Dendam Di Masa Lalu

Dendam Di Masa Lalu
Seratus limabelas


__ADS_3

" Kamu tenang aja . Aku engak bakalan aneh aneh di kantor . Kali ini aku beneran bikin kamu percaya lagi sama aku . Kemarin Fay juga bilang sama aku gimana enaknya bekerja . Radi secepatnya mau nikahin fay . Radi mau tanggung jawab "


" Syukur kalo temen kamu mau tanggung jawab " kata Afsah saat mereka selesai makan dan ngobrol di halaman samping


Afsah menemani alvin santai minum kopi. Wanita itu sambil berjemur punggung nya


" Aku bilang sama Fay . Kalo radi minta secepatnya menikah . Artinya aku harus cari yang baru sekretaris nya sah "


" Bagus lah ! Kalo bisa cowok ! Atau kalo mau cewek juga bisa tapi yang sudah berumur "


" Iya sayang ... ga boleh yang masih muda kan " ejek alvin


Afsah mengangguk . Alvin beranjak bangun dia menjauh dari afsah untuk membakar rokok nya


" Sah . Aku perhatiin kamu engak pernah minum susu hamil ? Percuma aku beliin kamu susu nya "


" Aku ga suka bau nya vin ! Lagian gapapa juga kalo aku ga minum " kata afsah


" Kapan jadwal konsultasi kamu ? Aku anterin "


" Minggu depan vin ... yaudah " jawab nya


Alvin menatap jam di ponselnya . Dia meletakkan rokok di pinggir


" Aku siap siap berangkat kantor dulu "


Afsah mengangguk . Afsah memotret dirinya lagi berjemur dan juga memotret dirinya lagi pegang perut buncit nya


Beberapa menit kemudian afsah selesai berjemur . Afsah masuk ke kamar . Ketika itu alvin lagi memakai jam tangan


" Vin ... makin kesini ... kayanya aku engak perlu resepsi deh . Kamu gimana ? "


" Aku pengen resepsi . Biar orang orang tahu kita menikah . Kamu kan tahu sendiri orang tua aku banyak kolega bisnis nya . Biar mereka tahu anaknya udah ada yang menikah " jawan Alvin


" tapi kan bisa aja ayah kamu bilang setiap pertemuan . Kalo anaknya sudah menikah dan punya anak "


" Kalo mereka mikir aku hamilin orang duluan gimana ? " Tanya Alvin


" Kita engak perlu mikirin orang lain . Aku nyaman kita begini jadi engak banyak yang tahu "


" Kan perjanjian nya kita mau nyusul resepsi sah ? Kok beda lagi ngomong nya ? Kamu sendiri yang ngomong iya pas selesai acara " kata Alvin


" Ya aku berubah pikiran . Aku udah hamil juga kaya gini . Mau di paksain juga resepsi ? " Tanya Afsah


Alvin menghela nafas


" Terserah kamu aja lah . Kamu selalu mau menang sendiri. Selalu semua orang harus ikutin maunya kamu " kata Alvin kesel


Alvin segera keluar . Pria itu mengambil rokok nya lagi di pinggir kolam berenang

__ADS_1


" Alvin ... tapi kita bisa ngomong sama orang tua kita buat batalin resepsi . Lagian juga belum tau mau kapan resepsi kan ? "


" Kamu atur aja sendiri . Terserah kamu mau resepsi jadi kek , mau engak kek . Kamu yang tanggung sendiri " kata alvin


" Bisa nggak kita ngomong dulu jangan pergi pergi kaya gini ? "


Alvin menghela nafas . Dia mematikan rokok nya


" aku mau berangkat kerja ! Kalo kamu mau ngajak berantem lagi . Aku engak ada waktu ! "


" Siapa yang ngajakin berantem? Aku cuma mau bilang kita engak perlu buat resepsi. Tapi kamu yang udah kesel duluan " kata afsah


" Ya kesel lah . Perjanjian nya gimana waktu awal awal? Kalo kamu mau batalin acara resepsi. Bilang sama orang tua aku . Aku malas ngomong sama mereka "


" Yaudah . Aku yang bilang nanti . Udah sana jalan . Marah marah terus! " kata Afsah langsung masuk ke kamar nya


Alvin hanya menggeleng kepalanya dia langsung keluar rumah dan berangkat ke kantor


Saat afsah lagi asik tidur tiba tiba ada suara bel . Awalnya afsah bodo amat . Bahkan tidak ada niat buat membuka


Tapi bell itu terus berbunyi . Afsah terpaksa membukanya


" Mama ..." kata afsah


Kedua mertuanya tiba tiba datang . Afsah bener kaget karena tidak ada persiapan apa apa buat kedatangan mereka


" Gapapa . Kita kesini kebetulan lewat aja . Pengen tau kabar kamu gimana sama alvin ! Kalian ga berantem kan ? " Tanya mama


" Engak ko mah . Cuma kadang kesel aja sama alvin. Ya maklum lagi hamil bawaan nya mau di perhatiin " kata Afsah


Mama alvin tersenyum


" Mama bawa buah buat kamu ..."


