Dendam Di Masa Lalu

Dendam Di Masa Lalu
Sembilan enam


__ADS_3

" Jangan ngomong ! Gue lagi kesel sama lo " kata Alvin


Afsah menghela nafas . Akhirnya Afsah mematikan hp nya . Wanita itu bersandar di mobil menatap alvin mengendarai


" Cincin nya engak muat . Bisa ngga aku lepas aja ? Aku simpan di kalung ? "


" Sengaja taruh di kalung biar di kira single? " Tanya alvin sinis


Afsah menunjukan jari kanan nya . Dia menunjukan cincin di jadi tengah nya itu sempit


" Pakai aja . Jangan berani beraninya di buka ! " Perintah alvin


" tapi sakit jari jari aku . Gatel kalo lama di pakai terus "


" Yaudah buang aja cincin nya dari pada engak di pakai " kesel alvin


Afsah menatap alvin dia mengelus kepala calon suaminya


" Alvin sabar kenapa sih marah marah terus , awas aja sampai rumah nyuruh aku buka baju . Aku engak mau ya ! Kita mau menikah minggu depan . Dan aku mau kita berhubungan setelah sah menikah "


" Apa maksud kamu ? Engak boleh kita saling lepas baju . Tidur bareng? Lagian toh kita juga bakalan menikah . Aku engak masalah kalo dalam waktu dekat atau mungkin beberapa hari kedepan kamu hamil sebelum ijab qabul "


" Iya kamu yang gapapa karena kamu engak punya otak . Kamu mau aku mati ditangan bapak ? " ketus Afsah


Alvin memberhentikan mobilnya dia menatap afsah dengan nafas tidak teratur. Alvin merangkul afsah untuk memeluk nya


" Yaudah cincin nya biar alvin yang pake . Tapi ingat kalo orang nanya status kamu. Bilang aja sudah menikah "


" Iya " kata afsah


Alvin mengeratkan pelukan nya dia kangen banget sama afsah . Beberapa menit kemudian alvin melepaskan pelukan dia mengecup pipi kanan kiri afsah lalu mengecup kening nya


" Kita kerumah. Aku mau kasih sesuatu sama kamu "


Afsah mengangguk. Mereka berdua jalan lagi. Kali ini mereka bergandengan tangan selama perjalanan


Afsah menyantai di depan kolam berenang . Lampu rumah alvin bagus banget . Tiba tiba dari arah belakang langsung memeluknya


" Vin lampu lampu nya bagus banget . Aku suka. Kamu beli dimana ? "


" Em itu di kasih ayah sayang . Ayah dari Jerman kemarin "


Afsah mengangguk dia senang melihat lampu halaman samping rumah alvin


" Emmm ... ke kamar yuk "


Afsah mengangguk. Alvin menarik tangan afsah untuk ke kamar mereka berdua. Di ranjang ada bunga dan juga satu kotak


" Tumben banget . Apa isi nya ? " kata afsah mengambil kotak

__ADS_1


" Buka aja kalo kamu pengen tahu "


Afsah membuka nya pelan pelan . Wanita itu langsung menatap alvin ketika kotak itu berisi kalung


" Bagus banget vin ! Ini buat aku ? "


" Iya buat kamu " kata Alvin sambil tersenyum


Alvin mengambil ahli kalung itu. Dia memakaikan kalung di leher afsah setelah selesai . Alvin mengecup punggung afsah


" Makasih sayang ..." ucap Afsah langsung memeluk alvin


Alvin tersenyum senang . Entah kenapa alvin senang ngasih apapun yang berharga buat afsah . Afsah melepaskan cincin nya dia memakaikan alvin di jari manis nya


" Awas kalo macam macam ! Aku cekek " ancam afsah


" Kalo di cekek sambil tiduran aku mau " ejek alvin


" Dasar otak mesum ! " kata Afsah menoyor kepala alvin


Afsah duduk di atas ranjang . Dia menarik tangan alvin supaya duduk juga


" Jangan di biasain kalo lagi stres ngacak acak rambut . Kamu tuh ganteng kalo rambut nya rapi "


" Iya sayang . Reflek aja sih sebenernya "


Afsah merapikan lagi rambut alvin . Mungkin emang itu kebiasaan alvin kalo lagi kesel atau stres selalu mengacak acak rambut nya


" Iya lah . Dress baru nih aku beli di Surabaya "


Alvin mendekatkan bibir nya mengecup punggung afsah


" Jadi gini vin . Ada yang mau aku omongin sama kamu . Tapi janji jangan marah "


" Apa sayang . Mau ngomong apa " kata Alvin


" Kemarin Radi jemput aku di kantor . Terus dia ..."


