Dendam Di Masa Lalu

Dendam Di Masa Lalu
Tujuh enam


__ADS_3

Mencium aroma mulai masak di dalam. Membuat alvin akhirnya juga kepo dengan cara afsah memasak


" Ternyata kamu bisa masak juga ya ! " kata Alvin sambil tersenyum begitu bangga afsah bisa memasak kesukaan nya


" Ya begitulah . Jangan di puji dulu . Cobain dulu rasanya . Aku bisa masak. Emang selama dulu kamu sekolah siapa yang masakin kamu buat bekel ? Dengan enaknya makanan tuh di buang gitu aja "


" Ya allah masih di inget aja ! Pasti derren nih yang cerita " kata Alvin


" Dosa tau buang buang makanan. Udah gitu ga di hargain orang bangun pagi pagi buat masak. Biar pacar nya engak kelaparan "


Alvin langsung mengelus punggung afsah . Supaya kekasih nya itu tenang jangan marah marah apalagi mengungkit


" Udah udah ya ! Masa lalu ! Sekarang kita bangun masa depan. Okeyyy! " kata Alvin


Afsah mematikan kompor sebelah nya yang merebus pasta


" Coba kamu bantu sedikit. Tolong angkat pasta nya . Terus di tiris "


Alvin mengangguk. Sebelum mengangkat nya alvin mencium pipi afsah lebih dulu . Tumisan udah siap, begitu juga dengan chiken katsu


" Ini mau taro dimana honey ? "


" Sini masukin " ujuk afsah pada teflonnya


Alvin masukan ke dalam nya . Mulai di aduk dan kelihatan nya sangat enak. Afsah mengambil dua mangkuk lalu dia masukan dengan rapi dengan cara di gulung


Tak lupa memotong chiken katsu menjadi 3 bagian . Lalu dia taro pinggir dan keju yang sudah dia parut di aurin


Jus kemasan yang afsah beli tadi juga afsah tuang dalan gelas


" Udah jadi sayang ? "


" Iya . Kita mau makan dimana? "


" Di luar ayunan kolam berenang aja sayang . Sini biar aku yang bawain . Kamu bawa minum aja " kata Alvin begitu semangat


Afsah mengangguk . Alvin begitu aja jalan duluan . Karena afsah mau beres dapur dulu. Bersih seperti semula


" Udah nanti aja sayang . Kita makan dulu " kata Alvin tidak sabar


Afsah membawa 2 minuman jus segar kehalaman samping . Yang di mana alvin menarik meja kecil dia dekatkan ke ayunan payung untuk mereka duduk


" Jangan di makan dulu. Aku mau foto "


Alvin menghela nafas harus sabar apa lagi sekarang ini


" Iseng aja tangan nya ! Beluman " kata Afsah ngomel


" Cepat sayang .... aku lapar "


Afsah menarik mangkuk milik alvin untuk menyatukan mangkok berdua. Afsah mengangkat punya alvin


" Pegang "


Alvin menurut . Dia tersenyum paksa


" Cepet senyum ... mau cepet di makan nggak "

__ADS_1


Alvin tersenyum paksa lagi


" Gini ya ! Engak nurut kan ! " kata afsah ngambek


Alvin menegakkan tubuhnya dia mulai tersenyum manis


" Foto berdua dulu "


" Astaga sayang ! " omel Alvin


Afsah mendekatkan wajahnya di pipi alvin . Mereka berdua sama sama tersenyum pada kamera


" Makasih udah di masakin " kata Alvin sambil tersenyum


Tadi afsah yang sudah masak. Kini giliran alvin yang bantu buat cuci piring . Ternyata alvin tidak semanja apa yang afsah pikirkan. Alvin bisa beres rumah apalagi cuci piring . Mengingat dia sekolah di luar


Pasti terbiasa hidup mandiri . Ayah nya memang tajir . Tapi tidak mungkin ayah nya bakalan mengajarkan Alvin manja terus . Pasti harus mandiri.


" Jadi kan kita mau pilih cincin ? " Tanya Alvin


" Jadi mas . Aku beres kamar kamu dulu ya. Ga enak tadi aku yang berantakin "


" Iya sayang " jawab Alvin


Keduanya berjalan saling mengandeng tangan di sebuah mall . Keduanya mencari toko perhiasan saran dari mama Alvin


" Lantai 2 kata mama kamu mas "


" Naik lagi berarti satu lantai lagi sah " kata alvin


Melewati Eskalator. Kedua nya terus mencari toko yang mama alvin sarankan .


