Dendam Di Masa Lalu

Dendam Di Masa Lalu
Lima


__ADS_3

" Ehem ! Sini lo " ucap Alvin Songong


Alvin menyuruh Yaya . Pria culun yang selalu menjadi bahan ejekan di sekolah


" I iya ka .."


" Tolong kasih roti ini buat cewek yang di uks . Dan jangan bilang dari gua ! Ngerti " ucap Alvin sambil menoyorkan kepala Yaya


" ngerti ka "


" Yaudah . Sekarang sana . Gua tunggu disini "


Alvin memasukan dua tangan nya di saku celana. Secuek cueknya alvin. Dia masih merasakan kasihan. Alvin tahu bubur yang jatuh itu membuat si jelek engak makan siang . Jadi terpaksa alvin membelikan roti untuk si jelek itu menganjal perut nya


Yaya keluar dari ruang uks. Menyusul alvin lagi


" Udah kak. Katanya makasih buat orang yang udah baik " kata yaya


Alvin mengangguk. Dia memberikan uang selembar 20 ribu. Untuk jasa Yaya


" ambil nih buat ongkos jalan . Makasih udah Tolongin gue "


Yaya menolak tapi alvin menatap marah padanya . Dan hasilnya yaya menerima uang itu. Lumayan juga 20 ribu . Andai tiap hari di suruh seperti itu


.


.


.


.


H 2 alvin bersemangat latihan karena dia harus menang . Alvin mengajak fay untuk bermain volly bareng . Hari semakin gelap. Sebelum pulang Alvin di ajak untuk makan nasgor di gerobakan


Keduanya makan masih di area lapang tenis. Keduanya terus mengobrol tentang sekolah dan pekerjaan mereka


" Gue nyaman sama lo vin ! "


Alvin langsung diam " Lo mau ngga jadi cowok gue ? " kata fay

__ADS_1


.


.


.


.


Alvin tersenyum puas . Hari pertama jadian membuat nya bersemangat untuk melakukan aktivitas


" Vin ! Si jelek sakit . Hari ini dia engak masuk. Kemudian besok dia engak hadir . Artinya lu menang dan dapat 1 juta "


Alvin langsung diam ! Alvin menggeleng kepalanya


" dia harus tetep main . Gue rela mengeluarkan uang demi bisa bermain volly . Ending nya kaya gini ! " Ucap nya


Sepulang sekolah alvin memastikan si jelek itu. Ternyata wanita itu membantu orang tua nya lagi banyak pesanan


" Maaf dek. Hari ini libur . Pesanan dari kantor banyak . Jadi ibu engak jualan "


Afsah menundukan kepalanya . Wanita itu hanya diam


" Oh bukan bu . Saya kesini mau ketemu si jelek . Eh maksudnya af...af sah " Ucapnya


" Gua engak mau tau . Besok lu harus hadir ! Jam 4 sore ! " Geram nya


" Gue akan bayar denda nya . Dan gue bakalan jadi babu . Stop untuk pertandingan besok " ucap afsah


" lupa sama perjanjian yang udah lo tanda tanganin? Lo bakalan denda satu juta ! Lo rela mengeluarkan uang segitu demi lo engak mau bermain sama gue ? "


" Gue akan bayar satu juta besok . Dan engak perlu bermain volly . Karena gue engak bisa " jawab Afsah


" Jangan jadi cewek pengecut. Dari awal perjanjian akan bermain volly . Kenapa jadi ending nya begini ! Engak kasihan sama ibu lo jualan banting tulang. Dengan enaknya lu mengeluarkan satu juga demi mundur permainan "


" Terserah mau ngomong apa . Gue engak bakalan datang ke sekolah buat main volly" ucap Afsah . Lalu wanita itu kembali masuk membiarkan Alvin menatap nya kesel


.


.

__ADS_1


.


.


Sore harinya Alvin mengajak Fay untuk pergi ke cafe. Keduanya memesan makanan dan minuman sambil mengobrol


" Besok kita pergi ke taman yuk. Sekalian malam mingguan " ucap fay


" besok ? Emm... sebenarnya ada acara sih sama temen . Gimana kalo minggu nya " kata Alvin


" Yaudah boleh "


Alvin tersenyum mendengar jawaban itu . Pria itu mengelus kepala fay dengan gemas


" Abis ini mau kemana ? " Tanya alvin


" Bioskop ? "


" Boleh ... " jawab alvin


Mereka kembali mengobrol saling mengenal satu sama lain. Fay anak yang baik dan pintar tentu saja alvin tertarik dengan fay . Hanya saja ketertarikan itu cuma rasa penasaran


.


.


.


.


Pagi itu afsah terpaksa masuk gudang yang di mana bola volly dia punya tersimpan jelas. Afsah ragu untuk mengambil nya . Sampai akhirnya afsah memeluk bola volly itu


Masih sangat bagus dan terawat. Bola itu ada nama afsah dan serry. Memori kata kata alvin kemarin sore membuat afsah mengepalkan tangan nya . Bukan kesal dengan omongan nya tetapi harus kembali memegang bola volly itu


" Oke ! Bismillah "


Afsah langsung membawa bola itu keluar gudang dan pergi ke lapangan kampung . Afsah melatih diri nya sebelum pertandingan dengan Alvin nanti


Pukulan pertama afsah penuh emosi. Dan pukulan berikut nya afsah meneteskan air matanya . Dia benci harus bermain volly lagi . Trauma di masa lalu nya membuat afsah harus berhenti dan membenci semua olahraga

__ADS_1


Afsah benci berlari, bermain volly, bulu tangkis dll. Sangat benci ! Andai saat itu dia engak bermain pasti tidak akan pernah kaya gini


Kembali kerumah ketika emosi afsah bener bener tersalurkan . Dirinya harus siap siap untuk nanti sore pergi ke sekolah jam 4 . Tepat waktu .


__ADS_2