Dendam Di Masa Lalu

Dendam Di Masa Lalu
Seratus satu


__ADS_3

Baru kali ini Alvin di Surabaya pengen cepat cepat pulang . Bahkan dia udah malas banget ketemu sama Afsah


Bukan nya informasi tentang kehamilan Istrinya bikin Alvin semangat untuk bertemu Afsah ? Tapi kenapa Alvin jadi tak semangat begini


Alvin memeluk Afsah ketika wanita itu lagi mengecek email sambil berdiri di meja makan


" Aku bakalan dapat bonus kayanya bulan ini . Wow ..."


Alvin menurunkan tab afsah . Pria itu memeluknya dengan erat. wajah Alvin mengedus punggung Afsah


" Dulu kamu selalu bilang. Aku egois. Sekarang setelah kita menikah aku pikir semuanya beda. Kamu bukan Afsah yang aku kenal . Kamu kayanya udah berubah . Engak cinta sama aku . Justru kamu yang sekarang egois "


" Maksudnya? " Tanya afsah


Afsah membalikan badan nya dia menatap alvin


" Iya . Apa alasan kamu menikah sama aku ? "


" Karena aku cinta sama kamu . Aku sayang sama kamu . Dan aku pengen menghabiskan masa tua atau sampai akhir nafas sama kamu " jawab Afsah


" Kamu mau di ngertiin tapi kamu engak ngerti sama situasi kita sekarang ini . Sah . Kamu tanya sama semua temen atau orang tua kamu yang orang islam . Dimana mana suami itu yang di utamakan "


" Maksudnya? " Tanya Afsah


" kamu membelakangi aku di posisi prioritas kamu "


" Itu kan ibarat katanya . Aku mengutamakan pekerjaan aku vin. Dulu kamu selalu bilang pekerjaan adalah nomor satu . karena dari pekerjaan lah yang bikin kita membeli ini itu . kamu juga dulu pernah bilang semangat kerja nya untuk cari uang buat menghidupi kedua orang tua aku . Sekarang kamu ngomong nya beda lagi . Aku jadi bingung . Serba salah " kata Afsah


" Bukan begitu maksud Sah... em ... gimana ya ... aku bingung harus dari mana ngomong nya ... Em... begini ... Sekarang kita buka bukan aja ya Sah. Maaf banget kalo aku bikin kamu tersinggung kaya gini . Aku beneran engak ngerti jalan pikiran kamu Sah . Aku kepengen kamu berhenti kerja . Aku pengen kita berdua ngurus anak kita. Kita yang menjadi orangtua. Itu anak kita kenapa kamu serahin semua nya sama aku ? Emang aku yang menikmati pembuatan nya? Kita suka sama suka sah "


" Ini kamu lagi bahas apa sih ? Kenapa engak jelas kaya gini ? Aku ga ngerti pembahasan kamu kemana ? to the point aja " Tanya afsah


Alvin menghela nafas. tangan nya dia remas kuat kuat . harus dengan kalimat apa . Alvin , Supaya Afsah mengerti apa tujuan Alvin membahas tentang diri nya sebagai calon Ayah. sampai Akhirnya Alvin tidak tahan menahan emosi nya. dia luapkan semua pikiran dan hatinya


" STOP BEKERJA ANJ*NG . Ngurus anak itu utama sah. Aku mampu biayain orang tua kamu . Aku mampu kasih kamu sebulan atau seminggu lebih dari yang kamu gaji di perusahaan kamu . Kamu egois sah "


Afsah langsung mundur . Afsah langsung diam ketika alvin berkata teriak


" Mau sampai kapan kamu di budakin sama orang? Mau sampai kapan kamu mau kerja sama orang ? Hah ? Aku mampu buatin perusahaan buat kamu . Aku mampu apapun yang kamu mau aku turutin ! Aku cuma pengen kamu stop kerja dan balik ke jakarta . Aku engak tau apa yang kamu lakuin disini itu bener atau tidak . Aku engak bisa ngecek kamu 24 jam " kata alvin emosi . Wajahnya sangat merah menahan amarah


Tangan Alvin terkepal keras . Dia pengen banget memukul wajah afsah tapi alvin masih sadar


" Kamu hamil begini kamu tega sama diri kamu ? Perut akan membesar dan kamu tega sama badan kamu ? berapa sih Sah gaji nya ? Paling 20 jutaan . Tapi itu juga kalo kamu sampai target . Kamu korbankan itu tapi kamu engak ingat sama tubuh kamu . Maaf maaf aja nih sah . Sekarang yang engak punya pikiran siapa ? Aku atau kamu? " Tanya alvin


" Mau berapa kamu minta seminggu atau sebulan . Aku kasih . Tapi aku minta stop bekerja . Aku mohon banget . Aku cuma kepengen kita kumpul seperti dulu . Bukan pisah kaya gini . Buat apa aku siapin rumah buat kita . Kalo aku tinggal sendiri ? Buat apa sah ? " Tanya alvin emosi

