Dendam Di Masa Lalu

Dendam Di Masa Lalu
Seratus lima puluh


__ADS_3

Tengah malam Alvin terbangun karena haus . Alvin memilih keluar kamar dan pergi ke lantai bawah


Alvin membuka kulkas . Meneguk minuman dingin dari dalam kulkas nya itu . Bukan nya alvin melanjutkan tidur . Alvin memilih untuk merokok di halaman belakang


Beberapa menit kemudian asik bersantai tiba tiba alvin di kagetkan suara dari ayah nya


" Belum tidur vin ? " kata Ayah


Alvin mematikan rokok nya . Ketika ayah duduk di samping dirinya


" Em kebangun yah . Ayah kenapa belum belum tidur? "


" Ayah kebangun juga tadi mau pipis . Terus mau ambil minum di dapur . Eh ngeliat kamu sendirian disini "


Alvin mengangguk . Mereka berdua diam beberapa menit kedepan


" Selama ini Ayah tahu kamu main perempuan. Vin... kamu udah mau punya anak loh . Perempuan lagi . Dulu ayah juga main perempuan tapi dulu sebelum menikah . Ayah engak mau anak ayah perempuan nanti kena karma nya "


Alvin menundukan kepalanya


" Ayah pernah ketemu kamu di salah satu mall sama perempuan. Awalnya ayah mau samper kamu setelah tau . Kamu pergi bukan sama afsah "


Alvin terkejut . Jadi ayah nya pernah bertemu alvin di salah satu mall , tapi kapan ?


" Ayah engak berhak marah marah di tempat umum . Ayah masih mikirin perempuan yang kamu bawa. Vin ... ayah minta sama kamu . Tolong hargain perempuan. Afsah orang baik , walaupun Afsah sering sakit hati sama kamu . Tapi Afsah selalu ngomong yang baik baik sama Ayah dan Mama . Kamu beruntung punya istri yang seperti Afsah . Coba kalo kamu punya Istri kaya Mama kamu . Habis kamu Vin ! " nasihat Ayah


" Alvin minta Maaf yah ! "


Ayah merangkul pundak Alvin


" Ayah juga tahu kamu sering ke club malam , Ayah juga ngerti perasaan Afsah kaya gimana setiap kamu pulang kerumah dalam keadaan mabuk . Coba deh Vin kamu mikir sekali kali . Kalo posisi kamu seperti Afsah . Istri kamu pulang dalam keadaan mabuk setiap hari . Apa yang kamu lakuin ? "


Alvin terdiam mendengarnya


" Ayah tahu anak ayah seperti apa di luar sana . Ayah juga tahu apa yang di lakuin Alanna di luar sana . Ayah emang engak pernah marah . Tapi ayah selalu khawatir apa yang anak ayah lakuin di luar sana "


" Ayah engak minta kamu berubah . Ayah minta kamu mikir Vin ! Kamu udah berkeluarga . Ayah yakin kamu bisa pilih mana yang terbaik buat keluarga kamu . Masalah cucu ayah ! "


Alvin mengangkat kepalanya


" Kamu kabarin pengeluaran sewa rumah sakit satu lantai dan sewa ballroom hotel . Kamu total in nanti ayah yang bayar semuanya "


" Alvin bisa bayar semuanya yah ! Ayah engak perlu ikut bantu alvin "

__ADS_1


" Udah gapapa ! Ini juga kan cucu ayah ! Kamu totalin aja semuanya . Kamu hanya perlu nafkahin keluarga kamu . Masalah acara acara nanti kedepan nya . Biar ayah yang atur "


Alvin mengangguk . Alvin tak lupa mengucapkan terima kasih . Selesai pembicaraan tentang cucu . Kini berahli mengenai perusahaan


Drttt....


Call Honey Michella


" Alvin ke kamar dulu yah ! Afsah nelpon alvin " kata Alvin


Ayah juga ikut masuk ke kamar melanjutkan tidur nya lagi . Jam pukul 3 pagi dini hari


.


.


.


.


