Dendam Di Masa Lalu

Dendam Di Masa Lalu
Seratus duapuluh


__ADS_3

Alvin mengajak Syakil buat nongkrong di pinggir kolam berenang. Kebetulan mama nya manggil orang buat bakar bbq siang bolong begini


" Dulu bukan nya lo ya yang ngedate sama pak Raka ? Iya kan ? Gue inget ! "


Afsah terbelelak matanya dia mengelus paha syakil . Afsah memberi tanda kedip mata sama Syakil karena ada alvin


" Ngedate sama Pak raka ? " Tanya alvin


Syakil langsung menggeleng kepalanya


" Bukan deh . Salah orang "


Alvin menatap afsah . Wanita itu gelisah dan pura pura tenang


" ceritain nggak ! Kamu bilang kamu ga pernah deket sama cowok selama 5 tahun ? "


" Siapa yang bilang. Aku bilang sama kamu dulu aku punya mantan gebetan . Ga bilang aku ga deket sama cowok "


Syakil langsung menghela nafas. Dia pura pura mau ambil daging nya tapi sama alvin di suruh duduk


" Ceritain sama gue ! "


" Ga usah . Lu ambil aja daging sana " kata Afsah menarik tangan alvin yang memegang tangan syakil


" Gitu ya ! Bohong sekarang . Engak terbuka "


" Emang kamu pernah jujur sama aku masalah kamu kuliah disana ? Aku tahu kamu pasti main wanita "


" Engak ! "


" Bohong ! Kalo kamu jujur sama aku . Aku juga jujur semuanya " kata Afsah lagi


Alvin beranjak bangun dia menarik tangan afsah


" pelan pelan. Sakit ... kamu kenapa sih! "


Alvin hanya diam . Sempat sempatnya afsah mencicipi satu daging yang sudah di potong milik Syakil


Alvin membawanya ke kamar tamu . Karena cuma kamar itu yang dekat


" Kita lagi dirumah orang tua kamu loh . Pantas kamu marah kaya gini cuma gara gara info ga penting? " Tanya Afsah


" Ya emang kenapa kalo dirumah orang aku ? Ga boleh orang marah ? Di dunia ini yang boleh marah kamu doang gitu? "


" Ya ga gitu . Kan bisa bahas nanti dirumah . Tolong ya vin jangan bersikap kaya anak kecil gini . Malu tau gak kalo orang orang disini kamu marah cuma hal sepele " kata Afsah


Alvin meremas tangan nya dia mengambil guling dan menonjoknya. Afsah hanya diam. Biarlah alvin melampiaskan marahnya dengan barang . Toh . Tangan dia nanti yang sakit


" Aku ga bakalan keluar . Kalo kamu belum tenang "


Alvin memeluk perut afsah . Alvin menggelamkan wajahnya pada perut afsah

__ADS_1


" Udah mau punya anak . Emosinya di tahan alvin ... gimana kalo nanti anaknnya ngambek sama kamu . Emang mau anaknya di pukul sama kamu ? Tega kamu mau mukul anak ? "


Alvin menggeleng kepalanya


" Gimana caranya kalo kamu lagi kesel itu harus tenang . Ya kamu harus bersikap biasa aja . Kamu sabar kalo ada apa apa yang bikin kamu kesel . Nanti di balik itu baru kamu ngomong baik baik "


Alvin mengangguk dia mengangkat kepalanya menatap afsah


" Udah tenang ? Apa masih emosi lagi ? "


" Udah tenang honey ! "


Afsah mengangguk dia menyuruh alvin bangun . Afsah mencium pipi alvin kanan kiri afsah juga mengalungkan tangan nya di leher alvin


" Makasih udah sabar ! "


" Ya ! " kata afsah tersenyum


Alvin mendekatkan wajahnya mencium bibir alvin


Krek


" Astaga ..." kata Ayah alvin


Alvin sama Afsah langsung saling mendorong


" Kalian itu engak tahu tempat ya ! Moment lagi kumpul keluarga gini masih sempat sempat nya ! " omel ayah


" Udah sholat belum ? Ayah kesini mau ambil sajadah. Kalian malah enak enak an disini . Punya kamar kok pakai kamar tamu" oceh Ayah lagi