" dia ? " Tanya alvin penasaran


" Dia jujur sama aku kalo dia suka sama aku dari jaman sekolah sebelum kamu kenal sama aku "


Alvin langsung diam


" Vin ... kita engak ngapa ngapain kok . Dia jujur sama aku cuma pengen aku tau kalo dia suka sama aku . Dia engak berniat buat kita selesai ... " jelas Afsah


Afsah mengelus punggung alvin . Baru ngomong sedikit alvin udah emosi


" Terus apalagi? " Tanya alvin menahan emosi

__ADS_1


" Ya dia jujur selama ini deket sama cewek cuma dia mainin doang . Karena dia belum bisa move on sama aku . Vin sumpah aku kaget dia ngomong kaya gitu . Waktu pertama aku jalan sama dia yang kamu suruh buat ngomong baik baik sama aku . Sama sekali aku engak curiga "


Alvin mengepalkan tangannya


" Berapa kali kalian jalan . Kenapa kamu engak jujur kalo kamu jalan lagi sama Radi ? Atau kamu sering jalan sama cowok lain tanpa sepengetahuan aku ? Kamu sering jalan sama cowok yang di depan lift itu ? " Tanya alvin kini beranjak bangun


" 3 kali aku jalan dan aku engak mau lagi . lagian kita jalan cuma makan dan ngobrol aja Vin . Kemarin Radi cuma nyatain doang. aku juga ga bisa ngomong apa apa . Dan aku udah engak ketemu lagi sama Rakyan vin " jawab afsah


" Kenapa engak mau ? Kan gua engak tau ? Gua di jakarta. Bisa aja kan lo ngajak Radi ke apartemen buat tidur bareng ? "


" Vin aku tidur sama kamu doang ya ! Aku udah bilang jangan marah aku bakalan ngomong jujur sama kamu . Radi juga engak aneh aneh sama aku . Alvin ! Kita cuma ngobrol terus makan" kata afsah


Alvin langsung keluar kamar . Dia duduk di pinggir kolam berenang sambil menghisap rokok nya


Berkali kali alvin mengubrak meja karena menahan kesal . Alvin juga mengacak acak rambut nya padahal udah rapi . Sedangkan di dalam kamar . Afsah hanya diam . Biarin alvin marah seengaknya afsah berkata jujur


Supaya suatu saat alvin tidak mengetahui ini dari orang lain . Beberapa jam kemudian karena afsah udah di telepon bapak . Tak lama alvin masuk ke dalam kamar . Alvin mengunci nya . Kunci itu ada di saku celana alvin


Alvin masuk ke dalam kamar mandi . Entah apa yang dia lakukan


" Aku udah di suruh pulang sama bapak Vin" kata afsah berdiri di depan alvin


" Malam ini kamu tidur sama aku disini . Bilang bapak . Kalo kamu nginap dirumah temen "


" Vin jangan begini dong . Bapak engak bakalan percaya kalo aku nginap dirumah temen " kata Afsah


Alvin mengambil hp afsah . Dia menghubungi calon mertuanya


( Iya sah , dimana kamu ? Kok belum pulang)


" Ngomong cepetan " kata alvin pelan


( pak ... afsah lagi ngumpul dirumah temen afsah . Boleh nggak kalo afsah nginap disini . Besok alvin yang jemput afsah dirumah temen . Besok alvin juga yang antar kerumah ) kata afsah pelan


( emang apa yang kamu lakuin dirumah temen kamu? Bukan nya tadi kamu bilang mau ketemu alvin di cafe )


Alvin mebisiki nya


( Iya pak . Tadi sekalian ngumpul sama temen kuliah . Terus sekarang lagi di rumah temen. Tadi cuma ketemu alvin sebentar doang ) jelas afsah


( Yaudah nak . Nginap aja dirumah teman kamu . Mungkin teman kamu lagi kangen sama kamu nak )


( Iya pak )


( tapi nak.... )


Alvin langsung mematikan panggilan nya dia langsung membuka kemeja yang dia pakai


" Alvin ... "

__ADS_1


Alvin langsung menarik kaki afsah . Wanita itu terjatuh . Dan mereka melakukan sepanjang malam hingga dini hari


__ADS_2