Dendam Di Masa Lalu

Dendam Di Masa Lalu
Seratus tujuh


__ADS_3

Afsah gerah sendiri ngeliat alvin lagi nyusun kertas kertas . Afsah mengelus pundak alvin


" perlu aku bantu susun ? Kamu salah nyusun nya sayang , itu berantakan "


" Ga usah honey . Aku takut malah makin ribet lagi . Kamu duduk aja. Jangan iseng " kata Alvin


Afsah kembali duduk menatap alvin. Seperti biasa kalo lagi stres alvin selalu mengacak rambut nya


" Aku mandi dulu . Ini nanti aku mau bawa . Berkas nya penting banget sayang. aku titip sini jangan di pindahin "


Afsah mengangguk . Afsah mengambilkan handuk dia berikan ke alvin . Afsah juga menyiapkan pakaian untuk kerja nanti


Semua barang yang akan dia pakai dan bawa sudah afsah letakan satu persatu . Di meja kerja suaminya itu


Beberapa menit kemudian alvin keluar dengan pakaian rapi . Suaminya itu langsung duduk dan melahap sarapan


" Nanti bangku terapi nya datang . Langsung taru kamar aja . Pojok bawah ac"


" Iya. Makasih Vin ! " Ucap afsah


Alvin mengangguk lagi dia melahap banyak banyak sarapan pagi ini. Cukup kenyang akhirnya alvin memilih merokok di halaman depan sambil memanaskan mobilnya


" Nanti siang aku mau berenang , nyelam nyelam dikit . boleh ya Sayang ?"


" Boleh Honey " jawab alvin sambil mengelus punggung afsah


Afsah menemani Alvin lagi panasin mobil . Jarak mereka cukup jauh karena Alvin sedang merokok


" Dikit lagi aku jalan sayang . Gapapa kamu disini aja . Aku nanti tinggal ngambil tas "


Afsah memgangguk . Afsah menatap alvin pria itu terlihat gagah dan sedikit sexy bagian bokong dan bahu nya


Di lihat jam sudah pas mau berangkat . Alvin masuk kedalam mengambil tas nya . Alvin mencium kening afsah cukup lama . Begitu pun dengan afsah mencium tangan alvin


" Aku jalan ya Sayang ! Kabarin kalo ada apa apa. kalo mau pergi deket atau beli sesuatu kabarin aku "


" Iya Sayang ! " jawab Afsah


Alvin mengelus perut afsah dan mencium nya


" Papa berangkat dulu ya dek ! " pamit Alvin tak lupa


Setelah Alvin pergi. Afsah membereskan sarapan alvin . Biar nanti sekalian di cuci oleh pembantu mereka . Afsah mengambil cemilan dan minuman untuk membawanya ke kamar


" Tuhkan kamu buru buru aja sih berangkatnya . lupa lagi bawa berkas nya "


Afsah mencari hp nya langsung menghubungi Alvin . Tapi tidak di angkat . Dua kali Afsah menghubungi lagi tidak di angkat juga


Afsah mengirim pesan kalo ada barang Alvin yang ketinggalan


Beberapa menit kemudian saat Afsah mau menganti baju nya Alvin membalas pesan . Kalo nanti ada sekretaris dan asisten nya yang mengambil kerumah

__ADS_1


Tok tok tok


Afsah membuka pintu terdapat pembantu nya


" Di luar ada yang cari bu afsah . Katanya berkas bapak ketinggalan "


" Oh iya . Makasih ya. Tolong siapkan minum dulu ya "


Afsah kembali masuk ke kamar lagi dia mengirim pesan ke alvin bahwa orang suruhan nya sudah datang . Afsah sengaja ingin mengenal dulu orang suruhan alvin . Dan memberikan minum


Begitu afsah membuka nya


Deg


Keduanya sama sama terkejut dan terdiam


" Elo ! Ngapain disini ? " Tanya Fay


" Seharusnya saya yang nanya begitu ! " jawab afsah ketus


Fay menatap rumah mewah yang di tinggalin alvin


" Gue kesini mau ambil berkas . Katanya ini rumah alvin "


