Dendam Di Masa Lalu

Dendam Di Masa Lalu
Seratus dua lima


__ADS_3

Afsah menghela nafas di ruang keluarga . Sejujur nya afsah gengsi buat kerumah ini tapi kan akses mau naik kereta syaratnya harus bawa ktp . Dan ktp nya ada di dompet nya


Afsah menggaruk kepalanya dimana dia menaruh dompet . Alvin menyudahi berenang nya dia mengeringkan dengan handuk


" Udah sana pergi . Katanya mau pergi . Udah bungkusin pakaian banyak "


" Ga usah nyebelin . Dompet aku ilang " grutu afsah


Alvin tersenyum miring dia mengambil jus Orange di dalam kulkas dia tuangkan untuk afsah


" Yaudah berarti ga jadi kabur nih ? "


" Ga tau lah ! " ketus afsah


" sayang banget ya . Padahal udah bungkusin pakaian banyak . Udah kaya mau pindahan " ejek alvin lagi


Afsah melipat kedua tangan nya di dada . Afsah juga kesel di ejek sama alvin


" Yaudah. Aku minta maaf deh udah bikin kamu kesel . Maaf juga udah ngatain kamu guguk. Semalam alvin main kerumah Fay . Karena ada derren sama Radi lagi makan makan . Makanya aku keluar lama " jelas alvin jujur


Selain Alvin bertemu Raka . Alvin juga bertemu kedua sahabat nya . Alvin sedikit minum karena ajakan Radi dan Derren


Afsah bergeser dikit dia memeluk alvin dengan tubuh yang dingin suaminya


" Jangan marah lagi ya "


" Iya " jawab Afsah


Alvin tersenyum setidaknya alvin berterima kasih dengan dompet afsah ketinggalan. Karena barang itu yang membuat mereka sekarang baikan


" Tumben banget berenang? "


" Kepala aku panas banget ngeliat kamu ngambek terus . Biar dingin. Kepalanya di rendam "


Afsah tersenyum menutup wajahnya. Afsah mencubit perut alvin karena menggoda nya


" Kamu liat dompet aku nggak ? "


" aku engak tau sah " kata alvin bohong


" Yaudah deh . Biarin aja ilang nanti juga ketemu "


Alvin mengangguk dia memeluk kepala afsah mengcup berkali kali


" Emang isi nya apa si ? Kartu ? Atau duit ? Nanti aku pinjemin "


" Iya lagi ... buat aku jajan tau " jawab afsah


" Yaudah nanti aku kasih punya aku "


Afsah mengulurkan tangan nya pertanda dia meminta sekarang

__ADS_1


" Ya nanti lah . Nanti kamu malah pergi kalo udah dapat uang nya "


" Ih ga pergi lah . Ktp nya ga ada . Cepat mana alvin ... aku mah jajan nanti " pinta afsah


" Kamu mau jajan apa sih ? Nanti sah "


" Ya buat pegang aja . Nanti aku mau jajan "


Alvin merogoh kantong nya dia mengambil dompet . Alvin memberikan Cash satu juta dan card milik nya uang bulanan dari ayah nya yang puluhan juta


" Kamu ga kerja? "


" nanti ... aku masih kangen sama ayang aku " kata alvin


Afsah tersenyum dia mengecup tangan alvin yang masih setia memeluknya


" Seharian belum nanya kabar dedek " mata alvin


Alvin melepaskan pelukan nya dia berlutut sambil memegang perut afsah


" Halo ! Apa kabar dek ? Udah pagi loh . Bangun dek "


Afsah tersenyum mendengarnya


" Hari ini Mama sama Papa kabar nya baik . Gimana sama adek ? Apa di dalam adek juga baik sama seperti kita disini ? Emm... kira kira makanan atau minuman apa yang kamu mau ? Pasti kita akan turutin "


" Kaya nya adek pengen ikut papa ke kantor Vin"


" Nanti kamu ikut ya ! Semangat aku kalo kamu juga ikut ke kantor "


Afsah mengiyakan apa yang di bilang alvin . Lagian sehari hari afsah cuma diam dirumah tidur dan makan . Mending ikut alvin ke kantor bisa melihat orang bekerja atau mungkin bisa ngeliat kendaraan lain dari ruangan Alvin


