Dendam Di Masa Lalu

Dendam Di Masa Lalu
Seratus tiga


__ADS_3

Ibu , bapak dan mama , ayah Alvin dan Afsah . Malam nya mereka janjian untuk menemui kedua anaknya baru sampai jakarta tadi pagi


Sore nya alvin dan afsah tahu mereka mau datang langsung belanja. Beli kue dan minuman


Karena di rumah ini emang kulkas penuh tapi untuk afsah dan alvin semua . Isi nya snack, buah dan minuman kaleng yang berasa rasa


" Aku beli susu kacang ijo buat ayah aku "


Afsah mengangguk . Wanita itu lagi memilih milih kue kering untuk stock di rumah nanti menaruh nya ruang tamu


" Apa sekalian belanja keperluan kamu ? Susu hamil sayang ? "


" Iya. ini sekalian nanti aku mau ke lorong tempat susu , Honey ! " kata afsah


Alvin mengambil ahli keranjang nya dia mendorong mengikuti afsah . Setelah semua nya selesai . Mereka berhenti di toko kue untuk membeli nya


Sampai di rumah . Alvin menghidang beberapa makanan yang perlu di keluarkan


" Aku mandi dulu ya Mas ... "


" Iya Honey. Hati hati masuk kamar mandi nya " kata alvin


Keduanya sudah wangi dan rapi . Rumah juga udah alvin pakai pewangi yang di setel 5 menit sekali kesemprot sendiri


Tin tin


" Ayo kita sambut Honey " kata Alvin


Alvin menuntun afsah pelan pelan keluar rumah . Ayah dan mama alvin datang mereka tanpa mengajak Alanna


" Ibu sama bapak kamu belum datang ? " Tanya mama alvin


" belum mam. Lagi di jalan "


Mama alvin memeluk Afsah dengan sayang . Mengecup pipi juga . Begitu juga dengan ayah Alvin . Afsah menyalimi tangan nya


" ajak masuk Vin " kata Afsah pada Alvin


Beberapa menit saat melihat keadaan rumah . Baru lah bapak sama ibu datang menaiki taksi


Keakraban besan membuat alvin dan afsah senang . Ya senang karena engak ada kata kesel atau uneg uneg


" Cepet banget sih Sah hamil nya . Baru menikah 2 minggu ya " kata Mama alvin


" Cairan Alvin aktif berarti Mam. Bagus dong artinya kita engak perlu lama lama buat jadi grandma dan grandpa " kata Ayah Alvin


Alvin mengelus pinggang afsah . Alvin sadar dari tadi posisi duduk Afsah bergerak kanan kiri

__ADS_1


" Berdiri aja gapapa " kata Alvin sambil mengelus punggung Afsah


Alvin menuntun afsah untuk berdiri


" Pinggang aku suka sakit kalo duduk lama lama . Gapapa ya berdiri aku " kata Afsah


Banyak cerita tentang sehari hari mereka selama di Jakarta. Ternyata setiap jumat ayah alvin memesan 50 box mie ayam untuk karyawan nya


Afsah tersenyum setidaknya ibu dan bapak mie ayam mereka sangat laku . Apalagi semenjak afsah promosi lewat sosial media selama dia masih di Surabaya


" Kue nya enak . Mama suka " kata Mama alvin


Afsah tersenyum. Kadang afsah suka bingung mau kasih apa untuk mertuanya . Tau sendiri kelas orang tua Alvin dan kelas orang tua afsah ibarat masakan padang pagi sore dan warteg bahari


" Ibu cobain juga dong Bu . Pak " kata Alvin


Kedua mertuanya juga ikut mencicipinya . Tak berapa lama kemudian makanan ayam bakar , ikan bakar dan makanan lainnya yang Alvin pesan datang


" Ayo bu . Ma. Kita makan malam dulu . Nanti aja gosip nya " kata afsah sambil tersenyum


Mereka makan malam bersama dalam satu meja . Semuanya memakai tangan . Jujur afsah kaget banget saat mama mertuanya makan pakai tangan . Karena baru pertama kali melihat nya


" Rumah kamu enak Vin ! Tenang ! Adem banget " kata Mama Alvin


" Iya. Sering sering kemarin mam . Bu . Nginap di atas juga ada kamar nya " kata Alvin


Alvin engak mau pilih kasih . Alvin kepengen adil sama orang tua Alvin dan Afsah semuanya Alvin ratain sama


" Mau udang ..." pinta Afsah


Alvin mengambilnya karena udang itu ada di dekat alvin . Ibu bisa tenang sekarang afsah ada yang sayang , ada yang jagain . Yaitu suaminya sendiri . Semoga kelanggengan rumah tangga mereka membawa berkah


.


.


.


.


Alvin menatap pembuatan Afsah Nasi kepal rumput laut . Alvin tersenyum dia mengecup punggung Afsah


" Makasih sayang "


" Sama sama bocah aku ..."


" Kok bocah sih Hon ..." kata Alvin

__ADS_1


" Iya lah . Bocah. Ini kan bekal buat anak sekolah . Tapi kamu minta makanan sarapan kaya gini siapa lagi kalo bukan bocah? Hem ? "


" Hehehe . Iya bocah. Bocah yang bisa bikin kamu desah " ejek Alvin


Afsah tersenyum berkali kali afsah mengelus pinggang nya karena pegel


" Nanti aku pijitin ya " kata alvin memberi perhatian


Afsah mengepalkan nasi yang udah dia campur dengan rumput laut dan mayonaise . Afsah menambahkan telur ceplok mata sapi . Tak berapa lama makanan praktis itu udah siap


Berbeda dengan afsah . Wanita itu makan yang berat. Nasi goreng mentega dia buat terlihat menarik di mata afsah


" Aku nanti ke kantor honey ! Apa kamu mau ikut? "


" Aku dirumah aja " jawab Afsah


Alvin mengangguk dia melahap Nasi kepal an nya itu


" Kalo ada apa apa kabarin ya . Kunci semua akses rumah " kata Alvin


" Siap Honey "


Alvin mengangguk lagi . Sesekali dia mencicipi nasi goreng buatan afsah . Tapi sayangnya dia lebih suka dengan makanan yang ada di piringnya . Makanan yang udah lama alvin inginkan


" Nanti siang kalo kamu malas masak. Beli aja sayang . Oh iya aku lupa nanti ada orang yang bersih bersih . Dia datang sehari 2 kali . Pagi jam 10 . Sore jam 5 "


" Oke ! " jawan Afsah


" Kamu jangan capek capek "


" Iya ! " jawab afsah


Alvin menatap kanan kiri. Dimana dia harus memasang cctv tanpa sepengetahuan afsah . Buat jaga jaga aja siapa tahu afsah kenapa kenapa


" Tolong ambilin minum dong Honey" kata Alvin


Afsah turun bangku pelan pelan dia mengambilkan alvin minum . Suaminya itu sibuk bermain hp dan menghubungi salah satu orang


" Kamu abis nelpon siapa mas ? "


" Orang kantor. Tumben kamu nanya nanya begini ? Kepo ! "


" Yaudah deh aku ga nanya lagi " kata afsah langsung mengangkat kedua piring


Alvin tersenyum dia menatap afsah . Ngambek ? Baru ngomong gitu doang aja udah ngambek


" Nanti siang aku kirim makanan buat kamu "

__ADS_1


" Ga usah ! Ga laper ! " ketus afsah langsung menutup pintu kamar


Alvin mengacak rambut nya lagi . Dia membersihkan meja makan dan mencuci piring . Setidaknya alvin membantu sedikit


__ADS_2