Afsah membuka paper bag . Banyak buah dari mertuanya . Afsah mengucapkan terima kasih atas buah buah yang cantik banget warnanya


Ayah alvin mengecek rumah milik anaknya apakah terawat dengan rapi ? Bahkan ayah alvin memegang meja makan . Apakah ada debu atau tidak


" Apa cucu mama baik baik aja ? "


" Baik kok mah ... " kata Afsah sambil tersenyum


" Udah ngidam apa aja ? " Tanya ayah Alvin sekarang


" Kemarin sempat mie ayam buatan ibu . Terus ketoprak juga ngidam "


Ayah dan mama alvin tersenyum mendengarnya. Baguslah kalo cucu mereka sehat sehat didalam perut sana


" sama satu lagi. Ayah . Bukan nya apa apa ya . Tapi semakin hamil bertambah begini aku males buat acara resepsi. Gimana kalo di batalin aja ngadain resepsi? "

__ADS_1


" Kenapa emangnya sah ? Bukan nya kamu yang mau ? " Tanya Mama alvin


" Aku engak kuat diri lama lama yah . Mah . Dan aku juga tadi udah bilang sama alvin . Gimana kalo kita engak usah ngadain resepsi. Toh . Kita juga udah menikah "


" Yaudah terserah kamu aja . Ayah ikut enaknya kalian gimana " kata Ayah santai


Afsah tersenyum. Artinya ga resepsi ga masalah dong


Afsah beranjak bangun dia menyiapkan minum buat kedua mertuanya tapi mereka melarang supaya afsah tidak banyak bergerak


Banyak cerita mengenai masa kecil alvin . Yang ternyata emang bawaan alvin suka marah marah itu keturunan dari kakek nya . Bahkan alvin dulu nakal banget suka bikin nangis anak orang


Afsah tersenyum miring . Sampai sekarang juga itu anak suka marah marah dan suka banget bikin anak orang nangis


" berantem rumah tangga itu mah biasa sah . Dulu mama sama ayah juga begitu . Kalo kesel sama ayah. Mama tinggal dua hari atau seminggu bahkan dua minggu mama tinggal . Karena biar sama sama introspeksi diri "


" Iya mah . Aku sama alvin berantem paling engak lama . Besok nya juga baik lagi " kata Afsah


" Syukur deh . Kalian kenal dari jaman sekolah . Pasti udah engak malu lagi ya "


Afsah mengangguk. Cukup lama afsah jadi tahu masa lalu alvin yang menggemaskan. Akhirnya kedua mertuanya itu segera pulang


Setelah kepergian mertuanya . Afsah segera menghubungi alvin . Sekali tapi tidak di angkat . Afsah menatap cctv


Afsah mengambil satu apel dan pisang untuk membawanya ke kamar . Afsah bersantai di atas ranjang sambil menonton tv


" Belum aktif juga ini orang ! Udah 3 jam yang lalu gue chat " gumam nya


Afsah tidur lagi . Sebenarnya kerjaan afsah dirumah ya gitu . Makan, tidur, Makan , tidur


Afsah tersadar ketika perutnya sedikit berat . Afsah membuka matanya menatap bawah ada satu tangan kekar yang memeluknya


" Alvin..."


" Ya ? " kata Alvin


" bantuin bangun . Leher pundak aku sakit"


Alvin langsung membantu afsah untuk berdiri. Alvin langsung memijatnya pelan pelan


" Tadi aku udah bilang sama ayah kamu . Kata ayah kamu . Terserah aku . Senyaman nya aku "


" Yaudah ! Ternyata kamu engak menempati janji ! Suka manis di awal " jawab nya


" Alvin... aku kan udah bilang ..." kata afsah terpotong


" Kamu selalu mau menang sendiri ! Kamu egois " kata Alvin


Afsah menghela nafas . Afsah menyingkirkan tangan alvin di pundaknya

__ADS_1


__ADS_2