
Derren menemani afsah makan di tengah malam . Pria itu menceritakan kejadian tadi saat fay tiba tiba masuk meminta menjadi Assiten nya
( aneh banget itu orang . Engak ada angin . Engak ada apa main minta gitu aja) kata Afsah
( Ya gua sih engak banyak ngomong
Singkat, padat, jelas . Untung dia bisa kerja. Kalo engak bisa kerja . Udah gua out)
( Inget pas masih kuliah ya ren. Tiba tiba dia ngusik gue. Tahu sendiri kan anaknya engak jelas hahaha ) kata Afsah
( Orang gila... hahahaha)
( Besok kalo berat badan gue naik setelah makan malam. Olahraga kali ya . Temenin Olahraga yuk lari ) kata afsah
( sama alvin lah sana . Lupa kalo suami nya posesif )
( hehe. Enakan sama lu . Dia ngeluh mulu . Tadi aja gitu . Pas mau pulang . Namanya jam setengah enam . Jam enam an . Pasti macet . Terus dia marah marah . Ya gue diam lah . Kata dia . Kamu jangan diam aja dong ) kata Afsah
( Hahaha. Si alvin aneh juga. Yah sabar lah)
( Terus yaudah . Gue cium aja pipi dia . Biar engak banyak ngoceh ) kata afsah lagi
Afsah membereskan makan nya . Karena sudah selesai. Begitu juga derren pria itu lagi sambilan bekerja
( Gue cuci tangan dulu )
( hemm okey ! ) kata Derren
Terdengar suara dercikan air . Beberapa menit kemudian afsah keluar lagi . Wanita itu mematikan lampunya hanya tersisa satu lampu tidur
( Gue cantik banget ya ren . Alvin pasti bangga sama gue ) kata Afsah sambil terkekeh
( iya cantik. Siapa dulu backingan nya )
( Gue ngantuk nih ren. Udah dulu ya . Kita lanjut besok. Tidur lu . Jaga kesehatan ) kata afsah
( iya. Dadah . Masih lanjut kerja sih )
.
.
.
.
" Halo cayang.... masih sakit perutnya? " Tanya Alvin
Afsah mengangguk. Afsah langsung bergalut manja memeluk alvin
"Aku bawain kamu sarapan di belakang. Makan dulu sana . Belum makan kan "
" Sebentar. Kangen " kata Afsah memeluk alvin
Alvin mengecup kepala afsah dengan kasih sayang . Tak lama kemudian afsah mengambil bekal makanan nya
" Semalam kamu nelepon siapa tengah malam . Aku nelepon. Kamu terima panggilan lain? " Tanya Alvin
__ADS_1
" telponan sama derren. Buat nemenin makan. Aku pikir kamu udah tidur "
" Pantes . Lama juga ya kalian nelpon . Ngomongin apa aja tuh ? " Tanya alvin sinis
Afsah mengerutkan keningnya. Dia langsung melepaskan pelukan
" Derren cerita kalo fay datang keruangan nya "
" Skip kalo bahas gituan . Kalo udah mantan jangan di omongin lagi " kata Alvin
Afsah mengelus pipi alvin. Wanita itu tersenyum
" Cuma ngobrol biasa selebihnya . Engak ada apa apa juga ! "
" Oh gitu . Yaudah sih gapapa . Siapa tahu kalian nanti jodoh . Terus nikah " kata Alvin
" Amin ! Maksudnya jodoh sama kamu kan ? " kata Afsah mengejek
" Terserah kamu lah "
" Lucu banget sih vin cemburu gitu . Gemesh ! " kata Afsah mengecup pipi Alvin
" Sambil sarapan dong sah . Dikit lagi mau sampe kantor tuh "
" Iya iya sayang ... ini mau di ambil " kata Afsah
Afsah membuka sarapan yang di bawakan Alvin. Dia izin memakan nya
" Kamu mau ? Aku suapinin ? "
" Makasi loh udah di bawain sarapan kaya gini . Terus di jemput juga . Baik banget sih suami aku... " kata Afsah
" Sama sama honey ! "
.
.
.
.
Pulang kerja. Afsah mengajak alvin buat mampir sebentar ke supermarket. Kelengkapan di toko itu membuat afsah akhirnya pergi kesana
" Kalo beli bahan disini fresh sah . Selain beli daging mau beli apa lagi si sah ? " Tanya Alvin
"Pewangi kamar . Biasa nya beli rasa kopi " kata Afsah
Alvin mengikuti nya dari bekalang . Mendorong kereta belanja . Satu persatu afsah ambil tanpa melihat harga . Karena hari ini afsah baru dapat bonus
" Aku mau stok mie instan . Itu di atas udah yang di kardusin . Tolong ambilin dong mas "
Alvin juga tidak nyampe ternyata . Alvin mengangkat kaki nya dan pelan pelan dia menggeser
Brak
" Aduh ! "
__ADS_1
Alvin langsung panik mengelus kepala afsah . Alvin juga meminta maaf karena tidak melihat posisi afsah
" maaf sayang ... maaf.... sakit nggak "
" manusia mana yang engak sakit kepalanya kejatuhan box? Kalo nanya yang masuk akal ya vin ! " kata Afsah ketus
" Hehehe . Emosi nih yee" ejek Alvin
Afsah mengelus kepalanya . Terbukti kepala afsah langsung ada benjolan
" Cukup segini mie nya ? Kamu engak mau di campur aja mie nya sah ? " kata alvin
" Aku suka mie goreng mas . Gapapa engak usah di campur "
Alvin mengangguk. Mereka berdua mencari cari lagi produk lain
" Ayah aku suka banget minuman kacang hijau begini "
" Oh ya? Perlu aku beliin buat ayah kamu mas ? " Tanya Afsah
" Ga usah sayang . Kebanyakan. Di gudang makanan itu ada minuman ini banyak . Ayah aku pemegang saham berapa persen perusahaan disana "
Afsah bertepuk tangan
" Ayah mertua paling hebat ! " kata Afsah sambil tersenyum
" Kalo kamu suka nya minuman apa ? " Tanya alvin
" Alkohol beer gitu" ejek afsah
Alvin langsung tertawa mendengar itu . Alvin juga menoyorkan kepala afsah
" Haha... jangan kan minum sebotol. Se gelas aja udah sekarat " tawa Alvin
" Hehehe .... jangan gitu dong . Kan jadi malu . Lagian kan bagus dong . Engak kecanduan minum . Artinya tubuh aku bersih . Emangnya kamu mau . Nanti anak kamu di darah daging nya ada minuman alkohol di dalam tubuh aku ? "
" Engak mau ! Aku kan sayang sama kalian berdua nanti " kata Alvin sambil tersenyum
" ciyee udah ngebet banget pengen nikah " ejek afsah
" Iya lah . Siapa yang engak pengen nikah cepet cepet sama kamu . Abis nya kamu gemesin sah "
Afsah langsung merangkul pinggang alvin. Mereka berdua jalan lorong makanan lagi
" Next time kalo aku engak mager . Aku mau buatin pisang bolen buat orang tua kamu ya mas "
" Oke sayang . Pasti mama sama ayah aku suka sama bolen buatan kamu " kata Alvin
Afsah mengangguk . Dia melihat keranjang nya cukup banyak
" Yaudah yuk udah . Kita sekalian cari makan di luar . Kamu lagi pengen apa mas ? "
" Steak ? "
" Yaudah yuk steak , gapapa hari ini aku traktir deh "
" Makasih sayang . Semoga rezeki kamu lancar " kata Alvin mendoakan
__ADS_1