Dendam Di Masa Lalu

Dendam Di Masa Lalu
Seratus lima satu


__ADS_3

Sebelum pulang Afsah menerima bungkusan dari mama nya . Sedangkan alvin di panggil ayah keruangan kerja nya


" Ambil nih buat afsah . Tadi ayah bilang sama afsah buat beli ruko lahan mie ayam. Kalo bisa orang tua afsah engak usah jualan lagi . Suruh orang lain , gaji karyawan "


" Em iya yah ! "


Alvin menerima uang segepok amplop besar yang di masuk kedalam totebag supermarket.  Setelah urusan pembicaraan mengenai orang tua Afsah . Alvin keluar ruang kerja ayah


" Kamu masukin dulu makanan nya kedalam mobil vin . Bantu afsah "


" Iya mam "


Alvin menerima bungkusan di tangan Afsah untuk masuk ke mobil . Alvin menaruh baik baik uang yang di berikan Ayah nya itu di bangku penumpang


" Kabarin kalo ada apa apa Sah .... jangan lupa juga kamu cek kehamilan kamu . Kurang kurangin berhubungan dulu eh " kata Mama


Afsah dan alvin langsung pamit untuk kurang kerumah nya


" STOP... "


Alvin memberhentikan mobilnya. Afsah turun mobil dia duduk di bangku penumpang belakang


" Berasa aku jadi supir ya ! Duduk depan ! "


" Ga mau ! "


" Wah ! Cari gara gara nih anak ya ! " jawab Alvin


Afsah hanya diam menatap jendela . Begitu pun dengan alvin menatap lewat pantulan kaca


" Satu... dua ... kalo kamu engak pindah kedepan . Kamu harus telan spe*ma aku "


Krek


Afsah langsung pindah kedepan . Membuat alvin menghela nafas


" Ga usah aneh aneh ! Aku cuma pengen cepet sampe rumah . Mau main Game "


" Game terus! Belum aja itu komputer kebakaran " gumam Afsah


Alvin hanya diam . Dia terus melanjutkan perjalanan nya sampai akhinya tiba dirumah . Alvin membawa semua barang . Kecuali tas yang berisi uang . Di pegang Afsah


" Ini isinya apa ? " Tanya Afsah


" Sampah kali "


Afsah mengangguk . Afsah berjalan ke area dapur . Baru banget Afsah menginjak kaki tong sampah


" Ehhhh.... kamu mau buang ? "


" Kata kamu tadi sampah . Lagian tas nya juga jelek banget . Udah robek "


" Orang gila . Main buang buang aja "


Afsah langsung bingung . Dia menggaruk kepalanya

__ADS_1


" buka aja kalo kamu mau tau isinya apa "


Afsah membukanya tanpa persetujuan Alvin.  Afsah membuka amplop besar berisi uang segepok


" Astagfirullahalazim... untung aja aku engak buang . Kamu nih tadi bilang sampah Vin "


Afsah memukul pundak alvin dengan reflek


" Vin vin ! Mas alvin tahu nggak ! " jawab Alvin


Afsah memonyongkan bibirnya. Afsah memberikan tas itu kepada Alvin


" Aku udah masukin semuanya ke dalam kulkas . Kamu buatin aku kopi . Aku mau ini di brangkas kamar dulu . Baru deh nanti aku mau ke atas main Game "


" Iya ...." jawab Afsah


Alvin langsung pergi ke kamar nya . Untuk menyimpan uang itu ke brangkas kamar . Setelah itu alvin menganti baju lebih santai lagi . Kaos dan celana boxer . Alvin memeluk Afsah ketika istrinya menuang cemilan snack kedalam toples


" Uang dari mana itu mas ? "


" Kenapa emang ? Kepo banget sih mama afsah " kata Alvin


" Mau tau aja mas ... "


" Uang hasil kerja aku dong . Aku minta cairin kemarin sama orang suruhan ayah kemarin sayang " kata alvin


Ayah tadi sempat bilang jangan bilang uang itu dari ayah nya . Karena sudah pasti Afsah akan meminta alvin untuk membalikan uang itu . Dan ayah juga tipe orang yang kalo udah ngasih sesuatu engak suka di umbar umbar


" Oh gitu ... banyak juga ya uang kamu mas ... oh iya ini cemilan buat kamu main Game. Nanti aku nyusul kamu ke kamar atas . Sekalian juga kamu bawa kopi kamu tuh . Masih panas "


Alvin membawa kopi dan juga snack yang afsah tuang ke toples membawanya ke kamar atas


Sama dengan alvin . Afsah juga menganti baju nya lebih santai . Setelah itu dia ikut ke kamar game menyusul Alvin


Drt...


Drt...


Calling Bapak Mertua


( Halo iya pak ? )


( Vin ? Kamu lagi sama afsah ? )


Alvin mengerutkan keningnya . Kenapa tiba tiba bapak menanyakan Afsah


( Ada pak.  Lagi masak . Kenapa pak ? )


( Vin . Bisa tolong bantu bapak ? Bapak pinjam mobil kamu buat bawa ibu kerumah sakit)


Alvin langsung beranjak bangun di segera keluar kamar dan turun kebawah


( bentar pak . Alvin kabarin afsah dulu )


( Iya vin , bapak tunggu dirumah ya . Dari semalam ibu meriang beberapa kali muntah )

__ADS_1


Alvin berlari dari kamar menemui afsah . Begitu alvin buka kamar. Afsah sedang merapikan ranjang


" Bapak ngabarin kalo kita harus kerumah . Ibu sakit "


" Sakit ? Huaaaa hiks hiks hiks " tangis Afsah langsung menjerit


Alvin memeluk Afsah langsung . Menenangkan istrinya yang menangis histeris


" Kita harus siap siap . Aku ganti baju dulu


Baru kita kerumah jemput ibu buat kerumah sakit "


Afsah mengangguk, tangis afsah masih berlanjut sampai akhinya alvin mengambil pakaian Afsah untuk mengantinya


" Cepat di pakai baju nya sayang . Udah engak ada waktu lagi . Tahan dulu tangis nya " desak Alvin


Alvin menghela nafas dia langsung mengambil kunci mobil untuk menyalakan terlebih dahulu


" Afsah ! Cepat keluar sayang . Jangan terlalu lama di kamar . Kita harus kerumah orang tua kamu "


Afsah menangis cegegukan.  Dia keluar kamar . Alvin segera menutup pintu rumah . Mereka langsung mengendarai mobilnya menuju rumah orang tua Afsah


" Udah aku bilang kemarin kita kerumah aku harusnya. Perasaan aku tuh ga enak . Tapi kamu tetep kekeh mau kesana . Awas kalo sampai ibu aku kenapa kenapa . Ini salah kamu "


" Maafin aku sayang ! "


Hiks hiks hiks


Drt....


Drt....


Calling Bapak Mertua


" Kamu angkat hp aku sah "


( Ha...ha lo... hiks hiks )


( Alvin udah jalan ? )


( U u udah paaaak ...hiks hiks ... tunggu sebentar ... )


( Bapak siap siap dulu )


Tut


Afsah memukul pundak alvin supaya berjalan cepat


" Macet sayang ... sabar dong ... engak usah pukul pukul ... keselamatan kamu lebih penting "


" IBU aku lebih penting dari pada anak KAMU!  "


Alvin menghela nafas . Alvin menatap Afsah sekilas lalu dia menatap jalanan lagi


" Kamu jangan ngomong kaya gitu dong . Bagaimanapun aku sayang sama anak aku"  lirih Alvin sambil mengusap perut Afsah

__ADS_1


__ADS_2