
" Jangan ngomong ! Gue lagi kesel sama lo " kata Alvin
Afsah menghela nafas . Akhirnya Afsah mematikan hp nya . Wanita itu bersandar di mobil menatap alvin mengendarai
" Cincin nya engak muat . Bisa ngga aku lepas aja ? Aku simpan di kalung ? "
" Sengaja taruh di kalung biar di kira single? " Tanya alvin sinis
Afsah menunjukan jari kanan nya . Dia menunjukan cincin di jadi tengah nya itu sempit
" Pakai aja . Jangan berani beraninya di buka ! " Perintah alvin
" tapi sakit jari jari aku . Gatel kalo lama di pakai terus "
" Yaudah buang aja cincin nya dari pada engak di pakai " kesel alvin
Afsah menatap alvin dia mengelus kepala calon suaminya
" Alvin sabar kenapa sih marah marah terus , awas aja sampai rumah nyuruh aku buka baju . Aku engak mau ya ! Kita mau menikah minggu depan . Dan aku mau kita berhubungan setelah sah menikah "
" Apa maksud kamu ? Engak boleh kita saling lepas baju . Tidur bareng? Lagian toh kita juga bakalan menikah . Aku engak masalah kalo dalam waktu dekat atau mungkin beberapa hari kedepan kamu hamil sebelum ijab qabul "
" Iya kamu yang gapapa karena kamu engak punya otak . Kamu mau aku mati ditangan bapak ? " ketus Afsah
Alvin memberhentikan mobilnya dia menatap afsah dengan nafas tidak teratur. Alvin merangkul afsah untuk memeluk nya
" Yaudah cincin nya biar alvin yang pake . Tapi ingat kalo orang nanya status kamu. Bilang aja sudah menikah "
" Iya " kata afsah
Alvin mengeratkan pelukan nya dia kangen banget sama afsah . Beberapa menit kemudian alvin melepaskan pelukan dia mengecup pipi kanan kiri afsah lalu mengecup kening nya
" Kita kerumah. Aku mau kasih sesuatu sama kamu "
Afsah mengangguk. Mereka berdua jalan lagi. Kali ini mereka bergandengan tangan selama perjalanan
Afsah menyantai di depan kolam berenang . Lampu rumah alvin bagus banget . Tiba tiba dari arah belakang langsung memeluknya
" Vin lampu lampu nya bagus banget . Aku suka. Kamu beli dimana ? "
" Em itu di kasih ayah sayang . Ayah dari Jerman kemarin "
Afsah mengangguk dia senang melihat lampu halaman samping rumah alvin
" Emmm ... ke kamar yuk "
Afsah mengangguk. Alvin menarik tangan afsah untuk ke kamar mereka berdua. Di ranjang ada bunga dan juga satu kotak
" Tumben banget . Apa isi nya ? " kata afsah mengambil kotak
__ADS_1
" Buka aja kalo kamu pengen tahu "
Afsah membuka nya pelan pelan . Wanita itu langsung menatap alvin ketika kotak itu berisi kalung
" Bagus banget vin ! Ini buat aku ? "
" Iya buat kamu " kata Alvin sambil tersenyum
Alvin mengambil ahli kalung itu. Dia memakaikan kalung di leher afsah setelah selesai . Alvin mengecup punggung afsah
" Makasih sayang ..." ucap Afsah langsung memeluk alvin
Alvin tersenyum senang . Entah kenapa alvin senang ngasih apapun yang berharga buat afsah . Afsah melepaskan cincin nya dia memakaikan alvin di jari manis nya
" Awas kalo macam macam ! Aku cekek " ancam afsah
" Kalo di cekek sambil tiduran aku mau " ejek alvin
" Dasar otak mesum ! " kata Afsah menoyor kepala alvin
Afsah duduk di atas ranjang . Dia menarik tangan alvin supaya duduk juga
" Jangan di biasain kalo lagi stres ngacak acak rambut . Kamu tuh ganteng kalo rambut nya rapi "
" Iya sayang . Reflek aja sih sebenernya "
Afsah merapikan lagi rambut alvin . Mungkin emang itu kebiasaan alvin kalo lagi kesel atau stres selalu mengacak acak rambut nya
" Iya lah . Dress baru nih aku beli di Surabaya "
Alvin mendekatkan bibir nya mengecup punggung afsah
" Jadi gini vin . Ada yang mau aku omongin sama kamu . Tapi janji jangan marah "
" Apa sayang . Mau ngomong apa " kata Alvin
" Kemarin Radi jemput aku di kantor . Terus dia ..."