Sarapan pagi afsah ikut bantu masak bareng mama mertua dan pembantu rumah . Setelah selesai sarapan Afsah juga ikut kumpul bersama mama dan ayah mertuanya


Datang datang alvin mengelus perut nya . 3 kali bulak balik toilet hanya untuk buang air besar


Alvin menghela nafas dia langsung di sofa sambil menyadarkan tubuh nya


" Kenapa sambel yang kamu buat pedes banget sih Sah ! Sampe sakit perut ini ! "


" Makanan kok di salahin ! Kamu yang salah kenapa udah tahu pedes masih di lanjutin " Jawab Mama


" Tahu nih ! Enak kok sambel Afsah . Ayah suka ! " jawab Ayah


" Kok jadi aku yang di marahin " Jawab alvin


Alvin beranjak bangun dia meminum obat yang afsah berikan tadi . Alvin kembali gelandutan di bahu Afsah dengan manja


" Kapan kita mau pulang ? " Tanya Alvin


" Terserah kamu ! " jawab Afsah


" Yaudah yuk pulang sekarang aja . Aku mau main Game "


Afsah, mama dan Ayah menghela nafas . Kenapa Alvin tidak pernah berubah . Lagi kumpul keluarga yang di utamakan game . Alvin lebih dulu bangun pergi duluan kamar atas

__ADS_1


" Mama mau siapin makanan buat kalian dirumah "


" Iya ma . Makasih ma " jawab Afsah


Kini tinggal Afsah dan Ayah alvin diruang keluarga


" Sah ... kemarin Ayah ke tempat orang tua kamu jualan. Tempat nya kurang luas ya . Sedangkan pengunjung tetep ramai terus . Boleh nggak Ayah mau cari tempat yang lebih luas lagi buat orang tua kamu . Bukan apa apa . Karena kan jualan orang tua kamu cukup enak di kalangan kita kita . Ayah ada niat buat ngajak rekan bisnis Ayah buat makan di tempat sana "


" Aku udah cari kok yah . Emang niat nya mau pindah tempat . Cuman belum nemu . Sekalinya ada . Sewa tahunan nya mahal banget " jawab Afsah


" Kalo bisa cari yang cukup luas . Terus bertingkat gitu loh . Di arah deket rumah kamu yang lampu merah sebelum jalan tali itu . Kebetulan ada tempat yang mau di jual . Suruh alvin buat beli "


Afsah tersenyum. Suruh alvin beli ? Dia aja bingung mau bayar sewa satu lantai gimana . Di tambah lagi permintaan mertuanya aneh aneh


" Iya nanti Afsah bilang yah ! "


Afsah beranjak bangun dia menyusul alvin di kamar atas . Karena hamil besar. Takut menaiki tangga. Ayah alvin minta tolong pembantu nya untuk menemani naik tangga


" Kamu cepetan ganti baju nya . Aku mau main Game dirumah "


" Game terus kamu tuh ! ' gumam Afsah


" Emang ga boleh kalo aku main Game? Harus banget aku kerja terus ? "


" Terserah kamu Vin "


" Setiap hari jawaban nya Terserah terus ! Engak ada kata lain ? " kata Alvin


Afsah mengangkat kepalanya menatap Alvin


" Emang gue harus jawab apa selain Terserah? "


" Apa kek ! kamus Indonesia engak cuma ada kata terserah doang ! Yang lain banyak"


" Iya deh yang paling kuliah ! Kuliah sampe S2 . Gue mah apa sih . Kampus biasa , cuma sampe S1 . Sedangkan Lo. Kuliah di luar negeri . Magang di Jepang, Bali. Gue mana mampu jalan jalan keluar magang kaya gitu " grutu Afsah


" Jawaban nya semakin ngaco tiap hari ! Apapun yang kamu omongin engak pernah masuk akal " jawab Alvin


" Emang bener kan ? Bener ga aku ngomong ? Kamu kuliah di luar negeri , magang di negara lain . Sekarang lanjut S2 , apa ada yang salah dari omongan aku ? "


Alvin mengepalkan tangan nya . Alvin langsung memakai kemeja . Dan memasukan hp, charger, rokok dan dompet nya ke dalam tas


" Ngelawan terus sama suami ya ! Liat aja dirumah ! " jawab Alvin segera keluar kamar membanting pintu

__ADS_1


__ADS_2