Dendam Di Masa Lalu

Dendam Di Masa Lalu
Enam tujuh


__ADS_3

" Mas ... " Panggil afsah di tengah menikmati film horor


Alvin menundukan kepalanya karena saat ini afsah lagi memeluk alvin karena takut


" Nanti kita makan seafood yuk . Mas suka nggak ? "


" Suka sah " jawab alvin


" adiknya Mas juga suka nggak ? "


" suka tapi dia alergi udang " kata Alvin


" Yaudah nanti alanna engak usah makan udang . Tapi beneran ya mas makan seafood " kata Afsah


" Iya . Kita makan seafood. Kamu tuh nonton loh . Sayang udah ke bioskop malah engak nonton "


" Aku takut ! " kata Afsah menenggelamkan kepalanya di dada alvin


Alvin mengambil minum pria itu haus gara gara beberapa kalo kaget teriakan orang orang di dalam bioskop


" Sah ... bisa tangan kamu jangan dekat dekat itu ? "


Afsah menatap bawah . Dan detik itu juga afsah langsung ganti posisi


" Maaf mas. Aku engak tau "


" Ya gapapa ! " kata Alvin


Afsah menarik tangan alvin . Wanita itu memeluk lengan alvin . Terkadang dia membuka mata nya dan menutup


" Pasti abis ini ada kunti..."


Darrrr


" Astagfirullah " kata Afsah


Alvin hanya bisa tersenyum. Heboh banget timbang nonton horor doang . Bukan nya afsah yang memilih film horor ? Terus kenapa takut ? Ah sudahlah !


2 jam selesai film. Afsah menyadarkan tubuhnya dulu . Dia capek teriak teriak , begitu juga alvin . Saat alanna di bawah sana bangun


Keduanya baru bangun . Tak lupa membuang sampah bekas mereka makan dan minum


" Seru ya kak film nya " kata Alanna sambil tersenyum


" Kamu engak takut Al ? "


Alanna menggeleng kepalanya . Alanna suka film horor tapi dia tidak suka kalo melihat makhluk asli nya


" Kita mau langsung pulang kak ? Udah jam 8 malam " kata Alanna


" Makan dulu ... si afsah kepengen seafood katanya " kata Alvin


Afsah mengangguk. Wanita itu merangkul bahu alanna

__ADS_1


" Yaudah ngikut aja . Aku engak makan udang ka. Paling yang lain makan nya " kata alanna


Afsah mengangguk. Dia menarik tangan alvin. Ketika calon suaminya itu sibuk bermain hp


" Ambil atm dulu sebentar ya mas ... "


" Yaudah " kata Alvin


Afsah mencari atm center untuk mereka makan nanti pasti kan butuh Cash. Kedua adik dan kakak itu memilih mengantri minuman


.


.


.


.


Pagi harinya afsah berniat pergi ke pasar. Beberapa hari lagi dia akan pindah ke rumah . Jadi afsah berniat harus irit. Dan lebih memilih masak dari pada jajan di luar


Selesai sholat subuh afsah langsung pergi ke pasar dengan menggunakan motor milik nya. Beli bahan yang bisa afsah simpan di kost kostan . Paling utama adalah buah


Ketika lagi membeli telur . Afsah di tegur oleh seseorang


Afsah mengangguk. Pria itu mengulurkan tangan nya mereka bersalaman


" Udah lama engak ketemu terakhir ... pas masih kuliah mungkin! " kata nya


Afsah mengerutkan keningnya . Afsah lupa namanya siapa


" Di kantor ! " jawab Afsah singkat


Pria itu mengangguk dengan gaya cool nya. Dan tak lama kemudian pria itu mengeluarkan kartu nama


" Btw aku mau ngundang kamu di restoran. Ini kartu nama aku . Kapan kapan main lah . Dapat diskon deh . Boleh ngga aku minta nomor kamu buat silaturahmi aja "


Pria itu memberikan ponselnya . Tak ada salah juga kan buat silahturahmi . Toh kalo aneh aneh juga bakalan afsah blokir


" Makasih ya Btw. Eh aku engak bisa lama lama. Belanjaan juga udah selesai di beli . Aku tunggu kedatangan kamu "