Alvin masih setia berdiri. Setelah Ayah nya mengambil sajadah alvin langsung tersenyum


Alvin mencari keberadaan afsah . Istrinya lagi cerita masalah pengalaman kerja setelah lulus kuliah


" Minum dulu sah ... kamu belum minum tadi "


" Makasih mas " kata Afsah


Alvin mengambil daging lagi dan juga kentang dia makan sendirian di pojok sana sambil bermain hp


" Alvin orang nya cemburuan? " Tanya Syakil


" Ya gitu deh . Makanya jangan bahas yang tadi lagi di depan dia . Gue kaget . Kok lo bisa tau ? "


Syakil tersenyum manis sambil memainkan alisnya


" kan waktu lo ngedate sama pak raka . Gue ikut derren buat ngontrol dari jauh . Derren tuh sebagai temen baik banget ya . Gue iri sama lo . Derren asli perhatian. Baik banget . Pernah waktu itu foto lo berdua sama derren waktu berenang. Di simpen banyak sama anak cowok kampus . Derren langsung temuin mereka ngajak ribut "


Afsah terkejut dia engak tahu dengan cerita ini . Afsah jadi penasaran gimana lanjut nya


" Satu satu sama derren di ajak ribut cuma buat hapus foto lo doang pakaian sexy "

__ADS_1


Afsah mengangguk


" Gue pikir lo sama derren jadian ? "


Afsah tertawa ngakak mana mungkin dia jadian sama derren


" Gue sama alvin kita sama sama cinta pertama ya walaupun gue tau alvin pernah punya mantan . Terus kita putus . Deren deket sama gue sampai kuliah . Kita lost contac selama 5 tahun . Tahun lalu persis . Akhirnya balikan lagi . Alvin langsung minta nikah "


Syakil mengagguk


" Tapi jujur sih lo sama derren kek cocok pada jaman kuliah . Cuma setelah gue ngeliat lo lagi sama alvin . Muka kalian mirip . Berarti jodoh "


" Amin . Tapi btw gue waktu jaman kuliah . Jaman jaman galau sama alvin. Gue pernah minta derren buat serius . Tapi derren malah nolak . Dan ending nya lo harus tau selama 5 tahun itu ternyata alvin sama derren itu saling kabar kabaran tentang gue . Sialan banget emang mereka berdua "


Tawa Afsah sama Syakil membuat alvin menatap nya


" Gue sama alvin engak terlalu deket sih sebagai sepupu . Gue jarang kesini dan alvin juga jarang kerumah gue . Kita ketemu cuma setahun sekali ada . Tapi cuma ketemu gitu aja . Ga ngobrol banyak"


" Ngobrol lah . Alvin asik kok kalo di ajak ngobrol "


" Lo ga cemburu ? " Tanya syakil


" Hahaha ngapain gue cemburu . Kalian sepupuan kok "


Syakil tersenyum. Iya juga ya . Kan sama alvin sepupu . Ga perlu harus cemburu


Afsah nyaman ngobrol sama syakil . Begitu pun juga dengan syakil bahkan beberapa kali mereka tertawa ngakak karena moment kampus yang mereka berdua ketahui


" Ayo kita istirahat, syakil istirahat di kamar tamu aja " kata Alvin


Alvin memegang tangan afsah untuk mengikutinya. Mereka berdua pamit untuk ke kamar atas


" Mau es kelapa bawa ke kamar dong vin "


Alvin menurutinya. Mereka membawa makanan lain seperti jajanan pasar yang di hidang di meja sama bakso untuk bawa ke kamar


" perlu kita lanjut yang di kamar tadi ? " kata Alvin sambil tersenyum


" Apaansi ! Engak ya ! Aku ga kepengen "


" Tapi aku pengen honey ? Kita belum pernah disini "


" Dasar orang gila ! Nyadar gak kamar kamu sama kamar alanna sebelah sebelahan "


Alvin tersenyum dia langsung memeluk afsah di belakang. Tangan alvin meremas kesukaan nya


" Enak loh es kelapanya vin ..."


" Lebih enak lagi mainan aku nih . Enak banget sayang. Pengen ..."


" Nanti kalo udah sampai rumah " jawab afsah

__ADS_1


__ADS_2