
Sebelum pulang Afsah menerima bungkusan dari mama nya . Sedangkan alvin di panggil ayah keruangan kerja nya
" Ambil nih buat afsah . Tadi ayah bilang sama afsah buat beli ruko lahan mie ayam. Kalo bisa orang tua afsah engak usah jualan lagi . Suruh orang lain , gaji karyawan "
" Em iya yah ! "
Alvin menerima uang segepok amplop besar yang di masuk kedalam totebag supermarket. Setelah urusan pembicaraan mengenai orang tua Afsah . Alvin keluar ruang kerja ayah
" Kamu masukin dulu makanan nya kedalam mobil vin . Bantu afsah "
" Iya mam "
Alvin menerima bungkusan di tangan Afsah untuk masuk ke mobil . Alvin menaruh baik baik uang yang di berikan Ayah nya itu di bangku penumpang
" Kabarin kalo ada apa apa Sah .... jangan lupa juga kamu cek kehamilan kamu . Kurang kurangin berhubungan dulu eh " kata Mama
Afsah dan alvin langsung pamit untuk kurang kerumah nya
" STOP... "
Alvin memberhentikan mobilnya. Afsah turun mobil dia duduk di bangku penumpang belakang
" Berasa aku jadi supir ya ! Duduk depan ! "
" Ga mau ! "
" Wah ! Cari gara gara nih anak ya ! " jawab Alvin
Afsah hanya diam menatap jendela . Begitu pun dengan alvin menatap lewat pantulan kaca
" Satu... dua ... kalo kamu engak pindah kedepan . Kamu harus telan spe*ma aku "
Krek
Afsah langsung pindah kedepan . Membuat alvin menghela nafas
" Ga usah aneh aneh ! Aku cuma pengen cepet sampe rumah . Mau main Game "
" Game terus! Belum aja itu komputer kebakaran " gumam Afsah
Alvin hanya diam . Dia terus melanjutkan perjalanan nya sampai akhinya tiba dirumah . Alvin membawa semua barang . Kecuali tas yang berisi uang . Di pegang Afsah
" Ini isinya apa ? " Tanya Afsah
" Sampah kali "
Afsah mengangguk . Afsah berjalan ke area dapur . Baru banget Afsah menginjak kaki tong sampah
" Ehhhh.... kamu mau buang ? "
" Kata kamu tadi sampah . Lagian tas nya juga jelek banget . Udah robek "
" Orang gila . Main buang buang aja "
Afsah langsung bingung . Dia menggaruk kepalanya
__ADS_1
" buka aja kalo kamu mau tau isinya apa "
Afsah membukanya tanpa persetujuan Alvin. Afsah membuka amplop besar berisi uang segepok
" Astagfirullahalazim... untung aja aku engak buang . Kamu nih tadi bilang sampah Vin "
Afsah memukul pundak alvin dengan reflek
" Vin vin ! Mas alvin tahu nggak ! " jawab Alvin
Afsah memonyongkan bibirnya. Afsah memberikan tas itu kepada Alvin
" Aku udah masukin semuanya ke dalam kulkas . Kamu buatin aku kopi . Aku mau ini di brangkas kamar dulu . Baru deh nanti aku mau ke atas main Game "
" Iya ...." jawab Afsah
Alvin langsung pergi ke kamar nya . Untuk menyimpan uang itu ke brangkas kamar . Setelah itu alvin menganti baju lebih santai lagi . Kaos dan celana boxer . Alvin memeluk Afsah ketika istrinya menuang cemilan snack kedalam toples
" Uang dari mana itu mas ? "
" Kenapa emang ? Kepo banget sih mama afsah " kata Alvin
" Mau tau aja mas ... "
" Uang hasil kerja aku dong . Aku minta cairin kemarin sama orang suruhan ayah kemarin sayang " kata alvin
Ayah tadi sempat bilang jangan bilang uang itu dari ayah nya . Karena sudah pasti Afsah akan meminta alvin untuk membalikan uang itu . Dan ayah juga tipe orang yang kalo udah ngasih sesuatu engak suka di umbar umbar
" Oh gitu ... banyak juga ya uang kamu mas ... oh iya ini cemilan buat kamu main Game. Nanti aku nyusul kamu ke kamar atas . Sekalian juga kamu bawa kopi kamu tuh . Masih panas "
Alvin membawa kopi dan juga snack yang afsah tuang ke toples membawanya ke kamar atas
Sama dengan alvin . Afsah juga menganti baju nya lebih santai . Setelah itu dia ikut ke kamar game menyusul Alvin
Drt...
Drt...
Calling Bapak Mertua
( Halo iya pak ? )
( Vin ? Kamu lagi sama afsah ? )
Alvin mengerutkan keningnya . Kenapa tiba tiba bapak menanyakan Afsah
( Ada pak. Lagi masak . Kenapa pak ? )
( Vin . Bisa tolong bantu bapak ? Bapak pinjam mobil kamu buat bawa ibu kerumah sakit)
Alvin langsung beranjak bangun di segera keluar kamar dan turun kebawah
( bentar pak . Alvin kabarin afsah dulu )
( Iya vin , bapak tunggu dirumah ya . Dari semalam ibu meriang beberapa kali muntah )
__ADS_1
Alvin berlari dari kamar menemui afsah . Begitu alvin buka kamar. Afsah sedang merapikan ranjang
" Bapak ngabarin kalo kita harus kerumah . Ibu sakit "
" Sakit ? Huaaaa hiks hiks hiks " tangis Afsah langsung menjerit
Alvin memeluk Afsah langsung . Menenangkan istrinya yang menangis histeris
" Kita harus siap siap . Aku ganti baju dulu
Baru kita kerumah jemput ibu buat kerumah sakit "
Afsah mengangguk, tangis afsah masih berlanjut sampai akhinya alvin mengambil pakaian Afsah untuk mengantinya
" Cepat di pakai baju nya sayang . Udah engak ada waktu lagi . Tahan dulu tangis nya " desak Alvin
Alvin menghela nafas dia langsung mengambil kunci mobil untuk menyalakan terlebih dahulu
" Afsah ! Cepat keluar sayang . Jangan terlalu lama di kamar . Kita harus kerumah orang tua kamu "
Afsah menangis cegegukan. Dia keluar kamar . Alvin segera menutup pintu rumah . Mereka langsung mengendarai mobilnya menuju rumah orang tua Afsah
" Udah aku bilang kemarin kita kerumah aku harusnya. Perasaan aku tuh ga enak . Tapi kamu tetep kekeh mau kesana . Awas kalo sampai ibu aku kenapa kenapa . Ini salah kamu "
" Maafin aku sayang ! "
Hiks hiks hiks
Drt....
Drt....
Calling Bapak Mertua
" Kamu angkat hp aku sah "
( Ha...ha lo... hiks hiks )
( Alvin udah jalan ? )
( U u udah paaaak ...hiks hiks ... tunggu sebentar ... )
( Bapak siap siap dulu )
Tut
Afsah memukul pundak alvin supaya berjalan cepat
" Macet sayang ... sabar dong ... engak usah pukul pukul ... keselamatan kamu lebih penting "
" IBU aku lebih penting dari pada anak KAMU! "
Alvin menghela nafas . Alvin menatap Afsah sekilas lalu dia menatap jalanan lagi
" Kamu jangan ngomong kaya gitu dong . Bagaimanapun aku sayang sama anak aku" lirih Alvin sambil mengusap perut Afsah
__ADS_1