" Okey! " kata Afsah


Pria itu mengedipkan matanya membuat afsah menatap tak suka . Afsah meminta telur yang dia pesan . Belum juga di siapkan . Setelah cukup beli bahan bahan di lihat jam pukul setengah 7 pagi


" Udah ah . Bentar lagi berangkat kerja " gumam afsah


Afsah meletakkan tangan nya di atas kening nya . Mata hari begitu aktif membuat penglihatan tidak begitu normal


" hari ini panas banget " kata Afsah ketika mobil alvin datang . Afsah langsung masuk kedalam mobil kekasih nya


" Lagi aktiv sayang . Bagus buat tubuh kalo matahari pagi "


" Iya . Tapi aku ga suka olahraga dan ga suka panas panas " kata afsah

__ADS_1


" Kamu mah orang nya mageran honey "


" Hehehe " tawa Afsah


Mereka berdua terdiam untuk beberapa menit kemudian. Menikmati padat nya berkendara di pagi hari . Tak lama kemudian tepat lampu merah berhenti ada sebuah Restoran baru yang di kasih banyak karang bunga yaitu Restoran ala ala Jepang.


Dari tampak depan keliatan kalo Restoran itu bernuasa Jepang.


" Mau nanti pulang kita makan disitu ? Coba aja . Kali gitu enak " kata Alvin


" Yaudah " jawab Afsah


Alvin mengangguk. Tatapan mereka masih arah Restoran . Baru banget sampai kantor. Afsah duduk di tempat nya . Alvin sudah di panggil sama Sheila


Sheila bilang Alvin di panggil sama atasan mereka. Pak Haidar. Alvin mengikuti nya tapi pas udah sampai di lantai atas . Kok malah ke ruangan Sheila


" Saya ada penawaran buat kamu ! "


Alvin terdiam . Alvin masih sabar . Dia ikuti cara main sheila. Selama ini alvin sadar kalo sheila kepengen jadi kekasih Alvin . Sheila tahu kok keluarga alvin seperti apa . Bisa di lihat Sheila ini wanita yang suka dengan uang


" Bulan depan kamu sudah tidak di perusahaan kita ? Boleh kah aku mememberi penawaran buat kamu ? Kamu butuh uang ? "


Alvin terkejut . Ketika sheila bilang alvin butuh uang ? Yang ada uang butuh alvin ! Setiap bulan kok ayah nya memberi alvin seratus juta . Tapi tunggu . Alvin mau tau cara main wanita ular itu


" Ya ! Saya butuh uang ! Semua bisa di beli pakai uang bukan ? " kata Alvin dengan gaya sombong nya


" Begini ! Kamu single , saya single ! Saya paham kamu butuh nafsu yang bisa di salurkan. Bagaimana kalo kita bermain di atas ranjang ? Oh tidak ! Kamu akan dapat bayaran nya . Asal kita merekam kejadian di atas ranjang . Ya untuk kita rekaman . kita simpan di file masing masing" kata Sheila dengan pede nya . Yakin kalo alvin akan menerima nya


" berapa bayaran yang saya terima ? "


Sheila tersenyum dia mengambil kalkulator. Menekankan angka


20.000.000


Sheila menunjukan kepada alvin . Angka yang dia tawarkan


" Sedikit sekali ! Emang tubuh saya bisa di beli dengan harga segitu ? Susah payah saya menjaga nya "


Sheila langsung diam


" Berapa yang kamu mau? "


Alvin tersenyum. Ini waktunya alvin meminta bayaran lebih . Apakah sheila sanggup ?


" lima ratus juta " kata Alvin


Sheila langsung diam. Bahkan sheila menjatuhkan tempat pulpen . Kaget dengan tawaran Alvin


" saya pikir pikir dulu . Silahkan keluar! "


Alvin tersenyum. Baru banget dia membuka pintu . Sudah di panggil lagi


" Tolong balas pesan saya ! Mas alvin yang terhormat "

__ADS_1


Alvin tersenyum kiri. Pria itu memberi kedipan sebelah mata . Sesekali genit sama cewek ular gapapa dong


__ADS_2