" dia ? " Tanya alvin penasaran
" Dia jujur sama aku kalo dia suka sama aku dari jaman sekolah sebelum kamu kenal sama aku "
Alvin langsung diam
" Vin ... kita engak ngapa ngapain kok . Dia jujur sama aku cuma pengen aku tau kalo dia suka sama aku . Dia engak berniat buat kita selesai ... " jelas Afsah
Afsah mengelus punggung alvin . Baru ngomong sedikit alvin udah emosi
" Terus apalagi? " Tanya alvin menahan emosi
__ADS_1
" Ya dia jujur selama ini deket sama cewek cuma dia mainin doang . Karena dia belum bisa move on sama aku . Vin sumpah aku kaget dia ngomong kaya gitu . Waktu pertama aku jalan sama dia yang kamu suruh buat ngomong baik baik sama aku . Sama sekali aku engak curiga "
Alvin mengepalkan tangannya
" Berapa kali kalian jalan . Kenapa kamu engak jujur kalo kamu jalan lagi sama Radi ? Atau kamu sering jalan sama cowok lain tanpa sepengetahuan aku ? Kamu sering jalan sama cowok yang di depan lift itu ? " Tanya alvin kini beranjak bangun
" 3 kali aku jalan dan aku engak mau lagi . lagian kita jalan cuma makan dan ngobrol aja Vin . Kemarin Radi cuma nyatain doang. aku juga ga bisa ngomong apa apa . Dan aku udah engak ketemu lagi sama Rakyan vin " jawab afsah
" Kenapa engak mau ? Kan gua engak tau ? Gua di jakarta. Bisa aja kan lo ngajak Radi ke apartemen buat tidur bareng ? "
" Vin aku tidur sama kamu doang ya ! Aku udah bilang jangan marah aku bakalan ngomong jujur sama kamu . Radi juga engak aneh aneh sama aku . Alvin ! Kita cuma ngobrol terus makan" kata afsah
Alvin langsung keluar kamar . Dia duduk di pinggir kolam berenang sambil menghisap rokok nya
Berkali kali alvin mengubrak meja karena menahan kesal . Alvin juga mengacak acak rambut nya padahal udah rapi . Sedangkan di dalam kamar . Afsah hanya diam . Biarin alvin marah seengaknya afsah berkata jujur
Supaya suatu saat alvin tidak mengetahui ini dari orang lain . Beberapa jam kemudian karena afsah udah di telepon bapak . Tak lama alvin masuk ke dalam kamar . Alvin mengunci nya . Kunci itu ada di saku celana alvin
Alvin masuk ke dalam kamar mandi . Entah apa yang dia lakukan
" Aku udah di suruh pulang sama bapak Vin" kata afsah berdiri di depan alvin
" Malam ini kamu tidur sama aku disini . Bilang bapak . Kalo kamu nginap dirumah temen "
" Vin jangan begini dong . Bapak engak bakalan percaya kalo aku nginap dirumah temen " kata Afsah
Alvin mengambil hp afsah . Dia menghubungi calon mertuanya
( Iya sah , dimana kamu ? Kok belum pulang)
" Ngomong cepetan " kata alvin pelan
( pak ... afsah lagi ngumpul dirumah temen afsah . Boleh nggak kalo afsah nginap disini . Besok alvin yang jemput afsah dirumah temen . Besok alvin juga yang antar kerumah ) kata afsah pelan
( emang apa yang kamu lakuin dirumah temen kamu? Bukan nya tadi kamu bilang mau ketemu alvin di cafe )
Alvin mebisiki nya
( Iya pak . Tadi sekalian ngumpul sama temen kuliah . Terus sekarang lagi di rumah temen. Tadi cuma ketemu alvin sebentar doang ) jelas afsah
( Yaudah nak . Nginap aja dirumah teman kamu . Mungkin teman kamu lagi kangen sama kamu nak )
( Iya pak )
( tapi nak.... )
Alvin langsung mematikan panggilan nya dia langsung membuka kemeja yang dia pakai
" Alvin ... "
__ADS_1
Alvin langsung menarik kaki afsah . Wanita itu terjatuh . Dan mereka melakukan sepanjang malam hingga dini hari