__ADS_1


" Terus buat apa kita sering berhubungan tapi kamu engak mau mengurus anak . Kamu bayangin. Kamu anak satu satunya. Tapi ibu kamu engak pernah ngurus kamu dari lahir sampai sekarang umur kamu mau 23 kaya gini ? Apa kamu engak benci sama ibu kamu ? " Tanya Alvin lagi


" Aku paham kamu mau menikmati masa muda . Dan aku pun engak melarang nya . Situasi kita sekarang beda . Kamu hamil. Kamu lagi berbadan dua . Aku engak masalah kalo kamu belum hamil. Aku serahin terserah kamu mau kerja sampai kapan pun . Ini masalah nya HAMIL! " Ucap alvin lagi sambil memegang perut Afsah


" Yaudah terus kamu maunya gimana ? " Jawab Afsah pelan mejundukan kepalanya


Jujur kali ini Afsah sangat takut dengan ketegasan perkataan Alvin . Biasanya Afsah suka membalikan kata kata yang Alvin lontarkan. tapi kenapa Afsah malah kaku untuk menjawab semua perkataan Alvin


" Aku mau kamu stop bekerja . Dan ikut aku ke jakarta . Kalo kamu masih mau disini . Kita udahan aja sekalian. Kamu urus diri kamu. Dan aku urus diri aku. Kamu kasih bayi itu ke panti Asuhan . Bila perlu ga usah sekalian kamu kasih orang tua aku . Maupun orang tua kamu . Kedua keluarga ga boleh merawat anak kita. Kalo kamu setuju . Kasih aku keputusan hari ini juga . Aku mau pergi . Kamu engak perlu ikut . Kamu hanya perlu kasih Jawaban setelah aku pulang " kata alvin


Afsah langsung diam


Alvin langsung masuk ke kamar menganti pakaian nya. Alvin juga keluar membawa kunci motor afsah


Alvin pengen tenangin diri dan pergi ke apartemen Radi yang tak jauh dari tempat mereka tinggal


Beberapa jam kemudian alvin pulang lagi dengan situasi hati yang sudah membaik. Karena dia mengeluarkan uneg uneg nya sama Radi


Alvin masuk di situ afsah duduk tenang sambil menonton tv


" Gimana keputusan nya ? "


" Iya aku ikut kamu ke jakarta " kata Afsah sambil menundukan kepalanya


Alvin menghela nafas dia langsung duduk dengan tenang


" Oke ! Kamu urus secepatnya . Kamu pulang ke jakarta sama aku " kata Alvin


Afsah mengangguk. Afsah menarik tangan alvin untuk memeluknya . Afsah meminta maaf karena keegoisan nya tadi membuat alvin emosi


" Dedek nya juga kesel sama kamu . Keras kepala banget . Kalo aku ga sabar sabar dari tadi . Habis tuh kepala kamu aku pecahin" kata Alvin kesel


Afsah tersenyum dia mencubit pipi alvin gemes


" Mulai sekarang kita bisa nikmatin masa muda kita berdua "


" Iya" jawab Afsah


" Sekarang aku takut kalo kamu marah . Ternyata serem juga " kata Afsah


.


.


.

__ADS_1


.


Surat resign yang afsah ajukan di terima . Kini saat nya afsah dan alvin beres beres untuk besok ke jakarta


" Udah pesen belum tiket nya ? Atau kita masih mau jalan jalan lagi? Kulineran gitu ? " Tanya Alvin


" Belum. Lah kamu yang aku suruh kok . Belum di pesan tiket nya ? "


" ya Belum lah . Aku takut salah jadwal . Takut nya aku pesan tanggal sekarang . Kamu malah mau pulang besok besok " kata Alvin


" Dih gimana sih " kesel afsah


" Yaudah nih aku pesen buat besok "


" Aku mau naik kereta aja " pinta afsah


" Yaudah naik kereta . Itu kan yang aku janjin ke kamu. Motor kamu aku serahin ke radi . Biar sekalian di jual. Nanti aku beli baru di Jakarta "


" Aku maunya mobil " pinta afsah


Ck !


" Iya nanti di beliin mobil sekalian sama supir nya "


" Asik ... " Seneng Afsah


Alvin tersenyum ketika afsah langsung mengecup pipi nya karena alvin janjiin afsah beliin mobil


" Makasih bro ! Eh bro ! " kata afsah mengejek alvin


" Bro bro ! Enak aja ! Ini suami kamu tau "


" loh kamu suami saya ? Jadi saya udah nikah ? Mendadak lupa hingatan" ejek afsah lagi


Alvin tertawa renyah. Pria itu menggendong afsah membawanya ke ranjang


" Mau apa ? "


" Mau ngecek gimana keadaan anak kita "


" Dengan cara ? " Tanya Afsah


" menyatukan jenis kelamin kita hehehe "


" Dasar ! Engak pernah puas. Tiap hari selalu dan selalu ..." protes afsah

__ADS_1


" Namanya juga awal nikah . Lagi semangat semangat nya " jawab Alvin


__ADS_2