Dendam Di Masa Lalu

Dendam Di Masa Lalu
Enam enam


__ADS_3

Di tengah asik ngobrol membahas bisnis . Tiba tiba saja ada mobil masuk ke area rumah Derren


Mereka semua jadi terhenti karena mobil asing datang. Hp derren berdering panggilan dari Ariana Willy . Tunangan nya. Derren mengangkat nya setelah itu dia keluar


" Haiii ... apa kabar ! " kata Derren langsung memeluk Ariana


Arina juga memeluk derren. Wanita itu mengecup pipi Derren. Mereka berpeluk erat


" Kangen banget sama kamu ..." kata Derren


Ariana hanya bisa tersenyum. Setelah itu ariana membawa kado untuk calon mertuanya


" lagi banyak tamu kah di dalam ? "


" Ya temen temen aku " jawab derren


" Oh okey! "


Ariana mengikuti langkah derren masuk kedalam rumah nya . Mama dan papa Derren juga terkejut kedatangan calon menantu mereka


" Kenalin ini temen temen aku . Ini Afsah . Yang aku ceritain waktu itu " kata Derren


" hai ... senang berkenalan dengan kamu " kata Ariana pada Afsah


Ariana juga berkenalan dengan alvin dan juga radi . Ariana ikut bergabung dengan mereka


Tatapan afsah sesekali mencuri ke Ariana. Ternyata emang orang nya cantik. Pantas Derren memilih nya . Dan keliatan nya juga baik. Tidak sombong


Alvin melihat jam di tangan nya sudah pukul 5 sore. Alvin sama afsah ada janji mau pergi setelah dari rumah derren


Alvin beranjak bangun . Dia izin pamit sama afsah juga . Radi pun juga sama . Akhirnya mereka bertiga pamit


" Ariana cantik ya vin ! Pantas derren nunggu dia pulang "


" Kenapa ? Kamu cemburu kalo derren pilih dia ? " Tanya Alvin


" Ngaco! Mana ada aku dari dulu perasaan sama derren . Paling cuma perasaan temen doang "


Alvin tersenyum


" Iya lah . Kamu udah buta sama aku kan "


" Geer banget . Di dunia engak cuma kamu cowok satu vin . Lagian yang di omongin tante tadi itu bohong . Aku pernah kok deket sama cowok. Waktu kuliah terus pernah juga hampir pacaran pas kerja "


" Tapi semua nya mati rasa. Kamu cuma berasa sama aku aja . Iya kan sah ? " kata Alvin tetap percaya diri


Afsah menjadi kesel sendiri . Wanita itu mengeluarkan hp nya

__ADS_1


" Kita jadi nonton bioskop kan ? " Tanya Afsah


" Jadi . Pesen dulu tiket nya Honey " alvin memberikan hp nya


Afsah memesan 2 tiket bioskop. Mereka berdua akan menonton film horor


Afsah merasa kalo lagi pegang hp alvin. Adalah hp nya sendiri


" Nanti sekalian temenin beli kemeja putih ya honey ! Buat ke kantor "


" Okey ! " kata Afsah


Alvin mengambil 2 hp di tangan afsah . Dia taruh di bawah paha nya . Alvin merentangkan tangan nya untuk memeluk afsah


" Sibuk banget sih . Main hp terus ! "


" Lagi pesen tiket honey ! Gajelas marah nya " gumam Afsah


Alvin hanya tersenyum. Pria itu terus memeluk afsah selama perjalanan menuju mall


" Vin itu bukan nya alanna ? " Tanya Afsah


Alvin menatap yang afsah tunjuk. Adiknya pergi bersama cowok ? Alvin langsung meremas


" Dia bohong sama aku . Katanya mau pergi kerja kelompok sama temen temen nya "


Alvin langsung berjalan menyusul. Tapi afsah langsung berlari menahan alvin


" Hem '


" Alvin ... " kata Afsah


" Iya sah . Iya ! " kesel Alvin


Mereka berdua langsung menaiki tangga Eskalator. Alvin awalnya menghubungi Alanna. Tapi tidak di angkat . Alvin menghubungi kedua kalinya baru di angkat


( dimana ? )


( Dirumah temen kaa ) jawab Alanna


Alvin langsung mematikan panggilan


" Ini yang di bilang lagi kerja kelompok? " Tanya Alvin


Alanna terkejut mendengar suara berat yang dia kenal . Alanna langsung diam. Menatap Afsah juga Alvin


Alvin menjabat tangan berkenalan sama cowok yang di bawa Alanna

__ADS_1


" Kakak nya alanna ! " kata alvin sambil mengeratkan tangan nya


Membuat pria itu menahan kesakitan . Afsah langsung mengelus tangan alvin untuk melepaskan jabat tangan nya


" Kalian lagi apa disini ? " Tanya Afsah


" main ka " jawab alanna


Alvin langsung menarik tangan alanna untuk berada di samping nya


" Udah berani bohong ya lu sama gua ? Siapa yang ngajarin bohong ? Ini cowok ? "


" bu bukan saya ka! Saya cuma ngajak alanna kesini setelah itu ikut main kerumah saya buat nemenin main Game "


Alvin terkejut mendengarnya . Alvin langsung menarik kerah leher pria itu


" Alvin..."


" Kakak jangan ka ..."


Pria itu menjadi takut . Ketika tatapan alvin penuh dengan emosi


" Gua sebagai pria . Paham pikiran lo kemana bro ! Jangan pernah deketin Alanna lagi . Kalo sampai berani deketin adik gua ! Gua samperin kerumah lo " kata Alvin


Afsah menarik tangan alvin untuk melepaskan


" Gimana sih lo cari temen ? Lu tuh tau ga sih mau di apain ! " kata alvin memarahi alana di depan cowok alanna


Alanna menggeleng kepalanya . Alvin menghela nafas. Alanna memang masih polos dalam bidang kedewasaan


" Pergi dari sini . Jangan sampai gua hajar di depan orang banyak " ancam alvin


Pria itu pergi tak lama kemudian alanna memanggilnya


" Udah alanna Jangan di panggil lagi " kata Alvin


" Sebentar kak. Dompet gue sama dia "


Alanna meminta dompet nya . Membuat Alvin sama Afsah menghela nafas. Sebodoh itu kah alanna memberikan dompet kepada cowok ?


Setelah Alanna balik . Alvin langsung mendekati alanna . Lalu Alvin pukul pelan pelan kepala adiknya itu


" Awas lu mau di bodohin cowok lagi ! Gue patahin tuh kaki ! " kata Alvin kesel


Mereka bertiga ke bioskop. Afsah memesan satu tiket lagi untuk alanna. Kebetulan banget masih ada beberapa bangku . Tapi mereka jauh dari alanna


" Mau beli sekalian popcorn nya berapa Vin? "

__ADS_1


" 2 aja . Kita berdua . Biar yang satu alanna pegang. Kita kan beda tempat " kata Alvin


Afsah mengangguk . Afsah langsung membeli popcorn dan minuman nya. Karena bawa nya kesusahan . Alanna menghampiri dan membawa satu milik nya


__ADS_2