
Hujan deras membuat afsah meneduh di sebuah halte. Wanita itu melihat jam pukul 3 sore yang artinya dia masih ada waktu santai 1 jam menuju sekolah
Sengaja afsah berangkat lebih dahulu karena . Dia terpaksa harus berjalan kaki dari rumah ke sekolah
Lumayan jauh memakan waktu 20 menit 1,6 km perkiraan . Saat air hujan dikit demi sedikit berhenti barulah asfah berjalan lagi. Tiba di sekolah jam 4. 15
Alvin dan kedua temannya sebagai saksi sudah sangat bt menunggu nya . Tak lupa afsah meminta maaf karena telah 15 menit
" Kita perlu pemanasan lebih dulu . Merenganggan otot supaya engak kaku atau pun cedera " ucap Afsah
" engak perlu pake gitu gituan ! " Ucap Alvin sombong
Afsah hanya melirik saja . Wanita itu pemanasan lebih dulu . Kan kita engak tahu kedepan nya gimana . Bisa jadi cedera atau dll.
Afsah langsung mengambil posisi . Begitu pun juga dengan alvin
" Siap? " ucap Derren
Afsah mengangguk . Begitu juga dengan Alvin. Keduanya focus dalam pertandingan
Afsah memukul lebih dahulu. Pukul balasan Alvin tidak mengenai bola. Yang akhirnya point itu di menangkan awal sama afsah
Kali ini alvin bisa memukul tetapi membalas pukulan dari afsah dia gagal . Hal itu membuat derren dan juga radi menghela nafas
" Bisa main ngga sih ? Gue capek harus ambil bola terus ! " ucap afsah kesel kali ini
" Lo jangan ngeremehin gue ! Boleh gue gagal sekarang . Tapi bola berikut nya gue bisa mukul lo "
" coba dong ! Dasar ayam ! " Ucap afsah kesel
Emosi alvin mengebu gebu. Pria itu menatap penuh emosi . Bola itu di lempar oleh afsah ke atas lalu di pukul
Plak !
Plak !
Kali ini mereka bermain dengan bener sampai kedua teman nya itu sebagai saksi bener bener terkagum sama Alvin karena bisa
" gitu dong vin ! Ini baru temen gue ! " kata Radi
Alvin terus focus . Sampai akhirnya permainan itu
28 - 19 . Afsah tersenyum puas . Permainan ini bisa dia menangkan padahal satu lawan satu . Cara pukul alvin aja salah terus gimana mau menang . Bisa mukul juga tadi harus di pancing dulu emosi nya
__ADS_1
" mana surat perjanjian nya. Gue mau lihat"
Alvin memberikan surat itu dia tersenyum sambil memegang surat itu
" 3 syarat yang gue mau . Yang harus lo lakukan ! "
Alvin terdiam
" Pertama! Gue mau. Lo jadi pacar gue selama 3 bulan "
Alvin , radi dan juga derren terkesima dengan ucapan itu
" hahaha ....alvin, alvin ... " ucap Derren mengejek alvin
" apa apaan nih ! Ga bisa kaya gitu dong . Perjanjian nya kan engak ada minta jadi pacar "
Afsah memberikan surat perjanjian yang di tanda tanganin oleh pihak pertama dan kedua
" Ah gila ! Minimal sadar diri kalo mau jadi pacar gua ! Anak males, setidaknya dandan " ucap Alvin
" Kalo lo mau gue cantik. Modalin lah "
Alvin tersenyum kiri
Jujur aja alvin malu sama kedua teman nya itu . Apalagi bakalan jadi pacar si jelek
" No ! Gue bakalan tetap minta kita pacaran. Gue engak peduli lo punya pacar atau engak . Yang pasti lo harus tempatin perjanjian kita . Cowok yang di pegang omongan nya . Bukan janji janji manis "
Alvin mengepalkan tangan dia menatap kesel afsah
" mulai hari ini kita jadian ! Karena udah mau gelap juga . Gue pamit duluan "
Ketika Afsah pergi . Radi dan derren kembali tertawa lagi
" Diam lu pada ! Gue jadi pusing " kata Alvin
.
.
.
.
__ADS_1
Keesokan paginya tepat banget motor afah terpakir sebelah sebelahan sama motor alvin. Wanita itu tersenyum sambil berdiri di depan nya
" selamat pagi pacar ! " Ucap Afsah
Alvin tersenyum kiri . Pria itu tidak peduli dengan perjanjian
" Hari ini gue mau kasih bekal buat lo . Sederhana sih . Tapi enak kok " ucap Afsah
Afsah memberikan nya langsung pada alvin . Tanpa berkata apa apa lagi alvin langsung membawanya tanpa menegur
Begitu baru masuk kelas . Alvin langsung di ejek sama kedua teman nya itu
" Halo pacarnya Afsah "
Alvin menatap tajam pada mereka berdua . Keduanya duduk di atas meja tepat Alvin duduk
" Apa nih ? "
" Bekal dari si jelek "
Radi sama derren langsung tertawa mendengar itu
" Kayanya temen kita bakalan makan sehat terus nih . Di buatin khusus sama pacarnya langsung . Btw 3 syarat . Berarti masih ada 2 syarat lagi vin "
Alvin melipat kedua tangan nya " Bodo amat lah dia mau syarat apaan ! Yang pasti gue engak bakalan nurutin apa yang dia mau . Toh permainan udah selesai kan"
Radi membuka kotak makan . Radi langsung tertawa melihat itu
Bola bola nasi nori bulat bulat
" uhhhh jadi anak mami sekarang ...." ejek Derren
" Diam anj*ng " kesel Alvin
Keduanya masih tertawa mengejek alvin. Tangan derren mengambil satu bola
" Em enak loh vin ! "
" Serius ? Bagi gua " kata Radi
Alvin tak peduli. Pria itu masih bete
__ADS_1
" Ambil deh makanan buat kalian . Jangan ganggu gue " kata Alvin sambil mendorong keduanya pergi dari hadapan alvin