" Ya ini rumah alvin ! Dan ga salah mau ambil berkas! " kata Afsah


" Yaudah mana ! Jangan bikin ngulur waktu lama buat ga penting debt sama lo . Gue sibuk kerja nih "


" lo sekretaris atau asisten nya alvin ? Atau ob ? "


" Ob ? Buta mata lo ? Dandan secantik gini . Sekretaris lah gue " kata Fay dengan centil nya


Deg


" Sekretaris? " gumam afsah


Afsah langsung terdiam . Seketika langkah fay maju


" Saya tidak izinkan orang lain masuk kerumah suami saya ! "


" Suami ? " gumam Fay


Afsah langsung menutup pintu dia memegang dadanya . Emosi yang di keluarkan afsah sama fay membuat nya menjadi lemes


Afsah di bantu duduk oleh pembantu nya . Dan juga di siapkan minum


" Minum dulu bu " kata nya


Afsah meneguk minuman. Afsah memegang perut nya sedikit keram


Suara bell berbunyi lagi

__ADS_1


" bu .."


" biarin dia menunggu sebentar! Jangan di buka! Tidak perlu memberi minum juga" kata Afsah tegas


Pembantu nya terdiam dan menunduk. Afsah pelan pelan bangun dan berjalan ke kamar mengambil berkas


" tolong kasih ke dia " kata Afsah berikan berkas itu kepada fay di luar sana


Afsah masuk ke kamar dia masih terkejut dengan kedatangan fay kerumah . Fay menjadi sekretaris alvin ?


" Kemarin alvin bilang dia lagi nyari sekretaris. Dan orang nya sekarang Fay ? Mantan nya sendiri? " gumam afsah


Aw...


Afsah memegang perut nya karena kembali keram . Pelan pelan afsah merebahkan tubuh nya


Afsah langsung meneteskan air matanya . Kenapa sakit banget pas tahu fay adalah sekretaris nya . Sekretaris yang afsah dengar dari orang orang atau dari lihat mata kepala sendiri . Sekretaris dan bos


" Alvin....hiks hiks " kata afsah menutup matanya


Emang paling enak sehabis nangis itu tidur. Seperti sekarang ini afsah tidur dan bangun bangun dia kepengen makan bakso


Afsah keluar kamar . Rumah tampak sepi dan bersih . Pasti pembantu nya itu sudah pulang . Dan balik kesini lagi nanti sore


Afsah menghubungi alvin lagi tapi tidak di angkat padahal nyambung


" Udah lah gue beli sendiri aja . Ga perlu izin izin segala. Dia aja engak angkat angkat " grutu nya


Afsah memesan bakso lewat ojek online. Dirinya ingin membeli bakso urat yang besar


Tak berapa lama kemudian alvin pulang. Afsah menatap jam tumben banget alvin pulang jam 4 sore . Paling cepat suaminya pulang jam 5 an atau paling pas biasanya jam 7 malam


Alvin mengecup kepala afsah setelah itu dia masuk ke kamar buat bersih bersih . Afsah keluar rumah mengambil pesanan ojek online nya


" Emmm kangennn...." kata Alvin merentangkan tangan nya


Afsah melewati begitu saja . Bahkan afsah sama sekali tidak melirik alvin


Tersadar tidak di peluk balik. Alvin membuka matanya . Dia tersenyum menggeleng kepalanya afsah langsung menuangkan makanan di mangkok


" Honey ! Di cuekin sih suaminya pulang . Hem "


Cup


Cup


" Enak bet sore sore makan bakso Honey ! "


Afsah mendorong kepala Alvin di bahu nya . Wanita itu mengambil sendok untuk mencicipinya


" Boleh juga tuh mantan di jadiin sekretaris" sindir afsah

__ADS_1


__ADS_2