Sebelum afsah memutuskan buat ke kamar dia menghabiskan minuman yang alvin ambilkan . Afsah masuk ke kamar membawa koper besar nya itu


" Vin aku tau kamu baik , ganteng , bertanggung jawan sebagai suami "


" Oh iya dong. Alvin Pranata gitu loh " kata alvin dengan pede nya


" aku hamil kaya gini kan gara gara kamu ya . Terus kamu juga semangat banget sekarang cari uang buat persalinan anak kita. Emm... ada baiknya kamu bantu aku "


" Bantu apa sayang ? " Tanya alvin sambil tersenyum


" Masukin baju aku ke lemari " kata Afsah sambil tersenyum


" Oh ga bisa gitu . Kamu yang masukin ke koper dan kamu harus bertanggung jawab" kata Alvin tak terima. seketika senyum alvin jadi pudar


" Tapi aku lagi hamil begini . Capek pinggang aku " alasan afsah


Alvin menghela nafas dia sedikit membanting hp nya di ranjang


" Yaudah kalo engak ikhlas ga usah . Aku bisa kok sendiri . Asal nanti kalo perut aku keram lagi . Kamu jangan bingung ya "

__ADS_1


Alvin langsung berdiri dia mengambil koper afsah . Dan mereka sempat tarik Tarikan


" Iya iya . Biar aku yang beresin . Kamu istirahat aja " kata alvin sabar


" Oke ! " kata Afsah semangat


Alvin menghela nafas walaupun dirinya kesel tapi alvin tetap menjalankan perintah afsah . Alvin dengan rapi mengeluarkan pakaian itu dan masukan lagi ke lemari


" Aku haus ! " rengek afsah


" Ya terus ? "


" Ambilin minum yang dingin tolong "


Alvin menghela nafas


" Kamu ngak ngeliat aku lagi ngapain ? Hah ? Satu satu ngerjain nya " kesel alvin


" Tolong plis ... aku haus banget "


Alvin menurutinya dia mengambilkan minum untuk afsah . Alvin melanjutkan lagi merapikan pakaian afsah


" Kamu tau . Semua temen temen aku yang udah menikah . Istrinya nurut sama suami . Engak pernah nyuruh nyuruh terus takut juga sama suami . Baru kali ini aku . Istri nyuruh nyuruh "


" Oh jadi kamu ga seneng aku minta tolong ? Aku ga nyuruh kamu . Tapi aku minta tolong " jawab Afsah


" Bukan begitu . Aku cuma ngomong aja sama kamu kalo temen aku itu di hargain sama istrinya "


" aku juga ngehargain kamu . Mana ada aku durhaka sama kamu ? Kan ga ada ? " kata Afsah lagi


" Iya kamu menang . Aku yang selalu salah" jawab alvin pasrah


Alvin lupa siapa lawan main ngobrolnya. Mana pernah afsah mengaku dirinya salah . Istri selalu benar


" Aku mau nanya deh sama kamu . Ada ga sih di hati kamu kalo aku pergi kamu itu kangen aku atau ngerasa bersalah apa gitu"


" Ga ada tuh . Orang tiap hari ketemu " kata Alvin cuek


" Kalo setelah lahiran . Amit amit aku meninggal kamu gimana ? Apa kamu bakalan nikah lagi? "


" Oh iya dong . Nikah lagi " kata Alvin sambil tersenyum


Afsah langsung melempar bantal pada Alvin


" Bercanda sayang . Jangan gitu ah . Aku yakin kita bisa membesarkan anak anak kita nantinya . Aku tipe yang setia sah " kata Alvin serius


Afsah tersenyum tipis. Selesai alvin memasukan semua pakaian afsah ke dalam lemari . Alvin menaruh rapi Koper besar milik Afsah


Alvin duduk di pinggir ranjang mengelus pipi afsah


" Aku janji bakalan jagain kamu dan anak anak kita nantinya . Tapi jangan ngomong kaya gitu lagi . Seolah kamu kasih tanda ke aku kalo kamu ... emmm... pokonya jangan di omongin yang ga enak nya ya " kata alvin

__ADS_1


Afsah mengelus kepala alvin ketika suaminya lagi mengecup perut nya


__ADS_2