Dendam Di Masa Lalu

Dendam Di Masa Lalu
Tiga


__ADS_3

Perjalanan pagi ini cukup padat . Dari jauh pandangan Alvin tepat pada perempuan dengan tas selempang berjalan di trotoar


Jalan jalan ! Dan


Alvin tersenyum miring ketika Afsah kaki nya terjebos got . Dua orang dengan berpakaian seragam membantu nya . Terlihat jelas wanita itu kesakitan


Ya sakit lah . Kaki nya masuk kedalam got


Kendaraan yang di pakai alvin langsung saja meninggalkan Afsah di belakang itu . Setiba nya di sekolah. Pria itu malah langsung ke halaman belakang untuk membakar satu putung rokok


" Masih area sekolah kok berani beraninya merokok ! Liat DILARANG MEROKOK ! " unjuk nya pada stiker di dinding


Alvin hanya diam. Pria itu menyumpalkan telinganya dengan headset . Afsah menghela nafas . Wanita itu langsung berjongkok . Mengerjakan tugas rumah yang baru sempat dia kerjakan


Alvin menggeleng kepalanya . Ini kedua kalinya alvin melihat afsah mengerjakan tugas disini


" Dasar malas ! "


Afsah langsung menoleh " ngomong sama gue ? "


Alvin menginjak rokok nya Pria itu menatap ilfil . Alvin langsung saja pergi meninggalkan halaman belakang


.


.


.


.


Kelas alvin lagi melakukan olahraga volly di lapangan . Pria itu tidak bisa berkali kali untuk menangkap bola bahkan memukul nya saja tidak bisa


Kayanya memang volly bukan fashion nya . Alvin bisa bermain basket dan futsal , golf. Dia hanya lemah volly saja . Menurut nya permainan paling aneh


Di lantai dua itu Afsah lagi menatap nya . Seru aja menurut nya kalo lagi melihat orang orang sedang melakukan olahraga


" Nak ! Boleh minta tolong bawakan buku ini ke kantor ? " ucap nya


" Baik bu ! " jawab nya


Sambil berjalan menuju tangga. Tak lepas pandangan Afsah ke arah bawah. Bahkan dia melihat langsung depan matanya kelas sebelah lagi olahraga di lapangan

__ADS_1


" Ayo vin ! Lu pasti bisa " ucap derren


Berkali kali Alvin melemparnya dan memukul nya dan itu gagal


" Gitu doang ga bisa , gembel ! Dasar bebek ! " gumam nya


Tak sadar grutu afsah itu terdengar jelas pada mereka semua


Plak


Dengan penuh emosi akhirnya alvin bisa memukul bola itu ke musuh nya . Sekilas alvin menatap belakang


Dia langsung menghampiri afsah dengan tatapan kesel


" Maksud lu apa omongan lu tadi ? Gua engak pernah ngusik kehidupan lu ya ! " Ucap Alvin


Afsah terdiam . Wanita itu di buat kaku . Padahal afsah berbicara pelan. Kenapa alvin dengar ?


" Gue... em.. gue ke kelas dulu "


Alvin langsung menarik pakaian seragam afsah . Dengan cara tadi berbicara negatif. Alvin terpancing emosi


" Ayo kita atur jadwal main satu lawan satu volly! Kalo lo kalah . Lo harus nurutin kemauan gue selama 1 bulan "


" Maaf kalo buat lo tersinggung dengan perkataan gue . Tapi jujur gue engak ada maksud buat lo marah . Jadi lebih baik gue nolak main volly " ucap Afsah langsung pergi


Alvin mengejar nya pria itu bener bener terpancing emosi


" Cewek jelek !!!! " teriak Alvin membuat teman temannya itu menatap alvin dan afsah


Afsah melanjutkan lari nya menuju kelas. Afsah menjadi takut bertemu sama alvin. Afsah juga memukul mulut nya karena tidak bisa di ajak kompromi


1 jam


2 jam


Alvin sudah berdiri di depan kelas afsah . Pria itu masih keras kepala mengajak untuk taruhan


" Eh ! " kaget Afsah


Alvin menatap penuh benci . Pada wanita di depan nya itu . Kalo bukan karena harga diri . Engak bakalan mau alvin sampai segini nya

__ADS_1


" Gue mau atur jadwal buat kita main volly ! Kenapa muka lo panik ? Takut ? "


" gue minta maaf kejadian tadi ! " Ucap Afsah


Alvin menggeleng kepalanya


" gue engak perlu maaf lo ! Gue mau kita main volly ! Kalo lo kalah jadi babu gue selama 1 bulan "


Afsah terdiam . Wanita itu merasa bersalah


" Heh ! " tegur alvin


" Oke ! Minggu depan . Hari minggu di lapangan sekolah . Dan gue mau cuma kita ber empat di disini . Ajak 2 temen lo biar menjadi saksi "


Alvin mengangguk . Alvin mengeluarkan satu kertas . Dia membuat surat perjanjian . Yang bertulisan begini


" Yang bertanda tangan di bawah ini


Nama : Alvin Pranata


Umur : 16 tahun


Yang bertanda tangan di bawah ini


Nama : cewek jelek


Umur : tidak tau


Surat perjanjian di bawah ini dengan maksudĀ  . Apabila pihak kedua tidak datang ke sekolah pada minggu depan . Pihak kedua di nyatakan denda 1.000.000 "


Alvin memberikan kertas itu . Lalu di baca oleh afsah


" Nama gue afsah bukan cewek jelek ! "


Alvin mengangkat bahu nya . Dia tidak peduli dengan hal itu


" Tanda tangan! Kalo lo engak datang . Lo denda satu juta "


Tanpa banyak bicara . Afsah mentanda tangani . Afsah memberikan surat itu pada alvin kembali


" Kalo gue menang . Gue boleh memberikan syarat ? "

__ADS_1


Alvin tersenyum miring " Jangan mimpi ! Belajar aja malas . Ini mau mimpi menang ! Kalo lo menang lo boleh melakukan 3 syarat ! Dan itu gue engak yakin kalo lo menang "


Afsah langsung diam mendengar hal itu . Alvin begitu saja pergi


__ADS_2