punya perusahaan di jakarta
__ADS_1
" Ngerasain sakit nggak kamu ? Kata orang kan kalo awal awal hamil itu ada aja . Pusing lah , Mual "
" Belum sih . Paling kadang suka keram aja kalo keseringan duduk atau berdiri " jawab afsah
" Kalo ada apa apa kabarin aku secepatnya. Terus aku mau nanya Honey. Nanti setelah anak pertama kita lahir kamu bakalan tetep kerja ? "
" Iya . Aku bakalan kerja . Dan anaknya aku titip ibu atau kalo kamu mau jaga anaknya " kata afsah sambil tersenyum
" Oh Oke! " kata alvin langsung emosi
Alvin mengumpatkan wajahnya dia beneran kesel banget sama afsah . Alvin terus mengecup perut afsah berkali kali
" Jadi sampai kapan kita ldr Honey? Bukan nya kamu bilang mau resign bulan keempat ? "
" Ga jadi ya Mas. Gaji aku lumayan besar disini apalagi kalo udah dapat bonus . lumayan loh Mas, Aku bisa traktir kamu daging yang mahal bila perlu kita makan enak kalo kamu setiap ke Surabaya " kata Afsah
Alvin menghela nafas lagi . Demi gaji afsah rela ninggalin anak dan suaminya ?
" Perlu aku tambahin nafkah kamu? Apa cukup segitu sampai kamu ngejar gaji kamu ? " Tanya alvin pelan
" Cukup . Bahkan bisa ngasih ibu sama bapak "
Alvin tersenyum dia mengelus kepala afsah dengan lembut padahal aslinya Alvin pengen banget pukul kepala istrinya
" Gimana enak nggak ? " Tanya afsah
" Enak ! Pas buat aku yang suka nya nasi kaya gini cocok pakai soto . Kamu ga salah pikih tempat yang enak ini Honey !"
Afsah tersenyum dia juga ikut melahap seperti Alvin. Mereka juga pesan satu lagi untuk makan malam nanti
" Sah ... Tadi aku ngeliat orang. Orang tua sama anaknya akrab banget . Mereka bisa kemana mana pergi dengan keluarga . Engak pisah dan sibuk kerja . Apa kamu engak kepengen? " Tanya alvin pelan pelan
" Pengen lah . Cuma menurut aku anak itu nomor terakhir. Maksudnya bukan aku engak kepengen punya anak . Aku pengen malah . Cuma urutan aku sekarang pekerjaan, orang tua . Terus kamu "
Deg
Hati Alvin sakit banget . Jadi Afsah memilih pekerjaan ketimbang suaminya ? Bukan nya kalo perempuan itu yang harus di utama kan suaminya
" Ok oke . Ya ya aku paham . Hebat banget kamu Sah" kata Alvin
Afsah tersenyum dia mengandeng tangan alvin
" Kira kira anaknya cowok atau cewek ? " kata Afsah
__ADS_1
" Aku sedikasih nya aja . Siapa tahu anak kita kembar . Biar nanti kamu ngurus yang satu aku ngurus yang satunya lagi . Lucu kan " kata alvin sambil tersenyum membayangi anak mereka kembali cewek atau cowok
" Ih kamu aja yang ngurus . Aku kan masih mau disini "
" Iya iya sayang " Jawab Alvin pasrah
Alvin lupa kalo Afsah engak kepengen ngurus anak . Mereka langsung pulang . Baru banget sampai di apartemen
Afsah udah menggoda nya
" Kamu makin ganteng aja Sayang . hmmm... gimana kalo kita ... " kata Afsah mengalungkan tangan di leher alvin
Afsah mencium leher alvin. Saat afsah ingin menghisap nya alvin langsung memundurkan diri
" Besok aku pulang Sah. Ada yang harus aku kerjain di kantor " tolak alvin
" Oh Oke... " kata afsah melepaskan tangan nya
Afsah memeluk Alvin di belakang itu. Masih berusaha buat menggoda suaminya
" impian terbesar aku . Pengen rumah tangga yang harmonis. Satu rumah sama keluarga anak dan istri . Bayangin . Kamu masak . Aku ngurus anak sambil nemenin mereka belajar "
Alvin masih berusaha supaya pikiran afsah terbuka tentang keluarga . Alvin berharap afsah mengerti apa maksud alvin
" Emangnya kamu niat mau punya anak berapa Mas ? "
" tiga atau empat cukup " kata alvin
" Oh gitu ... kira kira kalo nanti kita udah punya anak . Pasti anaknya bakalan nurut sama kamu . Secara aku jarang banget nanti ketemu "
" Ya makanya kamu juga pindah ke jakarta lah. biar anak nya juga nurut sama ibu nya " jawab Alvin
" Hehe ... tergantung perusahaan aku. Siapa tau aku di mutasi lagi ketempat yang jauh "
Alvin langsung melepaskan pelukan dia mengambil rokok untuk segera keluar
Afsah tersenyum dia mengelus perutnya sambil berbicara
" Tolong ngertiin aku ya nak ! Aku masih pengen banget nikmatin masa muda tapi kenapa kamu udah hadir di dalam perut aku ya hehehe . Tapi gapapa kamu bisa di urus sama papa kamu atau nenek kamu nanti . Ingat kalo aku datang ketemu sama kamu . Jangan lupain aku ya sebagai orang yang lahirin kamu"
# note
yuk yang kesel sama afsah tolong komen di bawah . caci maki afsah biar terbuka pikiran nya . kasian Alvin ....
__ADS_1