" Oh iya " jawab alvin


Keduanya berjalan lurus kearah toko perhiasan . Membeli satu cincin untuk lamaran nanti. Afsah memilih nya ada beberapa saran dari karyawan toko


" Pilih mana yang kamu mau " kata Alvin


Karyawan toko itu tersenyum


" Di lampu ijo sama calon nya mba . Pilih aja yang bagus . Mahal gapapa ya mas hehe "


" Terserah calon saya aja mba . Mau yang mana "


Afsah memakai satu persatu. Mencari mana yang cocok untuk di tangan nya


" yang ini ya ! " kata Afsah


" Iya. Bagus di tangan kamu " kata Alvin


Afsah mengambil cincin yang dia sukai . Afsah juga meminta card alvin untuk bayar tagihan nya . Setelah itu di ukur jari yang akan mau di pakai


" calon suami nya manis mba ! Kalem juga engak banyak ngomong "


Afsah terkejut . Apa kalem ? Ga banyak ngomong ? Engak tahu aja aslinya suka cari keributan


" di tunggu 10 menit ya mba " kata nya

__ADS_1


" Saya tinggal keluar dulu gapapa ? "


" Gapapa mba . Nanti kalo udah saya hubungi. Bisa minta nomor telepon nya " karyawan itu memberikan sebuah buku untuk afsah menuliskan angka nomor whatsapp


Afsah mengajak alvin untuk keluar toko dulu . Wanita itu merangkul tangan alvin


" kamu ada yang mau di beli lagi sah ? "


" Bentar mas . Aku lupa mau beli apa . Tadi aku ingat " kata Afsah


Alvin menatap afsah . Saat ini mereka lagi menaik tangga Eskalator


" Cantik banget si sah "


" gombal " kata Afsah salting


" Merah gitu muka nya ... hehe kenapa ? " Tanya alvin


Afsah langsung memutar balik badan nya . Afsah memegang pipi emang di pegang itu panas


" Mau beli parfum "


" Yaudah ayuk . Sekalian aja aku juga beli " kata alvin


Masuk toko kedua. Alvin mencari parfum yang biasa dia beli . Sedangkan afsah masih milih milih


" Alvin..."


Kedua nya menengok. Ketika itu wanita yang memanggil alvin pengen cepika cepiki . Afsah langsung diam . Karena saat ini jarak alvin sama afsah sangat jauh


" Apa kabar ... engak ketemu dirumah . Tapi malah ketemu disini " kata Fay


Alvin mundur dua langkah menjauhi fay . Fay merapikan rambut nya dengan genit


" Sama siapa vin ? "


Alvin langsung memanggil afsah . Karena calon istrinya itu langsung diam


" Oh sama dia ... kalian udah ketemu lagi ... emm... Oh iya vin... kamu tau nggak cewek di samping kamu ini kekasih nya derren sahabat kamu . Kasian ya vin . Dulu kamu buang gitu aja . Ga dapat kamu . Malah ambil sahabat kamu "


Afsah menarik tangan alvin . Afsah melangkah satu kedepan menunjuk Fay


" Jaga mulut lo ya ! Gue robek lama lama tuh mulut ! Berapa kali gue bilang . Gue bukan pacar nya derren ! "


" Terus kalo bukan pacar kenapa mau di peluk peluk ? Dasar murahan "


Plak !


Alvin terkejut ketika afsah menampar nya . Alvin langsung mencegah mereka keributan . Di tambah lagi karyawan toko juga mencegah mereka


" sekali lagi lo gangguin gue sama alvin. Habis lo ketemu gue di jalan ! Asal lo tau . Alvin itu pacar gue " kata Afsah


Fay terlanjur keluar toko oleh karyawan toko. Afsah di buat kesel . Pasal nya dimana mana ketemu Fay


" Urus tuh mantan lo . Selesain masa lalu lo . Jangan sampai setelah menikah . Masih ganggu hidup gue " kata Afsah


" Aku beneran engak tau dia mau samperin aku sah "

__ADS_1


Afsah masa bodo . Dia kembali ke tempat parfum cewek . Alvin kesel sama fay tapi dia engak bisa apa apa


__ADS_2